Santri Net

Santri Net Selamat datang di Halaman SANTRI.NET semoga bermanfaat

22/07/2020

Syair-syair Armina (Arafah, Muzdalifah, Mina)

I
Disaat sunyi merayap malam,
hamba merenung didalam diam,
teringat masa setahun silam,
Menuju Arafah tuk Bersemayam.

Jutaan manusia bagaikan debu,
berjalan menuju padang yang satu,
sepanjang jalan bukit berbatu
tidur ditenda bermalam dalu.

Ditengah padang si Jabal Rahmah,
diam membisu sepanjang masa,
menjadi saksi terurai air mata,
hamba ratapi banyaknya dosa.

II
Terbayang sungguh setelah mati,
pakaian putih tiada bertepi,
rakyat jelata pejabat tinggi,
menangis pilu tiada perduli.

Isak terdengar dimana-mana,
memohon ridho ia karena,
moga selamat kelak disana,
setelah berakhir hidup yang fana.

Jutaan malaikat menjadi saksi,
doa si hamba kan ditulisi,
seperti janji Ilahi Robbi,
setiap doa kan dipenuhi.

III
Ya Allah,
Didalam tangis hamba berdoa,
betapa hidup berlumur nista,
hanya ampun-Mu yang hamba pinta,
ampuni segala perbuatan dosa.

Ya Allah...
Jagalah mataku dari tatapan yang menggoda,
jagalah hatiku dari rasa yang tidak Engkau s**a,
jagalah pendengaranku dari bisikan yang tidak engkau ridha,
jagalah mulutku dari buruknya dusta.

Ya Allah...
Tuntunlah lisanku untuk selalu katakan yang hikmat,
jagalah hatiku tuk selalu syukuri nikmat,
jagalah syahwatku agar tak s**ai maksiat,
jagalah hidupku agar lebih mencintai akherat.

IV
Ya Allah...Jutaan malaikat-Mu hadir menjadi saksi,
atas lantunan doa dan taubat para jamaah haji,
tak malu mereka menangis keras,tersedan meratapi,
atas perbuatan dosa dan salah yang disesali.

Ya Allah,Sungguh kami takut pada keadilan-Mu.
Kami berharap pada kemurahan-Mu,
dirahmati kami dengan kasih sayang-Mu,
agar kelak kami tak malu saat jumpa dengan-Mu.

Hamba-Mu ini bagaikan debu,
bila menadah menangis pilu,
didalam hidup sering keliru,
Ya Allah,ampunilah daku.

V
Ya Allah,
Berilah hamba lisan yang basah tuk selalu sebut asma-Mu.
Hati yang takut tuk ingkar terhadap nikmat-Mu,
Nafsu yang sadar terhadpa kehambaan pada-Mu,
dan cinta yang bertambah dalam ketauhidan atas-Mu.

Ya Allah...
Kami berlindung kepada-Mu dari rezeki yang sempit,
kami berlindung pada-Mu dari kubur yang menghimpit,
lindungi kami dari banyaknya harta yang diiringi sifat pelit,
lindungan kami ya Allah dari ketidaktabahan menahan rasa sakit.

Ya Allah,
Berilah hamba kecintaan pada-Mu melebihi cinta pada yang lain,
Berilah hamba harapan bahwa berjumpa dengan adalah haqqul yaqin,
berilah hamba hati yang tak menistakan orang miskin,
Berilah hamba rizky wahai Robbi khoirun roziqin.

VI
Ya Allah,
Dalam sedan dan dada gemuruh hamba berpinta,
Dengan keagungan-Mu hamba memohon cinta,
Cinta-Mu Robbi yang selalu memberi dan tak pernah meminta,
cinta-Mu yang membuat para pencinta di malam sunyi teteskan airmata.

Ya Allah,
kini para hamba-Mu berkumpul di Arafah,
aimatanya mengalir dan tangannya gemetar tengadah,
berharap sepanjang hidup Engkau ampuni dosa dan salah,
dan Engkau beri rahmat-Mu ketika kelak langit terbelah.

Ya Allah...
Karuniakanlah diwajahku cahaya,
dihatiku cahaya,
dipendengaranku cahaya,
dipenglihatanku cahaya,
didepan dan dibelakangku cahaya.
dikiri dan kananku cahaya,

VII
Ketika wukuf telah berakhir,
berangkat p**a para musafir,
ke muzdalifah tempat kan mampir,
setengah malam diam berzikir.

Lewatlah waktu tengah malam,
pergi ke mina dimalam kelam,
jalani laku Ibrahim Alaihis Salam,
yang dicintai Allah semesta Alam.

Batu dilempar duapuluh satu,
Tiga kali tujuh sudahlah tentu,
berharap Ridho Allah Yang Satu.
Supaya diakherat kelak dibantu.

VIII
Ketika pergi melempar jumroh,
kaki berjalan haruslah kokoh,
jarak ditempuh berkilo-kilo,
tak boleh lemah tak boleh loyo.

Tiga hari jalani laku,
betis dan paha terasa kaku,
rapatnya orang bertemu siku,
tak boleh dzalimi hai saudaraku.

Kemah dimina sangatlah sejuk,
banyak pendingin tempatnya empuk,
airnya cukup untuk berwudhuk,
antrian panjang membuat sibuk.

IX
Jangan lupa tujuan ke mina,
melontar jumrah maksud karena,
barang jualan dimana-mana,
dari yang mulia sampai yang hina.

Banyak p**a yang tak disiplin,
ambil jatah makan orang lain,
sama seperti fakir dan miskin,
yang sulit dapatkan nasi sepiring.

Bermacam tingkah orang disana,
ada yang aneh ada sempurna,
karena asalnya aneka warna,
bermacam p**a tujuan ke mina.

X
Kala Armina sudah selesai,
kembali ke mekkah sudahlah santai,
tawaf ifadah langsung serantai,
sebelum wada' menjelang usai.

Sempurna sudah ibadah haji,
tinggallah mekkah yang amat suci,
air matapun mengucur lagi,
wujud cinta Ilahi Robbi.

Berilah hamba jalan yang yang lapang,
untuk kelak kembali datang,
menjadi tamu-Mu yang Engkau undang,
Wahai Ilahi Yang Maha Penyayang.

06/07/2020

Meunyoe Hate ka Meu cureh
Adak neu gaseh Han Le setia
*Kreatif Tampa batas
net_

06/07/2020

Senja di Ujung Pantai
net_

06/07/2020

Yang jodohnya masih dalam penantian beu Rayeuk sabar🤔
net_

04/07/2020
06/06/2020

( JANGAN LUPA DI SHARE )
Selain merubah status dari jofisa ( jomblo fi sabilillah ) menjadi istri,berpindah p**a tanggung jawab seorang ayah kepada pria yang kini menjadi suami.
Dear ayahanda, mungkin bahasa cintamu bukanlah kata, tapi hari demi hari yang dilalui adinda adalah buah dari tenaga yang kau punya .
Mungkin p**a jarang sekali ayahanda mengatakan cinta pada adinda, namun kau sampaikan kata cinta itu dalam doa .
Dear ayahanda , terima kasih yang tak terhingga untuk cinta , tenaga serta segala yang telah kau lakukan untuk keluarga . Doakan adinda untuk rumah tangga yang sakinah , mawaddah dan warahmah karena-Nya.

06/06/2020

Hantam Bajak Laut ✔️💪

05/06/2020

Allah menciptakan wanita dari tulang rusuk laki-laki, dekat dengan lenganya untuk dilindunginya, dan dekat dengan hatinya untuk dicintainya.

02/06/2020

Untuk hari ini waled bersilaturahmi ketempat Abu Lamkawe.

Abu Lamkawe adalah guru waled saat kelas 4 mau beranjak kelas 5 waktu di mesjid raya samalanga,Abu di kenal seorang ulama kasrimatik Aceh yang berpengaruh dan banyak antara murid-muridnya waktu di Merjid raya saat ini sudah menjadi Pimpinan dayah dan ulama di Aceh.

Banyak masyarakat mengenal Abu dengan ceramahnya yang mempunyayi ciri khas tersendiri,sampai saat ini Abu masih di sangat gemar oleh masyarakat karena Abu selalu membawa cerita-cerita yang penuh barmakna dan jelas sanatnya.
Mudah-mudahan Abu selalu dalam lindungan Allah SWT, Amin.

Sumber:
(01/06/2020)

{ MENGHAFAL AL-QUR'AN ATAU MENGHAFAL KITAB }Dewasa ini banyak Penuntut ilmu atau bahkan orang tuanya sendiri bingung mel...
01/06/2020

{ MENGHAFAL AL-QUR'AN ATAU MENGHAFAL KITAB }

Dewasa ini banyak Penuntut ilmu atau bahkan orang tuanya sendiri bingung melanjutkan kemana anak-anaknya setelah tamat sekolah. Ke pesantren tradisional untuk belajar kitab kuning atau ke pesantren modern yang ada Tahfiz Al Qur an?

Untuk menyahuti kecenderungan Tahfiz Al Qur'an dewasa ini, ada pimpinan Dayah tradisional yang mencoba menerapkan kurikulum tambahan menghafal Al Qur an dan hadits-hadits dalam kitab Bulughul Maram. Namun berselang beberapa bulan, kurikulum itu dihentikan dengan alasan santri tidak lagi fokus pada menghafal kitab kuning. Akhirnya santri-santrinya pun di arahkan secara total untuk menghafal kitab kuning, sehingga ada beberapa santri yang berhasil menghafal kitab Nahwu Mutammimah dan kitab-kitab lainnya.

Di lain waktu, ada beberapa orang santri yang minta izin kepada gurunya untuk keluar dari Dayah dengan alasan ingin mengikuti program hafalan Al Qur'an di p**au Jawa.

Dari peristiwa di atas, terlihat bahwa ada sedikit dilema bagi santri sekarang dalam menentukan arah pendidikan mereka secara mapan. Apakah menghafal kitab atau menghafal Al Qur an?

Menghafal Al Qur an itu bagus karena mengikuti salafussaleh, tapi harus diingat bahwa selain menghafal Al Qur an ulama terdahulu juga menghafal kitab-kitab karangan ulama-ulama mu'tabar, seperti kitab Ar Risalah karangan imam Syafi'i, kitab Minhajuththalibin karangan imam Nawawi. Hal ini mereka lakukan karena banyak sekali persoalan furu'iyyah yang tidak disebutkan secara eksplisit di dalam Al Qur'an.

Oleh sebab itu para ulama mengelaborasinya di dalam kitab kuning untuk menjawab persoalan-persoalan umat yang terus bermunculan dari masa ke masa. Permasalahannya sekarang banyak generasi-generasi muda hanya difokuskan untuk menghafal Al Qur'an tapi "diabaikan" dari menghafal kitab.

Dari realitas yang terjadi, kita dapat memetakan beberapa tipe penuntut ilmu agama dewasa ini, diantaranya:

1. Penuntut ilmu agama yang menghafal/belajar Al Qur'an dan Hadits sekaligus kitab kuning.

2. Penuntut ilmu agama yang hanya menghafal/belajar kitab kuning saja.

3. Penuntut ilmu agama yang hanya menghafal Al Qur an dan Hadits saja.

4. Penuntut ilmu agama yang hanya belajar dari buku dan media lainnya tanpa mampu memahami kaidah bahasa Arab.

Penuntut ilmu agama jenis ( pertama) sangat langka dewasa ini. Mereka bisa berasal dari lembaga lembaga pendidikan Islam pesantren baik Dalam atau Luar Negeri.

Penuntut ilmu agama jenis ( kedua ) banyak terdapat di dunia pesantren tradisional.

Penuntut ilmu agama jenis ( ketiga) banyak terdapat di lembaga-lembaga Tahfiz dan sebagian pesantren modern.

Penuntut ilmu jenis ke ( empat) banyak terdapat pada kalangan awam yang haus ilmu agama.

Semua jenis penuntut ilmu agama di atas insya Allah kalau niatnya ikhlas akan mendapatkan pahala dari Allah SWT sesuai dengan tingkatannya masing masing. Tapi, tujuan menuntut ilmu agama di samping agar mendapatkan pahala untuk pribadi (Fadhail) juga dituntut untuk memberikan pencerahan hukum kepada umat (fawadhil). Lantas, tipe yang bagaimanakah yang mesti kita beri perhatian lebih untuk masa depan generasi mendatang untuk bisa mencapai aspek fadhail dan fawadhil sekaligus?

Tipe pertama dan tipe kedua adalah sosok sosok yang diproyeksikan untuk menjadi ulama dan ahli fikih di masa yang akan datang.

Tipe ketiga adalah sosok sosok diproyeksikan bisa jadi imam, qari dan motivator Islam di masa yang akan datang.

Tipe keempat adalah sosok sosok yang diproyeksikan menjadi jamaah yang turut menyebarkan syiar Islam di masa yang akan datang.

Semua tipe itu berguna bagi kebangkitan Islam bila mereka sadar tentang keberadaannya di tipe yang mana dan tugasnya apa. Namun yang di khawatirkan adalah ketika mereka tidak tahu sedang berada di tipe yang mana dan tugasnya apa.

Ada orang misalnya berada di tipe ketiga tugasnya hanya sebagai imam shalat, motivator dan Qari karena dia hafiz 30 juz, banyak hafal hadits, tetapi ia menganggap dirinya sudah pantas naik ke tipe dua dan satu sebagai ulama dan ahli fikih, sehingga iapun memberikan fatwa-fatwa hukum yang sembarangan dan kadang s**a "menabrak-nabrakkan" antara Al Qur'an Hadits dan kitab kuning. Munculnya vonis-vonis bid'ah secara serampangan biasanya dilakukan oleh tipe ke tiga dan empat tetapi menganggap dirinya sudah berada di tipe satu dan dua.

Oleh sebab itu, lembaga pesantren dan juga orang tua harus jeli melihat potensi anak anaknya. Bila memang anak anaknya punya talenta besar arahkan mereka ke tipe pertama. Tapi bila kecerdasan anaknya standar maka cukupkan mereka di tipe kedua dan tipe ketiga. Berpuas puas diri di tipe ketiga dan keempat sangat tidak baik. Santri tipe ketiga dan keempat harus punya 'azam (keinginan kuat) untuk bisa "naik kelas" ke tipe di atasnya.

Semoga bermanfaat

( Abu Kuta Krueng)

Address

Jalan Kereta Api
Samalanga
24264

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santri Net posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category