03/10/2019
SERANG (FN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara berturut-turut menggelar dua rangkaian Anyer Krakatau Culture Festival di Pantai Anyer. Yakni Lomba Mancing Selat Sunda yang dilaksanakan Sabtu (31/8/2019), dan Color Fun Run 10K, Minggu, (1/9/2019).
Dua kegiatan tersebut tidak lain adalah untuk terus membangkitkan wisata Pantai Anyer dan Cinangka pasca tsunami dan gempa yang terjadi di Selat Sunda. Juga terus menggerakan ekonomi masyarakat di Kecamatan Anyer dan Cinangka.
“Kami sangat sedih dengan kondisi objek wisata pasca tsunami dan gempa Selat Sunda. Tetapi kita harus bangkit, kita harus kembalikan kejayaan Pantai dan harus kembali mendunia. Jangan putus asa, dengan kebersamaan kita pasti bisa,” Tegas Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat memberikan sambutan pada acara Color Fun Run.
Menurut Tatu, untuk membangkitkan wisata Pantai Anyer dan Cinangka, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat hingga Pemkab Serang. Perlu dukungan dan upaya dari para pelaku wisata pantai, terutama para pedagang dan pemilik hotel.
Setidaknya, tiga hal yang perlu dilakukan sebagai prasyarat, yakni kebersihan, keamanan, dan keramahan. “Para pedagang dan masyarakat harus sadar betul, tujuan wisata akan dipilih jika ada kebersihan. Anyer dan Cinangka Harus dijaga kebersihannya, agar terlihat asri.,” ujar Tatu.
Tidak kalah penting, menurut Tatu, tamu atau wisatawan harus merasa nyaman dan aman ketika di Anyer. “Kemudian kita tunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Serang penuh keramahan. Jika tiga hal itu tidak dimiliki, jangan harap Anyer dan Cinangka bisa menjadi tujuan wisata. Sebab saat ini, persaingan objek wisata begitu ketat,” ujarnya.
Pada Lomba Mancing Selat Sunda, sekira 270 angler turut berkompetisi dengan kategori hobi dan nelayan. Mereka berasal dari berbagai Kabupaten Kota di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga dari Sumatera Barat. Mereka mengambil spot mancing di perairan Pulau Sangiang.
Sementara pada Color Fun Run tidak kalah meriah. Se