04/09/2026
[LENSA SKETSA]
Aliansi Rakyat Kaltim (ARAK) kembali melakukan aksi di Simpang 3 Jalan Gajah Mada dan Jalan Kinabalu dengan tajuk “Indonesia Ironi - Kaltim Anak Tiri”, Kamis (3/9) lalu.
Massa bergerak ke titik aksi pada 16.20 Wita. Setibanya di titik aksi, aliansi mulai melakukan orasi-orasi dan pembentangan spanduk berisikan kekecewaan.
Massa aksi terdiri dari mahasiswa yang berasal dari berbagai Universitas: Unmul, POLNES, UINSI, UMKT, hingga masyarakat sipil.
Pada aksi kali ini, ARAK membawakan 7 tuntutan nasional dan 8 tuntutan daerah, beberapa di antaranya mencakup kebijakan pemerintah, tindak dan status bencana alam, militerialisasi dan perundang-undangan, hingga segala permasalahan yang kerap menimpa kesejahteraan masyarakat belakangan ini.
ARAK juga telah bersurat mengundang berbagai pihak untuk hadir dan mendengar langsung aspirasi.
Pihak-pihak yang diundang meliputi Ketua DPRD Kaltim, Gubernur Kaltim, Pimpinan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kaltim dan Utara, Kepala Kepolisian Resor Kota Samarinda, dan Komandan Komando Resor Wilayah kaltim.
Namun, dari enam pihak yang diundang tidak satupun yang hadir saat aksi sedang berlangsung.
Di sore hari, massa aksi bergeser untuk menutup dua ruas jalan Gajah Mada dan melakukan Aksi Teatrikal dengan meletakan foto presiden, wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur yang kemudian ditaburkan bunga-bunga kuburan.
Setelah Aksi Teatrikal selesai, massa aksi melakukan pernyataan sikap, koordinator aliansi menyatakan bahwa mereka akan kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak.
Pasca melaksanakan pernyataan sikap masa aksi berangsur-angsur membubarkan diri dan kembali ke titik kumpul akhir.
Teks dan foto: Abdurrahman