28/04/2026
Kepolisian Resort Kota (Polresta) Tangerang meluruskan pemberitaan terkait anggota geng motor yang membacok seorang remaja berinisial SA alias DN, hingga dua ruas jari putus yang terjadi di perumahan Taman Adiyasa, Desa Cikasungka, Kecamatan Solear, pada Jum’at (24/04/2026), lalu.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang AKP Maskuri mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan tim gabungan dari Polda Banten dan Polresta Tangerang terungkap fakta bahwa kejadian berdarah itu bukan disebabkan oleh geng motor, melainkan murni aksi tawuran antar kelompok remaja.
Berdasarkan keterangan dari rekan korban yang juga menjadi saksi kunci pada saat terjadinya peristiwa, bahwa korban diketahui menjemput rekan-rekannya berjumlah 12 orang dengan menggunakan enam sepeda motor.
“Perlu kami luruskan kejadian itu bukan geng motor seperti apa yang diberitakan. Hasil lidik tim gabungan dipastikan bahwa kejadian itu murni tawuran antarkelompok remaja,” ungkap Maskuri, kepada kabar6com, Senin (27/04/2026).
Maskuri menjelaskan, korban DN diketahui mengajak rekan-rekannya kumpul di kawasan perumahan Argo Subur, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang.
Selanjutnya, sekira Pukul 18.00 WIB korban bersama rekannya bertolak menuju tempat kejadian perkara atau TKP dengan membawa dua senjata tajam jenis parang dan celurit corbek.
“Setibanya di TKP, korban bersama rekannya sudah disambut oleh pihak lawan dengan kekuatan seimbang sehingga terjadi aksi tawuran. Informasi yang kami dalami dari pihak lawan juga ada yang memderita luka, namun belum diketahui identitasnya berasal dari mana dan dibawa kemana pascakejadian,” katanya.
Menurut keterangan dari saksi kunci, kata Maskuri, sebelum dilarikan ke RSUD Balaraja, korban sebelumnya sempat dibawa ke klinik di daerah Maja, Kabupaten Lebak. Namun pihak klinik kemudian merujuk korban ke RSUD Balaraja.
Saat ini pihak penyidik tengah melakukan pendalaman tentang siapa saja yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
“Diketahui, para remaja yang terlibat dalam aksi tawuran ini motivasinya hanya ingin menunjukkan jati diri mereka supaya dianggap jagoan, terkenal dan disegani oleh kelompok seusia mereka,” tandasnya.
Lebih lanjut Maskuri mengemukakan, awalnya para saksi yang telah diperiksa tak memberikan keterangan sebenarnya.
Mereka nampaknya takut bercerita tentang peristiwa tersebut dan memilih bungkam. Tapi setelah dilakukan penelusuran di media sosial Intagram diketahui ada jejak bahwa mereka melakukan komunikasi dengan membuat janji seblum bertarung di TKP.
Saat berlangsungnya pertarungan kedua kelompok kemudian menyiarkan secara langsung di Instagram mereka masing-masing.
“Disekitar TKP minim petunjuk berupa CCTV yang terpasang. Tapi kami akan berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informasi dan Dinas Perhubungan setempat untuk mencari jejak mereka. Kami yakin kasus ini bisa segera terungkap,” tegasnya. (kabar6com)