Follow Homemade Bunda

ISTRI YANG SELALU MEMINTAFeby Febryani🌹🌹🌹"Mas, tolong angkatin galon, d**g!" Seruan itu terdengar dari arah dapur. Fokus...
06/08/2022

ISTRI YANG SELALU MEMINTA

Feby Febryani

🌹🌹🌹

"Mas, tolong angkatin galon, d**g!"

Seruan itu terdengar dari arah dapur. Fokusku terpecah! Sebuah peluru dari lawan mengenai bahuku. Aku terjajar, bahkan nyaris jatuh. Tangan sang tokoh dalam gim yang sedang aku mainkan menekan bagian tubuh yang terluka. Aku sembunyi di balik pohon, mengintai musuh yang mencari-cari aku.

"Mas!"

Dor!

Aku tewas seketika. Game over.

"Apa, sih, Dek?" tanyaku gusar.

"Angkatin galon." Kali ini suaranya mendayu manja.

"Gitu aja nggak bisa!" Aku bangkit dengan kesal lantas menuju dapur. Heran! Angkat barang begitu saja nggak bisa. Bagaimana kalau aku nggak ada? Apakah dia harus menahan haus sampai aku pulang?

Sambil mendengkus, aku mengangkat galon yang bagian atasnya telah Nova bersihkan.

"Terima kasih, Cinta," ujar Nova sambil mencolek bokongku.

***

"Mas, bagi duit 100, ya."

Nova memberikan dompetku. Dia baru saja mengambilnya dari celana panjang yang aku gantung di belakang pintu. Jika butuh uang, dia tak akan lancang mengambilnya sendiri.

"Buat apa lagi, sih? Kan tiga hari lalu sudah aku kasih. Masa sudah habis?"

"Anu, Mas."

"Anu apa? Mau alasan beras naik? Minyak goreng mahal? Kalau uang mingguanmu habis, ya, berhemat, d**g! Minyak beli secukupnya saja!"

Nova terdiam. Sedetik kemudian sudut bibirnya bergerak-gerak.

Dasar cengeng! Begitu saja mewek! Aku mengeluarkan uang yang dia minta.

"Nggak jadi, Mas. Makasih."

"Dasar ambekan!" umpatku sambil memasukkan kembali lembaran itu ke dompetku.

Dia keluar dari kamar dengan wajah cemberut.

Nova begitu boros. Masa, 300 ribu seminggu nggak ada cukup-cukupnya. Anak kami dua orang. Sulungku baru masuk SD sementara yang bungsu baru tiga tahun. Kata ibuku, 300 ribu untuk satu minggu sudah lebih dari cukup jika istriku pandai berhemat. Saat ibuku masih seusia kami, anaknya empat dan bapak hanya memberinya 20 ribu seminggu.

***

"Mas, Mas." Nova mengguncang tubuhku.

Aku yang baru tertidur pukul tiga dini hari menjadi kaget. Segera aku melihat jam dinding yang menunjuk ke angka tujuh.

"Ada apa, sih, Dek?"

"Gantiin gas. Mau bikin kopi. Sudah aku beli di warung. Tapi nggak bisa masangnya," rengek Nova.

"Astagfirullah! Gitu aja kamu nggak bisa! Mau jadi apa kamu, Nova!" hardikku. "Kau takut gas meledak? Emangnya itu tabung gas nggak akan meledak di wajahku?"

Nova menciut. "Ya, udah, Mas. Tidur lagi saja. Biar aku coba," ujarnya.

"Sudah! Biar aku saja! Kalau mau coba mah dari tadi! Bukannya membangunkan orang tidur terus ngambek!"

Aku ke dapur dan memasangkan tabung gas. Kompor aku tes. Setelah api menyala dengan baik, aku menuju kamar mandi.

***

"Dek, ini uang belanja buat seminggu."

"Makasih, Mas," ucapnya.

"Kurang nggak?"

Nova menggeleng.

Aku menatapnya dengan heran. Biasanya, dia selalu minta tambahan. Dua puluh ribu, kadang lima puluh ribu atau seratus ribu. Akan tetapi, rasanya sudah lama sekali aku tak mendengarnya merayu untuk meminta tambahan uang. Ya, sudahlah. Mungkin Nova mulai pandai berhemat. Setelah membuka pakaian, aku ke kamar mandi.

"Dek!" panggilku dari dalam kamar mandi. "Sabun mukanya mana?" tanyaku.

"Habis, Mas," jawabnya.

"Aduh! Kok, nggak beli, sih?"

"Pake sabun badan aja, Mas," sahut Nova.

Aku membasuh wajah dengan sabun batang yang ada kemudian mengambil botol sampo.

"Dek! Ini sampo kok isinya air doang, sih?"

"Masih bisa dipake itu, Mas," sahutnya.

"Dek." Aku menongolkan wajah dari kamar mandi. "Tolong belikan sampo bentar."

Nova bergegas pergi. Tak lama kemudian dia memberikan satu saset sampo.

"Kok beli yang saset, sih? Kenapa nggak sekalian yang gede?"

"Mas. Minyak, beras dan gula lebih utama. Harus selalu tersedia di dapur. Nggak ada sampo bisa pakai sabun batang, usap ke rambut. Orang jaman dulu nggak ada yang sampoan kok, kepala mereka baik-baik saja, 'kan," cerocosnya.

"Nyindir, nih?" godaku. Aku memang sering membandingkan gaya hidup orang-orang sekarang dengan jaman dulu.

Nova hanya membuang wajah.

***

Tiga minggu telah berlalu. Tidak pernah lagi aku mendengar Nova meminta tolong untuk diangkatkan galon atau minta dipasangkan tabung gas. Dia pun tidak pernah lagi meminta tambahan uang mingguan. Kehidupan kami baik-baik saja. Anak-anak lincah dan sehat seperti biasa.

Suatu hari, aku ke dapur untuk mencari Nova yang tak kudengar suaranya sejak pagi. Aku lihat dia tengah membungkuk-bungkuk di lantai.

"Ngapain, Dek?" tanyaku. Anak-anak sedang asyik duduk di lantai sambil memukul-mukul ubin yang basah dengan telapak tangan.

"Ini, Mas. Tadi aku angkat galon, eh, terguling. Jadi tumpah."

Aku melihat galon sudah terpasang di tempatnya. Mungkin dia mengangkat sendiri lalu terjadi insiden hingga airnya berceceran di lantai.

"Kok nggak minta angkatin, sih? Iya tumpah, kalau nimpa kaki gimana?”

Nova tersenyum kecut. Aku berjalan hati-hati karena lantai yang basah. Baru saja aku hendak menggend**g si bungsu untuk mengganti celananya, Nova mencegah.

"Biar saja, Mas. Nanti sekalian anak-anak mau aku mandikan."

Karena dilarang, aku mengajak si sulung saja.

"Nggak usah, Mas. Biar sama aku saja," tolaknya.

"Nggak apa, Dek. Kan kamu masih ngepel."

"Udah, nggak apa, Mas." Nova memasukkan lap ke ember lalu mengajak anak-anakku ke kamar mandi.

Aku memindai seluruh dapur. Semua sudah beres. Tampaknya Nova sedang tidak butuh bantuanku. Ya, sudah. Aku kembali ke ruang tengah lantas menyalakan televisi.

Tak lama kemudian, anak-anak sudah bersih dan rapi. Mereka berlarian di depanku. Saling kejar, bahkan beberapa kali si bungsu hampir menabrakku.

"Aduh! Pada bisa tenang nggak, sih?! Papa mau nonton, nih!"

Nova yang tadinya berada di dapur segera muncul dan membawa anak-anak agar bermain di dapur saja.

Aku dapat menonton dengan tenang, tetapi menjadi tak enak hati. Belakangan ini Nova menjadi irit bicara. Tidak meminta bantuan atau meminta uang dengan kata-kata menggoda. Kok, jadi rindu, ya?

Pernah juga, aku melihat Nova mengompres dahi si bungsu. Waktu itu aku baru pulang dari kantor. Saat kutanyakan, rupanya anakku demam dan Nova telah membawanya berobat. Aku bertanya dengan apa dia pergi ke dokter. Nova menjawab bahwa mereka menumpang ojek.

***

“Mas, aku pamit pergi sama Mbak Sinta, ya.”

“Mau ke mana?” Sinta adalah kakak iparnya Nova. Dia menikah dengan saudara lelaki Nova.

“Nengok Ibu,” jawabnya.

“Loh, Ibu kenapa, Dek?”

“Ibu masuk rumah sakit, Mas. Udah dari kemarin.”

“Kok, kamu nggak ngasih tau aku, Dek?”

“Aku sudah kirim pesan sama Mas. Tapi dibaca doang,” keluhnya.

Aku ingat. Dua hari yang lalu, dia memang mengirim pesan bahwa akan pergi ke rumah ibu. Aku membacanya saja karena dia tak meminta apa pun.

“Biar aku antar saja,” ujarku.

“Udah. Nggak apa, Mas. Udah kadung janjian ini,” tolaknya. “Anak-anak aku bawa, Mas. Belum tahu pulangnya jam berapa.”

Baru kali ini aku merasa benar-benar diabaikan. Ibunya Nova kan ibuku juga. Masa dia mau pergi sama Mbak Sinta. Aku juga menantu ibunya, bukan? Seharusnya aku yang lebih wajib menemani Nova untuk membesuk ibu mertua.

Mbak Sinta menjemput dengan motor. Aku pun akan mengantar Nova dengan kendaraan roda dua. Sama-sama bisa kehujanan atau kepanasan. Nova dan anak-anak akan lebih aman jika pergi denganku karena aku adalah lelaki! Namun, dia lebih s**a bepergian dengan orang lain. Hal itu telah membuatku amat tersinggung.

***

Aku menunggu hingga sore. Dia belum juga pulang. Sehabis Magrib, sebuah SUV hitam berhenti di depan rumahku. Nova turun seorang diri. Dia masuk rumah dengan wajah berurai air mata.

Aku yang sejatinya hendak marah menjadi iba melihatnya.

“Ada apa, Dek?” tanyaku cemas. SUV milik kakak lelakinya masih menunggu di depan rumah.

“Ibu meninggal, Mas. Tadi sore,” tangisnya pecah. Nova mengemasi pakaian anak-anak, juga pakaiannya sendiri.

“Kok, kamu nggak ngabarin aku, Dek?” Aku merengkuh tubuhnya agar dia menangis di dadaku. Namun, Nova menolak karena sibuk mengambil pakaian.

“Selama ini Mas nggak pernah menjawab pesanku. Paling dibaca doang. Jadi aku pikir, Mas nggak bakal merespon kalau aku kirim pesan. Makanya aku nggak langsung ngabarin tadi sore.”

Aku tergugu. Benar apa yang Nova katakan. Aku hampir tidak pernah menjawab pesan-pesan yang dia kirim padaku. Hanya aku baca lalu kulupakan. Rupanya hal itu membuatnya kapok lantas menganggapku tak ada. Aku hanya beberapa kali saja membentaknya saat minta dibantu mengangkat galon, tetapi hal itu telah menorehkan luka di hatinya. Aku cemberut saat memasang tabung gas, itu saja sudah cukup bagi Nova untuk tak lagi meminta bantuanku. Saat ibu mertuaku berpulang pun, dia sampai tak tergerak hati untuk memberi tahu karena mengabari atau tidak, sudah sama saja baginya.

Saat Nova kembali naik ke SUV hitam yang menunggunya. Aku bergegas menyambar peci dan mengunci pintu rumah. Aku membuntuti mobil itu menuju ke rumah duka. Anak-anakku pasti rewel di sana. Di mana Nova akan terduduk dan membalut luka kehilangannya seorang diri.

***

Astagfirullah hal Adzim. Untuk para lelaki yang bergelar suami. Bersyukurlah jika istrimu masih meminta bantuanmu. Berterima kasihlah saat dia masih menadahkan tangan untuk meminta sebagian dari rezekinya yang Allah titipkan padamu. Karena jika dirinya tidak lagi meminta, itu pertanda bahwa kau sudah tak lagi mengisi relung hatinya.

Palembang, 1 Februari 2022

  Mama Cira 🌻] Lama bgt gak update   😂Kali ini aku mau sharing resep snack/ cemilan  , kebetulan ada stok kulit lumpia, ...
06/08/2022

Mama Cira 🌻]
Lama bgt gak update 😂
Kali ini aku mau sharing resep snack/ cemilan , kebetulan ada stok kulit lumpia, keju, DCC dan strawberry 🍓

🥟 SIMPLE LAKER 🥟
• Bahan :
Kulit lumpia
Margarin
Parutan DCC (dark cooking chocolate)
Keju
Buah strawberry (iris tipis)

• Cara buat :
1. Panaskan teflon dgn api kecil, oles margarin secara merata
2. Masukkan kulit lumpia ke dalam teflon, bolak-balik supaya bagian luar dan dalam kulit lumpia terkena margarin
3. Taburi bagian atas kulit lupian dgn DCC atau keju, lipat kulit lumpia, bolak-balik agar kulit kering dan berwarna sedikit kecoklatan, angkat dan siap di sajikan
4. Untuk varian strawberry gunakan buah strawberry yg sudah di iris tipis lalu tata rapi di atas kulit, lipat kulit dan lanjutkan proses memasaknya

🔽🔽🔽
* untuk usia di bawah 1th bisa skip DCC
* bisa pakai varian buah lain
* kulit lumpia bisa bikin sendiri/ beli yg sudah jadi
* biarkan anak makan sendiri krna leker bisa di jadikan finger food, sekaligus bisa merangsang motorik halus

Sajikan dengan penuh cinta, jangan lupa berdoa sebelum makan yaa mom ❤⁣⁣
________________________.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
Follow Mama Cira 🌻]⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
________________________.⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣⁣
⁣⁣⁣

  by FB bunda Husnul KhotimahKudapan MPASI Nafisah (1 year 14 days)"PISANG KUKUS PANDAN"Bahan: 🍌 1 setengah buah pisang ...
02/08/2022

by FB bunda Husnul Khotimah

Kudapan MPASI Nafisah (1 year 14 days)

"PISANG KUKUS PANDAN"

Bahan:
🍌 1 setengah buah pisang ukuran sedang
🍌 1 butir telur
🍌 50 ml jus pandan
🍌 2 sdm santan instan + 50 ml air.
🍌 Gula (opsional)
🍌 Seuprit garam.

Cara buat :
🍌 Lumatkan pisang dengan garpu sampai halus.
🍌 Kocok telur dan gula sampai gula larut, kemudian masukkan semua bahan.
🍌 Tuang adonan ke dalam wadah.
🍌 Kukus sekitar 20 menit.
🍌 Sajikan selagi hangat. Dingin juga enak 😊

Ini teksurnya lembut banget bun 😊😊

Mari sambut tahun baru Islam dengan penuh keindahan dan pengharapan apa yang akan terjadi adalah lebih baik dari kemarin...
29/07/2022

Mari sambut tahun baru Islam dengan penuh keindahan dan pengharapan apa yang akan terjadi adalah lebih baik dari kemarin

Selamat Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1443 H / 30 Juli 2022

Selamat Hari Raya Idul Adha bunda semuanya 🤗
10/07/2022

Selamat Hari Raya Idul Adha bunda semuanya 🤗

Hi warga kendal dan sekitarnya🤗Kabar bahagia nih buat ibu yg butuh perlengkapan bayi tapi tetap mau hemat.Sewa aja yukkk...
08/07/2022

Hi warga kendal dan sekitarnya🤗

Kabar bahagia nih buat ibu yg butuh perlengkapan bayi tapi tetap mau hemat.
Sewa aja yukkkk bun.
Daripada beli,kepakai cuma sebentar.
Simpan uangnya buat kebutuhan lain.
Kita sewa saja.
Untuk info sewa perlengkapan bayi bisa dm langsung ke owner .babyrentaltoys
Atau bisa datang langsung ke ⬇️
Jl raya pasar sukodono no23 kendal.
Wa ➡️ 085526001305
Kalau ada rental kenapa harus beli?
Kalau bisa irit kenapa harus boros?
Bener nggak bunda🤗

  .linha - Request 2R , udah lama tdk pernah dibuatin puding , hayuklahh 😘 :🍮Puding Suka-Suka🍮🍮Bahan :- 1 bungkus agar2 ...
30/06/2022

.linha - Request 2R , udah lama tdk pernah dibuatin puding , hayuklahh 😘 :
🍮Puding Suka-Suka🍮
🍮Bahan :
- 1 bungkus agar2 plain
- 2 lembar roti tawar
- 100ml susu cair full cream
- 600ml air
- Santan kara 65ml
- Pewarna makanan (merah , kuning , ungu , biru , pasta pandan)
👩‍🍳Cara buat :
- Potong2 kecil roti tawar , blender roti dengan susu full cream hingga halus
- Campur air , agar2 , dan susu roti (yg sdh diblender) aduk rata
- Bagi adonan jdi 6 bagian beri pewarna setetes (putih , merah, biru , ungu , merah , hijau), kemudian rebus masing2 adonan hingga mendidih
- Siapkan cetakan masukkan warna putih , ungu , biru , kuning , merah , hijau (tuang sedikit2 bergantian warna , boleh pilih warna sesuai selera)
- Jika sdh tidak panas , simpan dalam kulkas
- Sajikan dng penuh cinta 🤗

Nb : boleh dari 8 bulan yahh , pewarna makanan jika ingin diskip boleh , ganti dng buah jika ada (kebetulan saya tdk ada stok buah) 😁.

  dari FB Mommy   Tadi siang bikin snack u/ jaden (24m), bs jg dijadikan menu utama ya mom, bs ditambahkan bahan2 lain, ...
25/06/2022

dari FB Mommy
Tadi siang bikin snack u/ jaden (24m), bs jg dijadikan menu utama ya mom, bs ditambahkan bahan2 lain, tadi cuma pake yang ada di rumah aja 😀

Bahan2 :
- mie telor eko (mie eko) 1 keping
(bisa diganti makaroni, pasta)
- susu UHT greenfield 1 kotak (125ml)
- keju 1 lembar
- telor kuning aja
- bisa tambahkan prohe lain
- bombay & baput
- garam micin lada bubuk secukupnya
- oregano u/ taburan

Cara buat :
- rebus mie telor sampe kekenyalan yg diinginkan (u/ 8+ bs di potong2 dulu)
- tumis baput & bombay smp harum
- mas**an susu 1 kotak, keju 1 lembar, garam, micin, lada secukupna
- didihkan dgn api kecil
- masukkan mie aduk rata
- masukkan kuning telor aduk lagi sampe matang & mengental
- koreksi rasa
- sajikan dan beri taburan oregano (optional)

Selamat mencoba moms 🥰

Repost FB By Mommy Endang P Setiawati 🍓 ice cream sorbet strawberry🍓BAHAN :▪️Strawberry 100gram▪️Uht plain milk 125ml (b...
25/06/2022

Repost FB By Mommy Endang P Setiawati

🍓 ice cream sorbet strawberry🍓

BAHAN :
▪️Strawberry 100gram
▪️Uht plain milk 125ml (bebas merk apa ajh, me : greenfield)
▪️Santan kara cair 35ml
▪️Gula pasir 1sdt
▪️Tepung maizena 1sdm

HTC :
▪️Panaskan santan cair dan tepung maizena hingga mendidih
▪️Mas**an kedalam blender : buah strawberry, gula pasir, uht plain milk, santan yg telah didihkan, tepung maizena lalu blender sampai tercampur rata
▪️Tuang kedalam wadah, bekukan ±5-6jam
▪️Blender lg ice cream yg telah bekuu, lalu bekukan kembali (tujuannya agar es krim menjadi lembut)
▪️Bekukan lagi, lalu sajikan dalam keadaan beku.

NB :
✔️Start 6+ skip tepung maizena
✔️sesuaikan takaran gula sesuai usia
✔️skip yg perlu di skip

Happy MPAsi ✨✨

🦋 *_FSH || 23m+_* 🦋

Repost by FB mommy .linhaRara Abis request ayam geprek , mie goreng , nasi goreng , skarang mau udang 😂 yokk kita olah s...
22/05/2022

Repost by FB mommy .linha

Rara Abis request ayam geprek , mie goreng , nasi goreng , skarang mau udang 😂 yokk kita olah simple aja 🤗 :
🍤Udang Saus Tiram🍤
🍤Bahan :
- Udang secukupnya
- Tomat 1/4
- Bawang bombay
- Daun bawang
- Bawang putih
- Merica bubuk
- Saus tiram
- Air secukupnya
- Margarin
👩‍🍳Cara buat :
- Kupas kulit udang , buang kepalanya lalu cuci bersih
- Panaskan margarin masukkan bawang putih cincang , udang , merica bubuk dan air secukupnya
- Masukkan saus tiram , bawang bombay , potongan tomat aduk rata (tidak usah terlalu lama diolah agar tidak alot)
- Sajikan dipiring dng taburan daun bawang 🤗

Nb : boleh dari 8 bulan yahh 🤗 sesuaikan penggunaan bahan dng usia dede 🤗 .

Address

Semarang
51357

Telephone

+628979169876

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Follow Homemade Bunda posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Follow Homemade Bunda:

Share

Category