01/04/2026
Ribuan Warga Pasuruan Gelar Aksi Protes, Tolak Alih Fungsi Hutan Tretes
PASURUAN – Suasana di kawasan Tretes, Kabupaten Pasuruan, memanas pada Selasa (31/3/2026). Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak rencana alih fungsi lahan hutan di kawasan tersebut.
Massa yang didominasi oleh warga lokal, aktivis lingkungan, dan pegiat wisata ini memadati titik-titik strategis sejak pagi hari. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap kebijakan alih fungsi hutan menjadi kawasan komersial atau pembangunan infrastruktur skala besar yang dianggap mengancam kelestarian alam.
Dalam orasinya, perwakilan warga menegaskan bahwa hutan di kawasan Tretes merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang krusial bagi kehidupan warga di wilayah bawah.
Menurut mereka, alih fungsi hutan menjadi bangunan beton berisiko tinggi memicu bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang selama ini menjadi ancaman nyata saat musim hujan.
"Hutan ini adalah benteng terakhir kita. Kalau diubah menjadi bangunan komersial, bagaimana nasib sumber air kita? Kami tidak akan diam melihat alam kami dirusak atas nama pembangunan," ujar salah satu koordinator aksi di tengah massa.
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran warga atas turunnya izin proyek pembangunan di kawasan yang selama ini difungsikan sebagai hutan lindung atau kawasan hijau. Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk:
Membatalkan izin alih fungsi lahan yang dinilai tidak transparan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun perwakilan dari instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuntutan massa. Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, dan situasi terpantau tetap kondusif meski massa terus memadati area protes.
Warga berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga ada kepastian bahwa kawasan hutan tersebut tetap terlindungi dan tidak dialihfungsikan
Redaksi Kabar Desa