24/12/2025
Di usia dua puluh enam
aku mulai terjaga dari tidur panjang,
menyadari hidup bukan sekadar berjalan,
tapi memilih arah dengan sadar dan berani.
Aku bertanya pada diri sendiri,
apakah terlambat karena emosiku tertinggal?
Atau memang setiap jiwa punya waktunya,
untuk belajar merasa, jatuh, lalu bangkit perlahan.
Syukurlah aku masih di sini,
bertahan meski pernah nyaris menyerah,
mengumpulkan sisa tenaga dari luka-luka lama,
dan belajar bernapas di tengah sesak yang sunyi.
Kini aku belajar mencintai diri sendiri,
bukan dengan sempurna, tapi dengan jujur,
menerima versi diriku yang rapuh,
dan merangkulnya agar tetap hidup.
Selamat Ulang Tahun.