Busam Samarinda

Directions Website

Busam Samarinda Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Busam Samarinda, News & Media Website, Samarinda.
(1)

11/10/2026

Hingga Saat Berita Ini Diunggah Untuk Petugas Damkar di Bantu Relawan Tengah Upaya Pemadaman di Lokasi Kejadian.

Sumber Video; Relawan

11/10/2026

Tangisan seorang petani di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyayat hati. Rumahnya yang berada di tengah hutan kini terancam dilalap api, sementara akses menuju lokasi tidak memungkinkan petugas pemadam kebakaran untuk masuk.

Di tengah kepungan kobaran api yang membakar banyak pohon galam, petani tersebut hanya bisa mengungkapkan kecemasannya. Persediaan air yang tersisa pun semakin sedikit, membuatnya khawatir rumah yang menjadi tempat tinggalnya tidak dapat diselamatkan.

“Bagaimana ini? Pemadam tidak bisa masuk. Di sana banyak pohon galam yang terbakar. Bagaimana dengan rumahku? Rumahku sudah dikelilingi api, sementara airku tinggal segini,” ungkapnya dengan penuh kecemasan.

Peristiwa ini menjadi gambaran pilu perjuangan warga menghadapi Karhutla, terutama mereka yang tinggal di kawasan terpencil dengan akses terbatas.

Video Source; Tt/nranısayani

10/10/2026

Seorang pria berinisial A, berusia sekitar 42 tahun, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Hasan Basri, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. Penemuan jasad tersebut bermula ketika keluarga yang beberapa hari mencari korban mendatangi rumahnya dan mencium bau tidak sedap dari dalam bangunan.

Kapolsek Sungai Pinang AKP Aksarudin Adam mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.00 WITA. Informasi itu disampaikan setelah keluarga korban berusaha mencari keberadaan A selama beberapa hari, tetapi tidak berhasil menemukannya.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah menginformasikan kepada Polri untuk kegiatan malam ini. Benar, tadi sekitar pukul 22.00 WITA, kami Polsek Sungai Pinang mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada keluarganya mencari beberapa hari ini, tetapi tidak menemukan keluarganya,” ujarnya, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, keluarga kemudian mendatangi rumah korban di lokasi kejadian. Saat berada di sekitar rumah, mereka mencium bau tidak sedap yang berasal dari dalam bangunan. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan kepada pihak kepolisian.

10/10/2026

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gangguan ketersediaan air bersih di Samarinda belum sepenuhnya pulih. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali memperpanjang status tanggap darurat untuk ketiga kalinya, terhitung 6 hingga 19 Oktober 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya memberikan rekomendasi dan pertimbangan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun. Menurutnya, salah satu pertimbangan utama masih adanya titik karhutla di sejumlah wilayah. Meski jumlah kecamatan terdampak mulai berkurang, kebakaran masih terjadi, terutama di Palaran, Sambutan dan Samarinda Utara. Dalam beberapa kondisi, titik api juga ditemukan di kawasan Sungai Kunjang.

“Karena memang masih ada kejadian kebakaran lahan. Memang jumlah wilayah terdampaknya sudah berkurang, tetapi masih ada beberapa titik yang harus kita tangani,” ujarnya.

Selain karhutla, Pemkot Samarinda juga mempertimbangkan gangguan distribusi air akibat intrusi air laut. Berdasarkan informasi terbaru dari Perumda Tirta Kencana, terdapat lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terdampak, yakni Palaran, Selili, Kalhol, Pulau Atas dan Bantuas.

Kondisi tersebut membuat distribusi air di sejumlah wilayah harus disesuaikan. Air masih dapat disalurkan atas permintaan kelurahan, namun penggunaannya diperuntukkan bagi kebutuhan nonkonsumsi.

“Ini juga menjadi salah satu pertimbangan kita untuk melakukan perpanjangan status tanggap darurat,” jelasnya.

10/10/2026

Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Pada saat aktivitas kebakaran mencapai puncaknya pada Agustus 2026, pemerintah mencatat sekitar 13 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini mempercepat penanganan masyarakat yang masih mengalami ISPA. Koordinasi diperkuat mulai dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota, hingga puskesmas agar pelayanan kesehatan dapat diberikan lebih cepat kepada masyarakat.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan penanganan dilakukan setelah pemerintah mendapatkan laporan mengenai tingginya kasus ISPA pada periode puncak karhutla. Menurutnya, pemerintah melalui Dinas Kesehatan telah diarahkan untuk bekerja sama dengan jajaran Dinas Kesehatan kabupaten dan kota serta puskesmas di wilayah masing-masing.

“Bu Sekda sebagai TAPD kita sudah memerintahkan ke OPD terkait dari Dinas Kesehatan untuk bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kabupaten kota dan puskesmas-puskesmas terdekat untuk menyelesaikan permasalahan kasus ISPA di provinsi,” katanya.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pelayanan di tingkat provinsi, tetapi memperkuat penanganan melalui jaringan kesehatan yang berada langsung di tengah masyarakat.

Seno mengatakan, dari sekitar 13 ribu kasus yang sebelumnya tercatat, jumlah masyarakat yang masih dalam penanganan saat ini sudah jauh berkurang.

“Dan alhamdulillah dari 13 ribu ini sekarang sudah tinggal sedikit yang masih ada dan segera terus diselesaikan oleh puskesmas dan dinas kesehatan setempat,” ujarnya.

10/10/2026

Kasus pembakaran satu unit mobil di kawasan Jalan APT Pranoto, Perumahan Bukit Pinang Bahari Blok D, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, akhirnya terungkap. Polisi menetapkan seorang pria berinisial D sebagai pelaku yang diduga sengaja membakar mobil milik korban akibat sakit hati.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 20.00 WITA. Polisi menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 20.40 WITA terkait adanya satu unit mobil Suzuki Carry yang terbakar di pinggir jalan dekat rumah pemiliknya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, hasil penyelidikan mengarah kepada D yang diketahui merupakan anak buah atau karyawan korban.

“Yang melakukan pembakaran adalah anak buah atau anggota atau karyawan yang bekerja sama dengan dia. Inisial pelaku adalah D,” ujarnya, Sabtu (10/10/2026).

Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, polisi mengungkap rangkaian kejadian sebelum mobil tersebut terbakar. Pada malam kejadian, D diduga berboncengan menggunakan sepeda motor Honda bersama seorang rekannya.

Dalam perjalanan, pelaku disebut membawa satu botol bensin berisi sekitar satu liter. Setelah itu, D bersama rekannya pulang ke rumah. Di lokasi tersebut, pelaku diduga mengambil secarik kain dan menggantungkannya pada tangki sepeda motor milik saksi.

10/10/2026

Polresta Samarinda menyelidiki pengaduan terkait dugaan kawat medis patah dan tertinggal di arteri jantung pasien berinisial EW setelah menjalani tindakan medis di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda pada Februari 2026. Laporan yang disampaikan keluarga pasien itu juga mempersoalkan surat keterangan rujukan yang diduga tidak mencantumkan kondisi medis yang mereka anggap penting.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, pengaduan resmi disampaikan D, anak EW, pada 7 Oktober 2026. Penyidik kini mendalami keterangan pelapor dan bukti yang diserahkan untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam rangkaian peristiwa tersebut.

“Pengaduan ini sudah kami terima dan saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk membuktikan apakah benar terjadi tindak pidana kesehatan sebagaimana yang dilaporkan,” ujar Hendri dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).

Berdasarkan pengaduan yang diterima polisi, EW menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) di ruang kateterisasi jantung atau Cath Lab RSUD AWS Samarinda pada 19 Februari 2026.

Dalam tindakan tersebut, pihak pelapor menduga kawat medis jenis Finecross cardiovascular guidewire patah dan tertinggal di arteri koroner kiri bagian depan atau left anterior descending (LAD).

10/10/2026

Praktik pembakaran lahan yang diduga dilakukan demi menghemat biaya pembersihan kini berhadapan dengan proses hukum. Polresta Samarinda menangani sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah. Dalam penanganan tersebut, empat orang telah berstatus tersangka, sedangkan satu orang lainnya masih menjalani pemeriksaan untuk peningkatan status hukum.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan, penegakan hukum menjadi bagian penting dalam upaya menekan kejadian karhutla yang terus berulang, terutama ketika kondisi kemarau membuat api lebih mudah menjalar.

“Dari hasil penanganan yang kami lakukan, sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran lahan ini,” ujar Hendri, Jumat (9/10/2026).

Sejumlah lokasi yang masuk dalam penanganan kepolisian antara lain Jalan Salman, Gang R7, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, serta kawasan hauling PT SBB di Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran.

Kasus lainnya terjadi di Jalan Gunung Kapur, kawasan Pelita 4, dan Jalan Kavlingan, Kelurahan Pulau Atas, Kecamatan Sambutan. Wilayah Palaran dan Sambutan menjadi perhatian karena masih tergolong rawan kebakaran lahan.

Satya Bhakti AmrtaPengurus Wilayah IKA Unair Kaltim 2025-2030, telah dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unair K...
10/10/2026

Satya Bhakti Amrta

Pengurus Wilayah IKA Unair Kaltim 2025-2030, telah dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKA Unair Khofifah Indar Parawansa, di Hotel Gren Senyiur Balikpapan pada hari Kamis tanggal 8 Oktober 2026.

Ketua PW IKA Unair Kaltim Aji Suryana, mengajak para Ksatria Airlangga (alumni Unair) yang ada di Kaltim, untuk bergabung dan bersama-sama mengabdi dan membesarkan nama IKA Unair serta mengharumkan nama Universitas Airlangga di Bumi Etam.

09/10/2026

Insiden kecelakaan lalu lintas (laka) melibatkan sebuah truk trailer bermuatan kontainer terjadi di kawasan Jalan AW Syahranie, Samarinda. Truk tersebut diduga hilang kendali hingga menabrak sebuah pohon di pinggir jalan.

Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diunggah, truk trailer beserta pohon yang ditabrak telah dievakuasi untuk memperlancar kembali arus lalu lintas.

Belum diketahui secara pasti penyebab insiden tersebut. Pengendara diimbau tetap berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.

Video Source; Relawan

Address

Samarinda

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Busam Samarinda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share