Mind Psychology

Directions

Mind Psychology Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Mind Psychology, Digital creator, Siak Sri Indrapura.

Aksi kek3rasan terhadap balita di Kota Palembang berakhir di tangan polisi. Tim Direktorat Reserse Perlindungan Perempua...
19/09/2026

Aksi kek3rasan terhadap balita di Kota Palembang berakhir di tangan polisi. Tim Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Sumatera Selatan berhasil meng4mankan seorang wanita berinisial NS (37) yang didu9a menjadi pel5ku peng4niayaan.

Penangk4pan dilakukan pada Jumat, 18 September 2026, pukul 15.10 WIB di kawasan Kemuning, Jalan R. Sukamto Palembang. Penangk4pan ini merupakan tindak lanjut dari video kek3rasan yang beredar luas di media sosial.

CHEKOUT PCX 387 RIBU, YANG DATANG CUMA STIKER! NENEK INI TOLAK BAYAR CODSeorang nenek dibuat kecewa setelah pesanan dari...
19/09/2026

CHEKOUT PCX 387 RIBU, YANG DATANG CUMA STIKER! NENEK INI TOLAK BAYAR COD

Seorang nenek dibuat kecewa setelah pesanan dari online shop yang diyakininya sebagai motor Honda PCX seharga Rp387.000 ternyata hanya berisi stiker atau striping motor.

Kesalahpahaman tersebut diduga terjadi karena foto pada etalase produk menampilkan Honda PCX secara utuh sebagai gambar peraga. Melihat tampilan tersebut, sang nenek mengira dirinya telah membeli motor PCX dan kemudian melakukan checkout dengan metode pembayaran COD.

Namun, saat paket tiba dan hendak diserahkan oleh kurir, isinya ternyata bukan motor, melainkan stiker atau striping untuk motor.

Merasa barang yang datang tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan saat memesan, sang nenek kemudian menolak membayar paket COD tersebut. Ia juga tidak mau bertanggung jawab atas pesanan karena menganggap barang yang diterima bukanlah barang yang dipesannya.

Padahal, sebelumnya sang nenek sudah kadung membayangkan bisa mengendarai bahkan ngebut menggunakan Honda PCX impiannya. Harapan tersebut pun buyar setelah mengetahui paket seharga Rp387.000 yang datang ternyata hanya berisi stiker motor.

Seorang sopir meregang ny4wa saat ikut antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Kamis, 17 September 2026.Peristiwa t...
18/09/2026

Seorang sopir meregang ny4wa saat ikut antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Kamis, 17 September 2026.

Peristiwa tersebut, terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, di SPBU Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

Adapun identitas sang sopir yang meninggal dunia, Danar Nurhuda, 26 tahun, warga Desa Kayuara Batu Kecamatan Belida Kabupaten Muara Enim.

Menurut Kapolsek Indralaya, IPTU Rangga Saputra, S.H, M.H, usai mendapatkan informasi dari warga, personelnya langsung mengecek ke lokasi.

"Kanit Reskrim bersama Tim Identifikasi Polres Ogan Ilir, lalu mengecek kondisi korban di lokasi," tuturnya.

Sumber : Sumeks CO

Penanganan perkara penganiayaan di Kabupaten Jeneponto menjadi sorotan setelah seorang warga berinisial HL mengaku telah...
18/09/2026

Penanganan perkara penganiayaan di Kabupaten Jeneponto menjadi sorotan setelah seorang warga berinisial HL mengaku telah menyerahkan uang sebesar Rp25 juta dengan harapan perkara yang dihadapinya tidak dilanjutkan ke proses hukum.

Pengakuan tersebut disampaikan HL dalam sebuah rekaman video yang diterima redaksi Pataka Eja.

Dalam rekaman itu, HL mengaku uang tersebut diserahkan melalui seorang Kanit yang disebut berinisial R, untuk kemudian diberikan kepada Kasat Reskrim Polres Jeneponto.

“Saya kira tidak lanjut mi (kasusnya) karena saya sudah membayar sama polisi Rp25 juta. Yang mengambil uang saya itu Pak Kanit R,” ujar HL dalam rekaman tersebut.

HL kemudian menceritakan proses penyerahan uang tersebut. Ia mengaku mendapat informasi bahwa Kasat Reskrim sedang menunggu uang yang dimaksud.

“Saya bilang tunggu Pak, nanti saya transfer. Dia bilang ini malam karena ada Pak Kasat di atas menunggu. Ada saksi saya, istri, Haji R yang menarik uang,” ungkapnya.

Menurut pengakuan HL, uang sebesar Rp25 juta tersebut kemudian diserahkan kepada Kanit Tipidter.

“Saya yang kasih ke Pak Kanit R. Pak Kanit yang serahkan uangnya, bawa naik ke Pak Kasat. Yang saya kasih Rp25 juta,” katanya.

HL mengaku pemberian uang tersebut dilakukan dengan harapan perkara penganiayaan yang dihadapinya tidak dilanjutkan. Namun, ia mengaku kecewa lantaran perkara tersebut disebut tetap berlanjut meski uang telah diserahkan.

Dalam keterangannya, HL juga mengaku pernah diminta merahasiakan pemberian uang tersebut.

Baca artikel selanjutnya:https://patakaeja.id/warga-ngaku-setor-rp25-juta-agar-kasus-tak-dilanjut-kanit-hingga-kasat-reskrim-polres-jeneponto-disebut

18/09/2026

.







17/09/2026

Why do people watch you but never talk..👍👍

Seorang ibu masih berjuang mencari rezeki bersama kedua anaknya, meski malam sudah semakin larut. 🥺Di tengah lelah dan g...
17/09/2026

Seorang ibu masih berjuang mencari rezeki bersama kedua anaknya, meski malam sudah semakin larut. 🥺

Di tengah lelah dan gelapnya malam, ternyata Allah kirimkan pertolongan melalui seorang bapak yang sedang melintas dengan mobil. Melihat perjuangan mereka, bapak tersebut langsung berhenti dan memberikan bantuan berupa **sembako serta sejumlah uang yang cukup banyak**. 🤲❤️

Wahh… **Alhamdulillah.** 🥹
Rezeki memang sudah Allah atur. Kadang datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka.

**Semoga kebaikan bapaknya dibalas berlipat ganda, dan semoga keluarga ini selalu diberikan rezeki, kesehatan, serta kemudahan. Aamiin. 🤲❤️**

Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq, politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, r...
17/09/2026

Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq, politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga, resmi mencetak rekam jejak kelam setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK untuk ketiga kalinya pada September 2026.

Rekam jejak korupsinya bermula pada tahun 2012, di mana ia divonis 2,5 tahun penjara karena terbukti menyuap anggota Banggar DPR sebesar Rp5 miliar dalam pengurusan alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID).

Tak jera dengan hukuman pertamanya, Fahd kembali terseret pusaran korupsi pada tahun 2017 dalam skandal suap pengadaan Al-Quran dan laboratorium komputer di Kementerian Agama. Dalam kasus kedua ini, ia terbukti menerima suap senilai Rp3,411 miliar dan dijatuhi hukuman 4 tahun penjara serta denda Rp200 juta.

Setelah menyelesaikan masa tahanannya dari dua kasus tersebut, Fahd kembali ditangkap oleh KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 14 September 2026. Kali ini, ia terjerat dugaan kasus suap terkait pengurusan pembukaan blokir Hak Guna Bangunan (HGB) lahan milik PT Summarecon di Kabupaten Bogor, di mana ia diduga berperan sebagai penampung uang suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Akibat terus mengulangi tindak pidana yang sama, KPK kini mengategorikan Fahd sebagai residivis dan menegaskan akan menuntut pemberatan hukuman yang lebih berat di pengadilan nanti.

Reza Arap kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap aktivitas sosial yang selama ini jarang diketahui. Musisi ...
16/09/2026

Reza Arap kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap aktivitas sosial yang selama ini jarang diketahui. Musisi yang dikenal sebagai personel Weird Genius tersebut mengaku menggunakan dana pribadinya untuk membantu pembangunan 27 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Arap menyampaikan cerita tersebut melalui akun X miliknya. Ia menjelaskan, puluhan sekolah yang menjadi perhatiannya terdiri atas 20 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga sekolah menengah atas (SMA). Ia juga menegaskan kegiatan tersebut tidak berasal dari penggalangan dana masyarakat.

“Ngomong-ngomong, saya saat ini sedang membangun total 27 sekolah di sekitar NTT. 20 SD, 4 SMP & 3 SMA. Gak ada yang bisa dibanggakan dari situ soalnya saya sudah bangun beberapa,” tulis Reza Arap melalui laman X pribadi miliknya.

Menurut Reza, sekolah-sekolah tersebut mengalami kerusakan akibat bencana gempa. Kondisi itu membuat kegiatan belajar mengajar harus berlangsung dengan fasilitas sementara.

Ia mengatakan bantuan yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan fasilitas sekolah. Reza juga mendukung kebutuhan belajar siswa, guru honorer, hingga tenaga yang terlibat di lapangan.

“Itu 27 sekolah yang hancur karena bencana gempa kemarin. sementara, mereka belajar pake terpal soalnya ndak punya atap yang gue support itu terpal & atap sementara (bukan bangunan karena satu dan lain hal wkwk), buku + alat tulis, santunan guru-guru honorer, sama santunan buat orang lapangan, kalo masalah jangka waktu, gue sekarang cuma bisa jawab “semampu gue,” lanjut Reza Arap melalui akun X pribadinya.

Dalam proses tersebut, Arap menyebut sejumlah unsur masyarakat turut terlibat. Masyarakat setempat, organisasi kepemudaan, guru honorer, hingga badan keuskupan ikut mendukung kegiatan yang berkaitan dengan sekolah-sekolah tersebut.

Sumber : Herald

🔥 Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Tunggu Lulus SekolahSRAGEN – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah yan...
16/09/2026

🔥 Siswa SMP di Sragen Divonis 2,5 Tahun, Eksekusi Tunggu Lulus Sekolah
SRAGEN – Kasus kekerasan di lingkungan sekolah yang berujung kematian membawa seorang siswa SMP berinisial DTP (14) ke meja hijau. Siswa asal Sumberlawang, Sragen, itu divonis 2 tahun 6 bulan dalam sidang di PN Sragen, Senin (7/9/2026).
Majelis hakim menyatakan DTP terbukti melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia dijatuhi pidana di LPKA Kelas I Kutoarjo serta diwajibkan membayar restitusi Rp76.015.770,40 kepada keluarga korban.
Menariknya, hukuman tersebut belum langsung dieksekusi. Jaksa masih menunggu DTP menyelesaikan pendidikan SMP karena saat ini ia masih duduk di kelas IX. Eksekusi diperkirakan baru dilakukan pada 2027 setelah lulus SMP.
Selama masa penangguhan eksekusi, DTP dititipkan di IPWL Yayasan Lentera Bangsa Indonesia (YLBI) Tanon dan tetap berada di bawah pengawasan jaksa.
Kasi Pidum Kejari Sragen, Andhika Nugraha Triputra, mengatakan vonis tersebut sama dengan tuntutan jaksa. Ia menjelaskan perkara tersebut terkait kekerasan berupa pukulan dengan tangan terbuka ke kepala korban yang kemudian mengakibatkan korban meninggal dunia.
Jaksa kini masih menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim.

Address

Siak Sri Indrapura

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mind Psychology posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share