03/06/2026
[๐ฝ๐๐๐๐๐ผ] - Sejumlah pelamar seleksi petugas Bps Kabupaten Sarolangun mempertanyakan hasil kelulusan. Mereka menduga ada peserta yang lolos tanpa mengikuti pendaftaran resmi dan tahapan wawancara.
Buka loker mitra bps tambahan melalui sistem aplikasi dan akun digital BPS sesuai harapan, sistem digital ini harusnya menjadi angin segar bagi terwujudnya meritokrasi dan profesionalisme, Dengan proses seleksi yg transparan objektif, serta terbuka untuk seluruh kalangan yg daftar sebagai mitra tambahan tanpa terkecuali.
Namun kenyataannya terjadi anomali di lapangan, kita yang Sudah di katakan lulus namun tidak terpanggil dan tidak mendapatkan penawaran kerja, alasan yg diberikan hanya kuota terbatas. Ironisnya, justru pelamar lain yang Sudah lama bekerja sebagai mitra lama kembali di pekerjakan.
Menurut (PA) selaku pelamar petugas BPS kabupaten Sarolangun tahun 2026 mengatakan bahwasanya penyeleksian Petugas BPS ini berjalan dengan tidak transparan dan tidak murni dikarenakan terdapat Mitra yang lolos tanpa mengikuti pendaftaran dan juga serangkaian tahapan untuk menjadi mitra BPS tahun ini.
(PA) juga menyebutkan bahwasanya terdapat kejanggalan dari nama - nama Mitra yang lolos itu tidak terdata didalam data nama-nama pendaftar dan pada tahap wawancara seleksi Badan Pusat Statistik(BPS) Kabupaten Sarolangun.
โNama nama ini adalah titipan provinsiโ kata salah seorang petugas BPS Sarolangun yang ditanyai perihal kelulusan Mitra BPS ini.
Situasi ini jelas mencederai semangat keterbukaan informasi dan keadilan sosial. Jika rekrutmen tambahan hanya mengulang mitra lama dan meloloskan peserta tanpa adanya pendaftaran dan keikutsertaan dalam semua tahap pada perekrutan mitra BPS ini maka prinsip meritokrasi hanya menjadi wacana. Seharusnya kesempatan diberikan merata, bukan hanya berputar pada orang yang sama dan orang-orang yang dititipkan dengan dalih adanya orang dalam.
Baca selengkapnya di : ketahuilah.com
----------------------------------------------