03/10/2026
*Warung Bu Siti yang Tak Pernah Tutup*
Pagi itu di pinggir jalan Semarang, Bu Siti (68 tahun) sudah duduk sejak jam 4 subuh. Gorengannya masih mengepul, es tehnya masih dingin.
Orang lewat tanya, "Bu, gak capek? Tiap hari buka terus."
Bu Siti cuma senyum. "Capek itu kalau kita ngeluh, Nak."
5 tahun lalu suaminya meninggal. Anak semata wayangnya merantau dan jarang pulang. Warung kecil inilah yang jadi temannya. Dari warung 3 ribu ini dia bisa bayar kontrakan, bisa sedekah jumat, bisa kirim doa tiap malam.
Ada yang merendahkan, "Ngapain sih Bu jualan terus, hasilnya kan sedikit."
Bu Siti jawab pelan, "Sedikit tapi halal, Nak. Ibu gak mau jadi beban siapa-siapa. Selagi tangan ini masih bisa menggoreng, Ibu akan terus buka."
Hari ini warung Bu Siti sepi, tapi senyumnya tetap sama. Karena baginya, rezeki bukan cuma soal laris, tapi soal masih diberi kesempatan untuk berjuang.
*Pelajaran hidup dari Bu Siti:*
1. Jangan malu dengan usaha kecilmu
2. Jangan menunggu kasihan orang lain
3. Tetaplah buka, meski dunia kadang tutup untukmu
Pernah ketemu orang seperti Bu Siti?
Tulis "Sehat selalu Bu Siti" di komen ya, semoga doa kita sampai ke beliau. 🙏