Singarajafm Bali

Singarajafm Bali Media komunikasi digital informasi terkini radio/film

Penyanyi pop Bali asal Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Yan Srikandi kembali menyapa para penggemarnya melalui...
14/06/2026

Penyanyi pop Bali asal Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Yan Srikandi kembali menyapa para penggemarnya melalui karya terbaru berjudul “Bajang Idaman”. Lagu ciptaan sendiri tersebut resmi dirilis dan tayang di kanal YouTube Yan Srikandi Official pada Kamis (11/6) siang.

Dalam penggarapannya, lagu ini mendapat sentuhan aransemen dari Ojix Bray, sementara video klip diproduksi oleh Crukcuk Kuning dan digarap oleh Putu Bejo bersama Dika Swara.

Lagu “Bajang Idaman” mengangkat kisah seorang pria yang terpikat oleh pesona seorang gadis muda yang menjadi dambaan hati. Sosok gadis tersebut digambarkan memiliki kecantikan dan daya tarik yang mampu membuat sang pria terus memikirkannya siang dan malam.

Menariknya, Yan Srikandi menghadirkan nuansa khas Bali melalui penggunaan lirik bergaya wewangsalan atau pantun tradisional Bali. Salah satu penggalan lirik seperti “Sumping ketan jaje uli, nasi anget wadah piring” menjadi warna tersendiri yang memperkuat identitas budaya dalam lagu tersebut.

Penyanyi yang memiliki nama lengkap I Wayan Sriada itu mampu mengemas cerita cinta dan kerinduan dengan sentuhan komedi romantis yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Perpaduan lirik yang ringan dengan bahasa yang mudah dipahami membuat lagu ini terasa akrab di telinga pendengar.

Tak hanya mengandalkan kekuatan cerita, “Bajang Idaman” juga dibalut aransemen musik pop Bali modern yang ceria dan enerjik. Irama yang dinamis dipadukan dengan karakter vokal khas Yan Srikandi menghadirkan suasana yang menghibur sekaligus mengajak pendengar ikut bernyanyi dan bergoyang.

Di video klipnya, Yan Srikandi tampil ekspresif dan penuh semangat, memperkuat pesan lagu yang sarat nuansa cinta, kekaguman, dan hiburan.

Meski kehidupan pribadinya jarang terekspos, penyanyi kelahiran tahun 1977 tersebut tetap menunjukkan konsistensinya di industri musik Bali. Berbagai karya yang telah dirilis selama ini membuat namanya tetap dikenal dan dicintai oleh pencinta musik pop Bali lintas generasi.

Dengan hadirnya “Bajang Idaman”, Yan Srikandi kembali membuktikan kemampuannya menghadirkan karya yang memadukan unsur tradisi dan modernitas, sekaligus memperkaya khazanah musik Bali masa kini.

Penyanyi pop Bali I Made Yudiantara, yang lebih dikenal dengan nama panggung Yudi Kresna, kembali menyapa para pecinta m...
14/06/2026

Penyanyi pop Bali I Made Yudiantara, yang lebih dikenal dengan nama panggung Yudi Kresna, kembali menyapa para pecinta musik Bali melalui single terbarunya berjudul “Mule Sing Jodoh”. Lagu tersebut menjadi karya terbaru Yudi Kresna yang mengangkat kisah cinta penuh haru tentang hubungan asmara yang harus berakhir karena tidak mendapatkan restu orang tua.

Lagu “Mule Sing Jodoh” merupakan ciptaan Dek Arda dengan dukungan aransemen musik dari Dek Artha. Sementara proses produksi video klip dipercayakan kepada Yasa Sega. Karya terbaru ini dirilis di bawah naungan Yan Tawan Official.

Dalam lagu tersebut, Yudi Kresna membawakan cerita tentang sepasang kekasih yang saling mencintai namun harus menghadapi kenyataan pahit. Hubungan mereka kandas karena orang tua pihak perempuan, khususnya sang ibu, tidak merestui hubungan tersebut.

Sang ibu menilai pria yang mencintai putrinya tidak layak menjadi pendamping karena kondisi ekonominya yang dianggap kurang mapan. Penolakan tersebut membuat hubungan keduanya terus mendapat tekanan hingga akhirnya harus berakhir.

Meski sempat berusaha mempertahankan hubungan dan terus saling menyayangi, sang pria akhirnya memilih untuk mengalah. Ia menyadari keterbatasan yang dimilikinya dan merasa tidak mampu memenuhi harapan keluarga sang kekasih.

Dengan penuh keikhlasan, ia kemudian merelakan perempuan yang dicintainya pergi bersama pilihan orang tuanya. Di balik rasa sakit yang dirasakan, ia tetap mendoakan agar mantan kekasihnya dapat menemukan kebahagiaan dan menjalani kehidupan yang lebih baik bersama jodohnya.

Melalui lirik yang menyentuh dan balutan musik pop Bali yang emosional, “Mule Sing Jodoh” diharapkan mampu mewakili perasaan banyak orang yang pernah mengalami kisah cinta tak direstui atau harus merelakan seseorang yang dicintai demi kebahagiaannya.

Kehadiran single terbaru ini sekaligus menambah deretan karya Yudi Kresna di industri musik Bali. Dengan tema yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, lagu tersebut diprediksi mampu menyentuh hati para pendengar dan menjadi salah satu lagu yang mudah diterima pecinta musik pop Bali.

13/06/2026

Tega! Bayi Perempuan Mulut Dilakban Ditemukan Hidup dalam Tas Belanja di Denpasar Barat

Warga di Jalan Imam Bonjol, Gang Penataran Sari, Banjar Pekandelan, Desa Pemecutan Klod, Kecamatan Denpasar Barat (Denbar) digegerkan penemuan bayi perempuan, Jumat (12/6) sore. Saat ditemukan, kondisi bayi hidup dengan mulut dilakban dan dibungkus tas belanja. Beruntung, warga yang pertama kali menemukan bayi tersebut segera memberikan pertolongan dengan menggendongnya. Selanjutnya, bayi itu dibawa ke warung terdekat untuk mendapatkan kain guna menghangatkan tubuh bayi, sebelum menghubungi pihak berwenang.

(Kerta Negara/balipost)

13/06/2026

DITANDAI NEPAK KULKUL, GUBERNUR KOSTER RESMI LEPAS PEED AYA PKB XLVIII 2026

Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi dimulai dengan pelaksanaan Peed Aya atau pawai budaya yang berlangsung meriah di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Sabtu (13/6). Gubernur Bali, Wayan Koster secara langsung melepas peserta pawai didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati serta Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya.

(Ketut Winata/balipost)

Sempat Dinyatakan Hilang Satu orang korban banjir yang melanda Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali akhirnya dite...
12/06/2026

Sempat Dinyatakan Hilang Satu orang korban banjir yang melanda Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada Jumat (12/6/2026) sore.

Saat ditemui di lokasi, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng mengungkapkan bahwa awal pencarian tim terbagi pada beberapa lokasi sekitar wilayah terdampak banjir. "Kita membagi tim dalam tindak awal pencarian atau penyisiran di daerah lokasi kejadian ini," terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos SAR Buleleng. SRU yang menyisiri aliran sungai melakukan pencarian hingga pinggir Pantai Pengambengan.

Pada pukul 16.15 Wita diterima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. "Kita dapatkan informasi bahwa target ditemukan di bawah reruntuhan rumah, selanjutnya kami laksanakan evakuasi secara manual," ungkapnya.

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 17.12 wita. Upaya mengeluarkan korban ini dilakukan dengan hati-hati karena keadaan bangunan yang masih labil. Usai berhasil dikeluarkan dari runtuhan, kemudian jenasah Ricardo Razaq Alghivieri (20) dibawa menuju RSUD buleleng dengan menggunakan ambulance PMI Buleleng.

Diberitakan sebelumnya, satu orang menjadi korban dari banjir yang melanda Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (12/6/2026) siang. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pada pukul 13.55 Wita dan segera melakukan aksi. Sempat dilakukan pencarian menyisiri sungai dengan hasil nihil.

Unsur SAR yang terlibat selama berlangsungnya operasi SAR yakni Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Buleleng, Bupati Buleleng beserta jajarannya, BPBD Buleleng Polairud Polres Buleleng, Polsek Kota Singaraja, Samapta Polres Buleleng, TNI AL Pos Sangsit, Damkar Buleleng, pegawai Kecamatan Buleleng, Bhabinkamtibmas Bakti Seraga, Babinsa Bakti Seraga, Koramil 01 Buleleng, PUTR Buleleng, Dinas Sosial, PMI Buleleng, Balawista Buleleng, ⁠Bhuana Bali Rescue, Perangkat Desa Bakti Seraga, masyarakat setempat dan pihak keluarga korban.

Ketika Yadnya Bukan Lagi Tentang Pamer Tetapi Tentang Mengenal Tuhan Dalam DiriSelengkapnya Baca 👇
12/06/2026

Ketika Yadnya Bukan Lagi Tentang Pamer Tetapi Tentang Mengenal Tuhan Dalam Diri

Selengkapnya Baca 👇

Umat Hindu Melaksanakan Kegiatan Persembahyangan Oleh, Luh Irma Susanthi, S.Sos.,M.Pd Koordinator Penyuluh Agama Hindu Kecamatan Tejakula Ke...

Rumah Tergerus Banjir, Mahasiswa 20 Tahun Hilang Terseret Arus! Pencarian Masih BerlangsungSeorang mahasiswa dilaporkan ...
12/06/2026

Rumah Tergerus Banjir, Mahasiswa 20 Tahun Hilang Terseret Arus! Pencarian Masih Berlangsung

Seorang mahasiswa dilaporkan hanyut terbawa arus banjir setelah rumah yang ditempatinya diterjang dan tergerus banjir di Perumahan Griya Mahadewa Blok A4, Desa Baktiseraga, Kabupaten Buleleng, pada sekitar pukul 12.30 WITA.

Korban diketahui bernama Ricardo Razak Alghiveri (20), mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Hingga berita ini diturunkan, korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, saat banjir terjadi korban sedang berada di dalam kamarnya. Adik korban sempat memperingatkan agar segera keluar rumah karena debit air terus meningkat. Namun, sebelum korban berhasil menyelamatkan diri, bangunan rumah yang ditempatinya tergerus derasnya arus banjir dan korban ikut terseret.

Ketinggian air saat kejadian diperkirakan mencapai sekitar dua meter. Arus yang sangat deras juga menyebabkan sebagian rumah korban mengalami kerusakan parah akibat tergerus banjir. Bagian rumah yang terdampak memiliki ukuran sekitar 12 meter panjang dan 6 meter lebar.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Buleleng, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng telah melakukan asesmen di lokasi kejadian dan langsung melakukan upaya pencarian terhadap korban.

Petugas masih menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi kejadian dan aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyutnya korban. Hingga saat ini, pencarian terhadap Ricardo Razak Alghiveri masih terus dilanjutkan.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan curah hujan tinggi di wilayah tersebut.

Jangan lupa Jumat sehat hari ini bersama RSUD Buleleng!
12/06/2026

Jangan lupa Jumat sehat hari ini bersama RSUD Buleleng!

11/06/2026

Kelulusan siswa kelas XII SLB Negeri 1 Buleleng dirayakan dengan cara istimewa.Selain prosesi pelepasan,para siswa menampilkan berbagai karya vokasi dan pertunjukan seni dalam sebuah pameran dan pentas yang digelar di Gedung Sasana Budaya Singaraja,Rabu (10/6)

Sumber Video : Humas Buleleng

Umat Hindu di Bali bersiap menyambut Hari Raya Galungan dengan melaksanakan rangkaian upacara suci Sugihan Jawa dan Sugi...
11/06/2026

Umat Hindu di Bali bersiap menyambut Hari Raya Galungan dengan melaksanakan rangkaian upacara suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali. Kedua hari raya tersebut dirayakan secara berurutan pada pekan Wuku Sungsang, tepat sepekan sebelum Galungan, sebagai simbol penyucian alam semesta dan diri manusia.

Meski menggunakan istilah “Jawa” dan “Bali”, kedua perayaan ini tidak merujuk pada wilayah geografis tertentu. Dalam ajaran Hindu, istilah tersebut memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan proses penyucian lahir dan batin sebagai persiapan menyambut kemenangan Dharma melawan Adharma pada Hari Raya Galungan.

Sugihan Jawa diperingati pada Kamis Wage, Wuku Sungsang. Hari suci ini dimaknai sebagai momentum penyucian Bhuana Agung atau alam semesta. Kata “Jawa” diyakini berasal dari kata jaba yang berarti luar, sehingga fokus utama perayaan ini adalah membersihkan lingkungan sekitar, baik secara fisik maupun spiritual.

Pada hari tersebut, umat Hindu biasanya melakukan pembersihan pura, sanggah atau pemerajan, rumah, serta lingkungan sekitar. Selain kegiatan bersih-bersih secara sekala (nyata), umat juga melaksanakan upacara penyucian secara niskala melalui berbagai sarana upakara guna menetralisir pengaruh negatif atau bhuta kala.

Sehari setelahnya, umat Hindu merayakan Sugihan Bali yang jatuh pada Jumat Kliwon, Wuku Sungsang. Berbeda dengan Sugihan Jawa, hari suci ini berfokus pada penyucian Bhuana Alit, yakni diri manusia sebagai mikrokosmos.

Secara filosofis, kata “Bali” berasal dari makna yang merujuk pada unsur dalam atau diri sendiri. Oleh karena itu, Sugihan Bali menjadi momentum untuk membersihkan pikiran, jiwa, dan perilaku dari berbagai sifat buruk yang dapat menghalangi terciptanya kehidupan yang harmonis.

Dalam pelaksanaannya, umat Hindu melakukan berbagai bentuk penyucian diri, seperti mandi keramas, persembahyangan, hingga introspeksi diri atau mulat sarira. Sebagian umat juga memanfaatkan momen tersebut untuk memperdalam spiritualitas melalui meditasi dan pengendalian diri.

Tokoh agama Hindu menilai Sugihan Jawa dan Sugihan Bali merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penyucian lingkungan dianggap penting sebagai upaya menciptakan keharmonisan alam, sementara penyucian diri menjadi langkah utama untuk membangun keseimbangan batin.

Melalui dua rangkaian upacara tersebut, umat Hindu diingatkan bahwa kesucian tidak hanya diwujudkan melalui lingkungan yang bersih dan tertata, tetapi juga melalui hati dan pikiran yang terbebas dari sifat-sifat negatif.

Dengan demikian, Sugihan Jawa dan Sugihan Bali menjadi landasan spiritual bagi umat Hindu dalam mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Galungan sebagai simbol kemenangan Dharma atas Adharma.

Address

Jalan Singaraja Seririt KM 6 Desa Tukadmungga
Singaraja

Telephone

+3623361124

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Singarajafm Bali posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share