04/12/2025
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di SMA Negeri 1 Busungbiu Hadirkan Inovasi Baru
SMANSAB, 4 Desember 2025 — SMA Negeri 1 Busungbiu kembali melaksanakan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) sebagai bagian dari evaluasi tahunan yang bertujuan memastikan kualitas kepemimpinan serta manajemen sekolah berjalan sesuai standar. Tahun ini, PKKS dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan melibatkan partisipasi aktif warga sekolah. Tim asesmen tiba di SMA Negeri 1 Busungbiu pada pukul 08.00 Wita, disambut kepala sekolah, jajaran wakasek, guru, komite sekolah, dan perwakilan siswa.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, PKKS 2025 diawali dengan podcast siswa bersama tim penilai, sebuah inovasi yang diinisiasi pihak sekolah untuk memberikan ruang dialog terbuka antara peserta didik dan asesor. Dalam sesi yang berlangsung hangat tersebut, siswa mengajukan beragam pertanyaan, mulai dari tujuan PKKS, indikator penilaian kepala sekolah, hingga manfaat evaluasi ini bagi peningkatan mutu sekolah. Mereka juga menanyakan bagaimana sekolah dapat terus berinovasi serta mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Tim penilai menanggapi pertanyaan siswa dengan sangat terbuka dan komunikatif, memberikan penjelasan mengenai pentingnya PKKS sebagai alat untuk memastikan tata kelola sekolah berjalan efektif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Tim juga menekankan bahwa pelibatan siswa dalam dialog seperti ini menjadi indikator positif bahwa sekolah telah membangun budaya komunikasi yang sehat dan partisipatif. Respons tim penilai yang lugas dan bersahabat membuat suasana podcast berlangsung hangat dan penuh antusiasme.
Usai sesi podcast, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pameran kokurikuler yang menjadi salah satu daya tarik utama PKKS tahun ini. Pameran ini digelar di aula SMA Negeri 1 Busungbiu. Pameran ini menampilkan dua fokus utama, yaitu: makanan tradisional, hasil kreasi siswa dengan menggunakan resep khas daerah sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal dan kerajinan tangan berbahan sampah anorganik, seperti botol plastik, kertas bekas, dan limbah non-organik lainnya yang diolah menjadi barang bernilai seni dan fungsional.
Melalui pameran ini, siswa menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Kehadiran pameran ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai komitmen sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang menghargai budaya serta memberdayakan potensi daerah.
Selepas agenda pameran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti, yaitu pemeriksaan administrasi dan dokumen kinerja kepala sekolah. Dalam tahap ini, tim penilai menelaah berbagai aspek manajerial mulai dari perencanaan program, pengelolaan anggaran, pemanfaatan sarana prasarana, supervisi akademik, hingga pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Beragam bukti fisik dan portofolio kinerja ditampilkan oleh pihak sekolah sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Kepala SMA Negeri 1 Busungbiu menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan PKKS tahun ini dirancang tidak hanya sebagai proses evaluasi, tetapi juga sebagai momentum memperkuat kolaborasi seluruh warga sekolah. “Kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya soal administrasi, tetapi juga soal kreativitas, budaya, dan partisipasi aktif siswa,” ujarnya.
Tim asesmen mengapresiasi kesiapan sekolah serta inovasi yang ditampilkan dalam pelaksanaan PKKS 2025. Menurut mereka, pendekatan yang menggabungkan dialog, pameran budaya, dan evaluasi administratif memberikan gambaran lebih utuh mengenai dinamika sekolah dan kepemimpinan yang dijalankan.
Kegiatan PKKS berlangsung hingga pukul 14.00 Wita dan ditutup dengan sebuah refleksi dari hasil penilaian. Tim penilai berharap agar hasil asesmen ini dapat menjadi dasar penguatan manajemen, pengembangan program pendidikan, serta peningkatan kualitas layanan di SMA Negeri 1 Busungbiu pada tahun mendatang (THS)