Ompram Berbagi

Ompram Berbagi All photos and reels on this account are created using AI. AI Visual Innovation And Creativity
Innovative Digital Experiments
Unique Digital Experiences

Mengapa Pecel Madiun Menggunakan Sambal Kacang Hangat? Rahasianya Ada Pada Aroma Daun Jeruk dan Kencur SegarPecel Madiun...
27/07/2026

Mengapa Pecel Madiun Menggunakan Sambal Kacang Hangat? Rahasianya Ada Pada Aroma Daun Jeruk dan Kencur Segar

Pecel Madiun merupakan salah satu kuliner tradisional paling terkenal dari Kota Madiun, Jawa Timur. Hidangan ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat sejak lama karena memadukan aneka sayuran segar dengan sambal kacang yang kaya rempah, menciptakan rasa yang sederhana tetapi sangat khas.

Bahan utama Pecel Madiun terdiri dari bayam, kacang panjang, tauge, kol, daun singkong, bunga turi atau jantung pisang, serta nasi putih. Semua sayuran direbus sebentar agar tetap segar, kemudian disiram sambal kacang yang dibuat dari kacang tanah sangrai, gula merah, bawang putih, cabai, asam jawa, daun jeruk, dan kencur.

Keistimewaan Pecel Madiun terletak pada sambal kacang yang disajikan hangat. Saat masih hangat, aroma daun jeruk dan kencur menjadi lebih kuat sehingga menyatu sempurna dengan kacang sangrai. Perpaduan inilah yang memberikan cita rasa gurih, manis, pedas, dan segar dalam setiap suapan.

Di Madiun, Pecel sering dinikmati sebagai menu sarapan maupun makan siang. Hidangan ini biasanya dilengkapi dengan rempeyek kacang, tempe goreng, tahu goreng, atau telur sehingga menjadi sajian yang sederhana namun mengenyangkan.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Jawa Timur yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh lima chef Indonesia memanggang kacang tanah dalam wajan besi raksasa berdiameter hampir tiga meter, lalu menumbuknya bersama kencur, daun jeruk, dan cabai menggunakan lesung batu raksasa. Di sisi lain, gunungan sayuran segar direbus secara serempak sebelum ditata di atas nampan kayu berdiameter hampir satu meter. Ketika sambal kacang hangat disiramkan perlahan di atas sayuran warna-warni, aroma kacang sangrai dan rempah langsung memenuhi seluruh restoran. Para pengunjung bertepuk tangan sambil merekam momen penyajian yang begitu memukau.

Pecel Madiun membuktikan bahwa hidangan berbahan sayuran pun mampu menjadi ikon kuliner yang luar biasa ketika dipadukan dengan bumbu yang tepat. Warisan kuliner ini terus bertahan dari generasi ke generasi dan menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Jawa Timur.

Kalau Anda menikmati Pecel Madiun jumbo ini, Anda lebih s**a menambahkan rempeyek kacang, tempe goreng, tahu goreng, atau telur rebus sebagai pelengkap? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿฅ—๐Ÿ˜‹

26/07/2026

Mega bow

Mengapa Nasi Uduk Dimasak Dengan Santan? Rahasianya Ada Pada Aroma Gurih yang Meresap Hingga Ke Setiap Butir NasiNasi Ud...
26/07/2026

Mengapa Nasi Uduk Dimasak Dengan Santan? Rahasianya Ada Pada Aroma Gurih yang Meresap Hingga Ke Setiap Butir Nasi

Nasi Uduk merupakan salah satu makanan tradisional khas Betawi, Jakarta, yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Hidangan ini sering dinikmati sebagai menu sarapan karena aromanya yang harum, rasanya yang gurih, serta dapat dipadukan dengan berbagai lauk pilihan.

Bahan utama Nasi Uduk adalah beras yang dimasak menggunakan santan, kemudian diberi tambahan daun pandan, serai, daun salam, dan lengkuas. Setelah setengah matang, nasi dikukus hingga seluruh aroma rempah meresap ke setiap butir nasi sehingga menghasilkan tekstur yang pulen dan harum.

Keistimewaan Nasi Uduk terletak pada penggunaan santan sebagai pengganti air biasa saat memasak nasi. Santan memberikan rasa gurih alami sekaligus membuat aroma rempah seperti pandan dan serai lebih mudah menyatu dengan nasi. Karena itulah, Nasi Uduk tetap lezat meskipun hanya disantap dengan lauk sederhana.

Di Jakarta, Nasi Uduk biasanya disajikan bersama ayam goreng, tempe, tahu, telur, sambal kacang, emping, bawang goreng, dan lalapan. Kombinasi lauk yang beragam membuat setiap orang dapat menikmati hidangan ini sesuai selera masing-masing.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Betawi yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh lima chef Indonesia memasak nasi menggunakan ketel uap raksasa berdiameter hampir tiga meter dengan santan segar dan rempah-rempah pilihan. Di sisi lain, ayam goreng, tempe, tahu, dan emping disiapkan secara serempak hingga memenuhi meja penyajian sepanjang puluhan meter. Ketika nasi yang masih mengepul disusun di atas nampan bambu berdiameter hampir satu meter lalu dihiasi lauk dalam jumlah melimpah, aroma santan, pandan, dan bawang goreng langsung memenuhi seluruh restoran. Para pengunjung berdiri sambil mengabadikan momen penyajian yang begitu megah.

Nasi Uduk menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak hanya berasal dari lauk yang berlimpah, tetapi juga dari cara sederhana mengolah nasi menjadi hidangan yang penuh cita rasa. Tradisi memasak dengan santan dan rempah ini terus diwariskan dari generasi ke generasi hingga menjadi salah satu ikon kuliner Betawi yang dikenal di seluruh Nusantara.

Kalau Anda menikmati Nasi Uduk jumbo ini, lauk apa yang paling pertama Anda pilih: ayam goreng, telur, tempe, tahu, atau emping yang renyah? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ›๐Ÿ˜‹

Mengapa Lontong Balap Memakai Tauge Melimpah? Rahasianya Ada Pada Perpaduan Tekstur Renyah dan Kuah Gurih Khas SurabayaL...
26/07/2026

Mengapa Lontong Balap Memakai Tauge Melimpah? Rahasianya Ada Pada Perpaduan Tekstur Renyah dan Kuah Gurih Khas Surabaya

Lontong Balap merupakan salah satu kuliner legendaris khas Kota Surabaya, Jawa Timur. Nama "Balap" dipercaya berasal dari kebiasaan para penjual pada masa lalu yang berjalan sangat cepat, bahkan seperti berlomba, saat memikul dagangan mereka untuk segera sampai ke pasar atau pusat keramaian.

Bahan utama Lontong Balap terdiri dari lontong, tauge segar, lentho yang terbuat dari kacang tolo, tahu goreng, kuah kaldu bening, bawang goreng, daun seledri, kecap manis, sambal, dan kerupuk udang. Perpaduan bahan-bahan sederhana ini menghasilkan cita rasa gurih yang khas dengan tekstur yang sangat beragam.

Keistimewaan Lontong Balap terletak pada penggunaan tauge dalam jumlah melimpah. Tauge hanya direbus sebentar agar tetap renyah, sehingga memberikan sensasi segar saat dipadukan dengan kuah hangat, lontong yang lembut, dan lentho yang gurih di setiap suapan.

Di Surabaya, Lontong Balap sering dinikmati sebagai menu sarapan maupun makan siang. Kehadiran lentho menjadi ciri pembeda yang membuat hidangan ini tidak mudah ditemukan dalam sajian lontong khas daerah lain di Indonesia.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Surabaya yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh empat chef Indonesia menyajikan Lontong Balap menggunakan ketel kuah raksasa berdiameter hampir tiga meter dan mengolah gunungan tauge segar yang memenuhi meja persiapan sepanjang puluhan meter. Lentho jumbo digoreng hingga berwarna keemasan sebelum disusun bersama lontong raksasa di dalam mangkuk porselen berdiameter hampir satu meter. Saat kuah panas disiramkan, kepulan uap harum memenuhi restoran dan para pengunjung langsung mengabadikan momen tersebut karena tampilannya begitu mengesankan.

Lontong Balap membuktikan bahwa hidangan tradisional tidak memerlukan bahan yang mahal untuk menjadi istimewa. Kombinasi tauge yang renyah, kuah gurih yang hangat, lontong yang lembut, dan lentho yang kaya rasa telah menjadikannya salah satu ikon kuliner Surabaya yang tetap dicintai hingga sekarang.

Kalau Anda menikmati Lontong Balap jumbo ini, Anda lebih s**a menambahkan sambal pedas, kecap manis lebih banyak, atau menikmati rasa asli kuahnya? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿฅฃ๐Ÿ˜‹

Mengapa Mie Aceh Dimasak Dengan Api Besar? Rahasianya Ada Pada Aroma Rempah yang Langsung Keluar Saat DitumisMie Aceh me...
26/07/2026

Mengapa Mie Aceh Dimasak Dengan Api Besar? Rahasianya Ada Pada Aroma Rempah yang Langsung Keluar Saat Ditumis

Mie Aceh merupakan salah satu kuliner paling terkenal dari Provinsi Aceh, terutama berkembang di Banda Aceh dan berbagai kota pesisir. Hidangan ini mencerminkan sejarah panjang Aceh sebagai pusat perdagangan internasasional yang mempertemukan budaya Nusantara, Timur Tengah, India, dan Tiongkok, sehingga menghasilkan perpaduan rempah yang sangat khas.

Bahan utama Mie Aceh adalah mi kuning tebal, bawang merah, bawang putih, cabai merah, jintan, adas, kapulaga, kayu manis, cengkih, kunyit, ketumbar, serta pilihan isian seperti daging sapi, udang, kepiting, atau cumi-cumi. Semua bahan dimasak bersama di dalam wajan panas hingga bumbu benar-benar menyelimuti setiap helai mi.

Keistimewaan Mie Aceh terletak pada teknik memasaknya menggunakan api yang sangat besar. Panas tinggi membuat rempah-rempah cepat mengeluarkan aroma, sementara mi tetap kenyal dan menghasilkan cita rasa khas yang sering disebut memiliki sentuhan wok hei, yaitu aroma harum hasil proses memasak di atas api besar.

Di Aceh, Mie Aceh tersedia dalam beberapa variasi, seperti Mie Aceh Goreng, Mie Aceh Tumis, dan Mie Aceh Kuah. Masing-masing memiliki karakter yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan kekayaan rempah yang menjadi identitas utama hidangan ini.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Aceh yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh lima chef Indonesia memasak Mie Aceh secara serempak menggunakan wajan besi raksasa berdiameter hampir tiga meter di atas bara arang yang menyala terang. Mi kuning diterbangkan tinggi ke udara dengan spatula baja raksasa, sementara udang jumbo, daging sapi premium, dan cumi-cumi dimasukkan tepat pada saat bumbu mencapai aroma terbaiknya. Kepulan uap rempah memenuhi seluruh restoran dan para pengunjung serentak mengangkat ponsel mereka ketika mi raksasa disajikan di atas nampan kuningan berdiameter hampir satu meter.

Mie Aceh membuktikan bahwa perpaduan rempah berkualitas, teknik memasak dengan api besar, dan ketepatan waktu saat menumis mampu menghasilkan hidangan yang kaya rasa sekaligus menjadi salah satu ikon kuliner Nusantara yang dikenal hingga mancanegara.

Kalau Anda menikmati Mie Aceh jumbo ini, Anda lebih memilih versi goreng, tumis, atau kuah yang paling menggugah selera? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿœ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜‹

25/07/2026

Bakso Time

Mengapa Sate Maranggi Tidak Memerlukan Bumbu Kacang? Rahasianya Ada Pada Marinasi Rempah dan KecapSate Maranggi merupaka...
25/07/2026

Mengapa Sate Maranggi Tidak Memerlukan Bumbu Kacang? Rahasianya Ada Pada Marinasi Rempah dan Kecap

Sate Maranggi merupakan kuliner khas Purwakarta dan Cianjur, Jawa Barat, yang telah dikenal sejak abad ke-19. Berbeda dengan banyak jenis sate lainnya di Indonesia, Sate Maranggi memiliki cita rasa khas yang berasal dari proses marinasi daging sebelum dibakar, sehingga tidak bergantung pada saus kacang sebagai pelengkap.

Bahan utamanya adalah daging sapi segar yang dipotong cukup besar, kemudian direndam menggunakan campuran bawang putih, ketumbar, jahe, lengkuas, gula aren, asam jawa, kecap manis, dan berbagai rempah khas Sunda. Setelah bumbu meresap selama beberapa jam, daging ditusuk menggunakan bambu lalu dipanggang di atas bara arang hingga menghasilkan aroma asap yang khas.

Keistimewaan Sate Maranggi terletak pada proses marinasi yang membuat bumbu meresap hingga ke bagian dalam daging. Saat dipanggang, gula aren dan kecap membentuk lapisan karamel alami yang memberikan warna cokelat mengilap serta rasa manis-gurih yang seimbang. Karena itulah, Sate Maranggi tetap lezat meskipun hanya disantap bersama sambal tomat, irisan bawang merah, cabai rawit, dan ketan bakar.

Di Purwakarta, Sate Maranggi menjadi salah satu ikon kuliner yang selalu dicari wisatawan. Aroma daging yang dipanggang di atas bara arang menjadi ciri khas yang langsung menggugah selera bahkan sebelum hidangan disajikan.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Sunda yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh empat chef Indonesia memanggang ribuan tusuk Sate Maranggi raksasa di atas pemanggang arang sepanjang tiga puluh meter. Bara tempurung kelapa menyala merah, sementara lelehan bumbu marinasi menetes ke atas arang dan menghasilkan kepulan asap harum yang memenuhi seluruh restoran. Setelah matang, sate-sate jumbo ditata di atas nampan kayu berdiameter hampir satu meter bersama ketan bakar, sambal tomat segar, dan irisan bawang merah. Para pengunjung langsung mengangkat ponsel mereka untuk merekam momen ketika aroma daging bakar memenuhi udara.

Sate Maranggi membuktikan bahwa rahasia kelezatan tidak selalu berasal dari saus pendamping, tetapi juga dari kesabaran dalam merendam daging dengan rempah-rempah pilihan. Tradisi ini terus diwariskan hingga sekarang dan menjadi salah satu kebanggaan kuliner Jawa Barat.

Kalau Anda menikmati Sate Maranggi jumbo ini, Anda lebih memilih menikmatinya bersama ketan bakar, nasi hangat, atau langsung disantap tanpa tambahan apa pun? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿฅฉ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ˜‹

Mengapa Soto Kudus Disajikan Dalam Mangkuk Kecil? Rahasianya Berasal Dari Tradisi Dagang Kota KudusSoto Kudus merupakan ...
24/07/2026

Mengapa Soto Kudus Disajikan Dalam Mangkuk Kecil? Rahasianya Berasal Dari Tradisi Dagang Kota Kudus

Soto Kudus merupakan kuliner khas Kota Kudus, Jawa Tengah, yang telah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Hidangan ini berkembang di kota perdagangan yang ramai, sehingga dibuat praktis dan mudah disantap oleh para pedagang maupun pelancong yang singgah di kawasan tersebut.

Bahan utama Soto Kudus terdiri dari ayam kampung, kaldu bening, bawang putih, ketumbar, jahe, merica, daun bawang, seledri, tauge, telur rebus, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis. Kuahnya terlihat sederhana, tetapi memiliki rasa gurih yang berasal dari proses perebusan ayam dan rempah dalam waktu yang cukup lama.

Keunikan Soto Kudus adalah tradisi penyajiannya menggunakan mangkuk berukuran kecil. Dahulu, ukuran ini memudahkan para pelanggan menikmati soto dengan cepat, sekaligus memberi kesempatan untuk menambah porsi atau mencoba lauk pendamping seperti sate kerang, sate telur puyuh, maupun sate usus.

Di Kudus, semangkuk Soto Kudus hangat sering dinikmati sejak pagi hari. Perpaduan kuah bening yang harum, ayam yang lembut, tauge yang segar, dan taburan bawang goreng menjadikan hidangan ini terasa ringan tetapi tetap mengenyangkan.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Jawa Tengah yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh dua chef Indonesia memasak kaldu ayam di dalam ketel raksasa berdiameter hampir tiga meter sambil menyiapkan ribuan porsi pelengkap secara serempak. Saat kuah bening yang masih mengepul dituangkan ke dalam mangkuk porselen jumbo, aroma bawang putih, seledri, dan kaldu ayam langsung memenuhi ruangan. Para pengunjung bertepuk tangan ketika sate-sate yang baru matang dari bara arang ikut disajikan berdampingan dengan Soto Kudus raksasa tersebut.

Soto Kudus membuktikan bahwa kelezatan tidak selalu berasal dari kuah yang pekat atau bumbu yang berlebihan. Justru kesederhanaan, keseimbangan rempah, dan teknik memasak yang telaten menjadikan hidangan ini tetap dicintai lintas generasi sebagai salah satu warisan kuliner terbaik Indonesia.

Kalau Anda menikmati Soto Kudus jumbo ini, lauk pendamping apa yang paling ingin Anda tambahkan: sate telur puyuh, sate usus, sate kerang, atau cukup kerupuk dan jeruk nipis? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿฒ๐Ÿ˜‹

Mengapa Nasi Krawu Selalu Disajikan Dengan Serundeng? Rahasianya Ada Pada Perpaduan Gurih dan Pedas Khas GresikNasi Kraw...
24/07/2026

Mengapa Nasi Krawu Selalu Disajikan Dengan Serundeng? Rahasianya Ada Pada Perpaduan Gurih dan Pedas Khas Gresik

Nasi Krawu merupakan makanan tradisional khas Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang telah dikenal sejak lama sebagai salah satu hidangan favorit masyarakat pesisir utara Pulau Jawa. Nama "Krawu" berasal dari bahasa Jawa yang berarti mengambil atau menyendok dengan tangan, mengacu pada cara tradisional saat menyiapkan dan menyajikan lauk di atas nasi.

Bahan utama Nasi Krawu terdiri dari nasi putih hangat, daging sapi suwir yang dimasak perlahan, semur daging, jeroan sapi, sambal merah, dan serundeng, yaitu kelapa parut yang disangrai bersama berbagai rempah hingga berwarna keemasan. Seluruh komponen disajikan di atas alas daun pisang yang menambah aroma alami pada hidangan.

Keunikan Nasi Krawu terletak pada serundeng gurih yang menjadi ciri khasnya. Kelapa parut disangrai bersama ketumbar, bawang putih, gula merah, dan bumbu lainnya hingga menghasilkan tekstur renyah dengan aroma harum. Saat dipadukan dengan daging sapi yang lembut dan sambal pedas, setiap suapan menghadirkan kombinasi rasa gurih, manis, dan pedas yang seimbang.

Di Gresik, Nasi Krawu sering menjadi pilihan untuk sarapan maupun makan siang. Meskipun tampilannya sederhana, proses memasak daging dan membuat serundeng membutuhkan ketelitian agar rasa setiap komponennya benar-benar menyatu.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Jawa Timur yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh tiga chef Indonesia memasak daging sapi di dalam belanga tembaga raksasa berdiameter hampir tiga meter, sementara di sisi lain kelapa parut disangrai dalam wajan besar hingga berubah menjadi serundeng keemasan yang harum. Ketika daging suwir ditata mengelilingi nasi putih jumbo dan ditaburi serundeng dalam jumlah melimpah, aroma kelapa sangrai dan rempah langsung memenuhi seluruh ruangan. Para pengunjung bertepuk tangan sambil merekam proses penyajian yang begitu memikat.

Perpaduan nasi hangat, daging sapi yang empuk, serundeng yang renyah, dan sambal merah yang menggugah selera menjadikan Nasi Krawu sebagai salah satu warisan kuliner khas Gresik yang patut dibanggakan. Hidangan ini membuktikan bahwa kesederhanaan bahan dapat menghasilkan cita rasa luar biasa ketika dipadukan dengan teknik memasak tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kalau Anda menikmati Nasi Krawu jumbo ini, apakah Anda akan menambah serundeng lebih banyak, sambal yang lebih pedas, atau keduanya sekaligus? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ›๐Ÿ˜‹

Mengapa Coto Makassar Menggunakan Lebih Dari 30 Rempah? Rahasianya Ada Pada Kaldu yang Dimasak SemalamanCoto Makassar me...
24/07/2026

Mengapa Coto Makassar Menggunakan Lebih Dari 30 Rempah? Rahasianya Ada Pada Kaldu yang Dimasak Semalaman

Coto Makassar merupakan kuliner legendaris dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang telah dikenal sejak masa Kerajaan Gowa pada abad ke-16. Hidangan ini awalnya disajikan sebagai makanan istimewa dalam berbagai acara adat, kemudian berkembang menjadi salah satu ikon kuliner Indonesia yang terkenal hingga mancanegara.

Bahan utama Coto Makassar adalah daging sapi, jeroan sapi, kaldu tulang, serta bumbu yang sangat kaya. Rempah-rempah seperti ketumbar, jintan, lengkuas, serai, pala, kayu manis, cengkih, bawang merah, bawang putih, dan kacang tanah sangrai dihaluskan menjadi bumbu yang menghasilkan kuah kental dengan cita rasa gurih yang khas.

Keunikan Coto Makassar terletak pada proses memasak kaldu dalam waktu yang sangat lama sehingga sari tulang dan daging menyatu dengan rempah-rempah. Kacang tanah sangrai yang dihaluskan memberikan tekstur kuah yang lebih kental dan aroma yang berbeda dari hidangan berkuah lainnya di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, Coto Makassar hampir selalu disantap bersama burasa atau ketupat. Burasa merupakan olahan beras yang dimasak menggunakan santan lalu dibungkus daun pisang sehingga menghasilkan rasa gurih yang sangat cocok dipadukan dengan kuah Coto yang kaya rempah.

Namun restoran yang saya kunjungi hari ini menghadirkan pertunjukan kuliner Sulawesi yang benar-benar spektakuler.

Sebanyak empat puluh lima chef Indonesia memasak kaldu sapi di dalam belanga tembaga berdiameter hampir tiga setengah meter selama berjam-jam. Di sisi lain, rempah-rempah dan kacang tanah sangrai digiling menggunakan lesung batu raksasa sebelum dimasukkan ke dalam kaldu yang mendidih. Ketika kuah keemasan disiramkan ke atas potongan daging sapi jumbo dan burasa hangat, aroma rempah memenuhi seluruh ruangan. Para pengunjung serentak berdiri untuk mengabadikan momen ketika uap harum mengepul dari mangkuk-mangkuk raksasa tersebut.

Perpaduan kaldu yang dimasak perlahan, rempah Nusantara yang melimpah, dan teknik memasak yang diwariskan turun-temurun menjadikan Coto Makassar sebagai salah satu bukti kekayaan kuliner Indonesia. Setiap sendok menghadirkan rasa gurih yang dalam sekaligus memperlihatkan betapa kayanya tradisi memasak di Nusantara.

Kalau Anda menikmati semangkuk Coto Makassar jumbo ini, Anda lebih memilih menyantapnya bersama burasa, ketupat, atau nasi putih hangat? ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿฅฃ๐Ÿ˜‹

Address

Serang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ompram Berbagi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share