Djowo Nyeni

Djowo Nyeni Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Djowo Nyeni, Digital creator, Kotawaringin Timur, Sampit.

Makna GununganGunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang y...
26/05/2025

Makna Gunungan

Gunungan adalah wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya. Di bawahnya terdapat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan perisai di depan gerbang istana. Di sebelah atas gunung terdapat pohon kayu yang dibelit oleh seekor ular naga. Dalam gunungan tersebut terdapat juga gambar berbagai binatang hutan. Gambar secara keseluruhan menggambarkan keadaan di dalam hutan belantara.

Gunungan melambangkan keadaan dunia beserta isinya. Sebelum wayang dimainkan, gunungan ditancapkan di tengah-tengah layar, condong sedikit ke kanan yang berarti bahwa lakon wayang belum dimulai, bagaikan dunia yang belum beriwayat. Setelah dimainkan, gunungan dicabut, dijajarkan di sebelah kanan.

Gunungan dipakai juga sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita. Untuk itu gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri. Selain itu, gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Apabila gunungan dibalik, terdapat visualisasi gambar cat berwarna merah. Warna inilah yang melambangkan api.

Gunungan juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan atau pada saat pasukan siap berbaris dengan bermacam senjata untuk maju berperang. Dalam hal ini gunungan bisa berperan multi fungsi baik sebagai tanah, hutan rimba, jalanan dan sebagainya. Sang Dalang berperan sebagai komunikator jalannya cerita. Setelah lakon selesai, gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah paripurna.

Dilihat dari klasifikasinya ada dua macam gunungan, yaitu gunungan blumbangan dan gunungan gapuran. Gunungan blumbangan atau gunungan perempuan ada sejak zaman Kerajaan Demak. Kemudian pada zaman Mataram diubah dengan adanya gunungan gapuran atau gunungan laki-laki. Gunungan sering juga dikenal dengan nama kayon. Kayon berasal dari kata kayun (bahasa Kawi). Gunungan mengandung ajaran filsafat yang tinggi, yaitu ajaran mengenai kebijaksanaan dan juga tuntunan moral.

Simbol Kehidupan

Pada dasarnya gunungan merupakan simbol kehidupan manusia. Setiap gambar dalam ornamen di dalamnya melambangkan seluruh alam raya beserta isinya mulai dari tingkatan kehidupan manusia dengan segala karakternya, hewan, hutan, serta lingkungan sekitar yang melingkupi. Bentuk gunungan yang meruncing ke atas melambangkan bahwa hidup manusia ini tujuan akhirnya akan menuju ke atas secara vertikal yaitu berserah kepada Tuhan.

Sedangkan rangkaian gambar dalam gunungan mempunyai makna yang melambangkan kehidupan manusia. Di antaranya adalah gambar pohon yang melambangkan kehidupan manusia di dunia ini, bahwa Tuhan telah memberikan perlindungan kepada umatnya. Beberapa jenis hewan yang berada di dalamnya melambangkan sifat, tingkah laku, dan watak yang dimiliki setiap orang.

Gambar samudra melambangkan pikiran manusia dan juga keinginan belajar yang tidak mengenal batasan usia sepertu luasnya samudra yang tiada bertepi. Ornamen gambar berbentuk rumah pendapa melambangkan suatu tempat tinggal atau negara yang di dalamnya terdapat kehidupan yang aman, tenteram, dan bahagia.

Detail gambar dua raksasa penjaga pintu gerbang dapat diinterpretasikan melambangkan penjaga alam gelap maupun terang. Di dunia ini mesti ada sifat jahat atau buruk. Ornamen visualisasi pintu gerbang dengan jenjang bertingkat, melambangkan pintu masuk dari alam fana ke alam baka.

Sedangkan jenjang bertingkat merupakan lambang jalan penuntun agar manusia menaati tuntunan agama. Pada bagian atas wayang gunungan terdapat gambar mustika sebagai lambang puncak tujuan kehidupan manusia.

Dengan demikian dapat dimaknai bahwa dalam wayang gunungan terdapat simbol tuntunan moral kepada manusia selama hidup di dunia. Di tengah euforia budaya digital saat ini, ternyata para pujangga di Nusantara pada masa lampau sudah mampu menciptakan pemaknaan ajaran kehidupan yang sampai saat ini masih tetap relevan untuk diimplementasikan pada semua lini kehidupan manusia.

Wayang Kulit •Pengertian Wayang KulitWayang kulit adalah bentuk seni tradisional Indonesia yang menggunakan boneka kulit...
26/05/2025

Wayang Kulit

•Pengertian Wayang Kulit
Wayang kulit adalah bentuk seni tradisional Indonesia yang menggunakan boneka kulit yang diukir dan dipadukan dengan cahaya untuk menciptakan bayangan pada layar. Berikut adalah detail tentang wayang kulit:

Proses Pembuatan
1. *Pembuatan boneka*: Boneka wayang kulit dibuat dari kulit sapi atau kerbau yang diukir dan dibentuk sesuai dengan karakter yang diinginkan.
2. *Pewarnaan*: Boneka wayang kulit kemudian diwarnai dengan cat untuk memberikan warna dan detail pada karakter.

Pertunjukan
1. *Dalang*: Pertunjukan wayang kulit dipentaskan oleh seorang dalang yang menggerakkan boneka dan mengisahkan cerita.
2. *Layar*: Boneka wayang kulit dipadukan dengan cahaya untuk menciptakan bayangan pada layar.
3. *Musik*: Pertunjukan wayang kulit biasanya diiringi dengan musik tradisional, seperti gamelan.

Nilai-nilai Budaya
1. *Pesan moral*: Wayang kulit seringkali menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.
2. *Warisan budaya*: Wayang kulit merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia dan memiliki nilai-nilai estetika yang tinggi.
3. *Simbolisme*: Boneka wayang kulit seringkali memiliki simbolisme yang dalam dan dapat diinterpretasikan dalam berbagai cara.

Wayang kulit adalah bentuk seni yang unik dan memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi.
•Sejarah Wayang Kulit
Wayang kulit memiliki sejarah yang panjang dan kaya di Indonesia. Dipercaya bahwa wayang kulit telah ada sejak zaman kuno, dengan bukti-bukti arkeologi yang menunjukkan bahwa wayang kulit telah ada sejak abad ke-8.

Fungsi Wayang Kulit
1. *Hiburan*: Wayang kulit seringkali digunakan sebagai bentuk hiburan rakyat.
2. *Pendidikan*: Wayang kulit juga digunakan sebagai sarana pendidikan untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan.
3. *Ritual*: Wayang kulit seringkali digunakan dalam ritual dan upacara adat.

Unsur-unsur Wayang Kulit
1. *Dalang*: Dalang adalah orang yang menggerakkan boneka dan mengisahkan cerita.
2. *Boneka*: Boneka wayang kulit dibuat dari kulit sapi atau kerbau yang diukir dan dibentuk sesuai dengan karakter yang diinginkan.
3. *Layar*: Layar digunakan untuk memproyeksikan bayangan boneka wayang kulit.
4. *Cahaya*: Cahaya digunakan untuk menciptakan bayangan boneka wayang kulit pada layar.

Keunikan Wayang Kulit
1. *Teknik*: Teknik pembuatan boneka wayang kulit dan cara menggerakkannya memerlukan keterampilan yang tinggi.
2. *Cerita*: Cerita wayang kulit seringkali berdasarkan pada mitologi dan legenda yang kaya dan kompleks.
3. *Simbolisme*: Boneka wayang kulit seringkali memiliki simbolisme yang dalam dan dapat diinterpretasikan dalam berbagai cara.

Tokoh dalam cerita wayang kulit
Tokoh pewayangan Jawa memiliki peran penting dalam budaya dan tradisi Indonesia. Beberapa tokoh pewayangan yang terkenal adalah:

Tokoh Utama
1. *Pandawa*: Lima bersaudara yang menjadi protagonis dalam kisah Mahabharata, yaitu:
- Yudhistira
- Bima
- Arjuna
- Nakula
- Sadewa
2. *Korawa*: Seratus bersaudara yang menjadi antagonis dalam kisah Mahabharata.
3. *Semar*: Punakawan yang menjadi penasihat dan pelindung Pandawa.

Tokoh Lainnya
1. *Kresna*: Raja negara Dwarawati yang menjadi penasihat dan sekutu Pandawa.
2. *Duryudana*: Raja negara Astina yang menjadi musuh utama Pandawa.
3. *Srikandi*: Putri negara Panchala yang menjadi istri Arjuna.

Tokoh-tokoh pewayangan ini memiliki peran penting dalam membentuk cerita dan nilai-nilai dalam budaya Jawa.

Address

Kotawaringin Timur
Sampit

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Djowo Nyeni posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share