06/12/2022
βοΈβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
*MENDARAT DI MANA KITA?*
Captain telah mengumumkan bahwa pesawat akan mendarat di bandara internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo. "Flight attendant, landing station", ucap pilot.
Pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet dari Cengkareng, harusnya mendarat pukul 16.10 wib di Yogyakarta, hari ini Senin 5 Desember 2022.
Cuaca mendung yang sangat lebat. Mungkin bandara YIA sedang hujan.
Pesawat Airbus dengan nomer penerbangan IU 318 terasa makin menurun. Landasan sudah tampak terlihat. Meski tersaput kabut tebal.
Saya merasa was-was. Benarkah kita akan mendarat? Rasanya sangat beresiko pendaratan dengan kabut tebal seperti ini.
Peaawat makin menurun. Saya menyiapkan mental untuk "hard landing" karena pasti landasan sedang licin. Pesawat akan terasa seperti dibanting agar tidak tergelincir.
Namun mendadak captain kembali menaikkan pesawat. Rasanya tinggal beberapa menit tiba di landasan, kini pesawat dibawa kembali membumbung tinggi.
"Captain sedang mengevaluasi cuaca. Kita akan mendarat saat cuaca sudah memungkinkan", demikian pengumuman pramugari.
Sekarang pesawat kembali berputar-putar di atas Kulon Progo. Saya juga menyaksikan pesawat lain sedang melintas.
Entah sudah berapa lama berputar-putar. Saya jadi mengkhawatirkan sediaan avtur pesawat. Apakah pesawat dibekali cukup bahan bakar?
Saya sering mendengar, ada maskapai penerbangan yang sengaja memberi jatah avtur sangat terbatas. Demi efisiensi. Konon ini melanggar peraturan penerbangan internasional.
Rupanya cuaca di bandara YIA tak kunjung membaik. Beberapa saat kemudian captain mengumumkan dari ruang kemudi. "Kita menuju bandara Juanda di Surabaya".
Nah. Ini langkah penyelamatan. Karena pesawar harus turun mengisi bahan bakar. Dan bandara yang memungkinkan adalah Surabaya.
Tidak mungkin pesawat akan berputar-putar terus menunggu baiknya cuaca bandara. Bisa kehabisan bahan bakar.
Penumpang tidak boleh protes. Bersyukur bahwa Allah menyelamatkan pesawat, meski mendarat tidak di bandara tujuan yang sudah direncanakan.
Alhamdulillah, pesawat mendarat dengan selamat di bandara Juanda Surabaya, atas izin Allah. Bersyukur bisa mendarat, meski tidak di bandara tujuan yang direncanakan dan diharapkan.
*Begitulah kehidupan. Kadang kita memiliki tujuan yang hendak dicapai. Kita sudah bergerak dan berjuang demi mencapai tujuan.*
*Kita merasa sudah on the track dalam uoaya mencapai tujuan. Bahkan kita merasa sudah sangat dekat dengan tujuan.*
*Belum tentu kita berhasil mendarat di posisi tujuan. Bisa jadi Allah kehendaki kita menjalani peran berbeda dari yang kita rencanakan semula.*
*Nikmati saja. Apa yang Allah berikan untuk kita, itulah yang terbaik.*
By Cahyadi Takariawan