Zona inspirasi dan hiburan

Zona inspirasi dan hiburan Melalui kutipan-kutipan ini, kami ingin mengajak Anda untuk merenung, memperdalam iman, dan mendapatkan pencerahan dalam kehidupan sehari-hari.

Zainuddin Hamidi, lebih dikenal dengan nama Zainuddin M.Z., lahir di Jakarta pada 2 Maret 1952. Nama belakangnya, “M.Z.”...
18/01/2026

Zainuddin Hamidi, lebih dikenal dengan nama Zainuddin M.Z., lahir di Jakarta pada 2 Maret 1952. Nama belakangnya, “M.Z.”, merupakan singkatan dari nama ayahnya, Turmudzi. Zainuddin merupakan anak tunggal dari pasangan Turmudzi dan Zainabun, keluarga Betawi asli. Ayahnya, yang merupakan pensiunan pegawai PLN, dikenal taat beragama, sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Zainuddin kehilangan ayahnya sejak usia dua tahun, dan untuk memenuhi kebutuhan hidup, ia sering membantu ibunya berjualan nasi uduk.

Sejak kecil, Zainuddin sudah menunjukkan bakat berbicara di depan umum. Ia sering naik ke meja untuk berpidato di depan tamu yang datang ke rumah kakeknya. Bakat oratorinya berkembang ketika ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Madrasah Aliyah di Darul Ma’arif, Cipete, Jakarta Selatan. Selama enam tahun, Zainuddin belajar di bawah bimbingan K.H. Idham Chalid, seorang ulama dan politikus terkemuka. Di madrasah tersebut, Zainuddin mempelajari seni pidato melalui forum Ta’limul Muhadharah dan semakin dikenal karena kemampuannya dalam mendongeng dan membawakan ceramah yang menghibur.

Kariernya sebagai dai pun semakin melambung, dengan ceramah yang sering dihadiri puluhan ribu orang. Zainuddin M.Z. dijuluki ‘Dai Sejuta Umat’ berkat pengaruhnya yang luas. Selain ceramah, Zainuddin juga merambah dunia rekaman, dan kaset ceramahnya tersebar luas hingga ke luar negeri. Kesuksesannya dalam dunia dakwah membuatnya dilirik oleh stasiun televisi swasta dan ia mulai tampil dalam program-program televisi, termasuk “Nada dan Dakwah” yang menggabungkan dakwah dan hiburan.

Zainuddin juga terjun ke dunia politik. Pada periode 1977-1982, ia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), berkat pengaruh K.H. Idham Chalid, gurunya yang juga merupakan deklarator PPP. Dalam perannya sebagai politisi, Zainuddin berkeliling Indonesia bersama Rhoma Irama, kampanye untuk partai PPP. Kiprahnya dalam PPP membuatnya terlibat dalam pengaruh politik yang signifikan, yang turut memengaruhi dominasi Golkar pada saat itu.

Pada 20 Januari 2002, Zainuddin M.Z. bersama rekan-rekannya mendeklarasikan PPP Reformasi, yang kemudian berubah nama menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR) pada Muktamar Luar Biasa pada 8-9 April 2003. Zainuddin juga diangkat sebagai calon presiden oleh PBR dan menjabat sebagai ketua umum hingga tahun 2006. Setelah itu, Zainuddin kembali fokus pada dakwah dan berada di tengah-tengah umat.

Zainuddin M.Z. meninggal dunia pada 5 Juli 2011, akibat serangan jantung dan gula darah yang terjadi saat perjalanan menuju Rumah Sakit Pusat Pertamina. Ia meninggal setelah sarapan bersama keluarganya di rumahnya di Gandaria I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.



Allahumma sholli ala muhammad
18/01/2026

Allahumma sholli ala muhammad

K.H. Ahmad Bakrie, yang lebih dikenal dengan nama Abah Guru Bakrie, lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Sela...
17/01/2026

K.H. Ahmad Bakrie, yang lebih dikenal dengan nama Abah Guru Bakrie, lahir di Amuntai, Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan pada 20 Mei 1959 dan wafat di Banjarmasin pada 1 Februari 2013, pada usia 57 tahun. Beliau merupakan salah satu ulama terkemuka yang berpengaruh di wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Abah Guru Bakrie adalah pendiri Pondok Pesantren Al Mursyidul Amin di Gambut. Selain dikenal sebagai ulama yang karismatik, beliau juga merupakan sosok penting dalam organisasi Nahdlatul Ulama di Kalimantan Selatan. Beliau juga pernah memimpin pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin.



Guru Zuhdi mengabdikan diri di Pondok Pesantren Al-Falah selama kurang lebih dua tahun. Selain itu, beliau juga aktif me...
16/01/2026

Guru Zuhdi mengabdikan diri di Pondok Pesantren Al-Falah selama kurang lebih dua tahun. Selain itu, beliau juga aktif mengisi majelis taklim dan membuka pengajian di berbagai tempat, antara lain di Masjid Jami Banjarmasin, rumah beliau, Langgar Darul Iman (yang sering disebut sebagai Majelis Pondok Indah) di kawasan Teluk Dalam, Masjid Ar-Raudhah di Sungai Andai, Kota Citra Grha Banjarbaru, dan Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Beberapa kitab yang diajarkan oleh beliau termasuk “Ihya ‘Ulum al-Din" karya Imam al-Ghazali, "al-‘Ilm al-Nibras fi Tasybih ‘ala Manhaj al-Akyas" karya Sayyid ‘Abdullah bin ‘Alawi bin Husin al-‘Aththas, "Syarah Hikam Ibnu Athoillah" karya Muhammad bin Ibrahim, "Sifat Dua Puluh" karya Sayyid ‘Utsman bin Abdullah bin ‘Aqil bin Yahya, "Syarh Nashaih al-Diniyyah” karya Sayyid ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad, dan “Hidayah as-Salikin” karya Syekh Abd as-Shamad al-Falimbani.

Dalam pengajarannya, Guru Zuhdi sering menekankan pentingnya ilmu tauhid dan tasawuf, serta menjaga kebersihan hati. Beliau juga dikenal tetap konsisten dalam dakwahnya, tanpa terlibat dalam dunia politik atau mendukung calon politisi tertentu dalam pemilu. Selain sebagai seorang ulama, Guru Zuhdi turut menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat tim sepak bola Barito Putera. Beliau sering memimpin acara yang diadakan oleh Barito Putera. Tak hanya itu, beliau juga menjadi Mustasyar di Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Selatan pada periode 2018-2023. Sebagai bagian dari kontribusinya, Guru Zuhdi aktif dalam kegiatan pemadam kebakaran dan memimpin Barisan Pemadam Kebakaran di Banjarmasin, serta terlibat langsung dalam upaya pemadaman api di lokasi kebakaran



KH. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari, yang lebih dikenal dengan julukan Guru Bangil, adalah seorang ulama kharismatik ...
16/01/2026

KH. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari, yang lebih dikenal dengan julukan Guru Bangil, adalah seorang ulama kharismatik dari Kalimantan Selatan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk berdakwah di Bangil, Jawa Timur. Beliau adalah pendiri Pondok Pesantren Datu Kalampayan, dan dikenal sebagai keturunan ke-6 dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Keilmuannya dalam bidang tasawuf sangat mendalam, dan beliau pernah mengajar di Masjidil Haram. Sosok beliau sangat dihormati berkat kealiman serta kerendahan hati yang dimilikinya. Setiap peringatan haul beliau di Bangil selalu dihadiri oleh ribuan jamaah dan menjadi sebuah acara besar yang disiarkan melalui media.

Beberapa informasi penting tentang Guru Bangil:
• Nama Lengkap: KH. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari
• Tempat Lahir: Martapura, Kalimantan Selatan
• Julukan: Tuan Guru Bangil, yang diberikan karena kontribusinya di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur
• Garis Keturunan: Beliau adalah keturunan ke-6 dari Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari
• Pendidikan: Beliau menuntut ilmu di Makkah, berguru kepada ulama besar seperti Sayyid Amin Kutbi, dan menjadi khalifahnya. Beliau juga mengambil sanad dari tarekat Naqsyabandiyah dan Sammaniyah
• Karya: Mendirikan Pondok Pesantren Datu Kalampayan, yang menjadi pusat dakwah dan pendidikan
• Karakter: Dikenal sebagai ulama yang taat, sederhana, dan sangat alim, dengan ilmu tasawuf yang tinggi



Salah satu karamah Datu Suban adalah beliau mengetahui kapan waktunya akan meninggal. Pada suatu hari, dari mata beliau ...
15/01/2026

Salah satu karamah Datu Suban adalah beliau mengetahui kapan waktunya akan meninggal. Pada suatu hari, dari mata beliau keluar sosok yang bercahaya dan sangat indah, mengenakan pakaian hijau, yang menandakan bahwa tujuh hari lagi beliau akan menghadap Allah SWT.

Empat hari kemudian, tubuh beliau memancarkan cahaya putih yang sangat terang, seukuran tubuh beliau sendiri, disertai dengan aroma harum yang semerbak. Itu adalah tanda bahwa hanya tinggal tiga hari lagi beliau akan meninggalkan dunia ini.

Menjelang ajalnya, Datu Suban memanggil murid-muridnya dan berkata, “Wahai murid-muridku yang tercinta, jangan terkejut dengan perpisahan ini, karena pertemuan kita hanya sampai di sini. Pada tengah malam, sekitar jam satu, aku akan berp**ang ke sisi Allah SWT. Tidak ada yang bisa menunda atau mempercepatnya, karena itu adalah ketentuan-Nya.”

Beliau lalu membaca firman Allah dalam Surah An-Nahl, Ayat 61: “Apabila sudah datang waktu yang ditentukan, maka tidak ada yang dapat mengundurkannya dan tidak p**a mendahulukannya.”

Setelah itu, Datu Suban mengajak murid-muridnya untuk bersama-sama berdzikir, mengiringi perjalanannya kembali kepada Sang Pencipta.

Tak lama setelah dzikir selesai, tubuh beliau memancarkan cahaya terang yang naik tinggi hingga hilang tertelan oleh cahaya rembulan. Para murid yang hadir menyaksikan kejadian itu, dan serentak mengucapkan, “Innaa Lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun.”

Makam Datu Suban yang terletak di Desa Tandui, Kecamatan Tapin Selatan, hingga kini masih terjaga dengan baik. Dikenal sebagai ulama besar yang ahli dalam Ilmu Tasawuf, beliau terus mengajarkan ilmu tersebut kepada murid-muridnya.



Tuan Guru H. Muhammad Riduan Baseri, yang dikenal dengan nama panggilan Guru Kapuh, adalah seorang ulama besar asal Kali...
15/01/2026

Tuan Guru H. Muhammad Riduan Baseri, yang dikenal dengan nama panggilan Guru Kapuh, adalah seorang ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh yang sangat besar di kalangan masyarakat. Beliau terkenal karena pengajiannya yang selalu ramai dihadiri jamaah, serta ilmu agama yang luas, khususnya dalam bidang tasawuf. Guru Kapuh juga merupakan penerus dakwah Guru Sekumpul, melanjutkan warisan spiritualnya setelah wafatnya Guru Sekumpul. Lahir di Desa Kapuh, Hulu Sungai Selatan, beliau dikenal sebagai tokoh tarekat Sammaniyah yang turut mengembangkan dakwah Islam di wilayah Banjar.

Profil Singkat:
• Nama Lengkap: Tuan Guru H. Muhammad Riduan Baseri
• Asal: Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan.
• Karier: Ulama, guru agama, dan tokoh tarekat Sammaniyah yang melanjutkan dakwah Guru Sekumpul (KH. Muhammad Zaini Abdul Ghani).

Peran dan Pengaruh:
• Pengajian: Pengajian yang diselenggarakan oleh Guru Kapuh sangat digemari setelah wafatnya Guru Sekumpul. Jamaah yang datang seringkali mencapai ratusan ribu orang, tertarik dengan nasihat agama yang mendalam dan penuh hikmah.
• Penerus Spiritual: Beliau diakui sebagai penerus spiritual Guru Sekumpul, terutama dalam mengembangkan ajaran tasawuf dan memberikan bimbingan ruhani bagi umat.
• Ketua MUI HSS: Selain sebagai ulama, Guru Kapuh juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Haul dan Peringatan:
• Jamaah yang Menghadiri: Acara haul Guru Kapuh selalu dipenuhi oleh ribuan hingga ratusan ribu jamaah yang datang dari berbagai daerah, baik dari Kalimantan maupun luar provinsi.
• Lokasi: Haul biasanya diselenggarakan di sekitar Kubah Makam Guru Kapuh di Desa Kapuh, Kecamatan Simpur, Kabupaten HSS.

Wafat:
• Guru Kapuh meninggal dunia pada 11 Agustus 2021, meninggalkan kesedihan mendalam di hati para murid dan jamaah yang beliau bimbing sepanjang hidupnya.



Datu Sanggul, yang juga dikenal dengan beberapa nama seperti Ahmad Sirajulhuda, Abdush Shamad, Abdul Jalil, Fakhruddin, ...
14/01/2026

Datu Sanggul, yang juga dikenal dengan beberapa nama seperti Ahmad Sirajulhuda, Abdush Shamad, Abdul Jalil, Fakhruddin, dan Samman, adalah seorang ulama dan tokoh penting di wilayah Tatakan, Tapin Selatan, Tapin. Beliau hidup pada abad ke-18 M, seangkatan dengan Maulana Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari atau Datu Kalampayan. Datu Sanggul merupakan murid dari Datu Suban, salah satu ulama terkemuka di daerah tersebut.

Asal usul Datu Sanggul dikaitkan dengan Palembang, meskipun beberapa sumber menyebutkan bahwa ia berasal dari Aceh. Dengan izin dari ibunya, ia berlayar dari Selat Bangka Belitung, hingga tiba di Kota Banjarmasin dan akhirnya sampai di Kampung Muning (sekarang bagian dari wilayah Tatakan, Kabupaten Tapin) pada tahun 1750. Di kampung ini, Datu Sanggul belajar ilmu agama dari Datu Suban dan menetap di sana hingga akhir hayatnya.

Ada beberapa versi mengenai asal-usul gelar “Datu Sanggul.” Salah satunya mengisahkan bahwa beliau sering menggulung rambutnya yang panjang. Versi lain menyebutkan bahwa ia gemar menunggu binatang buruan. Ada p**a yang mengatakan bahwa beliau dikenal tekun dalam mengikuti perintah gurunya dalam keadaan khalwat, menunggu turunnya ilmu dari Allah SWT. Ada juga yang berpendapat bahwa gelar tersebut diberikan setelah Datu Sanggul menghadang pasukan Belanda di perbatasan Kampung Muning, menyebabkan mereka mundur.

Sebagai penghormatan, nama Datu Sanggul digunakan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah di Rantau, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.



Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah seorang ulama besar asal Indonesia yang terkenal dengan kontribusinya dalam bida...
12/01/2026

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari adalah seorang ulama besar asal Indonesia yang terkenal dengan kontribusinya dalam bidang agama Islam, terutama dalam pengembangan ilmu fiqih dan tasawuf di Kalimantan Selatan. Beliau lahir pada tahun 1710 di Martapura, Kalimantan Selatan, dan dikenal dengan gelar “Imam Al-Syafi’i” karena penguasaan beliau terhadap mazhab Syafi’i.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari mempelajari ilmu agama di Mekkah dan Madinah, yang kemudian membuatnya menjadi seorang ulama yang sangat dihormati. Selain mengajarkan ilmu fiqih, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang memperkenalkan ajaran tasawuf dan memperdalam pemahaman spiritualitas Islam di kalangan masyarakatnya.

Salah satu karya beliau yang sangat terkenal adalah “Sabilal Muhtadin”, sebuah kitab yang menjadi rujukan penting dalam ajaran fiqih dan tasawuf di Indonesia. Kitab ini banyak dipelajari dan dijadikan pedoman bagi umat Islam di Kalimantan dan sekitarnya.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga berperan dalam penyebaran Islam di Kalimantan Selatan, terutama dalam membimbing masyarakat untuk memahami ajaran agama Islam dengan cara yang mendalam dan komprehensif. Hingga saat ini, beliau masih dikenang sebagai salah satu ulama besar yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Indonesia.



Siapa Guru Muaz? • Nama Lengkap: Tuan Guru KH. Muaz Hamid. • Asal: Martapura, Kalimantan Selatan. • Keterkaitan dengan G...
11/01/2026

Siapa Guru Muaz?
• Nama Lengkap: Tuan Guru KH. Muaz Hamid.
• Asal: Martapura, Kalimantan Selatan.
• Keterkaitan dengan Guru Sekumpul: Guru Muaz memiliki kedekatan yang sangat erat dengan keluarga Guru Sekumpul dan memainkan peran penting dalam kelangsungan dakwah yang ditinggalkan oleh Guru Sekumpul setelah beliau wafat.
• Aktivitas: Beliau aktif dalam mengisi berbagai pengajian, termasuk acara besar seperti Haul Guru Sekumpul, serta menjadi salah satu pengisi rutin dalam majelis taklim di kawasan tersebut.

Mengapa Guru Muaz Menjadi Viral?
• Sebuah video yang merekam Guru Muaz memimpin pembacaan manakib Guru Sekumpul sempat menjadi viral karena ekspresi senyum beliau yang sangat mirip dengan senyuman Guru Sekumpul.
• Dalam video tersebut, senyumnya pada akhir acara menjadi pusat perhatian warganet yang melihat kesamaan dengan Abah Guru Sekumpul, yang kemudian menjadi bahan perbincangan luas di media sosial.

Peran dan Pengaruh Guru Muaz:
• Sebagai ulama yang terhormat, Guru Muaz memainkan peranan penting dalam meneruskan ajaran agama di Kalimantan Selatan, melanjutkan warisan keilmuan dan dakwah yang telah ditinggalkan oleh Guru Sekumpul.
• Kehadirannya di berbagai majelis taklim menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam banyak acara keagamaan, memperkuat peran beliau dalam menjaga dan melestarikan tradisi keilmuan di wilayah tersebut.



Address

Kalimantan
Samarinda

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Zona inspirasi dan hiburan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share