17/10/2022
H. Suriansyah, S.Ag., M.Pd., Kabiro AUPK UINSI Samarinda selaku pembina apel sampaikan keutamaan nilai-nilai apel dalam amanatnya saat pelaksanaan Apel Pagi di Rektorat, Senin (17/10).
“Mari bersyukur kepada Allah SWT bahwa kita masih bisa melakukan tugas-tugas kedinasan. Apel adalah termasuk sistem kedinasan, walaupun kesannya hanya berdiri sejenak, tapi ada banyak hal dari pelaksanaan apel ini yang dapat mendukung untuk perubahan mental modern kita. Perubahan mental modern itu penting, namun merubah itu tidak bisa hanya dari pimpinan, tapi dari kita sendiri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kabiro AUPK UINSI Samarinda ini sebut presensi manual pada pelaksanaan apel menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai konsep para pegawai UINSI tentang apel dan bagaimana para pegawai UINSI melakukan apel sebagai bagian dari sistem tata kelola.
“Apel ini menjadi potret bahwa kita sebenarnya sedang melakukan amanah birokrasi. Presensi dari kepegawaian menjadi potret kepatuhan pegawai terhadap amanah birokrasi,” ucapnya.
“Salah satu amanah birokrasi adalah bagaimana membuat birokrasi yang bersih dan akuntabel. Kalau tidak bersih dan akuntable berarti ISO, ZI, dan SPIP bagi kita hanya sekedar tagihan semata. Kalau hanya sebatas tagihan tentu ruh nya tidak kita miliki. Oleh karena itu, mari kita mulai ruh tersebut dengan spirit apel yang sesungguhnya,” tambahnya.
Selain itu, Kabiro AUPK juga ingatkan tentang memulai kedisiplinan kerja melalui hal-hal kecil yang nantinya akan membetuk karakter seorang pegawai.
“Banyak hal terkait disiplin yang perlu kita lakukan, mulai dari disiplin datang, disiplin p**ang, atau disiplin pakaian. Hal-hal kecil tapi kalau kita memang ingin memberikan respon pada amah birokrasi, maka kita mulai dari yang kecil-kecil termasuk apel,” ucapnya.
H. Suriansyah juga tegaskan agar para pegawai UINSI dapat mempedomani 5 budaya kerja Kementerian Agama.
“5 budaya kerja adalah sesuatu yang abstrak, yang menkonkritkan itu adalah kita. Ternyata kitalah nilai itu. Ketika nilai itu merasuk dengan segala dinamikanya pada diri kita, maka suatu saat akan menjadi suatu karakter pada diri kita,” jelasnya.