19/10/2025
GOOD IS NOT ENOUGH
Ya, kenapa tidak?. Jika bisa memberi atau melakukannya dengan "lebih baik". Kadang memang, kalimat ini sering dianggap terlalu ambisius. Target standar saja belum tentu tercapai.. Tapi susahkan belum tentu "tak bisa".. Ah.. teringat aku, minggu lalu kami kunjungi makamnya di Blitar. Dan.. kalimat penyemangatnya itu "Gantungkanlah Cita Citamu Setinggi Bintang Di Langit".. Kalimat ini bertengger di dinding kelas, kala kami masih SD HKBP Sidikalang, di tahun tujuh puluhan itu. Jadi.. banyak peluang dan momen, kita bisa memberi lebih dari yang diminta. Baik karena "niat baik" dari hati kecil kita, maupun karena kondisi yang memaksa. Lompatan lebih tinggi kita, bisa keluar, jika dikejar anjing, misalnya. Namun bisa juga, di kondisi yang biasa biasa saja. Contoh riil nya seperti kisah berikut ini.
Jumat 17 Oktober 2025 pagi muncul di grup W/A hebat itu. Bayangkan, dalam 3 hari, anggotanya mencapai 600 lebih.. Lanjutken. Semoga awet dan nyaman sharing dan diskusinya. Saya, tertarik menjadi anggota, karena membaca tag line, slogannya "adab lebih tinggi dari ilmu".. Kembali ke topik. Isinya, RS Serenapita butuh dua kantong darah Golongan A... Wah, susah ini pikirku. Golongan darah A biasanya agak susah mendapatkan pendonornya. Ini dari pengalaman lebih tiga puluh tahun sebagai pendonor. Ya, saya golongan darah 0, rutin sekali tiga bulan. Belakangan di komunitas thalasemia RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
Ada 150 pasien thalasemia. Setiap dua minggu harus transfusi. Komunitas relawan ada hampir tujuh ratusan. Sehingga kebutuhan darah penyintas thalasemia yang biasanya dari kaum marginal bisa tercukupi.
Segera ku posting "Alfredo Waldemar Sinaga, 1 kantong". Plus Rita Puspita sebagai cadangan. Alfredo baru tiba dari Jakarta dalam rangka tugas dari kantornya grup Astra... Jadi esok paginya langsung bisa donor. sudah rutin bersama kakaknya Ribka, mengikuti sang ayah...
Isteriku kuminta jadi cadangan, karena pertimbangan usia. Jika tidak ada lagi, atau jika terdesak oleh waktu.
Sepanjang perjalanan dari Medan ke Sidikalang, terbayang pasien resipien yang menunggu kepastian itu. Kuputar otak. Cek komunitas pendopo. Jika masih kurang, ajak teman. Jika masih kurang, teman dari teman pun jadilah. Tiba di pendopo Sabtu, pukul 16.00 Wib.. Tim Unit Transfusi RS Serenapita, sudah menyiapkan segalanya. Donor pertama, Alfredo Waldemar. Cek HB, Tekanan darah oke.. Segera saja kantong ukuran 350 ml itu penuh. Giliran sopirku, Hendra. Cek persyaratan. Puji Tuhan, Alhamdulilah, lulus. Darah pun mengucur standar. Beres, kebutuhan dua kantong terpenuhi. Setop? Tidak...
Kuminta lanjut. Maka ada satu kantong golongan darah A, sebagai cadangan. Dan dua kantong golongan darah 0, untuk persediaan. Maka, judul artikel diatas pun terbukti. Jika bisa memberi lebih, kenapa tidak?.. Good is not enough.. Meski dibayangi, kalimat "ah, itu kan pencitraan", dari segelintir orang yang memang akan selalu ada....
Jangan hiraukan itu, lanjutkan perbuatan baik itu. Bukan karena untuk ingin dipuji. Atau karena untung rugi. Atau pamrih.. Kelak mungkin kita tak tahu, akan di posisi si resipien yang butuh pendonor itu.
Kuposting di pendopo kantor Bupati Dairi, hari Minggu pagi 19 Oktober 2025. Kudedikasikan kepada tim RS Serenapita yang begitu gesit. Juga buat Alfredo Waldemar, putera bontotku. Hendra sopir setia dan ke tiga pendonor baik itu. Juga buat tim RSUD Sidikalang yang membantu teknis pengecekan darahnya. Testimoni, sinergi antar instansi pelayanan yang selalu kugaungkan. Selamat hari Minggu buat sobat facebook.. Selamat menjelang minggu baru. Minggu anugerah penuh berkah..
by. Vickner Sinaga
Vickner Bupati Dairi