18/09/2026
Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan terhadap kritik yang menyebut sejumlah program prioritas pemerintah mengalami kegagalan. Dalam forum “Presiden Prabowo Menjawab” di Hambalang, Bogor, Rabu, 16 September 2026, Prabowo mempertanyakan dasar kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Prabowo mengatakan, “Salahnya apa saya mau tanya? MBG, Koperasi Merah Putih, salahnya apa kalau saya menghemat ratusan triliun? Saya bisa perbaiki sekolah.” Ia menjelaskan bahwa efisiensi anggaran menurutnya dapat membuka ruang fiskal untuk membiayai kebutuhan lain, termasuk perbaikan fasilitas pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menanggapi narasi yang menyebut pemerintahannya gagal. Ia mengatakan, “Kita tidak gagal, kita berhasil,” serta menyebut sejumlah kebijakan lain seperti penguatan pertahanan dan penertiban aktivitas pertambangan ilegal sebagai bagian dari agenda pemerintah. Pernyataan mengenai keberhasilan tersebut merupakan penilaian yang disampaikan langsung oleh Presiden terhadap kinerja pemerintahannya.
Di sisi lain, perdebatan mengenai pelaksanaan MBG dan Kopdes Merah Putih memang masih berlangsung. Karena itu, penilaian terhadap keberhasilan kedua program tersebut dapat dilihat dari pelaksanaan di lapangan, penggunaan anggaran, capaian program, serta masalah yang masih perlu diperbaiki, bukan hanya dari pernyataan politik. Pemerintah sendiri sebelumnya menyampaikan target besar pengembangan Kopdes Merah Putih dan menjadikan program tersebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.
Jadi, pernyataan “kita tidak gagal, kita berhasil” merupakan pandangan Presiden terhadap capaian pemerintahannya, sementara apakah program-program tersebut berhasil sesuai tujuan tetap menjadi ruang evaluasi berdasarkan data dan hasil pelaksanaan.
**Menurut Anda, indikator apa yang paling penting untuk menilai keberhasilan MBG dan Kopdes Merah Putih: hasil di masyarakat, efisiensi anggaran, atau dampak ekonominya?**