25/09/2017
Ada Penggerebekan, Rimba Panik, Nyebur ke Karang Mumus, Ngga Timbul-Timbul...
Katanya Masih "Dipeluk" Penghuni Karang Mumus
DITENANGKAN. Bocah bernama Ridho kerasukan saat proses pencarian Rimba berlangsung.
PROKAL.CO, SAMARINDA. Sejumlah sungai di Kaltim terus saja meminta korban nyawa dalam sepekan. Setelah serangan buaya menewaskan remaja dan pawang di Sungai Muara Jawa, Kukar, kini giliran Sungai Karang Mumus (SKM) yang meminta “tumbal”.
Warga di Gang Usaha, Jalan AM Sangaji, RT 16, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang mendadak gempar.
Pemuda bernama Rimba (32) dikabarkan tenggelam di SKM perairan sungai Karang Mumus Rabu (20/9) malam. Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 19.10 Wita. Saat itu Rimba duduk di depan salah satu rumah warga di dalam area Pasar Segiri. Lokasinya tepat di pinggir SKM.
Rimba saat itu sedang asyik dengan permainan yang ada di ponselnya. Hingga kemudian suara gaduh pecah di tengah pasar. Ternyata saat itu telah terjadi penggerebekan dari aparat kepolisian.
Selang tak berapa lama, empat pemuda berlarian ke arah Rimba. Melihat sekelompok orang berlarian, Rimba ikut panik. Ia justru ikut berlari bersama empat pemuda itu ke arah sungai.
Selanjutnya, empat pemuda tersebut menceburkan diri ke sungai, diikuti Rimba. Rupanya empat sekelompok pemuda itu bermaksud menyeberang menghindari penggerebekan. Karena bisa berenang, empat pemuda berhasil menyeberangi sungai yang berarus deras.
Berbeda dengan Rimba, dirinya justru tenggelam lantaran tak dapat berenang. Upaya Rimba untuk keluar dari dalam air sia-sia. Tubuhnya sempat terlihat timbul-tenggelam di pinggir sungai. Kejadian tersebut dibenarkan Muh Harris (39), kakak kandung Rimba. Ditemui di lokasi kejadian, Harris menuturkan, lantaran kaget dengan suara gaduh itulah Rimba turut berlari dan menceburkan diri ke sungai dengan maksud menyeberang ke arah Gang Usaha.
“Adik saya itu sedang main ponsel di belakang Pasar Segiri, mungkin kaget karena melihat sekelompok pemuda berlari lantaran ada penggerebekan, ikut juga berlari dan menceburkan diri ke sungai ini,” kata Harris, Kamis (21/9).
Harris menuturkan, Rimba merupakan adik kandung yang amat dia sayangi. Meskipun jarang bertemu namun komunikasi tetap dilakukan setiap hari. “Terakhir dua hari lalu masih berkomunikasi, karena Rimba bekerja sebagai sopir pribadi dan hanya sesekali p**ang ke rumah,” ucap Harris.
Sebenarnya hari ini (kemarin) adalah hari ulang tahun anak pertamanya yang masih berumur 6 tahun, dan biasanya Harris selalu berkumpul dengan keluarga untuk merayakannya. Namun entah kenapa di hari itu justru menjadi hari nahas bagi Rimba.
“Meski sudah bercerai dengan istrinya, namun perhatian Rimba terhadap anaknya tidak berkurang. Rencananya kami merayakan hari ulang tahun anaknya hari ini,” tambah Harris. Upaya warga untuk mencari Rimba pada malam kejadian tak membuahkan hasil. Bahkan upaya penyelaman sempat dilakukan, namun Rimba tak juga ditemukan.
Baru keesokan hari (hari ini), sekitar pukul 08.00 Wita, upaya pencarian dilakukan tim gabungan Basarnas, Brimob dan relawan kebencanaan dilakukan. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (pengganti Basarnas) Balikpapan, telah melakukan pencarian dengan menerjunkan satu regu untuk membantu pencarian. Regu pencarian dan pertolongan yang berjumlah lima orang ini dikomandoi Aries Setiawan dengan diperkuat peralatan seperti Rubber Boat, truk angkut dan alat penerangan.
“Kami sudah menurunkan regu pencarian untuk membantu proses pencarian korban, informasi keadaan membahayakan jika orang ini kami terima pada Rabu malam dari relawan di Samarinda,” kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara Mujiono, Kasi Operasional Oktavianto.
Sementara itu, tim penyelam dari Satbrimob Samarinda Seberang yang diterjunkan untuk membantu pencarian Rimba mulai melakukan penyelam pada pukul 11.30 Wita. Tim beranggotakan lima personel ini mengaku cukup kesulitan untuk bisa menyelam lantaran kondisi arus cukup deras terutama di kedalaman tujuh hingga delapan meter. Hambatan lain yang dirasakan yakni jarak pandang yang sangat terbatas.
“Kami sudah mencoba untuk menyelam di kedalaman tujuh hingga delapan meter, kendala utama yang kami rasakan yakni arus sungai yang cukup deras serta jarak pandang yang terbatas,” Kata Bripka Yan Alemuka Kanit SAR Brimob Samarinda Seberang.
Pukul 19.00 Wita, pencarian terhadap Rimba sempat dihentikan. Pukul 23.00 Wita, relawan Bakomas Rendi melihat rambut timbul di sekitar batang di tepi SKM. Secara refleks Rendi menarik rambut tersebut, dan jasad Rimba muncul di permukaan.
“Korban langsung dibawa ke rumah duka,” kata Rendi.
Upaya pencarian yang dilakukan tim gabungan diikuti p**a oleh pihak keluarga Rimba. Bedanya, pihak keluarga Rimba memilih melakukan pencarian dengan cara mistis. Hal ini dilakukan pihak keluarga dengan harapan Rimba segera keluar dari dalam air. Konon katanya, jasad pemuda tersebut masih dipeluk penghuni sungai yang tak mau melepaskan Rimba begitu saja.
Sekitar pukul 10.00 Wita, sesajian yang dilarung ke sungai berupa telur, beras kuning, kembang tujuh rupa hingga ayam hitam yang telah di potong. “Tadi sempat terasa getaran di tangan saya, namun terlepas kembali, saya yakin Rimba masih berada di sekitar awal di temggelam,” ucap Ari, paranormal.
Di tengah kebingunan dan pencarian yang dilakukan, warga sekitar yang berkerumun dikejutkan dengan suara jeritan seorang bocah bernama Ridho (5), seorang anak di sekitar kejadian. Rupanya Ridho tengah kerasukan.
Warga yang mengetahui hal itu lantas membawa Ridho ke depan rumah warga untuk ditenangkan. Dari mulut bocah sekolah PAUD ini terucap, jika Rimba ingin ditemukan harus disiapkan beberapa persyaratan.
“Rimba masih dipeluk datuk. Datuk minta dibuatkan ketan hitam, kuning, dan putih,” ucap Ridho yang tengah dirasuki makhluk halus.