Love Story

Love Story Follow Jika Kamu suka
(1)

Woow USD makin Kuat / 4 Juni 2026šŸ‘‰Sumber: detikcom
04/06/2026

Woow USD makin Kuat / 4 Juni 2026
šŸ‘‰Sumber: detikcom

Nilai tukar dolar AS tembus Rp18.000, menambah tekanan pada rupiah. Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar.

Kita Tidak Pernah tau kapan ajal Akan Menjemput,,tetap Selalu Berhati-hatilah Dalam Berkendara🄲
30/05/2026

Kita Tidak Pernah tau kapan ajal Akan Menjemput,,tetap Selalu Berhati-hatilah Dalam Berkendara🄲

MENYINDIR standar ganda dalam politik dan kekuasaan. Maksudnya:ā€œJika kita berbohong kepada pemerintah, itu kejahatanā€   ...
25/05/2026

MENYINDIR standar ganda dalam politik dan kekuasaan. Maksudnya:
ā€œJika kita berbohong kepada pemerintah, itu kejahatanā€
Artinya rakyat bisa dihukum ketika dianggap melanggar hukum atau tidak jujur kepada negara.
ā€œJika mereka berbohong kepada kita, itu politikā€
Ini kritik bahwa kebohongan dari pihak berkuasa sering dianggap hal biasa, strategi, atau permainan politik.

Pesan utamanya adalah tentang ketidakadilan, ironi kekuasaan, dan kritik terhadap sistem politik yang kadang memiliki standar berbeda antara rakyat dan penguasa.

25/05/2026

Main bedašŸ˜‚šŸ˜‚šŸ˜‚

Terancam hukuman mati!Pria yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri kini menghadapi ancaman pidana mati, penjara seum...
26/04/2026

Terancam hukuman mati!
Pria yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri kini menghadapi ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau hingga 20 tahun penjara sesuai KUHP terbaru.

Jika terbukti ada unsur perencanaan, hukuman paling berat bisa dijatuhkan.
Polisi masih terus mendalami motif di balik aksi keji ini.

Satu tindakan, konsekuensinya seumur hidup…
Ikuti perkembangan kasus ini dan tunggu fakta resminya.

Menurut kalian, apakah hukuman mati layak untuk kasus seperti ini?
Berikan Tanggapan anda di Kolom komentaršŸ‘‡šŸ‘‡





Seorang perempuan berusia 28 tahun yang merupakan pemilik Apotek Allmendo Farma ditemukan m3ninggal dunia di tempat usah...
26/04/2026

Seorang perempuan berusia 28 tahun yang merupakan pemilik Apotek Allmendo Farma ditemukan m3ninggal dunia di tempat usahanya di Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Minggu (26/4/2026). Korban pertama kali ditemukan oleh adik laki-lakinya sekitar pukul 17.30 WITA setelah merasa curiga karena korban tidak memberi kabar dan apotek tidak buka sejak pagi.

Menurut keterangan warga sekitar, korban terakhir terlihat pada Sabtu malam. Seorang saksi menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang ramah dan aktif, serta biasanya menjalankan aktivitas apotek setiap hari. Namun pada malam terakhir, korban sempat terlihat berbeda dan tampak termenung.

Peristiwa tersebut menarik perhatian warga hingga menyebabkan keramaian di lokasi kejadian. Aparat kepolisian segera memasang garis polisi untuk mengamankan area, sementara jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Titus Uly guna penanganan lebih lanjut. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Disclaimer:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri.

Source:poskupang.com

semua orang pengikut People

23/03/2026

Lagu Jadull
pengikut

Kota So'e.Nusa Tenggara TimurSorotanSemua Orang
17/05/2024

Kota So'e.Nusa Tenggara Timur
Sorotan
Semua Orang

MEDIA KUPANGAsal-usul nenek moyang menurut pendapat para antropologKapan dan dari mana nenek moyang  kita datang merupak...
29/03/2024

MEDIA KUPANG
Asal-usul nenek moyang menurut pendapat para antropolog
Kapan dan dari mana nenek moyang kita datang merupakan peristiwa penting dalam sejarah terbentuknya suatu daerah.
Hal ini karena keberadaan kita di suatu wilayah saat ini perlu kita ketahui.
Menurut para antropolog, nenek moyang pertama tiba di Timor, sekitar 4.000 sampai 30.000 sebelum Masehi. Asal usulnya berasal dari Vedo-Australoide, mirip degan Weda dari Sri Lanka.
Gelombang kedua, yang tiba sekitar 3.000 sebelum Masehi. Asal-usulnya berasal dari Melanesia, mirip dengan yang hidup saat ini di Papua Nugini dan beberapa Kap**auan Pasifik.
Sedangkan gelombang ketiga, datang ke Timor sekitar 2.000 sebelum Masehi. Gelombang ketiga ini, asal usulnya berasal dari ā€˜Port-Melayuā€ yang berasal dari Tiongkok Selatan dan Indocina Utara. Orang Tiongkok yang ada di Tomor, berasal dari Suku Hakka, salah satu komunitas perdagangan yang amat penting di Tiongkok.
Artinya, orang-orang Tiongkok yang berada di daratan Timor, termasuk Flores saat ini dari sejarahnya berasal dari suku Hakka itu. Dan orang-orang Tiongkok dari suku Hakka ini, di Indonesia tersebar di Surabaya, Bandung, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Jakarta, dan lain-lain.

Atas keyakinan inilah pernah terjadi saling kunjung di masa lalu, bahkan hingga kini masih terus terjadi saling kunjung antara raja-raja Timor dengan raja-raja dari daerah lain yang dalam sejarahnya masih memiliki darah keturunan Tiongkok, dari suku Hakka ini, seperti raja-raja Timor dan raja di Bangka Belitung atau Pangkalpinang yang terus saling berkunjung.

Karena orang-orang atau para leluhur orang Timor itu datang bergelombang, maka para pendatang baru biasanya selalu membentuk kelompok-kelompok sendiri, terpisah dengan kelompok-kelompok lama. Mungkin karena sifat pegunungan itu, maka para pendatang baru umumnya mencari tempat pegunungan untuk meneruskan kehidupannya.

Sehingga, terjadi dan terciptalah komunitas-komunitas kecil di hampir seluruh daratan Timor. Ini p**a yang menjadi alasan mengapa di Timor terdapat begitu banyak suku dengan raja-raja kecilnya, sekaligus memiliki bahasa-bahasa daerah yang berbeda-beda.

Suku-suku kecil dengan raja-raja kecil yang jumlahnya sangat banyak itulah yang kemudian menjadi latar belakang mengapa di Pulau Timor, termasuk Flores, Sumba, Alor, dan p**au-p**au di sekitarnya memiliki masyarakat dengan aneka macam bahasa yang beragam dan berbeda.

Satu Nenek Moyang Terutama Flobamora

Secara garis besar, nenek moyang orang-orang Timor (Timor Barat dan Timor Timur), sama dengan nenek moyang orang-orang Flores, Sumba, Timor dan Alor, yang biasa disingkat dengan sebutan Flobamora. Nusa Tenggara Timur (NTT) terdiri dari masyarakat yang tergabung dalam Flobamora ini. Itu dapat dilihat dari banyaknya suku dengan raja-raja kecil dan bahasa yang berbeda di daerah kep**auan itu, dengan sosok dan wajah yang sangat mirip.

Dan jika ditelaah dan dirunut lebih saksama, kedatangan orang-orang Timor itu, tidak jauh berbeda dengan nenek moyang Indonesia secara keseluruhan. Itu dapat dilihat dari hasil penelitian para antropolog tentang kedatangan bangsa Indonesia yang terjadi secara bergelombang.

Bahwasanya, kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia diperkirakan terjadi pada tahun 4.000 atau 3.000 tahun sebelum Masehi. Pada gelombang ini, diperkirakan berasal dari Austroloide yang juga mirip dengan Sri Lanka.

Kemudian, terjadi pada gelombang berikut sekitar tahun 2.000 SM. Kedatangan nenek moyang kita pada sekitar tahun itu diperkirakan berasal dari Tiongkok Selatan, seperti daerah Yunan. Juga diperkirakan nenek moyang kita itu berasal dari Vietnam.

Nenek moyang kita yang datang pada gelombang ini langsung terpencar ke berbagai kep**auan di Nusantara. Kelompok pertama meneruskan perjalanan dan berlayar sampai Malaka, Pulau Jawa, Bali dan tempat-tempat lain, seperti di Kalimantan Barat. Dan kelompok lain yang datang pada gelombang ini berlayar ke arah perairan Laut China Selatan ke Filipina, Sulawesi, Maluku, hingga ke Papua.

Nenek moyang kita yang berasal dari gelombang ini berlayar sampai ke Malaka, Sumatera, Jawa, dan Bali. Mereka diperkirakan termasuk ras Mongoloid. Mereka inilah yang membawa dan menyebarkan beliung atau kapak per segi ke berbagai daerah tersebut. Dan nenek moyang yang berasal dari ras Mongoloid ini umumnya hidup bercocok tanam atau bertani.

Sedangkan kelompok kedua dari gelombang ini, berlayar ke Sulawesi, Maluku, Irian, dan sekitarnya adalah orang-orang dari ras Austro Melanesoid. Mereka inilah yang membawa dan menyebarkan kapal lonjong. Kapak lonjong ini umumnya menyebar di Indonesia bagian Timur, seperti Timor, Flores, Sumba, Alor, hingga ke Pulau Ambon dan Maluku.

Sedangkan, kedatangan nenek moyang Indonesia terjadi pada sekitar tahun 1.000 sampai 5.00 SM. Berdasarkan penelitian para antropolog, nenek moyang Indonesia yang berasal dari gelombang ketiga ini, adalah orang-orang Austronesia. Mereka bergerak dari Tonkin terus melewati Malaka (Malaysia) barat, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Orang-orang Yunan atau Tonkin yang termasuk rumpun bangsa Austranesia, baik itu ras Mongoloid maupun Austro Melanesoid, baik yang datang pada gelombang pertama maupun yang datang pada gelombang kedua, dan ketiga, menetap di kep**auan-kep**auan Indonesia. Mereka bercampur baur membentuk komunitas - komunitas di kep**auan - kep**auan Indonesia.

Nenek moyang Indonesia dari Austronesia kerap disebut juga sebagai bangsa Magalayo-Polynesia atau wiayah kep**auan yang terbentang luas mulai dari Madagaskar di sebelah barat sampai Pulau Hawai dan Pulau Paskah di sebelah timur dan dari Jepang di sebelah utara sampai dengan Pulau-p**au Selandia Baru di sebelah selatan.

Portugis sampai di Timor

Timor Timur, atau Timor Leste atau Timor Lorosae yang kini telah menjadi Negara sendiri, itu benar-benar bersaudara kandung dengan saudara-saudara di Timor Barat. Dan berdasarkan sejarah singkat yang dituturkan di atas, orang-orang Timor dan orang-orang di Indonesia seluruhnya,terutama di Flobamora itu bersaudara, yang berasal dari leluhur yang sama yang ribuan tahun lalu datang mengembara di Indonesia.

Dan seperti diketahui, Timor Timur, dalam sejarahnya diduduki, dikuasai dan dijajah oleh bangsa Portugis hingga tahun 1975. Bangsa Portugis datang ke Timor Timur sekitar tahun 1515.

Setelah itu, berintegrasi dengan Indonesia, alias bersatu dan bersenasib dengan saudara sekandung di Timor Barat, Flores, Sumba, Alor dan orang-orang Indonesia seluruhnya. Suatu bentuk reuni yang sangat indah sebenarnya..bersambung.***

Disclaimer : Artikel ini telah tayang di Netralnews dengan Judul, "Kisah Timor Leste dengan Saudara Kandungnya Indonesia."

Suku Atoni Pah Meto( Suku Timor Dawan)Yang mendiami Pulau Timor
28/03/2024

Suku Atoni Pah Meto( Suku Timor Dawan)
Yang mendiami Pulau Timor

Address

Soe

Telephone

+81350974065

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Love Story posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share