07/01/2026
Pelepah adalah aset, bukan sampah. Membuang pelepah berlebihan demi terlihat "rapi" atau memudahkan panen sesaat, justru akan merugikan produksi buah di masa depan (jangka panjang).
ā1. Menjaga "Dapur Makanan" Tetap Ngebul (Optimalisasi Fotosintesis)
āPenjelasan:
Pelepah sawit adalah "pabrik" atau dapur tempat tanaman memasak makanan melalui fotosintesis. Dengan menyisakan 2 pelepah di bawah buah, kita memastikan jumlah daun pada pohon tetap ideal (sekitar 48-56 pelepah/pokok).
āHasilnya: Pohon memiliki energi yang cukup untuk membesarkan buah, sehingga Berat Janjang Rata-rata (BJR) meningkat dan buah menjadi padat berisi.
ā2. Mencegah Tanaman Stres (Menghindari Bunga Jantan)
Pohon yang gundul cenderung tidak ada buahnya atau kering.
āPenjelasan: Jika pelepah dibabat habis (songgo 0 atau curi buah), tanaman akan stres karena kehilangan cadangan makanan. Sebagai respons alami untuk bertahan hidup, sawit akan berhenti memproduksi buah betina dan beralih memproduksi bunga jantan.
āHasilnya: Penerapan Songgo 2 menjaga rotasi panen tetap stabil dan tidak mudah trek (berhenti berbuah).
ā3. Penyangga Alami Tandan Buah
ā
āPenjelasan: Pelepah sawit berfungsi sebagai bracket atau dudukan alami.
āHasilnya:
āTandan buah tidak menggantung (sengkleh), sehingga tangkai tandan tidak mudah patah sebelum waktunya panen.
āMemudahkan pemanen melihat kematangan buah karena posisi buah terbuka namun tetap tertopang.
ā4. Menjaga Batang Tetap Besar (Tidak "Leher Botol")
āPenjelasan: Pemangkasan yang terlalu agresif (habis pelepah) pada tanaman muda akan membuat batang bagian atas mengecil seperti leher botol.
āHasilnya: Dengan Songgo 2, diameter batang tumbuh maksimal, yang berarti jalur transportasi nutrisi dari akar ke daun dan buah menjadi lancar.