Solok Terbaru

Solok Terbaru sebuah wadah informasi bagi masyarakat solok ..

Pemberitahuan kepada masyarakat Nagari Cupak yang akan melakukan Vaksinasi Covid 19 di Puskesmas Jua Gaek Pada tanggal T...
10/07/2021

Pemberitahuan kepada masyarakat Nagari Cupak yang akan melakukan Vaksinasi Covid 19 di Puskesmas Jua Gaek Pada tanggal Tgl 16 - 17 juli 2021 dan Tanggal 29 - 31 Juli 2021.
Pelayanan Vaksinasi Covid 19 dilakukan di Mako Polres Aro S**a.
diluar tanggal yang disebutkan diatas pelayanan tetap dilakukan di Puskesmas Jua Gaek.

Sumber : Pemerintahan Nagari Cupak

Sebuah truk tumbang dan menimpa sebuah ambulance di Lubuk Malako, Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, sekitar pukul 16:...
10/07/2021

Sebuah truk tumbang dan menimpa sebuah ambulance di Lubuk Malako, Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, sekitar pukul 16:30 WIB (10/7/2021).

Menurut informasi dari , kedua kendaraan melewati jalan sempit tersebut berbarengan. Karena posisi truk yang tidak stabil, mobil besar tersebut menimpa ambulance yang akan mengantarkan pasien ke RS Lubuk Gadang.

Pasien telah dibawa ke rumah sakit dengan bantuan warga setempat. Saat ini keadaan masih seperti itu, belum ada alat berat untuk membantu evakuasi kendaraan.

Sumber berita:

10/07/2021

Solok (ANTARA) - Warga yang tinggal di pinggir Danau Diatas, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumbar terkejut dengan adanya sejumlah ikan di dalam danau itu tiba-tiba berenang ke pinggir dan jinak sehingga mereka pun menangkapnya.

"Bayak ikan yang tiba-tiba jinak dan berenang ke pinggir danau sehingga kami sangat mudah menangkapnya," ujar salah seorang warga Khairul Anwar (38) saat dihubungi dari Solok, Kamis.

Ia menyebutkan jenis ikan yang jinak tersebut, yakni ikan tawes (Barbonymus gonionotus )Bleeker atau biasanya dikenal oleh warga di sana ikan catue.

Warga melihat ikan itu mulai berenang ke pinggir danau sejak beberapa hari yang lalu. Bahkan kemarin banyak warga yang memanfaatkan momen itu dan menangkap beberapa ikan tersebut untuk dibawa pulang.

Baca juga: Ratusan warga ramai-ramai tangkap ikan hidup naik ke pesisir

Anwar mengaku tidak tahu persis penyebab ikan itu ke luar dari dasar danau. Ia juga mengaku baru pertama kali melihat ikan di danau itu yang tiba-tiba jinak dan mudah ditangkap.

"Kalau akibat keracunan, saya rasa tidak mungkin. Kalau akibat keracunan tentu semua ikan di danau pusing dan mati, tetapi cuma ikan minyak atau ikan catue. Sedangkan ikan yang lain tidak," kata dia.

Ia juga mengatakan saat ini tidak begitu banyak ikan yang muncul karena sudah banyak ditangkap warga. "Namun beberapa ikan masih ada yang muncul ke pinggir danau," ujar dia.

Selain itu, warga lainnya Susanti (32) mengatakan beberapa waktu lalu ia sempat melihat peristiwa air danau berputar dan naik-turun di pinggir air Danau Diatas.

"Setelah kejadian itu banyak ikan yang tiba-tiba jinak, mungkin ikan tersebut pusing akibat putaran air itu, saya juga bingung," kata dia.

Ia juga mengatakan saat ini ikan yang berenang di pinggir danau tidak sebanyak yang kemarin.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Solok, Admaizon mengatakan saat ini pihaknya telah menurunkan petugas untuk meninjau langsung ke lapangan.

"Kami sedang mengidentifikasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait, serta memberikan sampel ikan untuk diselidiki penyebabnya," ujar dia.

Source : Antarasumbar
📹 via


12/06/2021

Sadis anak sd jaman sekarang.kecil2 sudah membuli temannya.semoga ini bisa di usut tuntas dan memberikan pengajaran tentang ilmu pengetahuan bahayanya buliying.

09/06/2021

Kecelakaann tunggal rem blong..di talago guguak kab solok.

01/06/2021

Sia nan alun pernah kamari sanakk???

nang kiek

Hari lahir PANCASILA1juni 2021
01/06/2021

Hari lahir PANCASILA
1juni 2021

Tenaga harian lepas (THL) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok terakhir dipekerjakan hari ini, Senin (31/5). Kontrakny...
01/06/2021

Tenaga harian lepas (THL) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok terakhir dipekerjakan hari ini, Senin (31/5). Kontraknya diputus oleh Pemkab Solok.
Meski begitu, mereka masih ada harapan untuk kembali bekerja setelah tim khusus yang diperintahkan Bupati Solok Epyardi Asda menghasilkan membuat rekomendasi jumlah THL yang layak dibutuhkan untuk menunjang kinerja ASN Pemkab Solok.
Anggota DPRD Kabupaten Solok Nosa Ekananda mengatakan, dari hasil informasi yang didapatkannya dari pimpinan Pemkab Solok, nasib para THL ditentukan pertengah Juni 2021. “Informasi yang saya dapat mulai Rabu (2/6) mereka (THL) tidak lagi bekerja,” ujar Nosa Ekananda saat dihubungi JawaPos.com, Senin (31/5).
Nosa Ekananda menyebut ada beberapa kemungkinan hasil yang dikeluarkan Pemkab Solok terhadap THL. Yakni, mengurangi kebutuhan THL, mengganti THL dengan tenaga baru, atau tidak menggunakan jasa THL untuk sementara waktu. Alasannya, permintaan pemutusan kontrak THL karena anggaran di APBD Kabupaten Solok mengalami refocusing untuk penanganan Covid-19.
Politikus PKS Kabupaten Solok itu berharap Pemkab Solok untuk dapat mempekerjakan kembali para THL. Terutama bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya sebagai THL. “Paling miris lagi ada suami istri bekerja sebagai THL. Kalau mereka diberhentikan, kemana mereka mencari makan. Bagaimana hidupnya ke depan. Semoga ini dapat dipertimbangkan oleh Bupati,” terang mantan Ketua DPD PKS Kabupaten Solok itu.
Dia berharap THL yang dipekerjakan di Pemkab Solok bukanlah orang baru. Tapi orang lama yang benar-benar dianggap berkompeten. “Kalau tidak kompeten dan umurnya terlalu tua tidak masalah tidak dipakai lagi,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui kebijakan pemberhentian THL itu tertuang di surat yang ditandatangani Sekda Kabupaten Solok Aswirman. Surat tersebut bernomor 800/1261/BKPSDM-2021, tanggal 25 Mei 2021. Dengan perihal, evaluasi kebutuhan tenaga harian lepas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok.

Sumber : https://www.jawapos.com/jpg-today/31/05/2021/diberhentikan-thl-kabupaten-solok-menunggu-harapan-pertengahan-juni/



Terkait nasib THL ini ke depannya, hingga berita ini dilansir, Sekda Kabupaten Solok Aswirman belum memberikan pernyataan yang jelas. Ketika diminta konfirmasi JawaPos.com, Aswirman tidak telepon dari JawaPos.com. Pesan yang dikirim hanya dibaca.
Sikap serupa juga dilakukan Bupati Solok Epyardi Asda. Saat diminta konfirmasi, bupati yang mantan anggota DPR RI itu tidak membalas pesan dari JawaPos.com
Sebelumnya, Epyardi Asda mengakui bahwa APBD 2021 Kabupaten Solok banyak tersedot untuk biaya rutin. Di antaranya untuk membayar gaji ASN, termasuk untuk THL. Setiap bulannya para THL itu digaji Rp 1,5 juta. Bila dikalikan 1.700 orang, maka dalam setahun APBD yang tersedot mencapai Rp 3 miliar.
Dengan besarnya anggaran tersedot untuk biaya rutin itu, sehingga sulit Pemkab Solok melakukan program yang bersentuhan dengan masyarakat. Begitu juga kehadiran THL yang jumlahnya mencapai 1.700 orang dianggap terlalu banyak. “Kantor SKPD di Kabupaten Solok itu kayak pasar karena saking banyaknya THL,” ujar Epyardi Asda.
Di sisi lain, sejumlah THL merasa khawatir pemberhentian ini bagian upaya bersih-bersih kepala daerah yang baru dilantik. Mereka khawatir ada oknum-oknum tertentu di Pemkab Solok menitipkan THL baru, setelah adanya pemberhentian massal ini. “Kami curiga ketika ada penerimaan THL baru, malah orang-orang baru yang dianggap titipan dari oknum tertentu,” ujar THL yang enggan disebutkan namanya itu.

Address

Solok
27383

Telephone

+6282284485990

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Solok Terbaru posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Solok Terbaru:

Share