12/01/2026
Intensitas hujan tinggi yang terus menerus mengguyur wilayah Bumi Mina Tani memicu bencana besar pada akhir pekan ini. Banjir bandang Pati dilaporkan menerjang sejumlah desa yang tersebar di tujuh kecamatan pada Jumat (9/1/2026) malam, meninggalkan endapan lumpur tebal di permukiman warga.
Tujuh kecamatan yang terdampak parah meliputi Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Gunungwungkal, Margoyoso, Wedarijaksa, Pati Kota, dan Margorejo. Dampak kerusakan yang masif memaksa Bupati Pati, Sudewo, turun langsung meninjau lokasi bencana guna memastikan langkah penanganan darurat berjalan cepat.
Bupati meninjau langsung tiga titik terparah, yakni Desa Sidokerto (Pati Kota), Desa Bulumanis Kidul (Margoyoso), dan Desa Ngurenrejo (Wedarijaksa). Di lokasi, suasana keprihatinan terasa saat warga berupaya membersihkan sisa material banjir.
Dalam tinjauannya, Sudewo mengungkapkan bahwa penyebab utama banjir di wilayah Wedarijaksa dan sekitarnya adalah masalah teknis di aliran sungai. Ia menyoroti adanya sumbatan material alami kiriman dari hulu.
Merespons kondisi tersebut, Pemkab Pati langsung mengambil langkah taktis. Sudewo menegaskan prioritas penanganan meliputi:
* Perbaikan Tanggul: Menutup segera tanggul yang jebol di Ngurenrejo dan Pagerharjo.
* Pembersihan Sungai: Mengangkat material bambu di sepanjang alur sungai hingga ke hulu agar tidak terjadi sumbatan ulang.
Bagaimana menurutmu? Ditunggu komentarnya.
Foto: Adam Naufaldo/Joglo Jateng
Berita selengkapnya baca di www.joglonews.com dan www.joglojateng.com