Infosubang

Infosubang " Wadahnya Informasi Urang Subang "
📱Subang Dalam Genggaman

Dalam grup Telegram "Kawal Kasus Vina", beredar viral berita tentang penangkapan Pegi Setiawan alias Pegi Perong, burona...
23/05/2024

Dalam grup Telegram "Kawal Kasus Vina", beredar viral berita tentang penangkapan Pegi Setiawan alias Pegi Perong, buronan kasus pembunuhan Vina Cirebon atau Vina Dewi Arsita, 16, dan Muhammad Rizky Rudiana alias Eky, 16. Polda Jawa Barat menyatakan Pegi hanyalah kambing hitam.

Sebuah akun menyebut Pegi sebagai Bang Mamut, seorang penjual bakso di kawasan Palem Raya, Bandung. Pemilik akun tersebut heran mengapa Bang Mamut tidak berjualan akhir-akhir ini.

"Heran pntes akhir-akhir ini kagak jualan ternyata dijadiin kambing hitam namanya bang mamut umur 35-38 kalo ga salah ya, orangnya baik, gua dengar dia dibikin identitas egi, polisi ni licik guys," kata akun itu, Kamis, 23 Mei 2024, dikutip dari mediaindonesia.com.

Menanggapi hal ini, Kepolisian Polda Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan terpengaruh opini yang tidak jelas kebenarannya.

"Jangan terpancing dengan opini-opini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat KOmisaris Besar Surawan.

Publik juga memperhatikan perbedaan ciri-ciri Pegi yang ditangkap dengan deskripsi sebelumnya, terutama soal rambut. Pegi yang ditangkap memiliki rambut lurus, sementara sebelumnya disebut berambut keriting.

Surawan tidak berkomentar lebih jauh dan menyatakan bahwa polisi fokus memeriksa Pegi.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Julest Abraham Abast mengatakan pihaknya masih mendalami penangkapan Pegi dan memastikan identitasnya sesuai dengan bukti yang ada.

Kasus Vina kembali mendapat perhatian setelah diangkat menjadi film layar lebar yang ditonton jutaan orang. Publik menyoroti belum tertangkapnya tiga pelaku utama dari peristiwa tragis di Cirebon itu. Kini, satu buronan telah ditangkap, tinggal dua lagi yang belum tertangkap.

Vina tewas bersama temannya, Rizky, setelah dikeroyok dan diperkosa oleh kelompok bermotor. Dari 11 pelaku, baru 8 yang telah diadili.

Rara Istiati Wulandari atau yang lebih dikenal Rara Pawang Hujan menghadiri sidang kasus Subang di Pengadilan Negeri Sub...
23/05/2024

Rara Istiati Wulandari atau yang lebih dikenal Rara Pawang Hujan menghadiri sidang kasus Subang di Pengadilan Negeri Subang, Jawa Barat. Rabu (22/5/2024) siang.

Kasus Subang adalah meninggalnya ibu dan anak, Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Jenazah mereka ditemukan tertumpuk di bagasi Alphard di rumah mereka di Kampung Ciseuti, Desa/Kecamatan Jalancagak, Subang, Rabu (18/8/2021).

Kehadiran Rara saat sidang hari ini menarik perhatian pengunjung maupun para saksi.

Rara mengatakan tujuannya ada di persidangan.

"Saya datang untuk men-support para saksi, keluarga korban, dan APH (aparat penegak hukum) agar bisa menuntaskan kasus Subang yang menyita perhatian publik dalam tiga tahun terakhir ini," ujar Rara, Rabu (22/5).

Pawang hujan yang terkenal lewat aksinya pada MotorGP Mandalika 2022 tersebut bersyukur kasus ini akhirnya terungkap setelah dua tahun lebih tak terungkap oleh polisi.

Rara mengatakan sudah beberapa kali mendatangi TKP kasus Subang untuk menggelar ritual di halaman rumah.

Rara juga mengaku bahwa kasus ini terungkap sesuai dengan ramalannya setahun lalu.

"Kasus ini kaitannya dengan cinta segi tiga, sesuai apa yang diungkapkan oleh Danu yang akhirnya kasus ini terungkap dan telah ditetapkan lima tersangka," katanya.

Rara juga menyebutkan bahwa Danu ada di TKP saat peristiwa terjadi, namun yang mengeksekusi adalah ayah korban.

"Waktu itu saya tanpa bermaksud untuk menuduh tapi seperti itu penerawangan saya. Biarlah semesta yang menjawab dan membuktikan. Kita doakan semoga kasus ini bisa terungkap secara terang-benderang dan para pelaku dihukum seberat-beratnya," ungkap Rara.

Polisi menetapkan lima tersangka atas kasus Subang. Selain Yosep Hidayah, ada Danu, Mimin Mintarsih, Abi, dan Arighi.

Danu merupakan sepupu Amalia karena dia adalah anak dari kakak Tuti. Mimin adalah istri kedua Yosep. Sedangkan Abi dan Arighi merupakan anak Mimin dari suami yang sebelumnya.
____
Berita ini disadur dari :

Dalam sepekan ini, permasalahan tentang parkir RSUD Subang menjadi perhatian masyarakat, tokoh agama, atlet, dan lainnya...
23/05/2024

Dalam sepekan ini, permasalahan tentang parkir RSUD Subang menjadi perhatian masyarakat, tokoh agama, atlet, dan lainnya.

Pasalnya, RSUD Subang enggan melanjutkan kerjasama dengan pengelola parkir lama, dan memilih melakukan lelang untuk mendapatkan pengelola baru sesuai aturan.

Padahal, pengelolaan parkir yang dilakukan oleh LAK Galuh Pakuan selaku pengelola lama, hasil pendapatannya digunakan untuk kemaslahatan masyarakat Subang. Seperti pembinaan prestasi olahraga, seni kebudayaan, keagamaan dan lainnya.

"Pada prinsipnya, pendapatan dari parkir yang kami kelola di RSUD, digunakan untuk pembinaan masyarakat Subang, baik itu olahraga, seni tradisi, budaya dan keagamaan. Dan itu dilakukan dari tahun 2006," ujar Raja LAK Galuh Pakuan RM Evi Silviadi, Kamis (23/5).

Ditarget Rp4 juta per bulan untuk parkir, oleh pihak RSUD, permasalahan muncul saat masa covid-19 melanda Subang. Di mana kunjungan pasien menurun drastis sehingga target parkir pun tidak tercapai.

Ia menambahkan, saat kontrak pengelolaan parkir berakhir di bulan Juli 2023, pihaknya diminta oleh pihak RSUD mengembalikan uang pengelolaan parkir Rp200 jutaan yang belum dibayarkan.

Namun, Evi mengklaim, pihak RSUD pun harus mengembalikan abonemen parkir karyawan senilai Rp700 jutaan.

"Jika kami belum membayarkan kewajiban, lalu apa kabarnya mereka?" sergahnya.

Ia melanjutkan, persoalan parkir di RSUD bukan hanya sekedar bisnis semata. Tapi menjadi permasalahan sosial, di mana ketika pengelolaan parkir dihentikan. Maka mencederai hati para atlet, seniman, tokoh agama dan lainnya yang kegiatannya banyak disupport oleh hasil dari pengelolaan parkir.

Ia berharap, pemerintah daerah Kabupaten Subang melihat Galuh Pakuan secara utuh, bukan sebagai musuh. Terlebih di masa transisi pengelolaan parkir harus dilakukan clear and clean dulu. Karena masih ada aset yang belum diserahterimakan secara resmi.
___
Berita ini disadur dari : vivajabar

Ratusan massa aksi menyerahkan “tiket pesawat” untuk Pj Bupati Subang Imran dan istri. Aksi ini sebagai simbol kekecewaa...
22/05/2024

Ratusan massa aksi menyerahkan “tiket pesawat” untuk Pj Bupati Subang Imran dan istri. Aksi ini sebagai simbol kekecewaan terhadap kinerja Imran selama bertugas di Subang.

Ratusan massa aksi dari LSM AKSI, Satria Banten, Jampang Pantura dan Benteng Pantura ke sejumlah kantor pemerintahan, termasuk kantor Bupati Subang.

Dalam aksinya itu, massa meminta klarifikasi tekait proyek pembangunan mall di bekas Pujasera dan anggaran perjalanan puluhan pejabat ke Jawa dalam rangka Hari Jadi Dekranasda.

“Kita meminta klarifikasi tentang mau dibangunnya mall di bekas x chandra (Pujasera). Setelah saya telusuri ternyata dari awal sudah ada suatu kejanggalan dari masalah penyusunan perda nomor 10 tahun 2023,” kata Korlap Warlan, Rabu (22/5/24).

Massa aksi juga mempertanyakan anggaran yang digunakan untuk perjalanan banyak pejabat pada Hari Jadi Dekranasda di Solo. Dari kepala OPD sampai Camat bedol desa ke Jawa. Bahkan elemen lain seperti komunitas seniman, UMKM dilibatkan.

“Ini tentu membutuhkan anggaran tidak sedikit, dari mana sumbernya? CSR atau sumber lain. Karena penggunaan anggaran negara harua sepengetahuan DPRD,” jelasnya

Sayangnya, niat massa ini gagal. Karena PJ Bupati dan atau pejabat berwenang tidak ada yang menemui mereka. Massa hanya ditemui Kepala Kesbangpol Rona Mairiansyah. Namun, Rona gagal memberi penjelasan memuaskan massa.

Kecewa atas kinerja Pj Bupati, massa menyiapkan Tiket Pesawat untuk Pj Bupati Imran dan istri ke Aceh. Tiket pesawat itu diprint dalam kertas besar dan dilaminating.

Dalam tiket pesawat Garuda Indonesia itu tertulis tertanggal nama Imran dan istri untuk penerbangan Tanggal 25 Mei 2024 pukul 08.25 dengan jurusan medan.
____
Berita ini dilansir dari :

Polisi berhasil menangkap satu di antara tiga buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat.Direktur ...
22/05/2024

Polisi berhasil menangkap satu di antara tiga buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Jawa Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Surawan, mengatakan, pelaku yang ditangkap bernama Pegi Setiawan alias Perong.

"Sudah (tertangkap)," kata Surawan dalam keterangannya, Rabu (22/5/2024), dikutip dri Kompas.com.

"(Pelaku) Pegi Setiawan."

Menurut penjelasannya Pegi ditangkap di Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (21/5) malam.

Meski demikian ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait proses penangkapan, termasuk lokasi penangkapannya.

Dengan ditangkapnya Pegi, maka masih terdapat dua pelaku yang masih buron, yakni Andi dan Dani. Polisi pun masih melakukan pengejaran terhadap dua buron tersebut.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Vina terjadi pada Agustus 2016.

Vina dibunuh 11 anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 27 Agustus 2016 malam.

Personil Polsek Kalijati laksanakan patroli kamtibmas ke perkebunan karet Dawuan dan GT Kalijati, yang di anggap rawan k...
21/05/2024

Personil Polsek Kalijati laksanakan patroli kamtibmas ke perkebunan karet Dawuan dan GT Kalijati, yang di anggap rawan kejahatan dan tindak kriminal lainya.

Selain itu, patroli ini di laksanakan guna antisipasi gangguan Kamtibmas dan antisipasi terjadinya tawuran antar geng motor yang akhir-akhir ini meresahkan warga masyarakat. perkebunan karet Dawuan. Senin(20/05/2024)

Kapolsek Kalijati Iptu Udin Awaludin S.H. M.H menegaskan, kami selaku petugas Kepolisian, sebisa mungkin menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. Wilayah hukum Polsek Kalijati harus selalu aman dan kondusif. Jangan sampai terjadi tindak pidana kejahatan apalagi sampai terjadinya tawuran antar geng motor di wilayah hukum Polsek Kalijati. Tegas Kapolsek

“Apabila di temukan kerumunan-kerumunan anak-anak bermotor, jangan segan-segan segera laporkan ke pihak yang berwajib. Guna mencegah terjadinya aksi tawuran dan gangguan Kamtibmas lainya di wilayah hukum Polsek Kalijati. Tutur Kapolsek.

Mantan Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian, Wisnu Haryana, mengungkap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Sya...
21/05/2024

Mantan Sekretaris Badan Karantina Kementerian Pertanian, Wisnu Haryana, mengungkap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menitipkan penyanyi dangdut Nayunda Nabila sebagai pegawai honorer di Kementan. Namun, Nayunda ternyata jarang ngantor meski digaji jutaan per bulan.

Hal itu diungkap Wisnu saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi dengan terdakwa SYL, Sekjen Kementan nonaktif Kasdi Subagyono dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024). Mulanya, jaksa bertanya soal ada tidaknya pegawai honorer yang dititipkan SYL di Kementan.

"Saksi tahu yang, bernama, ada pegawai Kementan honorer yang juga dititipkan oleh Pak Yasin Limpo maupun keluarganya di Kementan?" tanya jaksa.

"Oh, ada pak," jawab Wisnu.

"Siapa?" tanya jaksa.

"Kalau nggak salah atas nama Nayunda, pada waktu itu," jawab Wisnu.

Wisnu mengatakan Kementan hanya menggaji Nayunda selama setahun dan kemudian diberhentikan karena tak pernah lagi ke kantor. Dia mengatakan gaji Nayunda Rp 4,3 juta per bulan.

Dia mengatakan Nayunda cuma dua kali datang ke kantor selama setahun, dan mengatakan Nayunda ditempatkan sebagai honorer Kementan yang seolah bertugas di bagian protokoler.

Wisnu mengatakan Nayunda Nabila dititipkan SYL sebagai pegawai honorer di Badan Karantina Kementan.

Namun, katanya, Nayunda bertugas sebagai asisten anak SYL yang merupakan anggota DPR RI Fraksi NasDem, Indira Chunda Thita.
____
Berita ini disadur dari :

Singapura tengah mengalami gelombang baru Covid-19, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengungkapkan, kasus Covid d...
21/05/2024

Singapura tengah mengalami gelombang baru Covid-19, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung mengungkapkan, kasus Covid di negaranya melonjak secara signifikan dalam dua minggu terakhir.

"Kita berada di awal gelombang di mana gelombang ini terus meningkat," kata Ong seperti dilaporkan Strait Times.

"Jadi menurut saya gelombang ini akan mencapai puncaknya dalam dua hingga empat minggu ke depan, yang berarti antara pertengahan dan akhir Juni."

Tercatat ada 25.900 kasus Covid-19 sejak 5 hingga 11 Mei 2024. Rata-rata rawat inap harian juga meningkat menjadi sekitar 250 dari 181 pasien pada minggu sebelumnya.

Ong mengatakan, apabila lonjakan kasus naik dua kali lipat, Singapura masih mampu menangani 500 pasien.

"Namun, jika mencapai 1.000 pasien tentu akan menjadi beban besar bagi sistem rumah sakit," katanya.

Karena itu, Ong Ong mendesak masyarakat yang paling berisiko terkena penyakit parah, termasuk individu berusia 60 tahun ke atas, individu yang rentan secara medis, dan penghuni fasilitas perawatan lansia, untuk menerima dosis tambahan vaksin Covid-19 jika mereka belum melakukannya di 12 bulan terakhir.

Meski demikian, tidak ada rencana untuk melakukan pembatasan sosial dalam bentuk apa pun atau tindakan wajib lainnya untuk saat ini.

Hal ini karena Covid-19 dianggap sebagai penyakit endemik di Singapura, katanya, seraya menambahkan bahwa penerapan tindakan tambahan akan menjadi pilihan terakhir.
___
Berita ini disadur dari ;

Barudak   Sampai ketemu 20 Juli 2024 !! karna akan ada Hindia () Fiersa Besari () .Feast () , NDX AKA() , For Revenge ()...
20/05/2024

Barudak Sampai ketemu 20 Juli 2024 !!

karna akan ada Hindia () Fiersa Besari () .Feast () , NDX AKA() , For Revenge () , Strangers (), Dhira Bongs (), Karokinight (), Qorygore () dan Aruma () masih banyak lainnya !! ayo seru seruan bareng di Pestipalin!

Jangan nyasar ya kita ketemu Lap. Pussenif Bandung
See you Barudakk !! follow buat info lebih lanjut

Tiket bisa dibeli di www.pestipalin.id

PJ. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si,. MA.Cd menjadi pembina upacara dalam upacara peringatan Harkitnas ke 116 sekali...
20/05/2024

PJ. Bupati Subang, Dr. Drs. Imran, M.Si,. MA.Cd menjadi pembina upacara dalam upacara peringatan Harkitnas ke 116 sekaligus hari kearsipan ke-64, bertempat di Halaman Kantor Bupati Subang, Senin (20/5/2024).

Sebelum upacara dimulai, Pj. Bupati Subang melaksanakan peninjauan kegiatan khitanan massal, sekaligus menyerahkan secara simbolis ‘Panyecep’ dari Pj. Bupati Subang kepada para peserta khitanan massal, yang juga diserahkan oleh Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Subang, serta para pejabat Forkopimda.

Selanjutnya dalam upacara, Pj Bupati Subang menyampaikan beberapa hal penting untuk diketahui saat ini. Beliau menuturkan, banyak perubahan lingkungan dan tantangan yang harus dihadapi masyarakat dan pemerintah, baik oleh Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat.

“Salah satu yang diharapkan dari peringatan Harkitnas di Subang, adalah kita menjadikan momentum untuk menunjukkan kebangkitan Kabupaten Subang,” tuturnya.

Menurutnya, Banyak hal yang harus dibenahi oleh kabupaten Subang, agar bisa menjadi lebih baik, dari mulai menata, seperti mulai dari Penataan SDM (Sumber Daya Manusia), seperti halnya pada kegiatan Assessment untuk para Eselon 2, Eselon 3 dan Eselon 4.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Subang ingin menjadi lebih baik. Untuk diketahui, bahwa hasil Assessment akan digunakan untuk kompetensi seluruh ASN di Kabupaten Subang.

Disamping itu, tujuan Assessment tersebut adalah juga untuk melihat perihal cocok atau tidaknya seseorang menduduki jabatan yg sedang diduduki saat ini. Dirinya juga menjelaskan bahwa Assessment tersebut bersifat terbuka.
___
Berita ini disadur dari :

Berita Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan Helikopter, menurut media I...
20/05/2024

Berita Internasional - Presiden Iran Ebrahim Raisi dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan Helikopter, menurut media Iran pada Senin (20/05).

Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian dinyatakan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan helikopter, menurut laporan media pemerintah.

“Presiden Republik Islam Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, mengalami kecelakaan ketika sedang melayani dan menjalankan tugasnya untuk rakyat Iran dan menjadi martir,” kata kantor berita Iran, Mehr.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Iran belum mengeluarkan konfirmasi resmi atas kematian tersebut. Sebelumnya, media pemerintah melaporkan bahwa tidak ada tanda-tanda korban selamat di lokasi kecelakaan.

"Setelah menemukan helikopter itu, tidak ada tanda-tanda kehidupan dari para penumpangnya,” lapor TV pemerintah Iran.

Kabar terbaru ini muncul selang beberapa menit setelah tim penyelamat berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter tersebut.

"Helikopter Presiden Raisi terbakar habis dalam kecelakaan itu... sayangnya, semua penumpang dikhawatirkan tewas,” kata seorang pejabat Iran kepada kantor berita Reuters.

Raisi dan para pejabat lainnya baru saja kembali dari provinsi barat laut Iran, Azerbaijan Timur, pada Minggu (19/05) malam ketika kecelakaan itu terjadi. Raisi berada di sana untuk meresmikan sebuah bendungan, bersama dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, Minggu (19/05).
____
Berita ini disadur dari : DW.com

Seorang pencari rumput tercebur ke dalam sumur di Kampung Cijoget RT 01/01 Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Sub...
20/05/2024

Seorang pencari rumput tercebur ke dalam sumur di Kampung Cijoget RT 01/01 Desa Cikadu, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Minggu (19/5/2024) petang.

Korban yang bernama Aip (50) tersebut diduga terpeleset saat mencari rumput di dekat sumur tersebut.

Menurut kesaksian Hamdan yang merupakan tetangga korban, dia curiga dengan keberadaan karung rumput, sandal, dan topi milik korban di dalam sebuah sumur.

“Korban tak ada di sekitaran sumur sementara karung rumput, sandal dan topi berada di dalam sumur,” katanya, Senin (20/5/2024).

Hamdan mengatakan, berdasarkan keterangan dari keluarga korban, Aip mencari rumput sekitar pukul 17.00 WIB. Namun dia tak juga pulng setelah pukul 18.00 WIB.

"Kemudian keluarga korban langsung melaporkan ke aparat setempat kemudian melanjutkan ke BPBD, damkar, dan tagana," ucap Hamdan.

Petugas gabungan langsung bergerak melakukan evakuasi korban.

"Evakuasi korban didalam sumur tersebut berlangsung sekitar tiga jam. Korban berhasil diangkat di dalam sumur sekitar pukul 22.00 WIB dalam keadaan sudah tak bernyawa," kata Kalak BPBD Subang, Udin Jazudin.

Udin mengatakan, keluarga telah sepakat kalau peristiwa itu merupakan musibah sehingga tidak akan menuntut pemilik sumur.

"Karena sumur tersebut adalah sumur yang airnya digunakan untuk masyarakat umum," ucapnya.

Kalak BPBD mengimbau kepada warga setempat agar berhati-hati saat berada di sekitaran sumur tersebut agar kejadian serupa tak terulang.
____
Berita ini disadur dari :

Address

Subang
41211

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Infosubang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Category