Project Multatuli

Project Multatuli Sebuah inisiatif jurnalisme yang ingin melayani publik dengan mengangkat suara-suara terpinggirkan,
(2)

Project Multatuli memanggil perempuan fotografer untuk bergabung dalam Setara Bercerita. Sebuah program tutur visual ink...
16/09/2026

Project Multatuli memanggil perempuan fotografer untuk bergabung dalam Setara Bercerita.

Sebuah program tutur visual inklusif berbasis hibah liputan yang mendokumentasikan persoalan perempuan melalui foto jurnalistik.

Program ini merespons lanskap media Indonesia yang masih terkonsentrasi di pusat dan didominasi perspektif laki-laki, sehingga suara dan pengalaman perempuan, terutama dari kelompok marginal dan wilayah yang kurang terwakili, belum cukup hadir dalam pemberitaan maupun agenda publik.

Segera daftarkan dirimu atau bagikan informasi ini ke teman-temanmu.

đź“·: Nurul Hasanah, Rejeky Kene, Alvina NA

15/09/2026

Recap Update-an MBG yang Nggak Cuma
Rame di Medsos

Kata Kepala BGN, Sudaryono, MBG tuh baik-baik aja kok, oknum-oknum yang s**a bikin heboh di medsos.

Apa iya?

Padahal kenyataannya masih banyak keracunan, demonstrasi, dan penolakan dari masyarakat yang konon “menerima manfaat”.

Apa gunanya bibit padi jika sawahnya belum bisa ditanami?Ini cerita terbaru dari para penyintas banjir bandang di Tapanu...
14/09/2026

Apa gunanya bibit padi jika sawahnya belum bisa ditanami?

Ini cerita terbaru dari para penyintas banjir bandang di Tapanuli Tengah, Sumatra Utara.

Sawah-sawah di dua desa terdampak banjir dan longsor masih terlantar. Kayu-kayu gelondongan dari area pegunungan juga pasir dan bebatuan dari sungai masih menutupi lahan-lahan yang menjadi sumber penghidupan warga di Hutanabolon.

Alih-alih segera memperbaiki lahan dan saluran irigasi, pemerintah menawarkan bantuan bibit.

Di Bona Lumban, persoalan serupa terjadi ketika pupuk dibagikan saat banyak lahan belum siap ditanami.

Reportase selengkapnya bisa dibaca hanya di projectmultatuli.org

Pernah dengar Geger Cilegon?Piet Sukendar mengajak kita melihat kembali sejarah Geger Cilegon 1888. Lima tahun setelah l...
11/09/2026

Pernah dengar Geger Cilegon?

Piet Sukendar mengajak kita melihat kembali sejarah Geger Cilegon 1888. Lima tahun setelah letusan Krakatau, penderitaan warga Banten tak kunjung pulih. Kemiskinan, pajak, kerja paksa, dan pengabaian pemerintah kolonial perlahan menumpuk menjadi kemarahan yang berujung pada perlawanan bersama.

Lebih dari seabad kemudian, sejarah itu kembali terasa relevan hari ini. Ketika bencana datang silih berganti dan pemulihan berjalan lamban.

Opini selengkapnya dapat dibaca selengkapnya di projectmultatuli.org

Menua sebagai transpuan bukan sekadar menghadapi usia dan tubuh yang semakin renta.Sonya dan Irma menjalani usia lanjut ...
10/09/2026

Menua sebagai transpuan bukan sekadar menghadapi usia dan tubuh yang semakin renta.

Sonya dan Irma menjalani usia lanjut dengan penghasilan tak menentu, akses kerja dan bantuan sosial yang terbatas, serta kondisi kesehatan yang menurun.

Fotografer Robertus Risky dan penulis Rangga Prasetya Aji Widodo merekam kehidupan para transpuan yang juga memperlihatkan keluarga dalam beragam bentuk: pasangan, anak angkat, dan kawan dekat.

Esai foto selengkapnya dapat kamu baca di projectmultatuli.org

Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 akan segera digelar. Project Multatuli akan ikut ambil bagian di aca...
08/09/2026

Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026 akan segera digelar. Project Multatuli akan ikut ambil bagian di acara festival foto yang sudah menginjak edisi ke-6 ini.

Diskusi, pemutaran film, dan portfolio review. Itulah beberapa kegiatan yang akan diikuti oleh Project Multatuli di JIPFest 2026.

Buat kamu yang menyukai fotografi, mari kita bersua di JIPFest 2026.

Apa kabar WNI?Habis kita dihantam bertubi-tubi oleh kebijakan pemerintah yang hadeuh. Sekarang kita diuji oleh banyak be...
07/09/2026

Apa kabar WNI?

Habis kita dihantam bertubi-tubi oleh kebijakan pemerintah yang hadeuh. Sekarang kita diuji oleh banyak bencana alam. Kecuali karhutla yang gak bisa kita sebut sebagai bencana alam.

Sialnya, ketika kita hidup di negara yang alamnya sangat aktif, anggaran BNPB ikut dipangkas. 2024: 4,92 triliun. 2025: 2,01 triliun. 2026: 491 miliar.

Berat memang menjadi WNI.

Tim kurator Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026, telah memilih 22 proyek fotografi dan multimedia dari 1...
04/09/2026

Tim kurator Jakarta International Photo Festival (JIPFest) 2026, telah memilih 22 proyek fotografi dan multimedia dari 17 negara untuk ditampilkan dalam Pameran Foto JIPFest 2026, yang akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada 11–20 September 2026.

Salah satunya adalah proyek karya Nopri Ismi, fotografer dari Indonesia yang berjudul “Nature’s Retaliation”. Berkisah tentang konflik antara manusia dan buaya di Bangka Belitung yang disebabkan oleh ekspansi timah.

Jadi, tunggu apalagi? Siapkan jadwalmu untuk hadir di JIPFest 2026. Dan untuk informasi lebih lanjut, kunjungi akun Jakarta International Photo Festival atau website jipfest.com

đź“·: Nopri Ismi

Lagi-lagi akal-akalan energi hijau. Kali ini, Sulawesi Selatan yang menjadi incaran proyek geothermal. Hampir 13 ribu he...
03/09/2026

Lagi-lagi akal-akalan energi hijau. Kali ini, Sulawesi Selatan yang menjadi incaran proyek geothermal. Hampir 13 ribu hektare lahan di Tana Toraja masuk lelang Kementerian ESDM, sementara sekitar 43 ribu hektare di Luwu Utara telah dimenangkan perusahaan energi asal AS-Israel.

Di tengah janji energi bersih dan kesejahteraan, sebagian warga justru khawatir kehilangan tanah, hutan, sumber pangan, dan ruang hidup.

“Jadi hutan itu, bukan soal sumber mata air. Tapi sumber dari banyak hal. Sumber pangan kami,” kata Surayani, warga Balla.

Ia mencoba menenangkan pikirannya untuk mencari pembenaran proyek panas bumi itu. 

“Saya susah dapat. Katanya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk kesejahteraan warga,” katanya, seraya melanjutkan, “kami sudah dilihat di kampung orang, kalau hutannya dirusak, pasti warga lokalnya akan semakin susah.”

Dari Sulawesi Selatan, reportase Eko Rusdianto dapat dibaca selengkapnya di projectmultatuli.org

03/09/2026

Cerita Kasman, warga terdampak karhutla Kalimantan.

Kebakaran itu meninggalkan kerugian yang bagi Kasman sulit dihitung. Bukan hanya tanaman yang mati. Sebelum kebakaran, ia sudah mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan, membuat baluran, membeli bibit dan pupuk.

“Kalau ratusan juta ya sudah pasti, lah. Kalau disuruh hitung malah pusing juga saya.”

Sudah sekitar 5 tahun, Kasman dan keluarganya tinggal di pondok tersebut. Sebelumnya, mereka tinggal di bagian ujung jalan dan mengelola kebun milik orang lain. Pada 2023, kawasan itu juga pernah terbakar hebat.

Banjir juga pernah datang. Mereka kemudian pindah sedikit lebih ke depan, berharap mendapat tempat yang lebih aman. Tetapi persoalan air tetap mengikuti.

Pada musim hujan, air justru terlalu banyak dan lahan terendam. Ketika kemarau datang, air menjadi sulit didapat. Kondisi itu membuat pemadaman kebakaran semakin berat ketika lahan mulai terbakar.

Di kebun yang kini sebagian besar berubah menjadi hamparan hitam itu, Kasman tidak lagi banyak memikirkan buah yang akan dipanen. Ia lebih sibuk memastikan api tidak kembali mendekati rumah tempat ia dan keluarganya tinggal.

“Sedih pokoknya. Tinggal sedih-sedihannya aja ini,” kata Kasman.

Baca selengkapnya di projectmultatuli.org

Address

Kebayoran Lama
South Jakarta
15318

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Project Multatuli posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Project Multatuli:

Shortcuts

Share