26/12/2025
Rezeki Jangan Dicari
Sudah dibaca oleh 8600 orang Posting Komentar
Kenapa ada orang yang hidupnya terasa berat? Seret. Selalu kekurangan. Seolah rezeki menghindarinya, enggan mendekat. Padahal sudah diusahakan dengan segala daya dan upaya?
Jika ditanya apa sebabnya, kemungkinan yang bersangkutan juga tidak tahu. Secara kasat mata, seluruh prasyarat untuk hidup berkecukupan sudah ada. Pekerjaan yang ok, pendidikan yang lumayan, atau semangat kerja yang kuat. Praktis, tidak ada alasan ia tidak hidup berkecukupan.
Tapi kenyataan beda dengan harapan. Hidupnya masih terasa sempit.
Bisa jadi ini sebabnya: Tuhan sedang menahan rezekinya. Bukan karena tak ada jatah, tapi karena ada penghalang.
Penghalang??? Ya betul, penghalang.
Semacam sekat antara alokasi rezeki dengan diri kita. Sekat ini muncul akibat tingkah laku kita. Tingkah laku yang mengundang dosa, yang kita ulang-ulang, tanpa ada niat sungguh-sungguh untuk berhenti.
Bentuknya bisa berupa rasa sombong, zina, durhaka ke orang tua, zalim ke sesama, iri hati, dengki, atau dosa-dosa lainnya. Dosa ini menumpuk, mengeras, lalu menutup aliran rezeki.
Seperti batu besar yang menghalangi aliran sungai. Selama batu itu tidak disingkirkan, air tidak akan pernah mengalir ke hilir. Jika batu penghalang diangkat, air akan mengalir lancar. Membasahi tanah yang sebelumnya gersang. Menyuburkan tetumbuhan. Memakmurkan kampung yang dilewatinya.
Begitu p**a dengan rezeki.
Saat penghalangnya dibersihkan, aliran rezeki akan mulai terasa. Pintu yang tadinya rapat mulai terbuka. Peluang yang dulu tidak terlihat, tiba-tiba hadir entah dari mana datangnya.
Lalu muncul pertanyaan, kalau rezeki sudah dialokasikan, apa gunanya usaha?
Usaha itu bukan untuk "mencari" rezeki, tapi โalasanโ agar rezeki sampai ke kita. Rezeki tidak jatuh dari langit langsung berupa segepok uang yang melayang lalu mendarat manis di meja. Tidak.
Tuhan sering menurunkan rezeki lewat cara yang diterima akal. Lewat alur yang natural. Ada yang lewat ilham, misal tiba-tiba kepikiran ide jualan donat.
Lalu muncul kebetulan, misal ada saudara yang tiba-tiba mau modalin. Diikuti momen tak terduga, misal merek donat itu mendadak viral di media sosial.
Biasanya, kebetulan itu tidak datang sendirian. Datang bertubi-tubi. Setelah satu kebetulan, muncul kebetulan lainnya. Sambung-menyambung dari arah yang tidak disangka, pada waktu yang tidak diduga.
Jika diri kita sudah bersih dari penghalang, Tuhan akan membuat kita lebih peka menangkap ilham. Membuat kita lebih sigap melihat peluang. Membuat kita lebih mudah dipertemukan dengan orang yang tepat. Membuat kita bangkit dari kemalasan. Dan hal-hal yang dulu rasanya mustahil, tiba-tiba terasa mengalir plong tanpa hambatan.
Setelahnya, jangan lupa bersyukur. Karena syukur adalah magnet yang mengundang rezeki berikutnya, dan berikutnya, dan berikutnya.
Jika hidup terasa berat hari ini, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa rezeki kita memang segini adanya. Bisa jadi rezeki kita yang luas sedang menunggu di balik sekat. Bersihkan hati, benahi langkah, dan biarkan Tuhan mengarahkan kita.
Rezeki tidak perlu dikejar mati-matian. Cukup bersihkan penghalangnya, maka rezeki akan turun seperti curahan hujan lebat di tengah kemarau panjang.