Santri Nusantara

Santri Nusantara من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Akhir Zaman: Syiar Agama Butuh Finansial KuatDi akhir zaman, syiar agama tidak hanya butuh ilmu, tetapi juga kemandirian...
07/06/2026

Akhir Zaman: Syiar Agama Butuh Finansial Kuat

Di akhir zaman, syiar agama tidak hanya butuh ilmu, tetapi juga kemandirian ekonomi.

Kaum muslimin yang kaya memiliki peran strategis untuk mendanai dakwah, membangun fasilitas umat, dan menjaga kedaulatan umat dari ketergantungan pihak lain.

Kekayaan yang berkah di tangan orang shaleh adalah senjata terkuat untuk menjaga kemuliaan agama di tengah gempuran fitnah zaman.

Hal ini sdh di sabdakan Rasulullah Saw.:
إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الزَّمَانِ لَا بُدَّ لِلنَّاسِ فِيهَا مِنَ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ يُقِيمُ الرَّجُلُ بِهَا دِينَهُ وَدُنْيَاهُ
Di akhir zaman, manusia benar² membutuhkan uang (dirham dan dinar) untuk menegakkan urusan agama dan dunia mereka.

Sehingga para ulama mengatakan:
مَنْ أَحَبَّ الْمَالَ لِحُبِّ الدِّينِ فَقَدْ صَدَقَ اللهُ فِي إِيمَانِهِ
Siapa yang mencintai atau mencari harta demi membela agama, maka ia benar² iman kepada Allah Swt.

Bahkan Imam Mawardi berkata:
قَالَ المَاوَرْدِيُّ: وَكَانَ يُقَالُ الدَّرَاهِمُ مَرَاهِمُ لِأَنَّهَا تَدَاوِي كُلَّ جُرْحٍ وَيَطِيبُ بِهَا كُلُّ صُلْحٍ
Uang sering kali menjadi obat, karena dapat menyembuhkan segala luka (kesulitan) dan mendamaikan setiap masalah.

Dalam sebuah Syair juga dikatakan:
رَأَيْتُ النَّاسَ قَدْ مَالُوا إِلَى مَنْ لَهُ الْمَالُ ○ وَمَنْ لَيْسَ لَهُ الْمَالُ النَّاسُ عَنْهُ مَالُوا
Aku melihat manusia cenderung (hormat dan mendekat) kepada orang yang punya harta. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki harta, dijauhi dan ditinggalkan oleh manusia.

Saya doakan.. Smg kawan² yg membaca tulisan saya ini semua kaya², rejeki melimpah dan bisa membantu perjungan agama Islam.

Sumber: Kitab Faidhul Qadir juz 1 hal 526.

Ungkapan ini mengajarkan bahwa sedekah bukan hanya pemberian kepada sesama, tetapi juga bentuk kepercayaan kepada Allah ...
03/06/2026

Ungkapan ini mengajarkan bahwa sedekah bukan hanya pemberian kepada sesama, tetapi juga bentuk kepercayaan kepada Allah sebagai sumber segala rezeki.

“Kapan pun engkau mengalami kesulitan finansial” menggambarkan keadaan yang biasanya membuat seseorang merasa cemas, takut, dan ingin menggenggam erat apa yang masih dimilikinya.

“Berbisnislah dengan Allah melalui sedekah” menggunakan bahasa kiasan yang indah. Tentu Allah tidak membutuhkan harta manusia. Maksudnya adalah bahwa sedekah merupakan amal yang dijanjikan balasan dan keberkahannya oleh Allah.

Ketika seseorang bersedekah di tengah keterbatasan, ia sedang menunjukkan:

keyakinan bahwa rezeki berasal dari Allah,
kepercayaan bahwa memberi tidak akan mengurangi apa yang telah ditetapkan untuknya,
dan kepedulian kepada orang lain meskipun dirinya juga sedang menghadapi kesulitan.

Sedekah tidak selalu harus besar. Senyum, bantuan tenaga, ilmu yang bermanfaat, atau pemberian kecil yang ikhlas pun termasuk bentuk kebaikan.

Namun penting untuk dipahami bahwa sedekah bukanlah “rumus instan” untuk menjadi kaya. Sedekah adalah ibadah yang menghadirkan keberkahan, ketenangan hati, dan pertolongan Allah dengan cara yang mungkin tidak selalu berupa tambahan uang secara langsung.

Pesannya adalah jangan biarkan kesulitan membuat hati menjadi sempit. Justru di saat sempit, sedekah dapat menjadi latihan untuk memperluas rasa percaya kepada Allah.

Pada akhirnya, orang yang bersedekah tidak sedang mengurangi hartanya, tetapi sedang menanam kebaikan pada tempat yang paling aman: di sisi Allah.

Wallahu 'Alam

05/04/2026

IDENTITAS DAN KUALITAS "TUAN GURU"
_________________________________________
Oleh: Khairul Umam QH.

Di setiap daerah, panggilan untuk para tokoh agama cukup beragam. Mulai dari Kiyai, Buya, Teku, muallim, andre Guru tak atau abah guru. Adapun bagi masyaraka muslim di pulau Lombok dan kawasan sekitarnya, menggunakan panggilan “Tuan Guru”. Dimana gelar ini memiliki makna sosial dan spiritual yang sangat mendalam. Ia bukan sekadar sebutan, tetapi simbol otoritas keilmuan, kedewasaan moral, dan legitimasi dakwah." Namun gelar ini seperti mata uang, dalam beberapa dekade ini terjadi pergeseran makna yang sangat jauh. Dimana gelar tersebut mulai mengalami inflasi. Ia tidak selalu digunakan untuk menakar kedalaman intelektual, apalagi kedalaman spiritual, tetapi sering kali cukup dengan pengalaman pernah belajar di Timur Tengah, meskipun dalam durasi dan kualitas yang terbatas. Padahal tidak semua yang pernah belajar di timur Tengah memiliki kapasitas yang mempuni untuk menjadi rujukan umat. Di sinilah terjadi simplifikasi yang berbahaya. "Ketika pengalaman geografis disamakan dengan kematangan epistemologis."

Menurut kami fenomena ini menimbulkan persoalan yang sangat serius. Walaupun memang belajar di Timur Tengah itu memiliki nilai historis dan simbolik yang sangat kuat dalam tradisi Islam. Namun, seharusnya ia hanya menjadi salah satu jalan menuju kedalaman intelektual, bukan menjadi jaminan otomatis standar keilmuan seseorang. Maka jangan sampai kita lebih mengutamakan identitas daripada kualitas. Padahal secara akademis, otoritas keilmuan dalam Islam tidak dibangun hanya dari tempat belajar, tapi dari proses yang sangat panjang. Mulai dari penguasaan disiplin ilmu, kedalaman pemahaman, kesinambungan sanad keilmuan, dan integritas moral yang baik. Karena banyak kok ustadz-ustadz yang tidak pernah belajar ke timur Tengah, tapi ilmunya bisa menyamai, atau bahkan melebihi orang yang pernah belajar di timur Tengah.

Seorang yang benar-benar layak disebut “Tuan Guru” adalah mereka yang tidak hanya tahu ilmu agama, tetapi juga memahaminya secara mendalam. Tidak hanya mampu berbicara, tetapi mampu membimbing ummat dan membangun peradaban. Namun ketika standarisasi ini diturunkan, maka yang lahir adalah otoritas semu yang hanya terlihat kuat secara simbolik, tetapi rapuh secara substansi. Bahkan fenomena ini semakin kompleks di era digital. Dimana media sosial mempercepat legitimasi instan. Seseorang yang memiliki gelar, pakaian khas, atau narasi “lulusan Timur Tengah” dapat dengan cepat mendapatkan panggung, memperoleh kepercayaan publik, meskipun kualitas keilmuannya belum teruji secara memadai. Akhirnya karena tidak memiliki perangkat literasi dan keilmuan, ummat mudah terpesona oleh simbol, bukan oleh substansi.

Namun yang lebih menyedihkan lagi, hal ini berpotensi merusak kepercayaan terhadap otoritas keagamaan itu sendiri. Dan ketika masyarakat menemukan inkonsistensi antara gelar dan kualitas, antara ceramah dan realitas, maka yang runtuh bukan hanya individu, tetapi juga wibawa institusi keagamaan tersebut (gelar tuan guru). Sehingga dalam jangka panjang, ini bisa melahirkan skeptisisme terhadap ulama secara umum. Tapi ingat, kritik ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan mereka yang belajar di Timur Tengah. Karena notabenenya penulis juga (sedang) belajar di timur Tengah. Justru sebaliknya, tradisi tersebut harus dihormati sebagai bagian dari rantai keilmuan Islam yang panjang. Adapun yang perlu dikritisi itu adalah reduksi makna. Karena ketika pengalaman belajar dijadikan label instan tanpa proses pembuktian kualitas, maka jangan salahkan alumni timur Tengah akan memiliki setara yang sama dengan yang lainnya.

Itulah kenapa diperlukan keberanian untuk membedakan antara identitas simbolik dan otoritas substantif. Karena yang dicari ke timur Tengah itu bukan budayanya, tapi ilmu-Nya. Yang dibawa pulang bukan sekedar jubah dan serbannya, tapi khazanah keilmuan yang akan memperkuat ummat. Apalagi sekarang pembludakan para pelajar dan mahasiswa di beberapa kawasan di timur Tengah sudah menjadi topik pembicaraan di kalangan mahasiswa. Bahkan banyak orang yang belajar ke timur Tengah cuma ngikut tren atau "Pomo". Karena sekarang yang menjadi ukuran bukan siapa yang punya kemampuan untuk belajar, tapi hanya sekedar kemampuan untuk bisa berangkat. Akhirnya orang-orang yang punya kepentingan bisnis menjadikan keberangkatan ke timur Tengah ladang subur untuk mengeruk keuntungan. Dengan bungkus "Kita jangan menahan orang yang mau belajar" mereka dengan membabi buta memberangkatkan mahasiswa.

Padahal untuk menjawab stetmen mereka sangat sederhana: "Bukan menahan, tapi menyeleksi mana yang betul-betul mau belajar." Kata mereka "Tidak ada ukuran pasti untuk itu" Jawabannya sederhana juga: "Kan dengan adanya seleksi yang serius, paling tidak meminimalisir pembeludakan." Dan ketika terjadi hal-hal yang merusak nama baik pelajar dan mahasiswa di timur Tengah, dengan pedenya mereka mengatakan: "Akar permasalahan sebenarnya adalah kebiasaan buruk sejak di Indonesia. Orang tua mereka yang kurang tegas mendidik lingkungan sekolah mereka dulu." Lah, lempar batu sembunyi tangan. Kan semuanya bisa disaring. Satu-satunya pintu gerbang adalah saat menyeleksi sebelum berangkat. Jadi yang diberangkatkan "siapa yang mau belajar ke timur Tengah, buka yang cuma mau ke timur Tengah" Itu otak sudah jadi atau masih tanah liat? lembek amat.

Kembali ke standarisasi gelar "Tuan guru". Bagi kami solusi atas persoalan ini tidak cukup hanya dengan kritik saja, tetapi membutuhkan rekonstruksi paradigma. Pertama, masyarakat harus diberikan edukasi untuk menilai otoritas seorang "Tuan guru" berdasarkan kualitas, bukan sekadar latar belakang. Kedua, lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan perlu menetapkan standar yang lebih jelas dan ketat dalam pemberian legitimasi. Dan yang ketiga, para dai dan calon “Tuan Guru” sendiri harus memiliki kesadaran etik untuk tidak tergesa-gesa mengambil posisi otoritatif sebelum benar-benar siap. Apalagi ketika yang diandalkan untuk tampil cuma jubah, serban dan gelar timur Tengah nya saja. Karena kalau kalau modalnya cuma itu saja, maka apa bedanya dengan orang-orang yang pernah jadi TKW di timur Tengah.

Pada akhirnya, menjadi “Tuan Guru” itu bukan tentang di mana seseorang pernah belajar, tetapi tentang bagaimana ia menghidupkan ilmu itu dalam dirinya dan masyarakat. Ia bukan sekadar identitas yang disematkan karena pernah belajar di timur Tengah, tapi amanah keilmuan yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat. Dan yang paling penting untuk direnungkan adalah pahami kapasitas diri. Karena ketika gelar lebih cepat datang daripada kedalaman ilmu, maka yang lahir bukan ulama melainkan bayangannya semata. Apalagi ketika gelar "Tuan guru" disematkan hanya sekedar berbekal menjadi "anak atau cucu tuan guru", maka mohon maaf, kalau tanpa ilmu yang mendalam, maka gelar "Tuan guru" Tidak pantas disematkan kepadanya.

___________________________________________
Darbu Syu'lan jami' aslam Darrosah Cairo Mesir. Senin 23 Maret 2026 M / 4 Syawwal 1447 H.

11/11/2025

Allah menghadiahkan manusia akal, agar setiap jejak fikir membawa kita pulang kepada kebenaran. Sebab hidayah bukan hanya tentang hati yang lembut namun tentang fikiran nya jujur dan nurani.
Umar bin Khattab melihat kezaliman di kota kelahirannya, manusia disakiti kerana menyembah Rabb yang satu. Akalnya menolak, fitrahnya berteriak. Ada yang tidak benar pada kebencian yang diwariskan.
Lalu ayat-ayat Thaha mengetuk kesedarannya. Akal yang tadi terbelenggu oleh amarah, kini tersungkur pada cahaya yang tidak bisa lagi ia dustakan. Dari sanalah perjuangan baru dimulai dengan kepala yang tegak iman yang teguh.
Kisah Sayyidina Umar mengingatkan kita bahawa akal adalah tentera yang Allah titipkan agar kita tidak berjalan dalam gelap agar kita berani menolak salah meski semua orang menganggap nya benar.
Gunakanlah anugerah itu. Berfikirlah sampai kebenaran terasa dalam hati. Kerana saat akal menemukan cahaya-Nya. Hidup pun menemukan arah.

Dalam kitab Abwabul F***j, Abuya AS-Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Rohimahullah menyebutkan: dzikir dari Al-Imam Abu...
31/10/2025

Dalam kitab Abwabul F***j, Abuya AS-Sayid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Rohimahullah menyebutkan: dzikir dari Al-Imam Abu Al-Hasan Al-Syadzili untuk memperlancar rezeki.

Karena itulah dzikir ini sering kali disebut dengan do’a ar-rizq (kerezkian).

Silakan di amalkan, setiap sholat 5 waktu.

Ini doanya:

🌸 Mari jadikan Maulid Nabi Muhammad ﷺ sebagai pengingat untuk memperbaiki diri, memperbanyak shalawat, dan menebar kebai...
18/09/2025

🌸 Mari jadikan Maulid Nabi Muhammad ﷺ sebagai pengingat untuk memperbaiki diri, memperbanyak shalawat, dan menebar kebaikan.
*اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*

Arsip Memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1447 H di Masjid Al-Ma'rif Renco,Kelurahan Kelayu Jorong,Kecamatan Selong,Kabupaten Lombok Timur,Provinsi Nusa Tenggara Barat,Indonesia.

Kamis,18 September 2025

FOMOFomo atau "fear of missing out" dapat diartikan sebagai "takut ketertinggalan" atau sebuah perasaan gelisah yang tim...
20/08/2025

FOMO

Fomo atau "fear of missing out" dapat diartikan sebagai "takut ketertinggalan" atau sebuah perasaan gelisah yang timbul di dalam diri jika tidak bisa melakukan sesuatu seperti orang lain, atau cemas apabila ketinggalan berbagai hal baru, seperti berita, hal yang lagi viral dan tren, dan sebaginya.

Dan isu tentang fomo ini telah menjamur di Indonesia, khususnya kalangan anak muda, fomo sudah menjadi salah satu tren yang signifikan dikalangan anak muda khususnya gen z.

Fomo adalah gejala sosial yang timbul karena seseorang tidak ingin ketinggalan dan tidak mau sendirian, ini terutama karena pengaruh dari Internet dan media sosial yang membuat seseorang ingin mendapatkan atau pencapaian sebagaimana orang lain, meski terkesan aneh gaya hidup ini ampuh menggiring masyarakat khususnya kalangan gen milenial dan gen z

Kita pasti ingat tentang boneka labu yang mendadak viral hanya karena postingan seorang idol K-Pop, postingan tersebut memicu fomo dikalangan generasi muda disejumlah negara, dan inilah yang menjadi peluang bagi para pebisnis untuk membuka penawaran suatu produk dengan waktu terbatas.

MENJADI LADANG PARA PEMBISNIS

Istilah fomo marketing merupakan strategi pemasaran yang memanfaatkan rasa takut kehilangan kesempatan untuk mendapatkan sesuatu, hal inilah yang akan mendorong konsumen melakukan pembelian dengan segera, disisi lain media juga memiliki kemampuan untuk menciptakan atmosfer opini yang membuat konsumen cemas dan merasa bahwa mereka mungkin kehilangan kesempatan apabila tidak membeli atau bertindak cepat.

MASALAH

Yang menjadi masalah, bahwa sebanyak 60% milenial memutuskan membeli, mengunakan atau menyewa sesuatu dikarenakan fomo, bukan karena didasarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dan budaya konsumtif inilah yang menjadi dampaknya fenomena fomo berujung pada karut marutnya sistem finansial terus-terusan mengikuti tren yang memicu membludaknya utang para gen milenial dan gen z.

Sekitar 70% pengguna jasa pay later adalah dari kalangan anak muda, prinsipnya katanya "buy now, pay later" menjadi obat penenang dikala fomo, hasilnya kehidupan generasi muda hanya berkutat pada kehidupan memenuhi standar fomo dan menjadi manusia pinjaman online (pinjol).

MEDSOS KHUSUSNYA TIK TOK

Mengenai media sosial yang paling banyak di is**an sebagai platform hiburan bagi banyak anak muda di Indonesia adalah tik tok, aplikasi ini sudah menjadi bagian dari keseharian mereka (anak muda), dengan konten-konten yang singkat dan algoritma yang tau apa yang kita s**a, Tik tok bikin penggunanya betah berlama-lama.

Tapi apa semua ini baik-baik saja?
Data dari penelitian Mardiana dan Maryana (2024) menunjukkan bahwa 70% anak muda yang sering menggunakan Tik tok mengalami stres, dan 60% merasa cemas.

Tik tok dis**ai karena video yang berdurasi pendek dan bervariasi, sesuai rentang perhatian yang cenderung pendek, algoritma Tik tok pun menampilkan konten yang sesuai dengan minat penggunanya.

Seperti 2 sisi koin, penggunaan Tik tok secara berlebihan juga memberikan dampak negatif terutama kesehatan mental, bagi orang yang kecanduan aplikasi ini sering merasa tertinggal jika mereka tidak terus-terusan membuka Tik tok, inilah yang membuat mereka merasa takut ketertinggalan tren terbaru yang menambah tekanan mental mereka.

Konten yang glamor atau sempurna kadang membuat anak muda merasa tidak cukup baik, belum lagi ada tren tantangan, joget viral yang menjadi-jadi karena ingin terlihat keren, seksi, atau "up to date", dan sangat banyak anak muda yang rela mengikut.

Algoritma Tik tok yang kuat memang menambah kesenangan, tetapi juga bisa menjadi racun, video-video yang diatur sedemikian rupa untuk terus menarik perhatian malah berisiko membuat penggunanya BRAIN ROT.

BRAIN ROT

Menumpulnya otak akibat kecanduan menggemari konten receh di medsos, brain rot akan semakin buruk dampaknya bagi seseorang yang memiliki literasi yang rendah.

Kenapa bisa kecanduan?

1.dopamine rush
Konten receh biasanya berdurasi pendek, lucu, dan menimbulkan rasa happy instan, otakpun jadi terbiasa mendapatkan "reward" cepat, sehingga pengen lagi dan lagi.

2.fomo (fear of missing out)
Takut ketinggalan tren atau video viral membuat seseorang terus-terusan menkonsumsi medsos

3.mudah diakses
Tinggal scroll, tanpa perlu effort untuk berfikir.

EFEK SAMPING

1.Attention span menurun
Fokus gampang/mudah teralihkan karena terbiasa konsumsi konten singkat

2.produktivitas menurun
Waktu habis hanya untuk scrolling

3.mental fatigue
Capek/lelah mental karena otak overload dengan informasi tidak penting

CARA MENGATASI BRAIN ROT

1.Batasi waktu untuk menggunakan sosmed

2.Kurasi konten dan follow akun yang memang edukatif dan inspiratif

3.ganti aktivitas ke kegiatan produktif seperti baca buku, meditasi, olahraga

Ada mubaligh ceramah di lingkungan awam lalu berkata, "Sealim apapun seseorang, sepandai apapun dia bisa membaca kitab, ...
04/08/2025

Ada mubaligh ceramah di lingkungan awam lalu berkata, "Sealim apapun seseorang, sepandai apapun dia bisa membaca kitab, bermeter meter kitab yang dipajang tetapi dia tidak punya adab maka percuma !! Lebih baik menjadi orang biasa tetapi punya adab daripada menjadi orang alim tetapi tidak punya adab !!"

Saya katakan mubaligh seperti ini mubaligh bodoh yang tidak faham ilmu psikologi nabawi, karena ceramah demikian justru akan mendowngrade pada alim, akan tertanam dan menjustifikasi orang alim di sekitarnya, "percuma menjadi alim tetapi tidak punya adab" sehingga masyarakat enggan menjadikan anak²nya alim, karena sudah ditanam bibit apatis oleh seorang mubaligh bodoh, dan hal ini sering kita jumpai di tengah masyarakat kita..

Ucapan tersebut sebenarnya tidak salah, tetapi penempatannya yang salah, ucapan itu seharusnya disampaikan kepada para santri dan para alim untuk mentriger supaya senantiasa menjaga adab..

Adapun ucapan yang tepat untuk mentriger masyarakat awam yang tidak terlalu s**a mengaji adalah ceramah² motivasi agar mereka s**a mengaji dan berupaya menjadikan anak² mereka menjadi orang alim, bukan sebaliknya..

*AMALAN 10 MUHARRAM (ASYURO)*Sumber kitab :١.  احياء علوم الدين٢.  الغنية٣.  كنز النجاح والسرور٤.  خزينة الأسرار٥.  تنبي...
05/07/2025

*AMALAN 10 MUHARRAM (ASYURO)*

Sumber kitab :

١. احياء علوم الدين
٢. الغنية
٣. كنز النجاح والسرور
٤. خزينة الأسرار
٥. تنبيه الغافلين
٦. ارشاد العباد
٧. اعانة الطالبين
٨. الفوائد المختارة
٩. مناهيج الامداد
١٠. نهاية الزين

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

*AMALAN PADA MALAM ASYURA*

Shalat 2 raka'at atau 100 raka'at, bacaan tiap raka'at setelah Fatihah Al-Ikhas 3x.

Niatnya:
"Aku niat shalat malam Asyura 2 raka'at sunnah karena Allah Ta'ala."

Setelah shalat membaca Tasbih 70x, Shalawat 70x, Ayat Kursi 360x beserta Basmalah.

Fadilahnya:
• Akan diberi kenikmatan ketika matinya.
• Kehidupannya menjadi berkah.
• Diberi pahala ibadah penduduk 7 lapis langit.

*12 AMALAN PADA SIANG HARINYA*

▪1. Puasa
Fadilahnya:
• Diberi pahala 10 ribu ibadah Malaikat
• 10 ribu pahala orang yang mati syahid
• 10 ribu pahala ibadah haji dan umrah
• dihapus dosa setahun yang telah lampau
• diberi pahala puasa setahun
• dihapus dosa 60 tahun
• dan ditulis ibadah 60 tahun siangnya berpuasa malamnya beribadah.

Disunnahkan puasanya dari tanggal 9 - 10 atau 10 - 11
Karena orang Yahudi pun s**a berpuasa di hari Asyuro.

▪2. Shalat 4 raka'at 1x salam. Bacaan tiap raka'at Al-Ikhlas 50x.

Shalatnya bisa digabungkan dengan shalat dhuha.

Niatnya:
"Aku niat shalat dhuha dan hari Asyura 4 raka'at sunnah karena Allah Ta'ala."

Fadilahnya:
Dihapus dosa 50 tahun yang telah lampau, 50 tahun yang kemudian dan dibangun di alam arwah seribu istana terbuat dari cahaya.

▪3. Silaturrahim.
Fadilahnya:
Panjang umur dan luas rezeki.

▪4. Mengunjungi alim ulama baik yang masih hidup atau sudah wafat.
Fadilahnya:
Diberi pahala ibadah 70 tahun.

▪5. Menengok orang sakit.
Fadilahnya:
Seakan-akan menengok seluruh keturunan Nabi Adam as.

▪6. Memkai sifat mata.
Fadilahnya:
Selama setahun dijaga dari penyakit mata.

▪7. Mengusap kepala anak yatim.
Fadilahnya:
Setiap 1 helai rambut 1 derajat di surga.

▪8. Bersedekah.
Fadilahnya:
• Sama dengan pahala sedekah setahun.
• Permohonannya dikabulkan.
• Bila memberi makan, maka seakan-akan ia telah memberi makan seluruh umat Nabi Muhammad hingga kenyang.
• Bila memberi minum, maka di hari kiamat tidak akan merasa haus selamanya dan seakan-akan ia tidak bermaksiat sekejap matapun.

▪9. Mandi.
Fadilahnya:
Selama setahun tidak akan sakit, kecuali sakit menjelang kematian.

▪10. Menggembirakan keluarga.
Fadilahnya:
• Allah akan memperluas rezekinya selama setahun penuh.

▪11. Memotong kuku.

Ada 5 kesucian (fitrah):
1. Mencukur bulu kemaluan.
2. Khitan.
3. Mencukur kumis.
4. Mencabut bulu ketiak.
5. Memotong kuku.

▪12. Membaca surat Al-Ikhlas 1000x.

Fadilahnya:
Ketika sakaratul maut akan diperlihatkan tempat duduknya di surga atau diperlihatkan kenikmatan-kenikmatan surga.

*Doa-doa yang dianjurkan ketika hari Asyura*
diantaranya adalah :

*حَسْبنا الله وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْر*ُ

Disebutkan oleh beberapa ulama diantaranya al-Allamah Dairobi, Sayyid Muhammad al-Amirus, al-Allamah Syeikh Ajhuri:

Barang siapa yang membaca doa diatas sebanyak 70x pada hari Asyura dan kemudian dilanjutkan membaca doa di bawah ini :

*بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آِلهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَامَلْجَأَ وَلَامَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِهِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَهُوَ حَسْبِيْ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ*.

sebanyak 7x, maka Allah akan menjaganya dari kejelekan pada tahun itu, dan Insya Allah tidak akan meninggal di tahun itu. Adapun orang yang sudah dekat ajalnya tidak diberi taufik oleh Allah untuk membaca doa tersebut.

Disebutkan dalam kitab “Fathul Bari” : Beberapa kalimat barang siapa membacanya di hari Asyura maka hatinya tidak akan mati, yaitu :

*سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَي الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ، وَاللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ، سُبْحَانَ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا، اَلْحَمْدُ لِلهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، وَاللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ التَّامَّاتِ كُلِّهَا ، أَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَلَاحَوْلَا وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْن*َ.

Dan juga dianjurkan untuk membaca doa ini :

*اَلَّلهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا مُفَرِّجَ ذِى النُّوْنِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاجَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاغَافِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَاكَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةَ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوْحِ مُحَمَّدٍ حَبِيْبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ وَاقْضِ حَاجَتِيْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَأَطِلْ عُمْرِيْ فِي طاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَأَحْيِنِيْ حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنِيْ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالْإِيْمَانِ، يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ*

والله اعلم بالصواب .

Tolong bantu BAGIKAN agar masyarakat indonesia 🇲🇨 ikut mendoakan keselamatan umat muslim di Palestine 🇵🇸. Tks🙏🏽
20/06/2025

Tolong bantu BAGIKAN agar masyarakat indonesia 🇲🇨 ikut mendoakan keselamatan umat muslim di Palestine 🇵🇸. Tks🙏🏽

Address

Jalan Pendidikan
Selong

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Santri Nusantara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share