Koran News

Koran News Berita Apa Saja tentang FAKTA HARI INI

25/03/2026

AS Pulangkan Kapal Induk USS Gerald R Ford dari Operasi Iran, Tanda Perang Berakhir?

Kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, dilaporkan kembali ke pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Teluk Souda, Pulau Kreta, Yunani, pada Senin (23/3/2026). USS Gerald R Ford merupakan bagian dari pengerahan besar militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Kapal induk ini, bersama USS Abraham Lincoln, memainkan peran penting dalam operasi udara terhadap Iran yang dimulai pada Sabtu (28/2/2026).
👇

24/03/2026

Pasukan militer Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh, sebuah jalur utama penyeberangan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah negara lain di negara tersebut, Ahad (22/3/2026).

Melansir Al-Jazeera, pengeboman tersebut menandai peningkatan kampanye militer Israel terhadap Hizbullah pada 2 Maret lalu, setelah kelompok bersenjata Lebanon tersebut menembakkan roket ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh Israel dan AS.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan upaya untuk memutuskan hubungan geografis antara wilayah Litani selatan dan wilayah Lebanon lainnya. Ia juga menyatakan bahwa skema dalam serangan tersebut tampak mencurigakan untuk memperluas kehadiran Israel di wilayah Lebanon.

Skema mencurigakan untuk membangun zona penyangga di sepanjang perbatasan Israel, memperkuat realitas pendudukan, dan berupaya melakukan ekspansi Israel di wilayah Lebanon," ujarnya sebagaimana dikutip NU Online dari Al Jazeera, Senin (23/3/2026).

Reuters memberitakan bahwa hukum internasional pada umumnya melarang militer menyerang infrastruktur sipil. Kepala Hak Asasi Manusia PBB juga telah mengkritik tindakan Israel di Lebanon tersebut, khususnya penggunaan perintah evakuasi besar-besaran yang telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dan lebih dari 1000 orang tewas.

Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk hampir 120 anak-anak, 80 wanita, dan 40 tenaga medis, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Otoritas Lebanon tidak membedakan antara warga sipil dan militan," demikian laporan dari Reuters, dikutip pada Senin (23/3/2026).

Diberitakan pada hari Ahad (22/3/2026), serangan tersebut merusak sebuah perlintasan di jalan raya pesisir Lebanon yang membentang melalui lahan pertanian. Jalan tersebut merupakan salah satu rute utama yang menghubungkan Lebanon selatan dan tengah. Militer Israel telah menghancurkan tiga jembatan di Lebanon selatan dalam 10 hari terakhir.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa militer Israel telah diperintahkan untuk menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani yang digunakan aktivitas teroris untuk mencegah militan Hizbullah dan angkatan bersenjata bergerak ke selatan.

Katz juga mengatakan bahwa militer diperintahkan untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis depan untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel.

Logo NU Online
100 Tahun Nahdlatul Ulama
Djarum
Internasional
Israel Serang Jembatan Utama Lebanon

Senin, 23 Maret 2026 | 15:00 WIB

Israel Serang Jembatan Utama Lebanon
Serangan Israel ke Lebanon. (Foto: tangkapan layar video Reuters)

Jakarta, NU Online

Pasukan militer Israel menyerang Jembatan Qasmiyeh, sebuah jalur utama penyeberangan yang menghubungkan Lebanon selatan dengan wilayah negara lain di negara tersebut, Ahad (22/3/2026).

Melansir Al-Jazeera, pengeboman tersebut menandai peningkatan kampanye militer Israel terhadap Hizbullah pada 2 Maret lalu, setelah kelompok bersenjata Lebanon tersebut menembakkan roket ke Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei oleh Israel dan AS.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan upaya untuk memutuskan hubungan geografis antara wilayah Litani selatan dan wilayah Lebanon lainnya. Ia juga menyatakan bahwa skema dalam serangan tersebut tampak mencurigakan untuk memperluas kehadiran Israel di wilayah Lebanon.

Baca Juga

Fakta-fakta Lebanon yang Belum Banyak Diketahui

"Skema mencurigakan untuk membangun zona penyangga di sepanjang perbatasan Israel, memperkuat realitas pendudukan, dan berupaya melakukan ekspansi Israel di wilayah Lebanon," ujarnya sebagaimana dikutip NU Online dari Al Jazeera, Senin (23/3/2026).

Reuters memberitakan bahwa hukum internasional pada umumnya melarang militer menyerang infrastruktur sipil. Kepala Hak Asasi Manusia PBB juga telah mengkritik tindakan Israel di Lebanon tersebut, khususnya penggunaan perintah evakuasi besar-besaran yang telah menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi dan lebih dari 1000 orang tewas.

"Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk hampir 120 anak-anak, 80 wanita, dan 40 tenaga medis, menurut kementerian kesehatan Lebanon. Otoritas Lebanon tidak membedakan antara warga sipil dan militan," demikian laporan dari Reuters, dikutip pada Senin (23/3/2026).

Baca Juga

Ulama Lebanon: NU Mampu Jaga Keseimbangan Negerinya

Diberitakan pada hari Ahad (22/3/2026), serangan tersebut merusak sebuah perlintasan di jalan raya pesisir Lebanon yang membentang melalui lahan pertanian. Jalan tersebut merupakan salah satu rute utama yang menghubungkan Lebanon selatan dan tengah. Militer Israel telah menghancurkan tiga jembatan di Lebanon selatan dalam 10 hari terakhir.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan bahwa militer Israel telah diperintahkan untuk menghancurkan semua jembatan di atas Sungai Litani yang digunakan aktivitas teroris untuk mencegah militan Hizbullah dan angkatan bersenjata bergerak ke selatan.

Katz juga mengatakan bahwa militer diperintahkan untuk mempercepat penghancuran rumah-rumah warga Lebanon di desa-desa garis depan untuk menetralisir ancaman terhadap komunitas Israel.

Baca Juga

Israel Serang Lebanon

Ia lantas menggambarkan bahwa pendekatan serangan tersebut mirip dengan model yang digunakan di Beit Hanoun dan Rafah di Gaza, di mana militer menciptakan zona penyangga dengan membersihkan dan menghancurkan bangunan di dekat perbatasan.

New York Times melaporkan, para pejabat Israel juga mengancam sebagian besar wilayah selatan Lebanon. Mereka mengatakan kepada penduduk di sana bahwa mereka harus pergi atau nyawa mereka akan terancam di tengah invasi darat yang menurut mereka bertujuan untuk melindungi komunitas Israel di utara.

Banyak warga Lebanon khawatir bahwa serangan Israel tersebut dapat menyebabkan pendudukan baru di sebagian wilayah Lebanon selatan , yang dikuasai Israel selama sekitar dua dekade sebelum menarik pasukannya pada tahun 2000.

Konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah telah beberapa kali menjadi perang skala penuh selama dua setengah tahun terakhir. Setelah serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang dahsyat di Gaza, Hizbullah mulai menembakkan roket dan drone ke Israel sebagai bentuk solidaritas dengan sekutu Palestina.

23/03/2026

Di tengah berbagai kritik dan tantangan anggaran, Presiden Prabowo menekankan bahwa program ini tetap menjadi salah satu prioritas utama karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat.

22/03/2026

Pemerintah berlakukan WFH untuk ASN dan swasta setelah Lebaran

22/03/2026

TNI tahan empat prajurit tersangka dalam kasus penyiraman air keras aktivis KontraS – 'Adili pelaku dan aktor intelektual di peradilan umum.

21/03/2026

Penampilan Rina Nose Sebelum dan Sesudah Operasi Hidung yang Bikin Pangling

21/03/2026

Seorang bayi perempuan ditemukan dalam karung di Kabupaten Jayapura, Papua. Setelah diselidiki polisi, ternyata bayi tersebut dibuang oleh ibu kandungnya sendiri berinisial RW (21).
Dilansir detikSulsel, ibu kandung bayi tersebut kini ditangkap polisi berdasarkan pemeriksaan CCTV di sekitar lokasi kejadian. Pelaku diamankan di Jalan Tabita Youmakhe, Sentani, Jayapura, Papua, Rabu (18/3). Pelaku langsung dilarikan ke RSUD Yowari karena kondisinya masih lemas pascamelahirkan.

"Pelaku langsung kami bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, mengingat kondisinya yang masih lemah pasca melahirkan," kata Kasat Reskrim Polresta Jayapura, AKP Alamsyah Ali kepada wartawan, Rabu (18/3/2026).

_ Kronologi Pembunuhan : Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Hengkelare mengungkapkan bahwa keempat korban a...
21/03/2026

_ Kronologi Pembunuhan :
Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Hengkelare mengungkapkan bahwa keempat korban awalnya melintas di lokasi kejadian. Namun, keempat korban yang berboncengan menggunakan dua unit sepeda motor tiba-tiba diadang oleh para pelaku.

"Telah terjadi penghadangan terhadap empat orang pengendara sepeda motor oleh beberapa OTK. Kita sebut OTK karena hingga kini masih dilakukan penyelidikan," kata Kompol Jenny Hengkelare kepada detikcom, Selasa (17/3/2026).

Para pelaku yang melakukan penganiayaan sadis mengakibatkan korban YL dan YEB tewas di tempat. Sementara dua korban lainnya yang tidak disebutkan identitasnya berhasil mencari perlindungan.

"Dua korban (tewas) di antara empat orang tersebut, korban yang dua orang sempat melarikan diri untuk mencari perlindungan atau pertolongan atau bantuan, yaitu ke pos satgas TNI," jelas Jenny.
_ Korban Tewas Berasal dari Sulsel dan NTT
Kompol Jenny mengungkapkan baik korban YL maupun YEB merupakan perantau dari luar Papua. YL berasal dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), sementara YEB merupakan warga Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Informasi yang kami dapatkan itu (keduanya) dari pendatang. Bukan orang asli Papua. Iya kalau informasi kedunya (NTT dan Toraja)," ujar Kompol Jenny.

Jenazah kedua korban sendiri telah dievakuasi dari lokasi kejadian menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sele Be Solu, Kota Sorong. Jenazah selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga.
_ Nakes Dituding Sebagai Aparat TNI-Polri
Pihak keluarga korban turut buka suara terkait serangan OTK tersebut. Menurutnya, beredar informasi yang menyebut korban dibunuh karena dituding sebagai aparat TNI-Polri.

"Kami sangat berduka sekaligus membantah klaim kelompok pelaku yang menyebut korban sebagai aparat. Kami sebagai keluarga sangat berduka dan prihatin atas peristiwa ini," kata Paman YL, Markus Smapebade kepada wartawan.

Dia menegaskan YL dan YEB sama-sama bertugas di Puskesmas Tambrauw. Hal ini sekaligus membantah klaim para pelaku yang menyebut kedua korban adalah aparat keamanan.

"Anak kami YL dan korban yang satunya, YEB merupakan teman satu kantor di puskesmas di Tambrauw. Mereka tenaga medis," tegasnya.
_ Keluarga Desak Aparat Beri Perlindungan ke Warga Sipil
Markus mendesak pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan perlindungan bagi warga sipil di Tambrauw. Dia menyebut penyerangan terhadap warga sipil sudah berulang terjadi.

"Kami berharap pihak keamanan dan pemerintah menanggapi serius peristiwa keji ini. Ini sudah berulang," cetus Markus.

Lebih lanjut Markus menjelaskan bahwa korban YL dimakamkan di Kota Sorong. Keputusan itu merupakan kesepakatan awal keluarga yang masih menunggu proses lebih lanjut.

Untuk korban atas nama YL asal Toraja, rencananya dimakamkan di Kota Sorong. Itu kesepakatan awal keluarga," katanya.
_ Polisi Imbau Warga Minta Pengawalan
Jenny mengatakan situasi di Tambrauw cukup kondusif pascapenyerangan tersebut. Warga yang hendak bepergian diminta tidak khawatir karena aparat TNI-Polri akan melakukan pengawalan sampai tujuan.

"Imbauan juga kepada masyarakat bahwa saat berpergian, baik dari Tambrauw menuju Sorong tidak perlu khawatir karena di sana ada pos TNI dan Polri yang siap mengawal perjalanan siapapun yang akan menuju ke tempat tersebut," katanya.

Nanti secara bersama-sama mereka yang menggunakan roda dua dikelompokkan begitu mungkin lima kendaraan akan dikawal secara tertib oleh petugas TNI atau petugas Polri," sambung Jenny.

Jenny juga buka suara terkait dugaan pelaku penyerangan adalah anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Menurutnya, dugaan tersebut masih dalam proses pendalaman.

"Jadi saat ini masih dilakukan pendalaman-pendalaman terkait dengan kasus tersebut. Bahwa kita tidak bisa langsung men-judge bahwa itu adalah KKB," ujarnya.
_ Polisi Amankan 12 Orang Buntut Pembunuhan Nakes
Polisi mengamankan 12 orang buntut penyerangan nakes tersebut. Mereka yang diamankan semuanya berstatus saksi.

"Telah diamankan beberapa orang saksi atas dugaan keterlibatan kasus pengadangan, pengeroyokan, atau pembunuhan," kata Kompol Jenny, Kamis (19/3/2026).

12 saksi tersebut diamankan pada Rabu (18/3) sekitar pukul 03.00 WIT. Mereka diamankan tim gabungan TNI dan Polri berdasarkan hasil penyisiran di sejumlah lokasi.

"Saat penyisiran menemukan serta mengamankan orang-orang yang diduga sebagai saksi," ujarnya.

Para saksi yang diamankan antara lain berinisial TY (28), LY (57), SY (19), AY(44), MY (29), BY, AY, TY, WY (49), dan PY (49), YJ. Dua di antaranya merupakan kepala kampung yakni AY selaku kepala Kampung Banfoot dan MY kepala kampung Bamusbama.

Polisi turut menyita barang bukti berupa 7 senapan angin, 7 parang, 4 noken, 3 tombak, 1 tikar, 11 anak panah, 1 kembang api, 1 senter, dua benda diduga jimat, 1 gembok kecil, 9 bungkus anggur kupu, 1 topi warna hijau.

Selain itu ada sebuah tas warna hitam, 5 handphone, sepasang sepatu, sebuah panah, dua sisir kayu, tiga cas HP, satu pak peluru senjata angin. Selanjutnya ada 3 buah korek api, 1 kalung berwarna emas, 4 kunci rumah dan satu ruas bambu.

Sumber :

Pemanggilan pemain untuk skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 menghadirkan kejutan menarik.Selain kembalinya E...
21/03/2026

Pemanggilan pemain untuk skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 menghadirkan kejutan menarik.

Selain kembalinya Elkan Baggott, pelatih John Herdman juga memanggil bek muda diaspora bernama Tim Geypens.

Panggilan ini menjadi momen penting bagi Geypens setelah menunggu cukup lama sejak proses naturalisasi.

Bek muda tersebut akhirnya mendapat kesempatan bergabung dengan skuad Garuda setelah hampir 400 hari menanti.
Sumber : suara_com

Nama Nikita Mirzani memang kerap menjadi sorotan publik karena berbagai kontroversi. Namun, pada 2025, ia kembali tersan...
21/03/2026

Nama Nikita Mirzani memang kerap menjadi sorotan publik karena berbagai kontroversi. Namun, pada 2025, ia kembali tersandung kasus hukum serius yang membuatnya harus mendekam di penjara.

Nikita resmi ditahan sejak 4 Maret 2025 atas dugaan pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dalam putusan pengadilan, ia dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, yang kemudian bertambah menjadi 6 tahun setelah proses banding.

Lebaran 2026 menjadi salah satu momen yang harus ia jalani di dalam tahanan. Meski demikian, tim kuasa hukumnya menyebut Nikita tetap menjalani hari-harinya dengan tegar dan kooperatif dalam mengikuti program pembinaan.
(Sumber Info Selebriti)

Address

Sorong

Telephone

+82198086473

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Koran News posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share