10/09/2026
PRIA SOLO
yang selalu merendah tetapi di frame pembohong oleh lawan lawannya.
Kalau dia memang **pintar, mampu, dan punya pengalaman**, tetapi ketika dipuji atau ditanya oleh orang yang kedudukannya lebih tinggi dia menjawab, *“Ah, saya mah orang kampung biasa, nggak bisa apa-apa,”* saya melihatnya sebagai bentuk **merendahkan ego, bukan merendahkan kemampuan**.
Ada beberapa asumsi yang mungkin:
1. **Andhap asor** — dia tidak ingin menonjolkan diri. Dalam budaya Jawa, kemampuan tidak harus diumbar dengan kata-kata; biarkan hasil yang berbicara.
2. **Tidak ingin terlihat sombong.** Dia mungkin berpikir, *“Kalau saya bilang saya bisa, nanti dianggap membanggakan diri.”*
3. **Menghormati lawan bicara.** Karena yang bertanya adalah seorang Bos besar, dia mungkin sengaja mengambil posisi rendah sebagai bentuk penghormatan.
4. **Orang yang benar-benar menguasai sesuatu kadang tidak merasa perlu membuktikan dirinya lewat ucapan.** Dia lebih nyaman mengatakan sederhana, lalu ketika diberi pekerjaan, hasilnya yang menunjukkan kemampuan.
5. Tapi ada sisi lain: **kalau terlalu sering merendahkan diri, orang bisa salah menilai.** Orang lain bisa benar-benar menganggap dia tidak mampu, padahal sebenarnya sangat kompeten.
Jadi kalau saya menjadi orang yang melihat kejadian itu, saya justru akan berpikir:
> **“Wah, ini orang menarik. Jawabannya rendah hati sekali. Jangan-jangan kemampuannya justru jauh lebih besar daripada yang dia katakan.”**
Dan ada satu prinsip yang menurut saya cocok untuk karakter seperti itu:
**“Tidak perlu mengatakan diri kita hebat. Cukup tunjukkan karya kita, karena bangunan yang berdiri kokoh tidak pernah perlu berkata bahwa dirinya kuat.”**