Samsul Hidayat Indonesia

Samsul Hidayat Indonesia Konten Edukasi dan Motivasi Ketua Umum PBCI

15/09/2026

Konsekuensi yang harus diterima Indonesia hasil dari Konfrensi Meja Bundar ( KMB) tahun 1949.

Berikut adalah daftar 7 negara bagian utama dalam Republik Indonesia Serikat (RIS):

1. Negara Republik Indonesia: Beribu kota di Yogyakarta.
2. Negara Indonesia Timur (NIT): Beribu kota di Makassar.
3. Negara Pasundan: Beribu kota di Bandung.
4. Negara Jawa Timur: Beribu kota di Surabaya.
5. Negara Madura: Beribu kota di Pamekasan.
6. Negara Sumatera Timur: Beribu kota di Medan.
7. Negara Sumatera Selatan: Beribu kota di Palembang.

Selain 7 negara bagian tersebut, RIS juga mencakup beberapa satuan kenegaraan mandiri seperti Jawa Tengah, Bangka, Belitung, Riau, Kalimantan Barat, Dayak Besar, Banjar, Kalimantan Tenggara, dan Kalimantan Timur.

14/09/2026

Alam Pangalengan,Bandung
Pengalengan kabupaten Bandung, Jawa Barat, berawal dari kawasan perkebunan teh kolonial sejak tahun 1800-an.

Nama Pangalengan berasal dari kata Sunda "galengan", yang berarti pematang sawah atau pembatas lahan.

Ada juga yang menyebut nama ini berasal dari aktivitas warga yang dulu ahli membuat kaleng atau tempat pengolahan/pengalengan hasil bumi

13/09/2026

Rumah Pengabdi Setan

Rumah ini berada di kawasan Perkebunan Teh Kertamanah, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Bangunan ini merupakan rumah dinas peninggalan era kolonial Belanda dari awal abad ke-20 yang pernah dipakai oleh pengawas perkebunan teh.

Tempat ini terkenal sebagai lokasi syuting film horor ikonik Pengabdi Setan (2017) garapan Joko Anwar.

13/09/2026

House of Bosscha

Rumah yang dibangun pada tahun 1896 oleh seorang pengusaha sukses yang bernama K.A.R Bosscha. Putra Belanda berdarah Jerman yang peduli terhadap kesejahteraan rakyat Pribumi. Bosscha membuka lahan perkebunan teh di Pangalengan Bandung sekitar 2000 hektar.

Satu-Satunya Orang Indonesia Yang Jadi Presiden DJB & Gubernur Pertama Bank IndonesiaSjafruddin Prawiranegara adalah ora...
12/09/2026

Satu-Satunya Orang Indonesia
Yang Jadi Presiden DJB & Gubernur Pertama
Bank Indonesia

Sjafruddin Prawiranegara adalah orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang menjadi Presiden De Javasche Bank (DJB) di masa-masa akhir (1951-1953).
Ia p**a yang sekaligus menduduki jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) pertama (1953-1958) sebagai hasil dari nasionalisasi DJB.

Sebelumnya, posisi nomor satu di DJB (1828 โ€“ 1951) selalu dijabat oleh orang berkebangsaan Belanda. Salah satu yang menonjol di masa kepemimpinannya adalah keteguhannya dalam menjalankan fungsi utama bank sentral sebagai penjaga stabilitas nilai rupiah serta pengelola moneter

Lahir di Serang Banten pada tanggal 28 Februari 1911.

Sungguh Aneh Republik Indonesia ini... Fakta Sejarah Ketika Republik Indonesia Saat itu keok (kalah) dalam Konfrensi Mej...
12/09/2026

Sungguh Aneh Republik Indonesia ini...

Fakta Sejarah

Ketika Republik Indonesia Saat itu keok (kalah) dalam Konfrensi Meja Bundar (KMB) pada tanggal 23 Agustus hingga 2 November 1949. Hasil Keputusan KMB salah satu poin utamanya adalah:

"Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat".
Adapun negara-negara yang menjadi bagian dari RIS adalah:

1. Negara Republik Indonesia (ibu kota Yogyakarta)
2. Negara Indonesia Timur (ibu kota Makassar)
3. Negara Pasundan (ibu kota Bandung)
4. Negara Jawa Timur (ibu kota Surabaya)
5. Negara Madura (ibu kota Pamekasan)
6. Negara Sumatera Timur
7. Negara Sumatera Selatan

Catatan Besar
Presiden Republik Indonesia saat itu yang diangkat adalah Mr. Assaat, beliau menjabat Presiden Republik Indonesia dari tanggal 27 Desember 1949 sampai dengan 15 Agustus 1950.

Maka sangat aneh besar, ketika Nama Mr. Assaat tidak dicatat dan tidak masuk urutan sebagai Presiden Republik Indonesia.

Asli Wong Serang Banten kih... ๐Ÿ’•๐Ÿ† Doktor Pertama di Nusantara๐Ÿ† Pendiri Pertama Fakultas Ilmu Pertanian di Nusantara ๐Ÿ† Pr...
11/09/2026

Asli Wong Serang Banten kih... ๐Ÿ’•

๐Ÿ† Doktor Pertama di Nusantara
๐Ÿ† Pendiri Pertama Fakultas Ilmu Pertanian di Nusantara
๐Ÿ† Profesor Pertama di Nusantara.

Hoesein Djajadiningrat atau yang lebih dikenal dengan nama Hoesein Djajadiningrat merupakan salah satu tokoh termasyhur dalam sejarah Indonesia. Ia lahir pada tanggal 8 Desember 1886 di Kramat Watu, sebuah distrik yang terletak di antara Serang dan Cilegon, Karasidenan Banten.

Hoesein Djajadiningrat akhirnya berhasil menuntaskan studi kesarjanaannya pada 1910 dengan predikat cumlaude di Universitas Leiden, Belanda.

Berkat hasil ujian yang cemerlang inilah Hoesein Djajadiningrat mendapatkan dukungan penuh dari para dosen untuk melanjutkan studinya ke jenjang doktoral. Hoesein Djajadiningrat sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul Critische Beshowing van de Sedjarah Banten (Tinjauan Kritis Terhadap Sejarah Banten) di hadapan para anggota penguji di bawah pimpinan Rektor Universitas Leiden, Dr. B.D. Eedmans pada hari Sabtu, 3 Mei 1913 pukul 16.00.

Kesuksesan Hoesein dalam mempertahankan disertasinya tersebut menobatkan dirinya sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar doktor dan meletakkan tonggak sejarah penting bagi kemajuan ilmu di kalangan bangsa Indonesia.

Kariernya di tanah air dimulai dengan bekerja pada jawatan bahasa. Pada 1916, ia diangkat menjadi Komisaris Negara untuk Urusan Bumiputera dan mendapatkan tugas untuk urusan Islam. Pada 1920, Hoesein Djajadiningrat menjabat sebagai Ajunct-Adviseur untuk Urusan Bumiputera bersama dengan B.J.O. Schrieke di bawah pimpinan R.A. Kern sebagai kepala. Empat tahun setelahnya pada tahun 1924, ia menanggalkan jabatannya karena diangkat menjadi Guru Besar Rechts Hoogeschool (Sekolah Hakim Tinggi) di Jakarta.

Hal ini juga menandakan bahwa Hoesein Djajadiningrat merupakan professor pertama bangsa Indonesia.

Pada tahun 1941 salah satu gagasan besarnya yang berpengaruh besar terhadap sejarah perkembangan pendidikan di Indonesia terlihat saat dirinya menginisiasi pendirian Landbouwkundige Faculteit (Fakultas Ilmu Pengetahuan Pertanian) di Bogor.

09/09/2026

Saksi Bisu Bahwa Kesultanan Banten dan Masyarakat Banten sangat toleran...

Iinilah 2 Presiden Indonesia yang tidak dicatat dan tidak diakui oleh Pemerintah RI, beliau adalah;Pertama: Syafruddin P...
08/09/2026

Iinilah 2 Presiden Indonesia yang tidak dicatat dan tidak diakui oleh Pemerintah RI, beliau adalah;

Pertama: Syafruddin Prawiranegara. (Gambar Sebelah kiri)
Kedua: Mr. Assaat (gambar sebelah kanan).

Syafruddin Prawiranegara menjabat sebagai kepala pemerintahan (Ketua/Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia - PDRI) selama 207 hari.

Masa Jabatan PDRI
Mulai: 22 Desember 1948 (saat Agresi Militer Belanda II dan penangkapan Soekarno-Hatta)
Selesai: 13 Juli 1949 (saat mandat dikembalikan kepada Presiden Soekarno)

Durasi: 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949 mencakup sekitar 207 hari.

Mr. Assaat
Menjadi "B**g Presiden" di Masa Genting:
Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB), Indonesia berubah bentuk menjadi negara federasi bernama Republik Indonesia Serikat (RIS).

Ir. Soekarno dilantik menjadi Presiden RIS dan Mohammad Hatta menjadi Perdana Menteri RIS. Jabatan Presiden Republik Indonesia (yang saat itu menjadi salah satu negara bagian RIS berpusat di Yogyakarta) diserahkan kepada Mr. Assaat.

Selama menjabat, beliau menolak dipanggil "Paduka Yang Mulia" dan lebih memilih disapa "B**g Presiden".

Bag4@im@na pendapat saudara-saudara..... ยฟยฟ

08/09/2026

Sungguh Luar Biasa..!!!

Address

Jalan Raya Ciruas Petir KM 5
Serang
42183

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Samsul Hidayat Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share