CREEPY ROOM

CREEPY ROOM Fanspage ini membahas tentang kejadian kriminal, tragedi, dan berbagai macam peristiwa mengerikan yang terjadi di berbagai belahan dunia.
(4)

Creepy Room adalah media informasi dan arsip dokumentasi kasus-kasus kelam dari berbagai belahan dunia. Creepy Room menyajikan rangkuman insiden, kronologi, dan materi visual yang bersifat informatif serta kontekstual. Seluruh konten disusun untuk tujuan dokumentasi, referensi, dan edukasi.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Video: https://www.facebook.com/100063686475299/posts/1707027401430126/Meksiko, 18 Des...
28/08/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Video: https://www.facebook.com/100063686475299/posts/1707027401430126/

Meksiko, 18 Desember 2017 — Pop**aritas di media sosial mengantarkan Juan Luis Lagunas Rosales, yang dikenal dengan nama “El Pirata de Culiacán”, menjadi sosok terkenal di internet. Namun, di usia yang baru 17 tahun, kehidupan yang dipenuhi pesta, alkohol, nark , senj , dan pernyataan kontroversial itu berakhir tragis.

Pada Senin malam, 18 Desember 2017, Lagunas dibunuh dalam sebuah serangan bersenjata di bar Menta2 Cántaros, kawasan Los Cajetes, Zapopan, Jalisco. Sekelompok pria bersenjata memasuki tempat tersebut dan langsung mengarahkan tembakan kepada Lagunas. Ia dilaporkan terkena sedikitnya 15 peluru, sementara laporan jaksa Jalisco menyebut jumlahnya mencapai 18. Identitasnya kemudian dipastikan melalui tato yang terdapat di tubuhnya.

Selengkapnya baca di tautan di atas.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Dokumentasi video: https://www.facebook.com/100063686475299/posts/1704579915008208Pemb...
26/08/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Dokumentasi video: https://www.facebook.com/100063686475299/posts/1704579915008208

Pembantaian Universitas Thammasat 1976: Ketika Mahasiswa Menjadi Korban Kekerasan Politik Thailand

Bangkok, Thailand — 6 Oktober 1976. Pagi itu, kawasan Universitas Thammasat di Bangkok berubah menjadi salah satu lokasi kekerasan politik paling mengerikan dalam sejarah modern Thailand. Ribuan mahasiswa dan aktivis yang berkumpul untuk menentang kembalinya mantan diktator Thanom Kittikachorn diserang oleh aparat keamanan bersama kelompok-kelompok paramiliter dan massa sayap kanan.

Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Pembantaian Universitas Thammasat atau Peristiwa 6 Oktober 1976 itu tidak hanya menewaskan dan melukai puluhan orang, tetapi juga mengakhiri periode singkat demokrasi Thailand setelah jatuhnya pemerintahan militer pada 1973.

Pembantaian Universitas Thammasat 1976 menjadi salah satu tragedi politik paling kelam di Thailand. Simak kronologi, latar belakang, korban, dan dampaknya terhadap demokrasi Thailand, cek tautan di atas.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Video: https://creepy.id/2026/08/pria-di-jirak-jaya-muba-ditemukan-tewas-dimutilasi-di...
26/08/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Video: https://creepy.id/2026/08/pria-di-jirak-jaya-muba-ditemukan-tewas-dimutilasi-diduga-curi-sawit/

MUSI BANYUASIN — Seorang pria berinisial AA (21) ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan kelapa sawit di belakang Kantor Kepala Desa Teran, D1 Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Selasa (25/8/2026).

AA, yang merupakan warga Dusun II, Desa Mekar Jaya, diduga terlibat perselisihan dengan seorang petani berinisial AS (39), warga desa yang sama. Perselisihan tersebut disebut bermula dari dugaan pengambilan buah kelapa sawit milik AS.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 14.30 WIB setelah Polsek Sungai Keruh menerima informasi mengenai dugaan tindak pidana pembunuhan yang terjadi di lahan perkebunan milik AS.

Kapolsek Sungai Keruh IPTU Mustaqim Hadi, S.H., M.H., kemudian memerintahkan Kanit Reskrim IPDA Pantri bersama personel piket SPK dan Reskrim untuk mendatangi lokasi dan melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan AA telah meninggal dunia. Polisi menemukan sejumlah luka yang diduga akibat benda tajam, termasuk pada bagian lutut kanan, bahu kiri, dan pergelangan tangan kiri. Korban juga mengalami luka berat pada bagian leher.

Berdasarkan informasi yang diterima, jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, untuk penanganan lebih lanjut.

• Berawal dari Dugaan Pencurian Sawit

Menurut keterangan awal AS kepada penyidik, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika korban diduga mengambil buah kelapa sawit dari kebun miliknya.

AS kemudian mendatangi korban dan meminta agar buah sawit tersebut diganti dengan uang. Namun, permintaan tersebut disebut ditolak oleh korban. Perselisihan kemudian berkembang menjadi pertengkaran hingga terjadi perkelahian.

Kasi Humas Polres Muba AKP Hutahaean, mewakili Kapolsek Sungai Keruh IPTU Mustaqim Hadi, mengatakan keterangan tersebut masih berasal dari pengakuan awal pelaku dan masih didalami oleh penyidik.

"Jadi menurut keterangan pelaku ini, ia meminta korban untuk mengganti dengan uang dari buah kelapa sawit yang ia curi dari kebunnya. Hingga terjadilah perkelahian," ujar Hutahaean saat dikonfirmasi, Selasa sore.

Dalam perkelahian tersebut, AS mengaku melihat korban mengambil sebilah parang. AS kemudian mengambil senjata tajam yang berada di atas meja dan menggunakannya untuk menyerang korban.

Menurut pengakuan AS, ia melakukan serangan terhadap korban hingga menyebabkan luka berat yang berujung pada kematian AA di lokasi kejadian.

• Pelaku Menyerahkan Diri

Setelah kejadian, AS tidak melarikan diri. Ia mendatangi Polsek Sungai Keruh dan menyerahkan diri kepada polisi.

"Jadi setelah terjadinya perkelahian berdarah berujung meninggalnya korban, pelaku langsung bergegas menyerahkan dirinya ke Mapolsek Sungai Keruh. Saat ini pelaku masih terus dilakukan pemeriksaan untuk ke tahap selanjutnya," kata Hutahaean.

Polisi kemudian mengamankan AS untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Selanjutnya, AS direncanakan dibawa ke Mapolres Musi Banyuasin untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami kronologi secara menyeluruh, termasuk rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum perkelahian serta memastikan fakta-fakta berdasarkan keterangan saksi, barang bukti, dan hasil penyelidikan di lokasi.

Perkara tersebut kini ditangani aparat kepolisian. Adapun status dan sangkaan hukum terhadap AS akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang berhasil dikumpulkan.

Video: https://creepy.id/2026/08/kecelakaan-beruntun-di-jalan-raya-puncak-cianjur-4-orang-tewas/Kecelakaan beruntun yang...
23/08/2026

Video: https://creepy.id/2026/08/kecelakaan-beruntun-di-jalan-raya-puncak-cianjur-4-orang-tewas/

Kecelakaan beruntun yang melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Raya Puncak-Cianjur, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026) malam. Peristiwa tersebut melibatkan satu truk bermuatan barang rumah tangga, dua minibus, dan dua sepeda motor.

Kecelakaan maut itu mengakibatkan empat orang meninggal dunia, sementara delapan korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa tersebut terjadi ketika truk bermuatan barang rumah tangga melaju dari arah Bogor menuju Cianjur. Saat memasuki ruas jalan yang menurun, truk diduga mengalami masalah pada sistem pengereman hingga kehilangan kendali.

Menurut keterangan polisi, truk kemudian oleng ke kanan dan menabrak sejumlah kendaraan yang melaju dari arah berlawanan, yakni dari Cipanas menuju kawasan Puncak, Bogor.

Benturan keras menyebabkan dua minibus dan dua sepeda motor yang berada di jalur tersebut ikut terlibat dalam kecelakaan. Kondisi sejumlah kendaraan mengalami kerusakan cukup parah.

Warga yang berada di sekitar lokasi bersama petugas segera melakukan evakuasi. Beberapa korban dilaporkan mengalami luka serius dan sempat terjepit di dalam kendaraan sehingga membutuhkan proses evakuasi menggunakan peralatan khusus.

Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Cimacan untuk mendapatkan penanganan medis.

Direktur Utama RSUD Cimacan, dr Cok Gd Agung Dharma Putra, mengatakan pihak rumah sakit menerima sejumlah korban kecelakaan tersebut. Beberapa di antaranya datang dalam kondisi luka berat sehingga membutuhkan penanganan medis segera.

“Korban yang datang langsung kami lakukan penanganan sesuai kondisi masing-masing. Ada beberapa korban yang mengalami luka cukup berat dan membutuhkan tindakan medis lebih lanjut,” ujar dr Cok Gd Agung Dharma Putra, Jumat (21/8/2026) malam.

Dari hasil penanganan awal, dua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Kedua korban mengalami luka parah dan sempat terjepit di dalam minibus.

Sementara itu, dua korban lainnya meninggal dunia setelah tiba dan menjalani penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Cimacan. Dengan demikian, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut mencapai empat orang.

Adapun delapan korban lainnya masih mendapatkan perawatan. Sebanyak tujuh korban dirawat di IGD RSUD Cimacan, sedangkan satu korban yang merupakan pengemudi truk dirujuk ke RS Bhayangkara Cianjur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Cianjur, Ipda Ahmad Prio Gunawan, membenarkan kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan.

“Kecelakaan ini melibatkan lima kendaraan. Bermula saat truk bermuatan barang rumah tangga melaju dari arah Bogor menuju Cianjur,” kata Ahmad.

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi ketika truk melintas di ruas jalan yang menurun. Truk diduga tiba-tiba oleng ke kanan dan kemudian menghantam kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

“Saat berada di jalan yang menurun, truk tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak kendaraan yang melaju dari arah Cipanas menuju Puncak Bogor,” ujarnya.

Empat korban yang meninggal dunia diketahui merupakan warga asal Lampung. Mereka berada di wilayah Cianjur setelah sebelumnya berkunjung ke rumah saudaranya.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal, kecelakaan terjadi akibat rem truk mengalami gangguan atau blong ketika kendaraan melaju di jalan menurun sehingga pengemudi kehilangan kendali.

Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut. Petugas Unit Laka Satlantas Polres Cianjur masih memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa kondisi kendaraan yang terlibat.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian, termasuk kondisi truk sebelum kecelakaan dan faktor yang menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

Kecelakaan ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan di jalur Puncak-Cianjur, khususnya bagi kendaraan berat yang melintas di ruas jalan dengan kontur menurun. Hingga proses penyelidikan selesai, polisi masih terus mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab kecelakaan maut yang menewaskan empat orang tersebut.

Video: https://creepy.id/2026/08/lansia-tewas-tertemper-krl-di-tebet/Lansia Tewas Tertemper KRL di Tebet, Sempat Duduk d...
20/08/2026

Video: https://creepy.id/2026/08/lansia-tewas-tertemper-krl-di-tebet/

Lansia Tewas Tertemper KRL di Tebet, Sempat Duduk di Pos Pelintasan Sebidang

JAKARTA — Seorang pria lanjut usia berinisial S (81) tewas setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bogor–Jakarta di pelintasan sebidang liar di Jalan H Barat, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026) pagi.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, saat kawasan tersebut tengah ramai dilalui warga dan pelajar. Lokasi kejadian berada di dekat SMA Negeri 37 Jakarta.

Sebelum kejadian, korban yang diketahui merupakan warga sekitar sempat duduk di sebuah pos sederhana yang berada di area pelintasan. Penjaga pelintasan, Uta (30), mengatakan dirinya saat itu tengah mengawasi perjalanan kereta dari sekitar lokasi.

Menurut Uta, ketika KRL sudah mendekati pelintasan, korban tiba-tiba tidak lagi terlihat. Tak lama kemudian, korban diketahui tertemper kereta dan terseret.

"Saya lagi melihat ke sana, melihat kereta kan jagain. Terus pas kereta sudah dekat, tahu-tahu dia enggak ada, pas saya menengok sudah terseret," kata Uta.

Petugas KAI Stasiun Cawang, Reynaldo, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari asisten masinis sekitar pukul 06.37 WIB. Petugas kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 06.50 WIB.

Proses evakuasi korban dilakukan setelah petugas kepolisian dan pihak terkait tiba di lokasi. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans dan selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh petugas Palang Hitam.

Uta menyebut korban telah dievakuasi dari lokasi pada sekitar pukul 08.35 WIB. Sementara itu, Reynaldo menyebut proses evakuasi selesai sekitar pukul 08.50 WIB.

• Pelintasan Dijaga Secara Swadaya

Pelintasan sebidang tersebut diketahui bukan pelintasan resmi dan selama ini dijaga secara swadaya oleh masyarakat sekitar. Penjaga biasanya memantau kedatangan kereta secara manual dengan mengandalkan penglihatan.

Palang pelintasan juga masih sederhana, yakni berupa tongkat besi yang dibuka dan ditutup secara manual oleh warga yang berjaga.

Pelintasan selebar sekitar 1,5 meter itu cukup sering digunakan masyarakat untuk berpindah dari dan menuju Kelurahan Kebon Baru serta Kelurahan Tebet Timur. Selain pejalan kaki, kendaraan roda dua juga kerap melintas di lokasi tersebut.

Di sekitar pelintasan terdapat permukiman padat dan sejumlah ruko yang menjual makanan. Pos penjaga berada tepat di sisi dalam pelintasan, hanya berjarak sekitar satu meter dari rel.

Pos tersebut sangat sederhana, hanya berupa kursi kayu dengan atap kayu, sehingga warga yang berjaga harus berada di dalam area pos ketika kereta melintas.

Pasca kejadian, perjalanan KRL dilaporkan kembali normal. Sejumlah petugas dari PT KAI Commuter bersama warga juga terlihat melakukan penjagaan di sekitar pelintasan.

Sekitar pukul 08.50 WIB, jasad korban sudah tidak berada di lokasi. Namun, sejumlah warga masih berkumpul di sekitar pelintasan untuk melihat kondisi lokasi dan mencari informasi mengenai kejadian tersebut.

Video: https://creepy.id/2026/08/pelajar-sma-tewas-tertemper-krl-di-kalideres/Pelajar SMA Tewas Tertemper KRL di Kalider...
20/08/2026

Video: https://creepy.id/2026/08/pelajar-sma-tewas-tertemper-krl-di-kalideres/

Pelajar SMA Tewas Tertemper KRL di Kalideres, Sejumlah Perjalanan Commuter Line Terganggu

JAKARTA — Seorang pelajar SMA berinisial DK (18) tewas setelah tertemper Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line tujuan Tangerang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terjadi di sekitar KM 12 Kalideres. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi setelah tertemper rangkaian kereta yang tengah melintas.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, saat kejadian DK diketahui bersama seorang temannya yang berada di atas sepeda motor. Teman korban berhasil menyelamatkan diri setelah sempat melompat, sementara DK tidak berhasil menghindari kereta yang melintas.

Insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak terhadap perjalanan Commuter Line. Sebanyak 10 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami keterlambatan hingga lebih dari satu jam, bahkan terdapat perjalanan yang dibatalkan.

Sementara itu, pada layanan Commuter Line Tangerang, sedikitnya delapan perjalanan mengalami keterlambatan dengan waktu mencapai sekitar 48 menit.

Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi untuk mengevakuasi korban dan memastikan perjalanan kereta kembali dapat berlangsung. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan saat berada di sekitar jalur rel kereta api.

Video: https://creepy.id/2026/08/motor-oleng-masuk-jalur-truk-dua-remaja-tewas-di-moramo/KONAWE SELATAN – Kecelakaan mau...
18/08/2026

Video: https://creepy.id/2026/08/motor-oleng-masuk-jalur-truk-dua-remaja-tewas-di-moramo/

KONAWE SELATAN – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (16/8/2026). Dua remaja yang mengendarai sepeda motor tewas setelah kendaraan mereka menabrak bagian samping sebuah truk.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi DT 5053 BS dan truk Hino Dutro DT 8237 BA.

Kasat Lantas Polres Konsel AKP Muhlisi mengatakan, kecelakaan bermula ketika truk yang dikemudikan Rusdin (36) melaju dari arah Kota Kendari menuju Moramo.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sepeda motor yang dikendarai Syawal (20) dengan membonceng Wahid Adriansyah (16).

Menurut keterangan polisi, sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Saat berada di lokasi kejadian, motor tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke sisi kanan jalan hingga masuk ke jalur truk dari arah berlawanan.

Motor kemudian menabrak bagian tengah bak truk sebelah kanan. Benturan keras menyebabkan kedua pengendara dan penumpangnya terpental.

Syawal mengalami pendarahan parah pada bagian hidung. Sementara Wahid mengalami luka berat pada bagian wajah, siku, dan lutut.

Kedua korban kemudian dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang mereka alami. Sementara itu, pengemudi truk, Rusdin, tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kendaraan dan keterangan para saksi juga menjadi bagian dari proses penyelidikan.

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]Video: https://creepy.id/2026/08/anggota-kartel-membelot-berujung-interogasi-dan-eksek...
15/08/2026

⚠️WARNING❗ [Sensitif & Disturbing]
Video: https://creepy.id/2026/08/anggota-kartel-membelot-berujung-interogasi-dan-eksekusi-mengerikan-di-meksiko/

Sebuah rekaman yang memuat interogasi terhadap seorang pria yang dituduh mengkhianati La Chapiza dan membocorkan informasi kepada kelompok rival beredar dengan narasi mengerikan. Dalam video tersebut, pria yang diduga menjadi anggota atau simpatisan kelompok bersenjata itu dipaksa mengungkap sejumlah nama, lokasi, serta aktivitas kelompok yang disebut sebagai rival.

La Chapiza sendiri merupakan faksi bersenjata dari Kartel Sinaloa.

Rekaman tersebut juga berakhir dengan eksekusi brutal terhadap tawanan. Materi visualnya mengandung kekerasan ekstrem dan m*til*si.

Identitas pria yang menjadi tawanan belum diketahui secara pasti. Begitu p**a lokasi dan waktu pengambilan gambar belum dapat diverifikasi secara independen.

Video: https://www.facebook.com/61589017344726/posts/122117309517300578/Seorang pengemudi taksi online bernama Rian Alam...
15/08/2026

Video: https://www.facebook.com/61589017344726/posts/122117309517300578/

Seorang pengemudi taksi online bernama Rian Alamsyah (25) ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di kawasan perkebunan tebu di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut).

Jasad Rian ditemukan dalam kondisi kaki terikat tali plastik. Polisi menduga korban menjadi sasaran perampokan yang kemudian berujung pada penganiayaan hingga meninggal dunia.

Kasus tersebut terungkap setelah warga menemukan jasad korban pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya, keluarga Rian sempat berusaha mencari keberadaannya setelah korban tidak kunjung p**ang sejak meninggalkan rumah pada dini hari.

Address

South Jakarta

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when CREEPY ROOM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share