27/08/2026
*Diary Umroh Plus Private Training Magnet Rezeki — Juni 2026*
*Kisah Mas Ayyub: Medali Emas, Ridho Ibu, dan Perjalanan Menuju Baitullah*
Dalam setiap perjalanan umroh, selalu ada kisah yang menghangatkan hati.
Ada cerita yang tidak hanya indah untuk dikenang, tetapi juga sarat hikmah untuk direnungkan.
Salah satu kisah yang begitu membekas dalam perjalanan Umroh Plus Private Training Magnet Rezeki Juni 2026 adalah kisah dari Mas Sholahuddin Al Ayyubi, atau yang akrab disapa Mas Ayyub, jamaah asal Solo Karanganyar.
Mas Ayyub adalah seorang atlet Para Athletics yang berlaga di Thailand pada tahun 2025. Alhamdulillaah, beliau berhasil meraih medali emas pada cabang olahraga tolak peluru.
Namun ternyata, ada kisah luar biasa di balik kesuksesan tersebut.
Saat berbincang dengan ibundanya, Ibu Siti Zulaikhah, saya merasakan getaran haru yang begitu dalam.
Ibunda bercerita bahwa sebelum berangkat ke ajang ASEAN Para Games, Mas Ayyub datang meminta ridho kepada ibunya. Beliau menyampaikan sebuah niat mulia.
"Bu, kalau Ayyub dapat medali emas, Ayyub ingin mengumrohkan keluarga."
Mas Ayyub mengetahui bahwa peraih medali emas akan mendapatkan apresiasi hadiah sebesar 1 miliar rupiah dari Presiden. Namun yang menarik bukan hanya tentang hadiahnya, melainkan niat besar yang tumbuh di dalam hatinya.
Beliau ingin membawa keluarganya ke Baitullah.
Sebagai seorang ibu, Ibu Siti Zulaikhah hanya bisa mendoakan sepenuh hati.
Selain berdoa, beliau juga mempraktikkan ilmu Magnet Rezeki yang pernah dipelajari dalam *Seminar dan Training Hybrid Magnet Rezeki* bersama *Ust. M. Shofi Alkhoiroda’i CTMR* yaitu Law of Projection.
Beliau menjaga pikiran, keyakinan, dan doa.
Membayangkan kebaikan sebelum kebaikan itu benar-benar terjadi.
Dan Masyaa Allah…
Allah wujudkan semuanya.
Mas Ayyub berhasil meraih medali emas.
Janji pun ditunaikan.
Beliau mengajak enam anggota keluarga tercinta untuk berangkat umroh:
- Ayah dan ibu
- Adik perempuan
- Kakek dan nenek
- Tante beliau
Ada satu pemandangan yang sangat menggetarkan hati saya selama perjalanan ini.
Kakek dan nenek Mas Ayyub berada dalam kondisi yang tidak ringan dan harus menggunakan kursi roda. Namun keluarga ini menunjukkan bakti yang luar biasa.
Mereka merawat, menjaga, dan melayani kakek nenek dengan penuh kesabaran dan cinta.
Bahkan yang membuat hati saya semakin tersentuh, jamaah lain pun ikut tergerak.
Dengan sukarela mereka bergantian membantu mendorong kursi roda saat berangkat maupun pulang dari masjid.
Sungguh sebuah pemandangan yang sangat indah.
Pemandangan tentang cinta.
Tentang bakti kepada orang tua.
Tentang ukhuwah yang hidup.
Sebagai Tour Leader, momen ini menjadi salah satu momen paling berkesan bagi saya dalam perjalanan Umroh Plus Private Training Magnet Rezeki kali ini.
*Dari kisah Mas Ayyub, ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil.*
_Bahwa umroh bukan soal siapa yang paling punya uang._
_Tetapi sering kali, yang berangkat adalah mereka yang benar-benar punya keinginan kuat, lalu Allah mampukan jalannya._
_Bahwa *doa seorang ibu* memiliki kekuatan yang luar biasa._
_Dan bahwa apa yang kita pikirkan, yakini, dan proyeksikan dengan izin Allah bisa menjadi kenyataan dalam hidup kita._
*Apa yang kita pikirkan hari ini, bisa menjadi nasib kita di masa depan.*
Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi siapa pun yang sedang merindukan Baitullah.
Jika hari ini hati kita sudah terpanggil, jagalah kerinduan itu.
Rawat niat itu.
Proyeksikan dalam doa.
Insyaa Allah, Allah akan bukakan jalan terbaik menuju rumah-Nya.
Daftar Umroh di www.magnetrezekitravel.com
*Aang Ahmadtiar*
Tour Leader