29/04/2026
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan permohonan maaf kepada publik setelah pernyataannya terkait usulan penempatan gerbong khusus perempuan di tengah rangkaian kereta menuai perhatian.
Permintaan maaf ini disampaikan menyusul peristiwa kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4). Ia mengakui bahwa penyampaiannya kurang tepat dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi para korban dan keluarga.
Arifah menegaskan bahwa tidak ada niat untuk mengesampingkan aspek keselamatan penumpang. Ia juga menekankan bahwa dalam situasi duka, perhatian utama seharusnya tertuju pada penanganan korban, keselamatan, serta empati terhadap keluarga yang terdampak.
Sebelumnya, saat menjenguk korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4), ia sempat mengusulkan agar gerbong perempuan ditempatkan di bagian tengah rangkaian kereta sebagai upaya meningkatkan rasa aman bagi penumpang perempuan.
Selain memastikan penanganan medis berjalan optimal, Arifah juga menyoroti pentingnya pemulihan psikologis bagi korban yang mengalami trauma. Ia turut mendorong perusahaan tempat korban bekerja untuk memberikan waktu pemulihan yang cukup tanpa mengurangi hak-hak pekerja.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen untuk menangani para korban secara maksimal sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Gimana menurutmu freen?
Source : istimewa