Kabar Desa

Kabar Desa Dari Desa Mengabarkan

06/05/2026

Ironi Slogan 'Serang Bahagia': Jalan Menuju Pasar Blokang Rusak Parah, Warga Mengeluh.

29/04/2026

Gotong Royong Warga Sukaraja Bersihkan Drainase demi Kelancaran Pengairan Sawah.

‎SERANG– Puluhan warga Kampung Sukaraja, Kelurahan Blokang, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, menggelar aksi kerja bakti massal pada Rabu (29/4/2026).

02/04/2026

Gempa Tektonik Guncang Maluku Utara dan Manado, Getaran Terasa Kuat di Pelabuhan Weda

​WEDA, HALMAHERA TENGAH – Guncangan gempa bumi tektonik yang berpusat di wilayah Maluku Utara pada [kamis/2/2026] turut dirasakan hingga ke Kota Manado dan wilayah Halmahera Tengah. Salah satu titik yang melaporkan getaran cukup signifikan adalah kawasan Pelabuhan Weda.

​Detik-Detik Kejadian di Pelabuhan Weda
​Kepanikan sempat terjadi di area dermaga saat getaran mulai terasa. Berdasarkan laporan warga di lokasi, aktivitas bongkar muat sempat terhenti sejenak ketika tiang-tiang di pelabuhan dan kendaraan yang terparkir mulai bergoyang.

​"Getarannya terasa cukup lama. Air di pesisir terlihat beriak, dan orang-orang di area pelabuhan langsung keluar dari bangunan untuk mencari tempat terbuka," ujar salah satu pekerja di Pelabuhan Weda.

​Dampak dan Skala Getaran
​Meskipun getaran terasa kuat di wilayah Weda dan sekitarnya, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur berat di area pelabuhan maupun pemukiman warga.

01/04/2026

Ribuan Warga Pasuruan Gelar Aksi Protes, Tolak Alih Fungsi Hutan Tretes

PASURUAN – Suasana di kawasan Tretes, Kabupaten Pasuruan, memanas pada Selasa (31/3/2026). Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menolak rencana alih fungsi lahan hutan di kawasan tersebut.

Massa yang didominasi oleh warga lokal, aktivis lingkungan, dan pegiat wisata ini memadati titik-titik strategis sejak pagi hari. Mereka membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi kecaman terhadap kebijakan alih fungsi hutan menjadi kawasan komersial atau pembangunan infrastruktur skala besar yang dianggap mengancam kelestarian alam.

‎Dalam orasinya, perwakilan warga menegaskan bahwa hutan di kawasan Tretes merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang krusial bagi kehidupan warga di wilayah bawah.

‎Menurut mereka, alih fungsi hutan menjadi bangunan beton berisiko tinggi memicu bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, yang selama ini menjadi ancaman nyata saat musim hujan.
‎"Hutan ini adalah benteng terakhir kita. Kalau diubah menjadi bangunan komersial, bagaimana nasib sumber air kita? Kami tidak akan diam melihat alam kami dirusak atas nama pembangunan," ujar salah satu koordinator aksi di tengah massa.

‎Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran warga atas turunnya izin proyek pembangunan di kawasan yang selama ini difungsikan sebagai hutan lindung atau kawasan hijau. Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk:
‎Membatalkan izin alih fungsi lahan yang dinilai tidak transparan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah maupun perwakilan dari instansi terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai tuntutan massa. Aksi unjuk rasa berjalan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian, dan situasi terpantau tetap kondusif meski massa terus memadati area protes.

Warga berkomitmen untuk terus mengawal isu ini hingga ada kepastian bahwa kawasan hutan tersebut tetap terlindungi dan tidak dialihfungsikan

‎Redaksi Kabar Desa

25/03/2026

Liat deh suasana Cihunjuran hari ini! ✨💦 Padat merayap tapi tetep cozy buat 'nyebur' bareng keluarga. Airnya asli dari Gunung Pulosari, dingin-dingin seger! 😍
​Ada yang tau ini spot di sebelah mana? Atau ada yang lagi otw ke sini? 🔥

14/02/2026

Warga Keluhkan Genangan Air di Depan Puri Kencana Blokang, Ketiadaan Drainase Jadi Pemicu Utama

09/02/2026

Ratusan bahkan Ribuan Karyawan/ti Bertaruh Waktu, Eretan Nagara-Kibin Jadi Jalur 'Nadi' Menuju Kawasan Industri

KIBIN – Pemandangan ratusan karyawan yang memadati bantaran sungai setiap pagi dan sore menjadi pemandangan ikonik di jalur penyeberangan Eretan Nagara-Kibin. Jasa penyeberangan rakit ini tetap menjadi pilihan utama bagi ribuan pekerja pabrik di wilayah Kabupaten Serang untuk memotong waktu tempuh menuju tempat kerja.

Solusi Cepat di Tengah Kemacetan
Bagi para karyawan yang bekerja di perusahaan besar di kawasan industri Kibin dan sekitarnya, menggunakan eretan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Jalur ini dianggap sebagai jalur pintas paling efektif dibandingkan harus memutar jauh melalui jalan raya utama yang kerap dilanda kemacetan parah pada jam masuk dan pulang kantor.
"Kalau lewat jalan raya bisa makan waktu 30 sampai 45 menit karena macet. Lewat eretan cuma butuh beberapa menit saja sudah sampai ke seberang dan tinggal jalan sedikit ke pabrik," ujar salah satu karyawan yang rutin melintas.

Fakta di Lapangan
Volume Pelintas: Mencapai ribuan orang setiap harinya, terutama pada jam pergantian shift.
Ekonomi Lokal: Kehadiran titik penyeberangan ini juga menghidupkan UMKM sekitar, mulai dari parkiran motor hingga warung kopi.
Risiko & Tantangan: Meski cepat, faktor keamanan tetap menjadi perhatian utama, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan.

19/01/2026

Warga Perumahan Bumi Nagara Lestari Terjebak Banjir Selama 3 Hari, Tim Evakuasi Belum Tiba

12/01/2026

Warga Keluhkan Kondisi Jalan Penghubung Cikeusal-Kragilan: Akses Vital Terhambat, Petani Merugi

Address

Jalan Raya Tambak Pamarayan Km 7
Serang
42176

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kabar Desa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share