24/12/2025
INDONESIA Gagasan tentang Indonesia Baru
Penulis : Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo & Benaya Harobu
Penerbit : Indonesia Baru
Tebal : 448 halaman
Dimensi : 14 x 21 cm
Harga Edisi Hemat : Rp99.000,-
Harga Edisi Reguler : Rp185.000,-
NB: Pengiriman mulai tanggal 25 Januari 2026
Pemesanan: DM atau WA 085706595668
Sinopsis:
“Mengapa air keran di Indonesia tak bisa langsung diminum?”
Jawaban dari pertanyaan kecil itu justru membuka pintu untuk membongkar masalah yang jauh lebih besar: tata kelola lingkungan, kebijakan sumber daya alam, desentralisasi kekuasaan, bahkan hingga wacana federalisme.
Lantas, dari mana mengurai problem Indonesia yang ruwet?
Apa akar masalah sebenarnya?
Adakah obatnya?
Kalau ada, mulai dari mana membenahinya?
Buku ini ditulis para jurnalis di balik film Sexy Killers (2019) atau Dirty Vote (2024). Namun, Indonesia terlalu luas dan kompleks sehingga banyak gagasan tak dapat difilmkan.
Reset Indonesia menjadi puncak refleksi dari tiga perjalanan mereka berkeliling Indonesia, yaitu: Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa (2009-2010), Ekspedisi Indonesia Biru (2015-2016), dan Ekspedisi Indonesia Baru (2022-2023). Mereka telah merekam Indonesia dari jarak sangat dekat: dari titik nol kilometer di Pulau Weh hingga ujung aspal di perbatasan Sota. Dari sana, terekam konflik agraria dan sumber daya alam, keadilan sosial, masyarakat adat, hingga isu lingkungan dan perubahan iklim.
Namun, ekspedisi mereka tidak hanya berhenti di pinggir Indonesia. Mereka menjelajah ke dalam pusaran kekuasaan: ada di gedung DPR saat membahas undang-undang, di jalanan ibukota ketika kerusuhan, atau masuk kompleks Sekretariat Negara. Dari sanalah mereka memetakan masalah sistem politik, demokrasi, korupsi, sistem kepartaian, hingga urusan tentara dan polisi.
Dari perspektif empat jurnalis yang mewakili empat generasi, boomer hingga Gen Z, Reset Indonesia membicarakan hal-hal besar tentang keindonesiaan lewat data, teori, dan laporan pandangan mata di lapangan, dengan detail-detail yang mengejutkan sekaligus menggugah.