Sumber Informasi

Sumber Informasi Nikmati suguhan cerita seru dari kami yang tak hanya menghibur, tapi juga memotivasi!

Jangan lupa dukung kami dengan like dan komentar di setiap postingan agar kami terus semangat berkarya Persahabatan sejati adalah ketika jiwa dan hati kita terhubung, dan setiap langkah kita menjadi lebih berarti bersama, tetap ikuti kami dari berbagai konten yang kami suguhkan untuk anda.

11/01/2026

Waspada potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir. Kondisi cuaca ini diperkirakan melanda seluruh wilayah Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan sekitarnya pada malam ini, Minggu 11 Januari 2026.

Masyarakat diimbau tetap waspada, menghindari aktivitas di luar ruangan bila tidak mendesak, serta mengantisipasi kemungkinan genangan, pohon tumbang, dan gangguan listrik.

Listrik padam sekitaran Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Pandan. Bagaimana di tempat anda?
10/01/2026

Listrik padam sekitaran Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Pandan. Bagaimana di tempat anda?

Membedakan Peran LSM dan Wartawan: Penting untuk MasyarakatTAPTENG, - Di tengah derasnya informasi di media sosial dan b...
05/01/2026

Membedakan Peran LSM dan Wartawan: Penting untuk Masyarakat

TAPTENG, - Di tengah derasnya informasi di media sosial dan berita online, masyarakat sering bingung membedakan peran LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) dan wartawan. Padahal, keduanya memiliki fungsi dan aturan yang berbeda dalam menyampaikan informasi publik. Senin (5/1/2025).

LSM adalah organisasi masyarakat yang bergerak secara independen di bidang sosial, advokasi, dan pengawasan. Tujuan utama LSM adalah mendorong perubahan sosial, melindungi hak-hak masyarakat, atau mengawasi kebijakan pemerintah.

Aktivitas LSM biasanya berupa kampanye publik, laporan pengawasan, atau advokasi kebijakan. Namun, LSM tidak diwajibkan menyampaikan fakta secara netral, sehingga informasi yang diberikan bisa bersifat opini atau rekomendasi.

Di sisi lain, wartawan adalah profesi yang bekerja di media resmi, baik cetak, online, maupun elektronik. Wartawan bertugas mengumpulkan, menulis, dan menyebarkan berita yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mereka terikat oleh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999, termasuk kewajiban memberi hak jawab kepada pihak yang diberitakan dan menjaga independensi.

Perbedaan lainnya terlihat dari legalitas dan tujuan kerja. Wartawan bekerja di media resmi yang memiliki izin pers, sedangkan LSM terdaftar sebagai organisasi masyarakat seperti yayasan atau perkumpulan.

Wartawan menyampaikan berita faktual dan kronologi peristiwa, sedangkan LSM lebih fokus pada advokasi dan opini publik.

Salah satunya, akun Facebook Dinda Lestari, menulis status di sebuah grup Facebook:

“INFO PENTING harus was-was!! Di sini saya ingin menyampaikan saya sering mendengar dan melihat postingan berita-berita dari sini dan situ. Saya pikir yang buat berita-berita tersebut adalah pihak-pihak LSM karena yang saya lihat di jaman Bapak Bupati sekarang sangat marak LSM yang saling berperang dan saling ingin menjatuhkan. Kalau di mantan bupati yang dulu tidak berlaku LSM atau pun yang ingin nyarik-nyarik berita. Jadi yang saya lihat sekarang yang pembuat berita itu yang saling berperang.”Tulisnya.

Menurut pengamat media, memahami perbedaan ini penting agar masyarakat tidak salah menilai informasi.

“Sering terjadi masyarakat menganggap pernyataan LSM sama dengan berita resmi. Padahal, hanya wartawan yang memiliki hak dan kewajiban hukum untuk menyampaikan fakta secara independen,” jelas Dr. Rina Suryani, pakar komunikasi dari Universitas Indonesia.

Ia menambahkan, pemahaman ini membantu publik menilai informasi secara kritis dan tidak mudah terpengaruh opini sepihak.

Sejumlah media internasional melaporkan klaim Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menyatakan telah menangkap Presiden V...
04/01/2026

Sejumlah media internasional melaporkan klaim Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menyatakan telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam sebuah operasi militer di Caracas.

Klaim tersebut disampaikan oleh Presiden AS Donald Trump dan langsung memicu perhatian dunia internasional.

Reuters, Associated Press (AP), BBC, dan The Guardian mengutip pernyataan Trump yang menyebut Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditahan untuk menghadapi proses hukum di Amerika Serikat.

“Pasukan kami telah menangkap Nicolás Maduro. Dia akan menghadapi keadilan di Amerika Serikat,” ujar Trump, seperti dikutip Reuters.

Meski demikian, Reuters dan BBC menegaskan bahwa informasi tersebut masih bersumber dari klaim sepihak pemerintah AS dan belum sepenuhnya diverifikasi secara independen.

BBC melaporkan keterbatasan akses jurnalis internasional di Caracas membuat detail operasi tersebut belum dapat dipastikan secara menyeluruh.

Pemerintah Venezuela mengecam keras klaim tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan negara.

“Kami menolak klaim sepihak Amerika Serikat dan menganggapnya sebagai tindakan ilegal terhadap negara berdaulat,” kata seorang pejabat Venezuela, seperti dikutip The Guardian.

Reaksi dunia internasional pun beragam. Sejumlah negara menyerukan deklarasi dan penyelesaian damai, sementara beberapa pihak mendorong pembahasan situasi ini di Dewan Keamanan PBB.

Reuters melaporkan adanya tekanan internasional agar krisis Venezuela diselesaikan melalui jalur diplomatik. Para pakar hukum internasional mempertanyakan dasar hukum operasi tersebut.

“Menangkap kepala negara yang masih menjabat tanpa mandat internasional akan menciptakan preseden berbahaya,” ujar seorang ahli hukum internasional kepada Reuters.





Kepanikan sempat terjadi di sebuah rumah susun akibat dugaan k3bakaran dan temuan kabel listrik hangus. Peristiwa ini me...
03/01/2026

Kepanikan sempat terjadi di sebuah rumah susun akibat dugaan k3bakaran dan temuan kabel listrik hangus. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan bersama serta perlunya penanganan yang jelas dan bertanggung jawab. Semoga situasi segera kondusif. 🙏

Suatu hari, lahirlah sebuah berita tentang banjir di Hutanabolon II. Judulnya galak, isinya berotot, nadanya seperti was...
02/01/2026

Suatu hari, lahirlah sebuah berita tentang banjir di Hutanabolon II. Judulnya galak, isinya berotot, nadanya seperti wasit yang meniup peluit sambil marah-marah. Sekilas, pembaca dibuat yakin.

“Wah, ini pasti berita investigasi kelas berat.”
Tapi setelah dibaca pelan-pelan, ternyata ini bukan berita ini curhat.

Sejak paragraf pertama, penulis sudah menunjuk terdakwa. Palu hakim diketok sebelum sidang dimulai. Pemerintah dinyatakan gagal, klaim dinyatakan runtuh, dan kepemimpinan dinyatakan tamat, padahal saksi belum dipanggil satu pun.

Fakta? Nanti dulu. Emosi dulu yang maju ke depan. Bupati disebut, pemerintah daerah diseret, tapi anehnya 😄 semuanya absen. Tidak ada yang diwawancarai.

Tidak ada yang diberi hak jawab. Seolah-olah penulis menggelar konferensi pers sendirian: bertanya sendiri, menjawab sendiri, lalu marah sendiri.

Bahasanya pun dramatis. Ada “tamparan keras”, “laporan manis”, sampai “panggung pencitraan”. Lengkap sudah tinggal lampu sorot dan backsound sinetron.

Sayangnya, istilah-istilah itu bukan kutipan warga, melainkan hasil imajinasi yang mungkin sedang menulis sambil mendengarkan musik sendu.

Lebih seru lagi, tiba-tiba muncul tuduhan serius: kebebasan pers dibungkam! Tapi siapa yang membungkam? Bagaimana caranya? Kapan kejadiannya? Tidak dijelaskan.

Tuduhan besar itu melayang bebas seperti balon tanpa tali tinggi, tapi tak tahu arahnya ke mana.
Narasumber pun misterius. Semua pakai inisial. Warga A, jurnalis B, mungkin besok muncul pejabat C. Kenapa disamarkan? Tidak dijelaskan.

Pembaca pun bertanya-tanya ini perlindungan sumber atau sekadar gaya?

Yang paling ironis, meski topiknya banjir, airnya sendiri jarang muncul dalam berita. Tidak ada data hujan, tidak ada kondisi drainase, tidak ada ukuran genangan. Banjirnya nyata, tapi faktanya entah ke mana.

Di akhir tulisannya, kembali menutup dengan kesimpulan besar semua ini salah pemimpin. Tamat. Tanpa data, tanpa konfirmasi, tanpa rem langsung gas pol.

Padahal kritik itu penting. Tapi kritik tanpa fakta ibarat sirene tanpa ambulans: ribut, bikin panik, tapi tak menolong siapa pun.

Akhir kata, pers seharusnya menjernihkan air yang keruh, bukan ikut menambah lumpur. Kalau tidak, yang kebanjiran bukan cuma warga logika juga ikut tenggelam. 🌊😄

Sebagian wilayah di tapanuli tengah kembali dilanda banjir 2/1/2026.Gambar: Ilustrasi
02/01/2026

Sebagian wilayah di tapanuli tengah kembali dilanda banjir 2/1/2026.

Gambar: Ilustrasi

01/01/2026

Semuanya berawal dari pertemanan biasa di Facebook. Tidak ada yang mencurigakan, hanya percakapan ringan seperti kebanyakan orang di media sosial.

Namun beberapa waktu kemudian, sebuah pesan WhatsApp masuk dari nomor 0853-5572-8235. Pengirimnya mengaku sebagai aparat penegak hukum dan berbicara dengan nada serius. Ia mengatakan memiliki rekaman video pribadi (VCS) dan menyampaikan ancaman penindakan serta penyebaran video tersebut. Bagi seorang perempuan biasa, pesan seperti itu cukup untuk membuat napas tercekat dan pikiran kacau.

Dalam kondisi tertekan dan takut, korban diarahkan untuk mengirim sejumlah uang sebagai jalan keluar. Pada akhir Desember 2025, korban akhirnya mentransfer dana senilai Rp.13.000.000 ke rekening BRI 2264-0101-3213-503 atas nama Lukman Efendi Pangaribuan.

Setelah itu, yang tersisa bukan hanya kerugian materiil, tetapi juga tekanan psikologis yang sulit dijelaskan. Cerita ini dibagikan bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan sebagai pengingat bahwa aparat negara tidak bekerja lewat ancaman dan permintaan uang pribadi, serta agar masyarakat lebih waspada dan tidak panik ketika menghadapi pesan menekan di ruang digital.

Divisi Humas Polri







Biarlah yang pahit di 2025 menjadi pelajaran,yang baik menjadi kenangan, dan yang belum tercapai menjadi harapan baru.Ta...
31/12/2025

Biarlah yang pahit di 2025 menjadi pelajaran,
yang baik menjadi kenangan, dan yang belum tercapai menjadi harapan baru.

Tahun baru bukan tentang mengganti waktu,
tetapi memperbarui tekad, menata langkah, dan berani melangkah lebih jujur pada mimpi.







*PENGUMUMAN PENTING!!! 🌟*Diberitahukan kepada seluruh dunia bahwa informasi ini sudah A1 dan tidak dapat diganggu gugat....
31/12/2025

*PENGUMUMAN PENTING!!! 🌟*

Diberitahukan kepada seluruh dunia bahwa informasi ini sudah A1 dan tidak dapat diganggu gugat. Saat ini, kita semua berada di titik puncak perjalanan waktu, di mana kenangan, pengalaman, dan pelajaran telah membentuk kita menjadi siapa kita hari ini. 🌟

Dari kegembiraan hingga kepahitan, dari kesuksesan hingga kegagalan, semua telah membawa kita ke momen ini. 💪

Kita telah melalui banyak hal, dan kita telah tumbuh menjadi lebih kuat, lebih bijak, dan lebih tangguh. 🌟

Dan sekarang, saatnya kita merefleksikan semua yang telah kita lalui... karena... *TAHUN 2025 AKAN SEGERA BERAKHIR! 🎉*

*Tahun 2025, kita ucapkan selamat tinggal! 👋*
*Tahun baru, kita sambut dengan gembira! 🎉*

Jadikanlah bencana ini sebagai hiburan.Karena sekeras apa pun rakyat berteriak,penguasa tetap tidak akan mendengar.Bukan...
30/12/2025

Jadikanlah bencana ini sebagai hiburan.
Karena sekeras apa pun rakyat berteriak,
penguasa tetap tidak akan mendengar.

Bukan karena suara kami pelan,
tetapi karena telinga kekuasaan
telah lama tuli terhadap penderitaan rakyat.

Air bah dan longsor bukan sekadar bencana alam,
melainkan bukti bahwa derita rakyat sering kalah penting dibanding kepentingan kekuasaan.









Negara hadir katanya.Tapi mengapa di Tapanuli Tengah, penderitaan seperti belum cukup besar untuk diakui?Rumah tertimbun...
29/12/2025

Negara hadir katanya.
Tapi mengapa di Tapanuli Tengah, penderitaan seperti belum cukup besar untuk diakui?

Rumah tertimbun.
Jalan terputus.
Warga kehilangan keluarga, mata pencaharian, dan rasa aman.

Namun hingga hari ini,
bencana di Tapanuli Tengah belum juga ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Pertanyaannya sederhana tapi menyakitkan:
harus berapa banyak korban lagi agar negara benar-benar menganggap ini darurat?

Harus seberapa luas longsor dan banjir menelan pemukiman agar status nasional diberikan?
Ketika status tak kunjung naik,
bantuan berjalan lambat,
penanganan terbatas,
dan rakyat kembali diminta “bersabar”.

Padahal bencana tidak menunggu rapat,
tidak paham birokrasi,
dan tidak peduli alasan administratif.
Jika nyawa rakyat belum cukup untuk menggugah negara,
maka ada yang salah dengan cara kita memaknai kemanusiaan.

Tapanuli Tengah tidak butuh belas kasihan.
Yang dibutuhkan adalah keputusan berani, tanggung jawab negara, dan keadilan bagi korban.








Address

Sibolga

Telephone

+6281260409137

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sumber Informasi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sumber Informasi:

Share