NTC NTC ( Natural 'n Teknologi Community ) Komunitas NTC yg bereksperimen mengembangkan tentang TI. yang mau ikut bereksperimen atau mengembangkan monggo gabung.

juga Komunitas yang Peduli terhadap alam.bagi anda yang ingin nambah ilmu teknologi gabung disini ya. atau anda yang peduli terhadap alam silahkan gabung disin. gabung ya bro n sis. we wait you ^_-

Untuk pembaca setia Zurvive, jangan lupa kunjungi kami di forum kaskus.co.id, share ke teman-teman kalian, dan subscribe...
11/07/2019

Untuk pembaca setia Zurvive, jangan lupa kunjungi kami di forum kaskus.co.id, share ke teman-teman kalian, dan subscribe kami, untuk dapat info update terbaru dari zurvive....

https://kask.us/ixnKy

Selamat datang di thread gue. Kali ini nubie akan membagikan kepada kalian, cerita hasil karangan sendiri untuk jadi teman baca kalian... Mohon kritik dan saran nya... Dan jangan lupa subscribe/bookmark thread gue, dan pantengin terus update jalan cerita nya... Selamat membaca :Yb Judul : Zurvive Se...

24/09/2018

Bagi yang ingin membaca kelanjutan cerita fiksi "Zurvive", bisa di baca melalui forum kaskus, dengan link di bawah ini...

https://www.kaskus.co.id/show_post/5b430abf5a5163147c8b4593

Atau bisa juga dengan menggunakan tombol aplikasi di fanpage kami... Selamat membaca kawan-kawan...

Dan juga, untuk yang ingin bergabung dengan kami di group NTC, bisa join di group Whatsapp kami di link ini, https://chat.whatsapp.com/137BOfyOyWqAmaywHrHpdo

Selamat datang di thread ane. Kali ini nubie akan membagikan kepada kalian, cerita hasil karangan sendiri untuk jadi teman baca kalian... Mohon kritik

01/03/2018

Lama tak terawat, mencoba bangkit kembali... -NTC-

12/09/2016

Makan Besar At New Basecamp NTC (Pazkul Kahuripan)
😀😀😱😱😙😙😙

07/06/2016

Happy 4nniversary NTC Ke 4 .

Semoga kita selalu di beri kemudahan dan selalu diberi kesehataan.
Amin

26/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 5 : "Fake of truth" (NTC story)

11 juni 2014
06 : 38 wib

Setelah melewati kerumunan zombie di kota surabaya, mereka bertiga akhir nya sampai di tempat evakuasi kota madya, banyak sekali tentara dan polisi berjaga di area sekitar, terlihat juga beberapa helikopter pengangkut, entah akan di pindahkan kemana orang-orang ini nanti.

"Hei kalian, cepat berlindung ke sini!! Terlalu berbahaya di situ!!", kata seorang tentara kepada mereka bertiga.
"Baik pak!", jawab mereka serempak.

Setelah melewati pemeriksaan medis, dan dinyatakan aman, mereka mengambil nomor pengungsian untuk di data. Terlihat banyak sekali orang bersedih, berdoa, dan ada p**a yang gila, karena kejadian ini.

"Woy, sini!!", teriak salah satu pengungsi.
"Loh... Ubed..?!", ujar miftah.
"Adit..??", ujar afif.
"Kalian kok bisa ada di sini..??", tanya ulum.
"Aku sama ubed lagi kencan.. :)", ujar adit.
"Hiiiiiii....", ujar miftah dan afif serempak.
"Kencan jidat lu.. Kami kemarin malem, jam 7 kalo gak salah, lagi ke hi-tech mall, nyari brosur... Pas perjalanan p**ang, kami kaget, kayak ada kerusuhan, gak tau nya... Ada banyak orang yang saling gigit... Gigit-gigitan... Terus, kami di arah kan sama polisi, ya ke sini... Dan kami gak di ijin kan p**ang..", ujar ubed sedikit murung.

Ternyata dia adalah salah satu teman dari komunitas kami bernama ubaidillah dan aditia, yang juga member dari komunitas. Setelah menceritakan kejadian yang mereka alami, mereka pun setuju untuk bekerja sama.

"Maaf bed... Sidoarjo.. Udah gak bisa ketolong lagi.. Di sana udah sepi dari manusia yg hidup..", ujar afif.
"Kami juga kehilangan semua keluarga, dan saudara... Gak ada yang bisa kami laku in saat itu..", ujar ulum.
"Setidak nya kami.. Eh enggak.. Kita, bisa selamat di sini.. Demi keluarga kita, demi teman dan saudara, atau pacar, biarpun gak punya... Kita harus tetap semangat.. Kita harus bisa hidup untuk mereka.. Gak boleh nyerah..", ujar miftah.
"Lu nulis dulu, atau njiplak pidato nya orang..??", ujar ulum.
"Sialan lu...!!", sahut miftah.
"Hahahaha....", afif, ubed, dan adit tertawa.
"Oh iya.. Mana angga?", tanya ubed.
"..........", Afif, ulum, dan miftah diam.
"Angga udah...??", ujar ubed.
"Enggak... Dia gak di gigit...", ujar afif.
"Sebelum kami menuju ke sini, kami sempat singgah di tempat evakuasi joyoboyo, dan saat perjalanan ke sana... Kami di serang oleh, entah makhluk apa, dan angga, terkena serangan nya, lalu terlempar masuk ke dalam sungai kalimas... Aku, afif, dan miftah langsung bersembunyi di terminal joyoboyo.. Kami mengira, angga mungkin udah, tewas, karena ombak di sungai kemarin cukup deras...", ujar ulum.
"Kita berdoa saja,... Jikalau dia masih hidup, semoga selamat, dan mencapai tempat evakuasi... Namun kalau, meninggal, kita hanya bisa berdoa, dan nanti nya kita cari mayat nya di sungai..", ujar afif.
"Setuju...", ujar adit.
"Kata-kata terakhir nya,.. Menyuruh kami agar bisa selamat sampai di sini, agar tidak berakhir seperti orang-orang di luar sana...", ujar miftah.
"Ya.. Memang itu seharus...", ujar ulum terpotong.
"Panggilan kepada pengungsi bernomor 2453, bernama afif rofiky, di mohon untuk memasuki ruangan staff medis 3, terima kasih...", suara yang berasal dari speaker di dekat tenda utama terdengar.
"Gue tinggal dulu ya... Entar gue ke sini lagi..", ujar afif meninggalkan teman-teman nya.
"Oke.... Santai aja fif..", sahut miftah.

Afif yang mendengar hal tersebut, langsung bergegas menuju tempat yang di sebutkan. Sementara ulum, miftah, adit dan ubed, melihat-lihat sekitar tempat pengungsian. Banyak tentara bersenjata berlalu lalang, masih terdengar suara tembakan dari luar tempat evakuasi, di sertai geraman dari zombie-zombie di luar sana. Para petugas medis juga tak henti-henti nya, memeriksa keadaan para pengungsi, khawatir jika virus akan menyebar ke dalam.

"Eh, gue mau liat ke sana dulu bentar...”, kata ulum sambil meninggalkan mereka bertiga.
"Oh oke...", ujar miftah.
"Di sini ada makanan gak ya, gue laperr...", ujar adit.
"Lu ikut makan aja bareng zombie di luar sana...", ujar miftah.
"Gimana kalo lu aja yang gue makan mif...", ujar adit.
"Jangan... Entar lu bakal jadi zombie yang jerawatan.. Hiii..", sahut ubed.
"Kamprett lu..", ujar miftah.

Miftah, ubed, dan adit tengah bercanda sambil berkeliling tempat evakuasi. Ulum saat itu tengah curiga akan beberapa orang yang berpangkat, mengendap-endap di tenda yang paling belakang, 'apa yang di bicarakan? Mengapa secara sembunyi?', Itu lah yang ada di benak nya. Ulum mencoba mengikuti mereka. Setelah berada di tenda yang paling belakang, dan paling sepi, tanpa ada orang lalu lalang di situ, ulum menguping pembicaraan mereka.

“Presiden belum tahu apa-apa tentang ini... jangan sampai bocor ke siapapun...”
“Bagaimana dengan pers? Mereka berhak tahu apa yang sedang terjadi...”
“Sebelum semua ini tertangani, dan virus tersebut sampai ke tangan kita, buat lah seakan ini adalah berasal dari kebocoran gas alam...sudah ratusan juta dollar kita habis kan untuk membeli virus tersebut, jangan sampai kacau!!”
“Baik pak! Siap Pak!”
“Sebentar, seperti nya aku melihat ada yang sedang mendengar pembicaraan kita...”

Mendengar hal tersebut, ulum segera mencari tempat sembunyi yang aman. Setelah orang-orang tersebut mencari penyusup yang sedang mendengar pembicaraan mereka, mereka tidak menemukan siapapun. Akhirnya mereka kembali ke tempat pengungsian, seolah tidak terjadi apa-apa. ‘Virus? Milyaran dollar? Apa yang sedang mereka rencanakan sebenarnya?’, banyak sekali pertanyaan ada untuk di ungkapkan. Namun tanpa pikir panjang, ulum segera kembali menuju teman2 nya, dan menceritakan semua yang di dengar nya.

"Eh... Darimana lu..?? Lu nemu makanan gak..??", tanya adit.
"Gue tadi habis denger beberapa orang bicara in sesuatu di belakang sana, secara diam-diam...", ujar ulum.
"Kalo diam-diam berarti gak ngomong donk..", sahut ubed.
"Gue serius...!! Mereka membicarakan tentang virus berharga jutaan dollar... Bisa jadi, virus itu yang jadi penyebab wabah ini...", ujar ulum.
"Dan mereka secara sengaja merahasiakan nya dari publik, dari orang seperti kita...", sambung ulum.
"Virus, jutaan dollar, jadi penyebab semua ini, karena tujuan mereka yang tidak kita ketahui, secara sengaja..?? Memang banyak yang di sembunyikan oleh pemerintah kita..", ujar miftah.
"Presiden belum tau kata nya, jadi bisa jadi.. Ada pengkhianat di sini, ada penyusup..", ujar ulum.
"Menyerang negara dari dalam..??", sahut ubed.
"Bisa jadi... kita kan baru saja mengadakan pemilihan presiden.. Jadi, mungkin ada pihak yang mengambil kesempatan ini untuk menghancurkan pemerintahan...", ujar ulum.
"Oh.. Itu afif..", ujar miftah.

Afif pun yang se-dari tadi masih bersama staff medis dan kimia, akhirnya harus ikut dengan beberapa dokter dan ilmuwan menuju jakarta, untuk melakukan penelitian virus baru ini.

“Bro, gue harus ikut ke jakarta, kata nya di sana ada sesuatu yang mampu ku kerjakan, entah apapun itu.. maaf kalo harus ninggalin kalian semua di sini... Nanti aku beri kabar lebih lanjut kalau ada kesempatan...”, ujar afif.
“Ok bro, hati-hati...”, jawab mereka serempak.
"Mungkin aku bisa nemu in sesuatu di sana...", ujar afif sambil meninggalkan ulum, adit, miftah, dan ubed.

Mereka berempat pun masih membicarakan tentang apa yang ulum dengar tadi. Saat mereka sedang mengobrol, sirine berbunyi...

“Di mohon untuk tetap tenang, karena ada sesuatu yang ingin menerobos masuk ke tempat evakuasi...jangan panik”, kata salah satu tentara lewat mikrofon.

AAAAAA....!!!!!!
Semua orang panik seketika mendengar hal tersebut. Ulum, miftah, ubed, dan adit pun segera pergi menyelamatkan diri. Mereka tak sengaja tiba di tenda bagian persenjataan. Setelah mereka mengambil beberapa senjata dan pelindung di sana, mereka sepakat untuk bekerja sama keluar dari tempat evakuasi. Setelah keluar dari tenda, miftah dan ulum pun terkejut akan makhluk besar yang masuk ke dalam tempat evakuasi. Makhluk itu sama dengan makhluk yang menyerang mereka berdua di jembatan sungai kalimas, di tempat evakuasi terminal joyoboyo. Miftah pun langsung berlari mencari kendaraan mereka yang terparkir di luar tempat evakuasi, sementara ulum, ubed, dan adit berusaha menembaki monster tersebut. Ternyata monster itu tidak sendiri, total mereka ada 5 ekor. Semua nya di bunuh di tangan monster-monster tersebut, tempat itu hancur, layak nya titik evakuasi sebelum nya. Setelah semua sudah siap, mereka berempat pergi meninggalkan tempat tersebut, tanpa arah.

“Jadi, ini mau kemana?”, tanya adit.
“Gak tau...gue masih bingung”, jawab miftah dengan wajah kebingungan.
“Ok, gini aja...kita ke jakarta, dengan mobil ini, kita cukup aman di dalam nya”, kata ulum dengan penuh semangat.
“Lu udah gila, kita aja gak tau tempat-tempat di sana, titik evakuasi nya pun belum kita dengar...kita mau nekat?”, tanya miftah.
“Ya, kita nekat, bila angga ada di sini, bersama kita, dia juga akan mengatakan hal yang sama dengan ku...”, ujar ulum.
“Ya udah-udah, kita cari perbekalan dulu di supermarket, yang bisa di konsumsi selama perjalanan ke sana...”, kata ubed mendukung ulum.
“Ok kalo gitu, kita sudah sejauh ini selamat, gak boleh kita sia-sia kan...kalian siap?!!”, kata miftah dengan semangat.
“SIAP...!!!”, mereka semua berkata dengan kompak nya. Setelah mereka membawa perbekalan, mereka pun bahu membahu menuju, jakarta.

'Jadi ini kah perasaan tadi.. Kenapa masih membekas? Apa belum selesai?', ulum masih menebak apa yang ia rasakan semenjak tiba di tempat tersebut. Mereka berencana menuju jakarta, menuju tempat yang mereka anggap aman. Senjata, perlindungan, bekal, semua telah mereka bawa, di harap cukup untuk kehidupan menuju ke sana. 'Kehidupan', tak pantas kita menyebut nya saat ini, mengetahui bahwa sudah tidak ada yang hidup saat ini. Kemana kita harus menanyakan ini semua, pada pengkhianat di sana? Pada mayat hidup ini? pada senjata-senjata yang mereka genggam saat ini? Yang harus di lakukan adalah, bertahan hidup.
v
v
v
v
v
Berlanjut ke chapter 6.....

26/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 4 : Zurvive" part 3 (NTC story)
'N. B : dalam kisah ini, sudut pandang akan menceritakan tentang perjalanan tim NTC'

11 juni 2014
04 : 27 wib

Setelah afif, miftah, dan ulum kehilangan teman mereka, angga, mereka bersembunyi dari makhluk yang sebelum nya telah menyerang mereka di jembatan menuju titik evakuasi joyoboyo. Makhluk tersebut tinggi besar, dengan 4 mata di kepala nya, cakar besar di kedua tangan nya, dan ekor yang penuh dengan duri. Makhluk, atau bisa di katakan monster tersebut, tidak merusak benda atau bangunan di sekitar nya, seperti memiliki tujuan, hanya menyerang manusia saja, tidak seperti monster pada umum nya, yang benar-benar merusak. Mereka bertiga bersembunyi di salah satu bangunan, seperti pos, untuk menunggu agar makhluk itu pergi. Setelah beberapa saat, monster tersebut pergi entah kemana, mereka bertiga untuk saat ini selamat.

Mereka mulai memasuki area evakuasi. Joyoboyo ini adalah terminal angkutan umum dalam kota yang cukup besar di surabaya pusat, dan dapat di jangkau dari arah mana pun. Di tempat itu, terlihat banyak darah dan zombie berkeliaran, tak ada satupun yang selamat. Kemungkinan makhluk tadi telah menghancurkan tempat evakuasi ini. Keadaan tempat itu sungguh mengenaskan, hingga akhir nya mereka memutuskan untuk melanjutkan ke tempat evakuasi selanjutnya, yaitu balai kota madya surabaya.

"Kita cari mobil yang kuat dan aman, untuk kita pakai ke kota madya...", ujar miftah.
"Emang nya lu bisa nyetir, naik sepeda motor aja masih ke tabrak...", kata ulum sedikit bercanda.
"Lu menghina gue? Gini-gini gue pernah nyupir mobil pick-up es batu...", bantah miftah.
"Nyupir gitu aja bangga, kalo nyupir truk kontainer baru lu bangga... terrserah lah... pokok nya gak sampe ke balik mobil nya, alhamdulillah...", ujar ulum sedikit tertawa.
"Daripada lu berdua debat gak jelas,.. mending cepet-cepet cari mobil yang tertutup, agar tidak bisa di jangkau sama zombie-zombie ini.", kata afif membenarkan.
"oke... Yang penting gak bisa kebalik dan aman..", ujar ulum.
"Masih ngeledek gue lu..", sahut miftah.
"Haduh.. bakal jadi perjalanan panjang ini...",gumam afif.

Mereka pun berkeliling terminal tersebut, untuk mencari kendaraan yang cukup aman, untuk sampai di kota madya. Setelah beberapa menit mencari, akhir nya mereka menemukan mobil angkutan umum yang masih dapat di gunakan. Mereka menambahkan beberapa tambahan pertahanan pada mobil tersebut seperti papan kayu, lembaran besi, dan juga beberapa batang besi yang di pasang di jendela. Setelah semua siap, mereka berangkat. Namun,...

"Eh, lu denger gak? Ada yang minta tolong...", ujar miftah.
"Heh, nyawa lu kan belum lengkap, habis ketubruk tadi, jadi telinga lu agak eror. Mana ada manusia masih hidup di sini..", kata ulum yang tak percaya.
"Eror mata lu soak...ini gue beneran...fif lu denger gak?", tambah miftah.
"Bentar-bentar, iya, kayak nya ada yang minta tolong deh...kayak suara anak kecil, cewek, nangis minta tolong...", afif pun juga mendengar nya.

Akhir nya mereka mencari sumber suara tersebut. Dan mereka pun terkejut dengan makhluk yamg mereka temui. 'Tolong!! Tolong!! Tolong!!', itulah kata-kata yang terucap dari makhluk yang berparas layak nya perempuan, namun hanya badan dan kepala nya saja yang masih utuh, sementara kaki dan tangan nya tinggal tulang belulang yang di tumbuhi cakar dan duri tajam. Dengan mata merah menyala, makhluk tersebut melihat ke arah mereka bertiga. Tanpa pikir panjang, mereka langsung berlari ke arah mobil yang telah mereka siapkan, untuk segera pergi dari tempat itu. Makhluk itu mengejar mereka, dengan cukup cepat. Masih terdengar suara monster itu berteriak.

“ayo di gas mif... ntar keburu muncul tuh cewek..”, ujar ulum.
“ayo... lu bisa nyetir gak sih..”, ujar afif.
“jangan cepet-cepet.. ntar kebalik mobil nya..”, ujar ulum.
“AAARRGGHH..!!! lu bisa diem gak sih..!! gue lagi fokus nyetir ini..”, teriak miftah.
“oh.. ok..”, sahut afif dan ulum murung.

Dengan sedikit keberuntungan, mereka pun akhir nya bisa meninggalkan makhluk yang mengerikan tersebut. Perjalanan pun di lanjut kan.

Mereka memutuskan untuk pergi ke kota madya, karena kemungkinan di sana lah pusat dari para 'survivor' di surabaya. Mereka juga masih memikirkan keadaan teman mereka angga, yang hanyut terbawa deras nya arus sungai brantas. Mereka berpikir bahwa angga telah mati.

"Kalau semua udah selesai... Kita kembali ke sungai, cari si angga..", ujar afif.
"He.emb... Semoga saja masih hidup, walaupun kemungkinan nya sangat kecil...", sahut ulum.
"Ya positif aja lah... Tapi.. Biar pun bisa selamat... Banyak zombie di sekeliling...", ujar miftah.
"Sama aja lu negatif, somplak..!!", sahut afif dan ulum.

Tak ingin larut dalam kesedihan yang berlanjut, mereka berusaha melupakan hal tersebut, dan berjuang untuk tetap hidup, demi orang-orang terdekat, seperti yang telah di katakan oleh angga.

Mentari pagi pun muncul, cerah nya menghiasi kota yang telah berubah menjadi neraka. Ternyata memang bukan mimpi, semua nya begitu nyata. Waktu telah menunjukkan pukul 6 pagi, dan tiga orang ini pun telah sampai di pusat kota. Pusat dimana seluruh mimpi buruk ini berasal.

"Ramai banget di sini..", ujar ulum.
"Banyak zombie juga yang mau masuk nerobos...", sahut miftah.
"Lebih baik kita parkir di sini... Aku punya firasat buruk..", ujar ulum.
"Ini masih agak jauh lum dari tempat pengungsian..", ujar afif.
"Iya nih... Ntar kalo mobil nya ini di ambil gimana...", ujar miftah.
"Gak bakalan ada yang ambil.. Udah ayo turun..", jawab ulum.
"Udah-udah... Daripada debat... Mending ayo, kita turun di sini...", ujar afif.
"Ya udah lah..", sahut miftah.
'Astaga... Perasaan buruk apa ini.. Seperti akan ada sesuatu di sini', ulum bicara dalam hati.
"Ooyyyy... Kalian... Cepat masuk ke sini...!!!"...
V
V
V
V
V
Berlanjut ke chapter 5.....

Ini cover buku zurvive nya... mohon saran, kalau ada tambahan atau ide...
21/11/2015

Ini cover buku zurvive nya... mohon saran, kalau ada tambahan atau ide...

21/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 3 : "Zurvive" part 2

11 juni 2014
03 : 15 wib

Setelah beberapa menit perjalanan, kami berdua akhirnya sampai di basecamp kami di sidoarjo. Cukup sepi, tidak banyak zombie di sekitar. Tanpa kegaduhan, kami mencoba memanggil teman kami yang ada di dalam secara perlahan.

"Fif, ini angga ama ulum!! Cepet keluar", teriak ku sedikit pelan.
"Lu yakin semua nya ada di sini..?? Kelihatan sepi gini..", ujar ulum.
"Gue udah sms mereka satu-satu, gue suruh ngumpul di sini..", ujar ku.
"Nah itu afif..", sahut ulum.

Dan afif pun keluar, tak terlihat teman-teman kami di dalam. Afif rofiky, salah satu anggota komunitas kami, rumah nya adalah yang terdekat dengan basecamp, sehingga dapat sampai ke tempat terlebih dahulu. Kami pun masuk, dan menutup pintu rapat-rapat, mencoba untuk sesunyi mungkin. Di dalam, kami bercerita tentang apa yang terjadi. Dengan muka sedikit sedih, afif bercerita tentang kejadian yang menimpa nya. Ayah dan ibu afif sedang dinas di luar p**au, entah mereka baik-baik saja atau tidak. Namun kedua adik nya telah mati, menjadi santapan makhluk-makhluk ini.

"Gak ada yang ke sini bro, cuma gue aja yang langsung ke sini", ujar nya dengan sedikit shock atas kejadian ini.
“yang lain mana..?? apa gak ada yang bales..??”, tanya ku.
“eh.. lu gak inget kalo sinyal nya lagi error..”, ujar ulum.
“hemhh... daripada kita murung, bersedih di sini... lebih baik, kita menyusun rencana agar bisa ke tempat evakuasi..”, ujar ku.
“lalu temen-temen yang lain..?? gimana kalo mereka beneran ke sini.. kasihan mereka juga ngga..”, ujar afif.
“setidak nya kita udah ninggalin pesan buat mereka... mereka pun mungkin berpikir akan langsung menuju tempat evakuasi... ke sini, sama aja bunuh diri..”, ujar ku.
“seperti kita maksud mu..”, sahut ulum.
"udah lah, yang penting sekarang kita bertiga saling kerja sama menuju tempat evakuasi. Ku dengar yang terdekat adalah terminal joyoboyo. Kita gak boleh putus asa hanya karena kehilangan anggota keluarga... Kita harus tetap hidup, demi mereka. Dan mereka pun juga tak akan rela melihat tubuh kita berjalan tanpa jiwa..", ujarku menyemangati mereka berdua.
“.....”, afif dan ulum masih merenung.
“aku... pergi ke sini, karena keluar dari rumah ku yang aman.. keluarga ku masih utuh.. aku gak tau sekarang, apa mereka masih selamat, atau.... yang penting sekarang, jika kalian yakin, keluarga kalian yang lain masih ada yang selamat, kita ke tempat evakuasi, lalu mencari bantuan agar bisa nyelametin mereka... bukan hanya berdiam diri di sini, seperti pecundang... kita ini satu tim, apa kalian mau kita di sebut tim pecundang..?? maaf.. tapi gue ingin pergi dari sini, nyelametin diri gue, dan nyari bantuan apapun di sana buat nyelametin keluarga gue..!! tentu.in pilihan lu berdua... kita gak punya banyak waktu..”, ujar ku sambil mempersiap kan perlengkapan perlindungan.

Afif dan ulum pun sepakat, membuang kesedihan mereka, dan membantu ku mempersiapkan semua nya. Kami bertiga pun siap, dan telah mempersenjatai diri kami. Ulum bagian menyetir, sedangkan aku dan afif berusaha menjaga agar para zombie ini tidak mendekati kendaraan kami. Piring-piring, gelas-gelas kaca, apapun benda keras yang bisa di lempar untuk membunuh mereka sudah kami siapkan. Kami mulai berangkat menuju titik joyoboyo. Saat kami melewati daerah ‘waru’, kami sempat bertabrakan dengan seorang pengendara motor yang tak sengaja menyenggol kendaraan kami. Dan rupanya dia adalah miftah, teman kami.

"lho mif.. Dari mana lu?", tanya ulum.
"gue perjalanan p**ang bro! Keluarga gue masih di rumah! Gue habis dari surabaya, terus ada yang kacau di kota, akhir nya gue putusin buat p**ang...", ujar nya dengan sedikit kesal.
“emmhh.. mif.. sidoarjo, udah ancur... kita ini perjalanan mau ke joyoboyo..”, ujar afif.
“lu jangan bilang yang enggak-enggak lu.. gue ke surabaya cuman bentar.. gak mungkin sidoarjo udah ancur..”, sahut miftah ingin memukul afif.
“mif... yang afif bilang bener.. kita semua.. kehilangan.. meninggalkan keluarga kita... kalau pun mereka masih hidup.. kemungkinan kita, atau lu sendiri buat nyelametin, itu susah... kita nyelametin mereka pake apa... tangan doank..?? kita masih selamat sekarang, hargai itu... kalo lu masih bersih keras buat pergi ke sana... gue cuman mau bilang hati-hati... atau.. lu ikut kita, buat nyelametin diri, agar kematian dan kehilangan mereka, gak sia-sia..”, ujar ku.
“emmhh... sorry kalo gue ngerusak acara kalian.. tapi kayak nya, kita harus pergi dari sini.. zombie-zombie ini udah mulai ngumpul gara-gara kalian teriak-teriak..”, ujar ulum.
“lu ikut apa nggak..??!”, ujar ku.
“mif..?”, ujar afif.
“gue.. ikut”, jawab miftah sambil sedikit sedih.

Setelah dia sedikit tenang, walaupun sedih, dia akhir nya ikut dengan kami menuju tempat evakuasi. Perjalanan kami lanjutkan, tak ada satu pun manusia yang terlihat, hanya mayat berjalan yang sedang kebingungan. Sudah sedikit berkurang teriakan dari yang masih hidup. Pemandangan ini, lebih dari mimpi buruk.

Sekitar 30 menit berlalu, akhir nya kami telah sampai di jembatan sungai menuju terminal joyoboyo. Kami tidak percaya atas apa yang kami lihat, badan jembatan telah rusak, di karenakan ledakan dari beberapa mobil yang ada. Karena kendaraan kami tak bisa lewat, kami pun turun, dan berjalan kaki menyusuri jembatan yang penuh dengan bangkai mobil, dan orang. Tak beberapa lama, dari kejauhan, terlihat sebuah mobil yang sedang melayang, seolah di lempar oleh sesuatu. Kami pun berlari untuk menghindari mobil tersebut. Namun apa daya, aku yang berada di bagian belakang, terkena hantaman mobil tersebut dan terpental jatuh ke sungai. Teman-teman meneriaki nama ku, sembari melihat tubuh ku yang hanyut oleh arus sungai yang cukup besar.

“oyy... ngga..!!”, teriak miftah.
“gimana nih... kita turun ke sana buat nyari atau gimana..”, ujar afif.
“arus nya terlalu deras... dan ini masih gelap.. kita mungkin akan sulit buat nyari si angga..”, ujar ulum.
“trus kita tinggalin angga, hanyut di sini..?? temen macam apa lu..”, ujar miftah.
“mif... dia temen gue, temen lu, temen afif... lu pikir gue gak sedih apa... kalo lu mau cari dia, silahkan, gue gak ngelarang.. gue akan tetep ngikutin apa yang udah dia pesenin ke gue..”, ujar ulum.
“untuk selamat...”, tambah afif.
“kita mungkin masih bisa nyari dia nanti nya... lebih baik seperti ini... daripada gue harus terpaksa nge-hancurin kepala temen gue sendiri...”, ujar ulum.
“ulum bener mif... daripada di antara kita ada yang jadi zombie.. karena gue gak mau bunuh temen gue sendiri..”, ujar afif.
“ok... kalo gitu... kita terusin ke joyoboyo... kita cari bantuan, buat nyari tubuh nya angga di sungai..”, ujar miftah.

Terdengar samar-samar teriakan mereka bertiga, lalu menghilang. Aku berpikir, 'apa aku akan selamat..'. Makhluk tadi cukup besar, kemungkinan itu lah penyebab semua kejadian ini. Entahlah, yang jelas aku telah pasrah akan hidup ku di tengah-tengah sungai yang ganas ini. Dan ku berharap, teman-teman ku selamat sampai tempat evakuasi. Aku teringat akan keluarga ku yang masih bertahan, dan adik ku yang sedih saat ku pergi. Semoga ini semua hanya mimpi buruk ku saja. Dan terbangun di hari-hari ku seperti biasa. Saat ini, kami masih mencoba.....
v
v
v
v
v
Berlanjut ke chapter 4...

Ini nih member member NTC dan Leader NTC .
20/11/2015

Ini nih member member NTC dan Leader NTC .

20/11/2015

sementara waktu mencampakkanku, kenangan mengukir sesuatu di luar garis takdir. aku semakin mengerti betapa payahnya aku yang tanpa kau.

18/11/2015

Zurvive (re-make)

Chapter 2 : "Zurvive" part 1

11 juni 2014
01 : 20 wib

Kami masih bertahan di dalam rumah, berharap ada bantuan yang datang. Dari luar terdengar banyak sekali suara geraman mereka yang lapar. Kami merenungkan kejadian yang baru saja kami alami. Aku masih berpikir, bagaimana bisa ada zombie di kenyataan seperti ini, yang ku tahu hanya ada di film, atau anime yang sering ku lihat. Namun ini lah yang terjadi saat ini, dan kita cuma bisa bertahan. Beberapa dari kami ada yang berjaga di atas, melihat situasi dari pantai atas, beberapa ada yang berdoa, memohon agar semua kembali normal. Tidak, ini tidak akan kembali normal, sampai penyebab nya telah di temukan. Dari semua film yang pernah ku lihat, wabah seperti ini sering kali di sengaja, untuk melengserkan suatu negara, atau memang untuk perang.

Waktu telah menunjukkan pukul 1:47 pagi, tidak ada teriakan dari yang masih hidup, terlihat sepi, hanya geraman lirih dari para zombie. Kami berusaha agar tidak gaduh di dalam, karena akan menarik perhatian mereka. Dan, kami pun akhir nya berdiskusi, mengenai masalah evakuasi.

"Kita pikirkan cara untuk sampai ke tempat evakuasi", kata pak warto.
"Keluar dari sini, sama saja dengan bunuh diri, jumlah mereka ratusan, kita hanya ber 10 orang, kita punya apa buat melawan!?", jawab ibu tiri ku.
"Sebenar nya cukup mudah membunuh mereka,.. Hancur kan saja kepala nya, atau patah kan leher dan punggung nya.. Cukup sulit kalau belum terbiasa..", ujar ku santai.
"Gak semudah itu mas angga, mereka jumlah nya lebih banyak dari kita yang masih hidup..", ujar istri pak warto.
"Kita kerjasama.. Saling melindungi..", sahut ku.
"Apa yang kamu katakan ada benar nya mas.. Tapi beberapa dari kita tidak semahir yang kamu kira.. bisa kewalahan kita..", ujar bu yuli.
"Terserah lah..", ujar ku sambil pergi ke dalam.

"Mas... Kamu mau pergi ke tempat evakuasi..??", tanya ayu.
"Kemana lagi kamu pikir.. Aku gak bisa diam aja di sini.. Dalam keadaan seperti ini, aku tidak berharap banyak pada bantuan..", ujar ku.
"Aku ikut kalau gitu..", ujar ayu.
"Terlalu berbahaya ayu... Lebih baik aku sendiri saja.. Aku tidak bisa nelindungi mu setiap waktu..", ujar ku.
"Aku bisa melawan mereka.. Seperti yang mas ajar kan tadi..", ujar ayu.
"Lebih baik kamu di sini.. Aku akan kembali, begitu sampai di tempat evakuasi, membawa bantuan..", ujar ku.
"Tapi mas...", sahut ayu.
"Aku tidak bisa kehilangan adik kesayangan ku..", ujar ku sambil mencium p**i nya.

Aku telah mendapat pesan dari teman-teman ku, mengatakan bahwa mereka semua selamat, dan masih bersembunyi di rumah masing-masing. Tanpa pikir panjang, aku segera mempersiapkan perlengkapan dan senjata, untuk pergi menemui mereka semua, dan membangun kekuatan bersama untuk menuju ke tempat evakuasi. Dengan membawa sebuah parang, aku siap. Sempat semua orang melarang ku, namun tak ku hiraukan. Setelah semua ku siapkan, aku keluar dari rumah. Orang-orang di dalam terlihat sedih dengan keputusan ku, namun aku berjanji akan kembali membawa bantuan. Prioritas ku saat ini hanya lah satu, untuk tetap hidup.

Tujuan pertama ku yang terdekat adalah rumah bahrul ulum. Rumah nya tidak begitu jauh dari sini. Dengan membawa salah satu motor, aku pergi.Jalanan cukup ramai, dengan zombie maksud ku. Aku hampir sampai di halaman rumah nya, ku lihat banyak sekali jumlah 'mereka'. Aku harus mencari cara agar bisa menarik perhatian makhluk-makhluk ini agar pergi menjauh. Akhir nya ku putuskan untuk membakar motor yang ku bawa di kejauhan. Setelah mereka terpancing oleh kobaran api dari motor ku, aku langsung segera menuju rumah ulum. Dan kudapati dia sedang berlindung di atap rumah nya.

"Sendirian lu? Keluarga lu mana?", tanya ku.
"Mati...", jawab nya sambil menunjuk ke dalam rumah.
"Emhh.. Lebih baik lu turun.. Gue punya rencana..", ujar ku.

Ternyata dia mengurung keluarga nya di dalam rumah, karena mereka telah menjadi mayat hidup. Aku memberi tahu nya tentang rencana pelarian menuju titik evakuasi di surabaya. Dengan sedikit sedih, dia akhir nya setuju untuk bekerja sama dengan ku agar tetap hidup. Beberapa senjata se-ada nya kami bawa, dan juga perlengkapan lain.

"Jadi kita kemana dulu nih?", ujar nya
"Gua udah ngirim pesan ke semua anak-anak agar ngumpul di base camp biasa nya, tapi cuma afif yang bales", kataku sambil men cek handphone ku kembali.
"Sial, panggilan darurat. Karena kejadian ini semua komunikasi jadi kacau", sambung ku.
"Semua nya menjadi kacau, karena wabah ini.. Bisa di bilang, negara ini telah di serang..", ujar ulum.
"Kita hanya masyarakat biasa lum,.. Kita cuma bisa mengikut pada aturan..", sahut ku.
"Lebih baik, kita cepat pergi dari sini, sebelum kita menarik perhatian zombie yang lain..", ujar ulum.

Tanpa pikir panjang, kami pun bergegas menuju basecamp komunitas kami yang berada di daerah sidoarjo. Dengan membawa sepeda motor pick-up, kami melanjutkan perjalanan untuk bertemu dengan teman-teman di sana, dan ku harap mereka selamat semuanya. Dan juga, semoga keluarga ku masih baik-baik saja. Jalanan sungguh kacau, hampir seperti neraka. Banyak mayat bergeletakan di mana-mana, tak sedikit juga yang hidup kembali mencari yang dapat dimakan. Entah apa yang akan kami lalui nanti nya, menuju tempat evakuasi. Saat ini, kami masih selamat.....
v
v
v
Berlanjut ke chapter 3...

Address

Sidoarjo

Telephone

082142381939

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when NTC posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share