26/06/2025
Sebagai penggiat aktivitas outdoor sejenis climbing, rope access, tree climbing, dll. Bolehlah saya menyampaikan pandangan tentang kejadian warga negara Brazil yang meninggal karena terjatuh di Rinjani.
Pertama, turut berduka cita dan semoga ditempatkan ditempat yang baik di akhirat.
Kedua, terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam proses evakuasi.
Ketiga, kedepannya setiap pelaku wisata di Rinjani harus ada safety briefing terlebih dahulu ke semua tamunya, selain memaparkan jalur juga harus menyampaikan materi-materi pendakian, misalnya bagaimana klo tersesat, terjatuh, dan lain-lain. Karena salah satu faktor korban susah ditemukan adalah korban berpindah-pindah tempat karena mencoba turun. Padahal saat tersesat atau terjatuh dari ketinggian harusnya ke atas untuk mencari dataran tinggi jika mampu, atau minimal diam di tempat menunggu pertolongan. Korban malah mencoba turun sehingga semakin jauh dari jangkauan tim penolong. Padahal korban sudah dikirimkan pesan untuk menunggu oleh pendaki lain melalui drone. Jadi ini penting bagi semua pemula yang sedang beraktivitas diluar ruangan, jika kondisi sudah diluar dari kemampuan kalian, maka berhenti dan menunggu. Sudah banyak contoh survivor yang berhasil selama dengan metode ini. Jangan insiatif tapi tanpa pengetahuan, kecuali sudah lewat 3 x 24 jam tim penolong tidak datang, gunakan metode STOP (Stop, Thinking, Observasi, Plan). Dan sudah banyak contoh korban meninggal karena mencoba cara sendiri tanpa pengetahuan.
Keempat, TNGR harus berbenah diri. Alat rope akses tidak tersedia di posisi yang mudah dijangkau, misalnya di shelter pelawangan, padahal sudah banyak kejadian pendaki jatuh ke jurang. Pertanyaan kemudian muncul, βalat ada, orangnya tidak adaβ. Nah, ini statement salah juga, minimal alatnya ada dulu dalam jangkauan cepat, orangnya tinggal dicari. Di gunung selalu saja ada yang paham rope akses, minimal bisa menjangkau korban, membawakan logistik dan alat untuk bertahan di kedinginan. Masalah naiknya belakangan, toh sudah aman dulu, dan komunikasi bisa lancar. Salah satu sebab pendaki meninggalkan lokasi terjatuh karena tidak percaya akan ada pertolongan.