11/08/2026
Abdullah Bin Umar: Memilih Damai Dari Pada Jamabtan.
Tahukah kamu?
Ada seorang sahabat Nabi ﷺ yang berulang kali ditawari jabatan sebagai khalifah, tetapi justru memilih untuk menolaknya.
Ia adalah Abdullah bin Umar, putra dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhuma.
Abdullah bin Umar dikenal sebagai seorang yang saleh. Bahkan Rasulullah ﷺ pernah memujinya.
Setelah wafatnya Utsman bin Affan, banyak orang meminta Ibnu Umar menjadi khalifah.
Mereka berkata,
“Engkau adalah pemimpin. Keluarlah agar kami membaiatmu.”
Namun Ibnu Umar menjawab dengan tegas:
“Demi Allah, seandainya bisa, jangan sampai ada darah walaupun setetes yang tertumpah disebabkan olehku.”
Ia menolak jabatan bukan karena takut kehilangan kekuasaan.
Justru karena ia takut kekuasaan menjadi sebab pertumpahan darah sesama kaum Muslimin.
Bahkan ketika ditawarkan baiat dengan syarat harus memerangi orang-orang yang menolak, Ibnu Umar tetap berkata:
“Demi Allah, aku tidak sudi di usia tujuh puluh tahun ini ada seorang manusia yang terbunuh disebabkan olehku.”
Ia juga pernah berkata:
“Jika ada yang mengajak kepada salat, aku akan memenuhi. Jika mengajak menuju kebahagiaan, aku akan mengikuti. Tetapi jika mengajak membunuh saudara kita sesama Muslim dan merampas hartanya, aku katakan: tidak!”
Inilah pelajaran besar dari Abdullah bin Umar.
Tidak semua jabatan harus dikejar. Tidak semua pertikaian harus dihadapi dengan kekerasan.
Terkadang, menjaga persatuan dan mencegah pertumpahan darah jauh lebih utama daripada mendapatkan kedudukan.
Semoga Allah mengajarkan kita untuk lebih mencintai kedamaian, persatuan, dan keselamatan sesama Muslim.
Kalau hari ini kita masih sibuk berebut jabatan, saling menjatuhkan, bahkan sampai memutus persaudaraan… mari kita renungkan kembali sikap Abdullah bin Umar.
Jabatan bukan sekadar kehormatan, tetapi juga amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Jangan sampai sesuatu yang kita kejar di dunia justru menjadi sebab hilangnya persaudaraan dan datangnya penyesalan di akhirat.
Menurutmu, apa yang lebih penting: mendapatkan jabatan atau menjaga persatuan?
Semoga kisah ini menjadi hikmah bagi kita semua. Aamiin.