Berita Samarinda

Berita Samarinda Page untuk info Berita sekitar Kota Samarinda

Home Page yang memberikan segala informasi sekitar Kota Samarinda berupa:
- Kriminalitas
- Politik
- Olahraga
- Event
- Lowongan Kerja
- Ekonomi
- Pendidikan
- Hiburan
- Dll

Just Check Our Timeline...

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keberadaan aset milik daerah mestinya mampu menjadi potensi bagi Kaltim. Menyumbang banyak pendap...
28/05/2018

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keberadaan aset milik daerah mestinya mampu menjadi potensi bagi Kaltim. Menyumbang banyak pendapatan bagi kas daerah. Bukan menjadi beban seperti sekarang. Namun, itu hanya bisa dicapai jika pemerintah kreatif memanfaatkan aset yang ada.

Tidak becusnya Pemprov Kaltim dalam mengelola aset, bisa dilihat dari kondisi Kompleks Stadion Utama

SAMARINDA – Keberadaan aset milik daerah mestinya mampu menjadi potensi bagi Kaltim. Menyumbang…

PROKAL.CO, TANA PASER - Hujan yang mengguyur Paser dan sekitarnya kemarin (26/5) berbuah petaka. Dua truk terlibat kecel...
28/05/2018

PROKAL.CO, TANA PASER - Hujan yang mengguyur Paser dan sekitarnya kemarin (26/5) berbuah petaka. Dua truk terlibat kecelakaan di Kilometer 70, Desa Putang, Kecamatan Long Kali, Paser, sekitar pukul 08.30 Wita.

Dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, kejadian bermula saat truk tangki bernomor polisi (nopol) BM 8464 RO berjalan dari arah Tanah Grogot, Paser, menuju Penajam Paser Utara (PPU). Berada di Desa Putang, keadaan jalan menurun dari bukit dan beberapa tikungan tajam. Saat menikung, truk yang dikendarai Ongki (38) itu diduga melewati marka (batas) jalan.

TANA PASER - Hujan yang mengguyur Paser dan sekitarnya kemarin (26/5) berbuah petaka. Dua truk terlibat…

19/10/2017

Ribut Tunjangan, PNS Dihajar PNS saat Santap Siang
Tweet

PROKAL.CO, SAMARINDA. Selera makan siang Ani Ishak mendadak hilang begitu Aliansyah menghampirinya. Meski sama-sama berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Samarinda, namun hubungan kerja keduanya nampak kurang harmonis.

Terbukti, Rabu (11/10) lalu pukul 11.30 Wita, pria 56 tahun melakukan penganiayaan terhadap Ani. Penganiayaan itu dilakukan Aliansyah di kantor mereka yang berada di Jalan Kesuma Bangsa, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota.

Dengan menggunakan tas, Aliansyah menganiaya Ani. Tas itu dilemparkan warga Jalan Cipto Mangunkusumo, RT 38, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir itu ke kepala Ani hingga mengakibatkan benjol.

Tak jelas apa yang memicu penganiayaan itu, berdasarkan laporan yang diterima polisi. Penganiayaan bermula ketika Ani yang sedang makan siang dihampiri Aliansyah yang menanyakan soal Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP).

“Dan dijawab oleh korban (Ani, Red) bahwa TTP sudah diproses dan tinggal menunggu masuk rekening,” beber Kapolsekta Samarinda Ilir, Kompol Candra Hermawan, melalui Kanit Reskrim, Ipda Purwanto.

Usai menanyakan soal TTP, pertanyaan Aliansyah berlanjut pada menyarankan Ani untuk mengolah absensi. “Kurang jelas apa maksudnya, namun setelah pelaku (Aliansyah, Red) mengucapkan seperti itu korban menjawab untuk mengganti seseorang harus bisa diandalkan,” terang Purwanto.

Mendapat jawaban seperti itu, Aliansyah pun menyebut satu nama yang diduga masih rekan kerja Aliansyah dan Ani. Nama yang disebutkan itu adalah Ati. “Tetapi korban tak menanggapi apa yang diucapkan pelaku dan meneruskan makannya. Nah ketika itulah pelaku mengucapkan kalimat menyinggung korban yang kemudian ditanya korban maksud dan tujuannya pelaku. Pelaku tak menjawab dan langsung melempatkan tas ke arah korban,” jelas Purwanto.

Tak terima dengan perbuatan Aliansyah. Ani mengadu ke Polsekta Samarinda Ilir. Aliansyah lantas diamankan, kemarin (16/10).
“Pelaku masih dimintai keterangan. Ancaman pasal yang kami terapkan yakni 351 KUHP tentang Penganiayaan,” pungkasnya

25/09/2017

Dua Korban Itu Dimangsa Buaya Siluman?
Memesona Dipandang, Petaka yang Didapat
Paranormal melakukan penerawangan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Tak puas hanya menerawang dari kejauhan, Ketua Padepokan Nur Hikmah Lempake, Ki Awang Samudra datang langsung ke Sungai TB jeti atau pelabuhan kapal PT BRE. Di lokasi ini Arjuna (16) dan pawang buaya Supriyanto (38) diterjang diduga buaya siluman.

Ki Awang datang bersama sejumlah muridnya, Selasa lalu (19/9). Agar dapat masuk ke lokasi jeti yang berada di areal perusahaan, Ki Awang harus memanjat pagar besi. Lantaran adanya larangan warga berada di areal perusahaan tersebut.

Tak lebih dari 10 menit, Ki Awang dan sejumlah muridnya melakukan ritual penerawangan di lokasi jeti perusahaan di Sungai TB, Keluarahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara (Kukar).

"Dari hasil penerawangan kami, di simpang tiga muara memang terdapat kerajaan jin dan lain sebagainya yang berkaitan erat dengan hal-hal gaib," tutur Ki Awang kepada Sapos.

Penerawangan itu semakin mempertegas Arjuna dan Supriyanto, bukan dimangsa predator buas yang sebenarnya. "Melainkan buaya siluman yang mencari tumbal," tegas Ki Awang. Ki Awang bercerita sedikit mengenai petualangannya dan anak didiknya di Padepokan Nur Hikmah Lempake ketika menuju lokasi diterkamnya Arjuna serta Supriyanto.

"Ketika menuju dermaga (jeti PT BRE, Red) itu, kami bertemu dengan sejumlah warga dari p**au Jawa yang telah menetap lama di sana (Muara Jawa). Mereka biasa berkumpul di warung kopi yang dekat dengan areal perusahaan. Banyak yang diceritakan kepada saya. Terutama mengenai hal gaib di dermaga itu," terang Ki Awang.

"Sebagian dari mereka mempercayai hal itu. namun ada p**a yang tidak. Meski begitu hasil penerawangan kami melihat hal gaib yang dimaksud," tambahnya.

Tak ingin berpolemik dengan warga yang tidak mempercayai keberadaan dunia gaib itu, Ki Awang dan anak didiknya lantas melakukan penerawangan. "Ada yang tak diketahui masyarakat awam yaitu bagaimana alam gaib memancing tumbalnya agar tertarik. Alam gaib biasanya menampilkan keindahan yang mempesona namun malah petaka yang didapat," ucap Ki Awang.

Kisah terkaman buaya siluman yang mencari tumbal di sungai TB, menurut Ki Awang, tak ada bedanya dengan peristiwa kejadian-kejadian gaib di Pantai Selatan. "Di sana (Pantai Selatan) manusia yang menjadi tumbal diperlihatkan pada yang indah-indah sehingga tertarik dan akhirnya mendekat. Tentu manusia itu tak sadar jika dirinya akan menjadi tumbal," ucap Ki Awang lagi.

Melalui media Ki Awang membaca ada seorang pawang yang berencana memindahkan ratusan ekor buaya siluman ke tempat lain. Namun hal itu menurut Ki Awang mustahil untuk dilakukan.

"Di sana (Muara Jawa) 90 persen buaya siluman. Sedangkan 10 persen buaya pemangsa. Di Sana juga ada kerajaannya, jadi tidak mungkin dapat dipindahkan," ujarnya.

Ki Awang pun memberikan saran tindakan apa yang harusnya dilakukan warga setempat untuk menghindari jatuhnya korban akibat dimangsa buaya siluman. "Karena buaya siluman ini masih menunggu untuk menerkam tumbal berikutnya hingga angka ganjil yang sudah ditentukan terpenuhi," katanya.

Demi keamanan warga, Ki Awang menyarankan agar warga dapat melarungkan kepala hewan seperti sapi sebagai pengganti tumbal yang dicari. "Artinya kita meminta kepada kerajaan gaib yang ada di sana untuk mengganti tumbal manusia dengan kepala hewan yang dilarungkan di sungai itu," tandasnya

25/09/2017

MAMPUS..!! Lihat Nih, Jambret Tumbang Dilibas Helm, Dipukuli dan Ditelanjangi
Beraksi di Jalan Pahlawan, Bonyok di Jalan Kedondong
BONYOK: Agus Wahyudi (21) dan Nur Rozzaq Hakiki alias Rozzaq.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Peribahasa itulah yang tepat menggambarkan sepasang sahabat yang menjadi penjahat jalanan. Agus Wahyudi (21) dan Nur Rozzaq Hakiki alias Rozzaq. Kedua warga Jalan Ahmad Yani itu menjadi pelampiasan kemarahan di Jalan Kedondong, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kamis (21/9) sekitar pukul 12.00 Wita kemarin.

Kedua pelaku beraksi di Jalan Pahlawan, beberapa kilometer dari lokasinya tertangkap massa. Agus dan Rozzaq menjambret seorang wanita bernama Nurhidayati (25) warga Jalan Pemuda III. Saat itu korban mengendarai sepeda motor dipepet pelaku yang menggunakan sepeda motor Scoopy KT3860 IU warna merah hitam. Pelaku bernama Rozzaq langsung merampas dompet korban. Sempat terjadi aksi tari-tarikan hingga akhirnya para pelaku berhasil merampas dompet korban.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut tak tinggal diam dan mengejar para pelaku yang kabur ke Jalan Kedondong. Lantaran panik, pelaku terjatuh dari sepeda motor dan berusaha kabur dengan berlari. Beruntung dua warga yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung melumpuhkan pelaku dengan memukul menggunakan helm.

Para pelakuu yang tidak berdaya langsung menjadi sasaran kemarahan warga. Agar masa tidak semakin beringas, petugas lalulintas sempat mengamankan pelaku ke Pos Lalulintas Simpang Lembuswana. Selang beberasa saat anggota Polsek Samarinda Ulu datang dan mengamankan kedua pelaku ke Mapolsek Samarinda Ulu. "Waktu itu saya lagi jalan sama ibu saya dan sepupu saya, tiba-tiba ada keributan, ada jambret katanya, saya liat pelaku lari langsung saya pukul pakai helm, pelaku satunya lagi juga dipukul sama sepupu saya," ujar saksimata bernama M Saini.

Sementara itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Samarinda Ulu terungkap, para pelaku telah beraksi di lima tempat di Samarinda. Empat aksi sebelumnya berjalan mulus hingga akhirnya mereka tertangkap dalam aksi terakhir.

"Petugas masih terus bekerja menggali informasi dan melakukan pengembangan untuk mengetahui kemana saja barang barang hasil penjambretan yang mereka dapatkan selama ini," tegas Kapolresta Samarinda Kombespol Reza Arif Dewanto melalui Kapolsek Samarinda Ulu AKP R Sigit.

Sigit mengimbau masyarakat khususnya perempuan untuk lebih waspada. Saat berkendara hindari membawa barang berharga seperti perhiasan yang mencolok. Memilih rute perjalan yang aman juga tidak kalah pentingnya, terlebih bila berkendara seorang diri.

"Masyarakat harus lebih waspada, jangan mengggunakan perhiasan yang dapat menarik perhatian para pelaku dan hindari p**a jalanan yang sepi," tutur R Sigit. Agus saat menjalani pemeriksaan mengaku menjadikan pengendara sepeda motor perempuan sebagai sasaran utama. Alasannya lebih mudah dalam eksekusi karena sering meletakkan dompet ataupun ponsel pada dasbor motor.

"Paling gampang itu-ibu biasanya dompetnya digantung atau ditaruh begitu saja di depan, tinggal kita pepet motornya dan tarik dompetnya langsung kabur," aku Agus sembari menahan sakit usai dibonyok warga.

Pengakuan serupa juga datang dari rekan Agus, Rozzaq. Menurutnya saat beraksi mereka mencari sasaran yang berjalan pelan sehingga mudah dipepet. Untuk menarik dompet atau tas korban, dilakukan dengan sangat cepat sehingga dapat ataupun tidak mereka tetap akan kabur. "Kami enggak pernah tarik-tarikan sampe korbanya itu jatuh, pernah gagal karena dompetnya itu licin, saat ditarik dompetnya lepas," kata Rozzaq.

25/09/2017

Ada Penggerebekan, Rimba Panik, Nyebur ke Karang Mumus, Ngga Timbul-Timbul...
Katanya Masih "Dipeluk" Penghuni Karang Mumus
DITENANGKAN. Bocah bernama Ridho kerasukan saat proses pencarian Rimba berlangsung.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejumlah sungai di Kaltim terus saja meminta korban nyawa dalam sepekan. Setelah serangan buaya menewaskan remaja dan pawang di Sungai Muara Jawa, Kukar, kini giliran Sungai Karang Mumus (SKM) yang meminta “tumbal”.
Warga di Gang Usaha, Jalan AM Sangaji, RT 16, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang mendadak gempar.

Pemuda bernama Rimba (32) dikabarkan tenggelam di SKM perairan sungai Karang Mumus Rabu (20/9) malam. Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.10 Wita. Saat itu Rimba duduk di depan salah satu rumah warga di dalam area Pasar Segiri. Lokasinya tepat di pinggir SKM.

Rimba saat itu sedang asyik dengan permainan yang ada di ponselnya. Hingga kemudian suara gaduh pecah di tengah pasar. Ternyata saat itu telah terjadi penggerebekan dari aparat kepolisian.

Selang tak berapa lama, empat pemuda berlarian ke arah Rimba. Melihat sekelompok orang berlarian, Rimba ikut panik. Ia justru ikut berlari bersama empat pemuda itu ke arah sungai.

Selanjutnya, empat pemuda tersebut menceburkan diri ke sungai, diikuti Rimba. Rupanya empat sekelompok pemuda itu bermaksud menyeberang menghindari penggerebekan. Karena bisa berenang, empat pemuda berhasil menyeberangi sungai yang berarus deras.

Berbeda dengan Rimba, dirinya justru tenggelam lantaran tak dapat berenang. Upaya Rimba untuk keluar dari dalam air sia-sia. Tubuhnya sempat terlihat timbul-tenggelam di pinggir sungai. Kejadian tersebut dibenarkan Muh Harris (39), kakak kandung Rimba. Ditemui di lokasi kejadian, Harris menuturkan, lantaran kaget dengan suara gaduh itulah Rimba turut berlari dan menceburkan diri ke sungai dengan maksud menyeberang ke arah Gang Usaha.

“Adik saya itu sedang main ponsel di belakang Pasar Segiri, mungkin kaget karena melihat sekelompok pemuda berlari lantaran ada penggerebekan, ikut juga berlari dan menceburkan diri ke sungai ini,” kata Harris, Kamis (21/9).

Harris menuturkan, Rimba merupakan adik kandung yang amat dia sayangi. Meskipun jarang bertemu namun komunikasi tetap dilakukan setiap hari. “Terakhir dua hari lalu masih berkomunikasi, karena Rimba bekerja sebagai sopir pribadi dan hanya sesekali p**ang ke rumah,” ucap Harris.

Sebenarnya hari ini (kemarin) adalah hari ulang tahun anak pertamanya yang masih berumur 6 tahun, dan biasanya Harris selalu berkumpul dengan keluarga untuk merayakannya. Namun entah kenapa di hari itu justru menjadi hari nahas bagi Rimba.

“Meski sudah bercerai dengan istrinya, namun perhatian Rimba terhadap anaknya tidak berkurang. Rencananya kami merayakan hari ulang tahun anaknya hari ini,” tambah Harris. Upaya warga untuk mencari Rimba pada malam kejadian tak membuahkan hasil. Bahkan upaya penyelaman sempat dilakukan, namun Rimba tak juga ditemukan.

Baru keesokan hari (hari ini), sekitar pukul 08.00 Wita, upaya pencarian dilakukan tim gabungan Basarnas, Brimob dan relawan kebencanaan dilakukan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (pengganti Basarnas) Balikpapan, telah melakukan pencarian dengan menerjunkan satu regu untuk membantu pencarian. Regu pencarian dan pertolongan yang berjumlah lima orang ini dikomandoi Aries Setiawan dengan diperkuat peralatan seperti Rubber Boat, truk angkut dan alat penerangan.

“Kami sudah menurunkan regu pencarian untuk membantu proses pencarian korban, informasi keadaan membahayakan jika orang ini kami terima pada Rabu malam dari relawan di Samarinda,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Mujiono, Kasi Operasional Oktavianto.

Sementara itu, tim penyelam dari Satbrimob Samarinda Seberang yang diterjunkan untuk membantu pencarian Rimba mulai melakukan penyelam pada pukul 11.30 Wita. Tim beranggotakan lima personel ini mengaku cukup kesulitan untuk bisa menyelam lantaran kondisi arus cukup deras terutama di kedalaman tujuh hingga delapan meter. Hambatan lain yang dirasakan yakni jarak pandang yang sangat terbatas.

“Kami sudah mencoba untuk menyelam di kedalaman tujuh hingga delapan meter, kendala utama yang kami rasakan yakni arus sungai yang cukup deras serta jarak pandang yang terbatas,” Kata Bripka Yan Alemuka Kanit SAR Brimob Samarinda Seberang.

Pukul 19.00 Wita, pencarian terhadap Rimba sempat dihentikan. Pukul 23.00 Wita, relawan Bakomas Rendi melihat rambut timbul di sekitar batang di tepi SKM. Secara refleks Rendi menarik rambut tersebut, dan jasad Rimba muncul di permukaan.
“Korban langsung dibawa ke rumah duka,” kata Rendi.

Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan diikuti p**a oleh pihak keluarga Rimba. Bedanya, pihak keluarga Rimba memilih melakukan pencarian dengan cara mistis. Hal ini dilakukan pihak keluarga dengan harapan Rimba segera keluar dari dalam air. Konon katanya, jasad pemuda tersebut masih dipeluk penghuni sungai yang tak mau melepaskan Rimba begitu saja.

Sekitar pukul 10.00 Wita, sesajian yang dilarung ke sungai berupa telur, beras kuning, kembang tujuh rupa hingga ayam hitam yang telah di potong. “Tadi sempat terasa getaran di tangan saya, namun terlepas kembali, saya yakin Rimba masih berada di sekitar awal di temggelam,” ucap Ari, paranormal.

Di tengah kebingunan dan pencarian yang dilakukan, warga sekitar yang berkerumun dikejutkan dengan suara jeritan seorang bocah bernama Ridho (5), seorang anak di sekitar kejadian. Rupanya Ridho tengah kerasukan.

Warga yang mengetahui hal itu lantas membawa Ridho ke depan rumah warga untuk ditenangkan. Dari mulut bocah sekolah PAUD ini terucap, jika Rimba ingin ditemukan harus disiapkan beberapa persyaratan.

“Rimba masih dipeluk datuk. Datuk minta dibuatkan ketan hitam, kuning, dan putih,” ucap Ridho yang tengah dirasuki makhluk halus.

25/09/2017

Perdagangan Satwa Libatkan Bocah
Masuk Jaringan, Dijual Bebas di Medsos
Kucing hutan, binatang yang kerap diperjualkan belikan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Penjualan satwa liar masih memiliki pasar yang luas. Para pelaku yang membentuk sindikat semakin dimudahkan dengan menggunakan media sosial seperi Facebook. Hal itu dibenarkan Pejabat Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Jono Adi Putro.

Menurut Jono, sindikat yang bermain bisnis haram satwa dilindungi itu, tidak hanya memiliki jaringan antar kota melainkan antar provinsi. Melalui berbagai akun media sosial mereka terang-terangan menjajakan hewan yang seharusnya tidak boleh diperdagangkan. "Penjual satwa itu bukan orang per orang lagi, itu sudah jaringan sindikat," tegas Jono.

Bahkan, terang Joko, BKSDA Kaltim sendiri pernah menangani sindikat penjualan kucing hutan. Setelah ditelusuri ternyata penjualnya anak-anak. Namun petugas tidak percaya begitu saja. Setelah dilakukan pendalaman, anak tersebut mengaku mendapatkan pasokan satwa liar dari kawasan Kalimantan Selatan. "Dulu pernah kita ketemu itu yang jual kucing hutan rupanya anak-anak, kita bilang ke dia, bahwa petugas siap membantu asalkan dia mau tunjukan jaringannya, ternyata benar jaringanya hingga ke Kalsel," cerita Jono.

Sementara itu berdasarkan penelusuran Samarinda Pos, terdapat sejumlah akun Facebook pada grup jual beli hewan yang dengan terang-terangan menjajakan satwa dilindungi seperti kera, elang dan tidak sedikit yang menjajakan kucing hutan. Untuk umur anakan, kucing dengan curi khas bulu bertotol hitam itu ditawarkan dengan harga Rp 200-300 ribu. Kebanyakan akun tersebut tidak mencantumkan alamat lengkap.

Sekadar diketahui, berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Kucing hutan atau yang bernama latin Felis Bengalensis merupakan satwa yang dilindungi. Berdasarkan ?Pasal 21 Ayat (2) huruf (a) siap orang dilarang menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut satwa yang dilindungi baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Pelaku pelanggaran dalam pindana tersebut dapat dituntut lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.

25/09/2017

Pil PCC Beredar di Samarinda
Dijual Tukang Pijat dan Sales Farmasi
TERCIDUK. Riswandi dan Suami (kanan)menjadi tersangka pertama yang diamankan atas kepemilikan ribuan pil PCC di Samarinda.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Pil Somadril Compositum atau yang lebih dikenal dengan sebutan Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC), ternyata sudah beredar di Samarinda. Narkoba jenis baru itu telah merenggut dua nyawa dan 76 orang kehilangan kesadaran di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Beredarnya pil itu di Kota Tepian dibuktikan dengan tertangkapnya dua orang pengedar. Keduanya ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polresta Samarinda, Rabu (20/9) lalu. Masing-masing bernama Sumiati alias Sumi (44), seorang tukang pijat dan Riswandi (41) pekerja sales farmasi dan alat kesehatan.
Sebanyak 2.000 butir lebih PCC disita polisi. Pil itu terbagi dalam 200 keping yang berisi 10 butir per kepingnya. Sumi dan Riswandi diciduk di dua tempat berbeda.
Sumi ditangkap di rumahnya di Jalan Sentosa, Gang Kenangan VII, RT 75, Kelurahan Sungai Pinang Dalam (Supida), Kecamatan Sungai Pinang.
“Sedangkan Riswandi dibekuk di Jalan Dayak Kenyah, Perumahan Dosen, Samarinda Utara.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, melalui Kanit Sidik Satres Narkoba, Iptu Teguh Wibowo menerangkan bahwa Sumi yang tertangkap lebih dulu. Dia menyimpan 141 butir pil Somadril atau PCC dan 25 butir Zenith Carnophen. Sumi mengaku mendapatkan obat berbahaya yang dilarang diperjualbelikan tanpa izin itu dari Riswandi.
“PCC dan Zenith itu kami temukan dari dalam tas pelaku (Sumi, Red) yang di dalamnya juga terdapat satu unit ponsel serta uang tunai Rp 360 ribu,” tutur Teguh.
Polisi lantas melakukan pengembangan dengan mengejar Riswandi. Akhirnya Riswandi berhasil diringkus 3,5 jam setelah Sumi diamankan.
Riswandi adalah pemasok. Sehingga cukup banyak PCC yang disita dari tangannya. Yakni sebanyak 1. 820 butir dan 7.000 butir pil DMP Dextrometorpan atau Zenith berwarna kuning. 7.000 butir pil DMP dikemas dalam 7 botol. Artinya masing-masing botol berisi 1.000 butir.
Dari tangan Riswandi juga disita uang tunai yang diduga hasil mengedarkan PCC serta Zenith. Dari tangannya disita Rp. 8.850.000, 1 unit ponsel dan motor Honda Vario warna putih dengan nopol KT 6204 NT.
“PCC maupun Zenith berdasarkan keterangan pelaku (Riswandi, Red) berasal dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel),” tutur Teguh.
Riswandi mengaku, untuk satu pak berisi 10 keping atau 100 butir Somadril (PCC) dijual seharga Rp 500 ribu.
“Saya untung Rp 150 ribu. Harga aslinya dari sana Rp 350 ribu,” ujar Riswandi.
Meski demikian Riswandi menyatakan dirinya tak pernah memasarkan atau memasok pil itu ke apotek. Apalagi sampai menjualnya pada orang yang tak ia kenal.
“Saya jualnya cuma sama Ibu Sumi. Dulu Ibu Sumi belinya cuma lima butir Rp 35 ribu. Katanya buat suaminya,” ucap Riswandi.
Riswandi juga mengatakan obat-obatan yang disita polisi itu merupakan stok tahun lalu. Riswandi tak membuangnya karena ia merasa sayang.
“Saya tidak tahu kalau obat itu bahayanya bisa sampai menghilangkan nyawa. Yang saya tahu obat itu memang mempengaruhi pikiran atau membuat yang meminumnya berhalusinasi,” kata Riswandi.
MUJARAB BAGI PENDERITA REMATIK
Menurut Riswandi, pil tersebut tak berbahaya asalkan atas rekomendasi dokter.
“Karena itu saya tidak jual kemana-mana,” tambah Riswandi.
Berkaitan ditemukannya PCC di Samarinda, jajaran Satres Narkoba terus melakukan pengembangan ke jaringan pelaku lainnya.
“Untuk sementara pengakuan keduanya PCC itu belum beredar ke anak-anak maupun sekolah-sekolah,” tandas Teguh.
Sementara bagi Sumi, PCC yang dimilikinya menjadi obat mujarab bagi penderita rematik, nyeri otot, keseleo bahkan patah tulang yang menggunakan jasa pijat dirinya.
Meski tak tahu persis kandungan zat berbahaya apa yang ada pada pil itu, namun khasiat pil tersebut mampu membuat penderita sakit yang disebutkannya seketika sembuh. Entah benar-benar sembuh atau hanya berhalusinasi.
“Obat itu (PCC, Red) bagus diminum yang sakit nyeri atau patah kaki. Yang pijat dengan jasa saya serta memakan obat itu mengatakan rasa nyeri karena rematik dan patah tulang hilang. Maksud saya dengan meminumkan obat itu biar rileks saja,” tutur Sumi.
Pembuktian mujarabnya PCC itu awalnya dilakukan pada suami Sumi sendiri yang mengalami patah kaki kiri.
“Sejak minum obat itu suami saya tidak lagi mengeluh sakit di pergelangan kakinya,” ucap Sumi.
Pil PCC baru diberikan Sumi setelah orang yang memakannya dipijat.
“Tidak semua yang pijat dengan saya diberi obat itu. Kalau kelihatan sakit dan nyeri saja baru saya tawarin,” kata Sumi.
Karena berpikir untuk kesehatan serta kenyamanan orang yang menggunakan jasa pijat dirinya. Sumi tak menjual mahal perbutir pil PCC itu.
“Cuma Rp 7.500 saya jual. Ambil untung Rp 500 saja,” ujar Sumi.
Walau orang yang menggunakan jasa pijat dirinya telah menenggak pil tersebut, tak seorang pun datang menyalahkan Sumi.
“Dan tidak ada yang ketergantungan yang hari-hari datang ke rumah untuk membeli pil itu,” ucap Sumi lagi.
Informasi yang didapat Sapos, keunggulan dari Somadril Compositum memiliki khasiat sebagai tambahan untuk meringankan nyeri, kejang otot dan gerakan yang terbatas yang berhubungan dengan kondisi otot yang akut dan nyeri.
“Memang yang pijat dengan saya ngomongnya habis telan pil itu menjadi ringan lagi,” aku Sumi yang juga mengaku sebagai buruh cuci harian.
Sumi mengaku sejak mengenal Riswandi (41), yang menjual PCC, ia baru dua kali membeli pil tersebut.
“Saya beli satu pieces (pack, Red) Rp 500 ribu. Itu habis berbulan-bulan. Ini saja baru kemarin saya ambil (beli, Red) lagi. Yang pertama saya beli Mei lalu dan baru habis. Makannya saya beli lagi sama dia (Riswandi, Red),” pungkasnya.

25/09/2017

Senin, 18 September 2017 00:43
YAELA..!! Ganteng-ganteng Jadi Maling
Terciduk, Diminta Melepas Seragam
Tersangka saat diamankan.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Menyandang status sebagai calon sarjana tak ada artinya lagi bagi KM, salah seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta di Samarinda. Berdalih kepepet membutuhkan uang, pemuda 22 tahun itu nekat mencuri helm di areal parkir kantor Gubernur, Jalan Gadjah Mada, Samarinda Ulu, (17/9) pukul 11.00 Wita.

Belum sempat menikmati hasil menjual helm curian yang berhasil digasaknya, KM dipergoki petugas piket jaga Satpol PP Provinsi Kaltim. Pemuda itu ketahuan menyembunyikan helm curiannya di bagasi motor.

KM yang datang ke kantor gubernur rapi itupun disuruh melepas seragamnya sehingga hanya mengenakan kaos dalam putih dan celana pendek berwarna biru. Pemuda berkulit putih dan berwajah tampan ini pasrah dikeler menuju pos keamanan Satpol PP Provinsi Kaltim.

"Dia (KM, Red) memang sudah kami intai sejak pukul 09.00 Wita, karena ketika kami perhatikan gelagatnya mencurigakan," tutur Anggota Satpol PP Provinsi Kaltim, Abdul Kadir.

Atas dasar banyaknya laporan kehilangan helm di gebernuran, Satpol PP yang ketika itu kena giliran jaga berinisiatif berpencar untuk mengintai.

"Ketika kami dapati dia memasukkan helm ke bagasi motornya, dia langsung kami amankan," ujarnya.
Kapolsekta Samarinda Ulu, R Sigit, melalui Kanit Reskrim, Iptu Yunus Kelo menuturkan, ia yang baru menerima laporan adanya pencuri helm yang diamankan telah meminta kepada polisi Sentra Pelyananan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsekta Samarinda Ulu agar segera mengamankan KM.

"Setelah diamnakan untuk selanjutnya pelaku akan kami mintai keteangan, siapa tahu ada tempat kejadian lain yang pernah menjadi target kejahatannya," tutupnya

25/09/2017

Baru 6 Bulan, Sudah Lima Orang Tewas di SKM
MISTIS: Ritual di Sungai Karang Mumus.

PROKAL.CO, SAMARINDA. Sungai Karang Mumus (SKM) memiliki fungsi vital sebagai akses transportasi air dan kebutuhan sehari-hari warga di daerah aliran sungai (DAS) Karang Mumus.

Namun di balik semua itu, tersembunyi hal mistis yang menyelimuti sepanjang aliran SKM tersebut. Hantu banyu adalah makhluk gaib yang cukup melegenda bagi warga Samarinda. Sosok tak kasatmata ini menjadi momok tatkala kerap muncul sebelum peristiwa kematian terjadi di sungai.

Konon wujudnya menyerupai rambut wanita yang terkadang terlihat mengambang di aliran air sungai. Beberapa warga di wilayah bantaran sungai sudah tak asing lagi dengan cerita hantu banyu yang kerap mengegerkan tersebut. Sosok mistis tersebut diyakini dapat muncul secara tiba-tiba dan langsung menggulung orang yang kebetulan sedang beraktivitas di sungai. Entah itu sedang mandi, buang hajat, maupun mencari ikan, atau tak sengaja tercebur.

Sayangnya tak banyak orang yang mampu bercerita secara mendalam tentang wujud dan ciri-ciri hantu ini. Selain itu, kebanyakan korban keganasan hantu banyu SKM kehilangan nyawanya karena tenggelam dan kehabisan napas.
Selain hantu banyu, wujud tak kasatmata lainnya adalah buaya putih, hingga ular bertubuh besar. Deretan cerita misteri itu tak dapat dihilangkan begitu saja di era modern sekarang ini.

Dari beberapa kasus orang tenggelam di SKM, beberapa warga masih mempercayai hal gaib sehingga melakukan cara-cara pencarian korban yang di luar nalar. Seperti membuat sesajian berupa telor ayam kampung, ketan, beras kuning, kembang tujuh rupa dan lain sebagainya.

Hal ini bertujuan agar penghuni sungai mau melepaskan korban yang sulit ditemukan saat dilakukan pencarian. Dalam kurun waktu April hingga September, sudah 5 nyawa melayang tenggelam di SKM. Dua di antaranya masih bocah. Dari kelima korban tenggelam itu, 3 diantaranya menggunakan cara mistis untuk dapat menemukannya.

Percaya atau tidak, setelah dilakukan ritual dengan melarung sesajian, tak berapa lama korban timbul ke permukaan. Habibi Dirga Yudah, bocah 13 tahun ini tenggelam di SKM tak jauh dari rumahnya di Jalan Kerukunan, RT 31, Samarinda Utara, pada Senin (3/4) lalu.
Saat itu Habibi tengah mandi bersama 10 rekan sebayanya. Saat seluruh rekannya p**ang ke rumah, Habibi justru menghilang. Saat dicari ternyata Habibi tenggelam di derasnya arus saat itu.

Upaya pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun hingga satu hari penuh pencarian dengan radius 300 meter, Habibi tak kunjung ditemukan. Di tengah keraguan dan kecemasan, pihak keluarga akhirnya menggunakan caranya sendiri dengan melarung beberapa telur serta melempar benda kesayangan sang anak ke sungai.

Tak berapa lama, Habibi ditemukan mengambang hanya 50 meter dari tempatnya tenggelam. Hal serupa terjadi p**a dengan Andirian, warga Jalan Otto Iskandar Dinata, Samarinda Ilir. Bocah 9 tahun ini tenggelam saat mencari angpau di sekitar Jalan Gunung Lingai, Gang Mandiri, Kelurahan Gunung Lingai, Sungai Pinang, pada Senin (26/6) sekitar pukul 13.00 Wita lalu.

Saat itu Andrian dan keempat rekannya tengah mencuci tangan di tepi batang SKM. Namun entah bagaimana caranya, tiba-tiba Andrian tercebur dan hilang di tengah arus deras sungai saat itu.

Sejak dikabarkan hilang, upaya pencarian pun dilakukan. Seorang warga yang saat itu iba melihat Andrian tak kunjung ditemukan, akhirnya berdoa di pinggir sungai sembari menaruh tangannya di air sebagai isyarat untuk memanggil dan meminta agar Andrian dilepaskan oleh penghuni sungai saat itu.

Aneh tapi nyata, Andrian akhirnya ditemukan tersangkut di sebuah akar pohon besar sekitar 50 meter dari tempatnya tercebur selang sehari dilakukan pencarian. Padahal sebelumnya upaya pencarian sudah dilakukan di tempat yang sama dengan cara menyelam.

Hal mistis terakhir terjadi pada Rimba (32) warga Jalan AM sangaji Gang Usaha, Kelurahan Bandara, Sungai Pinang. Rimba yang tenggelam di aliran sungai baru bisa ditemukan setelah upaya ritual dilakukan pihak keluarga. Anehnya arus deras tidak menggeser tubuh Rimba yang berada di bawah air. Rimba ditemukan timbul di tempat ia pertama kali dinyatakan tenggelam.

Konon Rimba tak dapat ditemukan, lantaran masih dipeluk Datu, sebutan untuk penghuni SKM. Datu tak rela melepas rimba sebelum seluruh keinginannya di penuhi, hal ini terucap dari mulut seorang bocah bernama Ridho (5) yang kerasukan ditengah pencarian Rimba saat itu.

Ari, salah seorang paranormal yang melakukan ritual mengatakan, upaya yang dilakukan adalah bentuk penghormatan kepada penghuni sungai, hal ini dilakukan agar penghuni sungai mau melepaskan korban tenggelam. ”Telur ayam kampung, beras kuning dan kembang merupakan syarat yang banyak di minta penghuni sungai, namun ada p**a yang meminta kopi atau hewan yang telah disembelih untuk tambahan sesaji,” kata Ari.

Pengalaman mistis juga kerap menghinggapi para relawan pencari korban tenggelam. Hadi mengaku sempat merasakan hal gaib tatkala melakukan pencarian korban di malam hari. Ketika meyusuri sungai menggunakan kapal milik warga, tiba-tiba buluk kuduknya berdiri.

”Samar-samar melihat bayangan di bawah air, entah itu makhluk gaib atau hanya ikan yang berenang, namun seketika itu juga buluk kuduk saya berdiri,” ucap Hadi.

Sementara itu korban tenggelam yang tewas lainnya yakni Sunandar (39) warga Bengkuring yang tewas tenggelam di SKM, Jalan Lempake Tepian, Gunung Lingai, Sungai Pinang pada Rabu (19/4), dan Arisandy Rahim (24) warga dr Soetomo yang tewas tenggelam akibat melompat dari jembatan gelatik ditemukan mengambang sehari setelahnya tanpa bantuan paranormal.

Dari semua kejadian tersebut, upaya pencarian yang dilakukan tim SAR maupun warga perlu diapreasiasi sebagai cara ikhtiar untuk mencari korban tenggelam. Sebagai warga yang mengedepankan unsur budaya dan kepercayaan masing-masing, hendaknya kita bisa menghargai kebudayaan termasuk cerita yang tumbuh dan berkembang hingga saat ini

Address

Samarinda

Telephone

+628565280780

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berita Samarinda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share