19/08/2026
๐๐ฎ๐ฆ๐จ๐ซ-๐๐ฎ๐ฆ๐จ๐ซ ๐๐ข๐ฆ๐ฉ๐ข๐ง๐๐ง ๐๐ฎ๐ก๐๐ฆ๐ฆ๐๐๐ข๐ฒ๐๐ก ๐๐ข ๐๐ฎ๐ค๐ญ๐๐ฆ๐๐ซ ๐๐-๐๐ ๐๐๐ฌ๐ฒ๐ข๐๐ญ๐ฎ๐ฅ ๐๐ข๐ฌ๐ฒ๐ข๐ฒ๐๐ก
๐๐ช๐ง๐๐ ๐๐ง๐ฉ๐, ๐๐ช๐๐ง๐ โ๐ผ๐๐จ๐ฎ๐๐ฎ๐๐ โ Siapa bilang tokoh atau pimpinan Muhammadiyah itu selalu serius dan tidak bisa melontarkan humor atau candaan.
Buktinya, saat Tanwir III dan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Surakarta, acara sempat berlangsung hangat diselingi humor segar dari para pimpinan Muhammadiyah.
Hal itu bermula saat Pembukaan Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung Kamis, (6/8/2026) di Ballroom Dโwangsa Lorin Hotel Solo.
Awalnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Ariati Dina Puspitasari sempat khilaf menyebut Agung Danarto sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Padahal Ketua Umum PP Muhammadiyah adalah Prof. Dr. Haedar Nashir. Namun Haedar Nashir tidak hadir di Pembukaan Tanwir, melainkan hadir saat Pembukaan Muktamar di hari berikutnya.
โYang sama-sama kita hormati Bapak Agung Danarto, Doktor Agung Danarto, Ketua Umumโฆโฆ.โ kata Ariati. Namun menyadari akan kesalahannya, Ariati langsung dengan sigap meralat ucapannya.
โEeh,,, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Mohon izin Pak Agung nggih, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah,โ ujarnya dengan tertawa sedikit gugup.
Ternyata, kekhilafan kecil Ariati mengundang candaan berikutnya dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Tafsir, saat menyampaikan sambutan.
โYang sama-sama kita hormati Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bapak Dr. H. Agung Danarto, MA. Tadi Ketum NA ada keluar penyebutan Ketua Umum, mungkin kesalahan yang tertakdirkan itu ya,โ ujar Tafsir dengan tertawa.
โKarena sudah tanda-tanda ini ya,โ imbuh Tafsir masih dengan senyum yang tak bisa ditahan. Maksudnya adalah tanda-tanda Muktamar Muhammadiyah akan digelar tahun depan (tahun 2027).
๐๐๐ฅ๐๐ฃ๐๐ซ ๐๐๐๐ข ๐๐๐ค๐ญ๐จ๐ซ ๐๐๐ ๐ก๐ข๐ง๐ ๐ ๐ ๐๐๐ง๐๐ ๐ข๐ก ๐๐๐๐ข๐๐ก ๐๐๐
Candaan kedua, Tafsir mengaku, bahwa Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom) yang paling susah disebut.
โUcapannya paling susah. Nasyiatulโฆ Aisyiyahโฆ. Ini di luar Muhammadiyah susah banget menyebutnya. Agak susah pengucapannya,โ kata Tafsir dengan tersenyum.
Selanjutnya, dia menyampaikan salam penghormatan kepada jajaran PWM Jateng, ada Zakiyuddin Baidhawi yang merupakan Pembina Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah yang juga Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga.
โMungkin satu-satunya Rektor dari Muhammadiyah untuk UIN (Zakiyuddin Baidhawi-red). Tidak sekedar rektor, tapi satu-satunya yang dua periode warga Muhammadiyah jadi Rektor UIN. Maka kader Muhammadiyah yang ingin jadi Rektor UIN bisa berguru ke beliau, karena bukan hal mudah, tapi beliau bisa. Manusia langka di Muhammadiyah,โ ucap Tafsir, lagi-lagi dengan tertawa kecil.
Tafsir juga melontarkan guyonan ke Bank Syariah Indonesia (BSI). Karena ia menganggap, bahwa banyak kader Muhammadiyah yang menitipkan uang di BSI, namun PWM Jateng belum pernah memperoleh hadiah dari BSI.
โTerima kasih kerjasamanya. Jangan lupa hadiahnya. Karena semua Bank MoU dengan Muhammadiyah, maka pasar tentu akan mencari siapa yang paling murah, paling mudah, dan paling banyak hadiah. Mohon dipahami BSI. Sehingga nanti kalau Muktamar ini masih nombok, tolong ditutup,โ ujarnya disambut tawa para hadirin.
Tafsir menambahkan, bahwa Muhammadiyah itu Ormas dengan perpuataran uang paling besar di muka bumi. Dia memberi contoh, di Jateng saja ada 57 Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah dengan keuangan hampir 5 triliunan per tahun.
โItu hanya RS. Nah 5 triliun ini siapa yang menikmati. Pinjaman atau pembiayaan Masjid Jawa Tengah di Bank itu juga sekitar 5,1 triliun. Itu pinjaman kita di berbagai bank. Rangking 1 saya yakin masih di BSI. Maka hadiahnya harus paling besar loh ya. Rangking 2 ada di Bank Jateng Syariah. Cuman PWM belum pernah dapat hadiah dari BSI,โ seloroh Tafsir yang kembali mengundang tawa para peserta Muktamar.
๐๐๐ฅ๐๐ฌ๐๐ง ๐๐ฎ๐ฆ๐จ๐ซ ๐๐๐ซ๐ข ๐๐ ๐ฎ๐ง๐ ๐๐๐ง๐๐ซ๐ญ๐จ
Gerr-gerran itu pun masih berlanjut saat Agung Danarto menyampaikan sambutan untuk membuka Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah di Ballroom Dโwangsa Hotel Solo.
Menurut Agung, Kiai Tafsir adalah tokoh langka di Muhammadiyah, karena bisa menyampaikan materi yang berbobot namun tetap cair dan membumi dengan humor-nya.
โYang kita hormati bersama, Ketua PWM Jawa Tengah, Pak Yai Doktor Tafsir MA. Tokoh langka di persyarikatan Muhammadiyah. Mubaligh yang enak didengar, humoris, walaupun berat yang disampaikan tapi terasa ringan ini beliau orangnya,โ kata Agung dengan tersenyum.
Dia menambahkan, bahwa kalau Muhammadiyah di Jawa Tengah sudah 2 periode dipimpin oleh Kiai Tafsir, maka ia mengajak untuk lanjut ke Pimpinan Pusat.
โKalau Muhammadiyah di Jawa Tengah sudah 2 periode, sudah saatnya kemudian harus ke PP. Dan kalau Muhammadiyah Indonesia dipimpin Pak Tafsir itu saya kira juga gak ada yang keberatan,โ tutur Agung yang kemudian mengundang tepuk tangan hadirin.
Sebelumnya, diketahui bahwa Tafsir tidak mengembalikan formulir pencalonan PP Muhammadiyah saat Muktamar ke-48 yang berlangsung di Surakarta pada November 2022 lalu.
๐๐๐ง๐๐๐๐ง ๐๐๐๐ฎ๐ฅ ๐๐ฎโ๐ญ๐ข ๐๐ข ๐๐๐ง๐ฎ๐ญ๐ฎ๐ฉ๐๐ง ๐๐ฎ๐ค๐ญ๐๐ฆ๐๐ซ
Tidak berhenti pada Pembukaan Tanwir, saat penutupan Muktamar yang berlangsung pada Sabtu, (8/8/2026) humor para pimpinan Muhammadiyah pun terus berlanjut. Kali ini datang dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muโti.
Ia melontarkan candaan, bahwa bedanya perempuan muda sama perempuan yang tidak muda lagi itu pada panggilannya. Karena di Nasyiatul Aisyiyah ini diisi para perempuan muda, maka panggilannya adalah ayunda.
Selanjutnya, karena dalam forum itu juga dihadiri Direktur Perusahaan Listrik Negara (PLN), maka Abdul Muโti melontarkan pertanyaan retoris.
โSaya izin bertanya singkat, apa bedanya PLN dengan Muhammadiyah?โ tanyanya kepada seluruh hadirin.
Lalu ia menjawab sendiri pertanyaan itu dengan candaan berbobot. โKalau PLN menerangi dengan lampu, kalau Muhammadiyah menerangi dengan ilmu,โ gerrnya disambut tepuk tangan dan teriakan yeee dari hadirin.
โTapi dua-duanya sama sama menerangi. Perbedaan yang kedua apa? Kalau PLN bayar, Muhammadiyah gratis, hehehe,โ sambung Abdul Muโti.
Selain itu, dia juga menyoroti tentang 10 komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah yang menurutnya berat sekali. Terutama yang poin pertama, yakni salat berjamaah tepat waktu.
โBerjamaah-nya itu lho, pak. Karena saya tahu, sebagian dari NA ini masih ada yang mencari sang suami untuk menjadi imam salatnya. Makanya saya baca nomor 1 itu abot tenan (berat sekali). Tapi tidak papa, semangat saya kira,โ selorohnya kembali disambut gelak tawa hadirin.
๐๐ฉ๐ซ๐๐ฌ๐ข๐๐ฌ๐ข ๐๐ง๐๐ค-๐๐ง๐๐ค ๐๐๐ง ๐๐๐๐
Sementara itu, Abdul Muโti mengaku mengapresiasi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah yang berbeda dengan Muktamar organisasi lain, karena pesertanya termasuk anak-anak dan papa muda.
โYa peserta banyak balita dan banyak papa muda. Karena itu, saya perlu menyapa para anggota ISNA (Ikatan Suami Nasyiatul Aisyiyah). Suami siaga. Jadi ini satu-satunya Muktamar yang pesertanya itu lintas usia. Yang balita juga ikut, papa muda ikut. Jangan-jangan timsesnya juga anak-anak itu,โ kata Muโti sambil tersenyum.
Menurutnya, inilah keceriaan yang sangat luar biasa di Nasyiatul Aisyiyah. โSesuai dengan namanya Nasyiโ yaitu giat, bersemangat, s**a cita, dan bergembira dalam setiap kegiatan. Itulah yang dipesankan Kiai Haji Ahmad Dahlan kepada para Aisyiyah muda,โ kata Muโti.
Menutup sambutannya, Abdul Muโti kembali mengundang tawa peserta. Ia meminta maaf karena hadir dalam kegiatan tersebut tanpa mengenakan seragam khas Nasyiatul Aisyiyah.
,
โMohon maaf saya tidak memakai seragam NA karena tidak punya. Biasanya di acara ortom saya memakai seragam ortom. Tapi untuk NA saya mohon maaf saya tidak memakai seragam NA,โ ujarnya sambil bercanda dan lagi-lagi mengundang tawa hadirin. (๐๐๐)
Di Sadur Oleh : ๐๐ฉ๐ฉ๐ฅ๐จ://๐จ๐ช๐๐ง๐๐๐๐จ๐ฎ๐๐ฎ๐๐.๐๐/๐๐ช๐ข๐ค๐ง-๐๐ช๐ข๐ค๐ง-๐ฅ๐๐ข๐ฅ๐๐ฃ๐๐ฃ-๐ข๐ช๐๐๐ข๐ข๐๐๐๐ฎ๐๐-๐๐-๐ข๐ช๐ ๐ฉ๐๐ข๐๐ง-๐ ๐-15-๐ฃ๐๐จ๐ฎ๐๐๐ฉ๐ช๐ก-๐๐๐จ๐ฎ๐๐ฎ๐๐/
Foto atas; Ketua Umum PPNA, Ariati Dina Puspitasari dan Ketua PWM Jateng, Tafsir. Foto bawah; Ketua PP Muhammadiyah, Agung Danarto dan Sekretaris Umum Muhammadiyah, Abdul Muโti (Suara โAisyiyah.id)