02/08/2024
Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Subang terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Dinas Kesehatan Kabupaten Subang bersinergi dengan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sekaligus mitra komunitas yang fokus terhadap kesehatan gencar lakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS.
Salah satunya dalam Talkhsow Lebih Dekat (Lekat) di Radio Benpas Subang pada Kamis (1/8), hadir Program Manager PIMS, HIV-AIDS dan Harm Reducation, Suwata Wathatika menyampaikan bahwa kini di Kabupaten Subang telah dilakukan tata laksana HIV/AIDS mulai dari layanan tes, konseling, hingga pengobatan. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di 40 puskesmas se-Kabupaten Subang.
Ia juga menjelaskan bahwa selain dari faktor orientasi seksual, risiko penularan virus HIV juga dapat melalui transfusi darah, pemberian ASI dari ibu yang terjangkit HIV, dan transplantasi organ tubuh. Virus HIV yang menyerang tubuh jika tidak segera diobati dapat berkembang menjadi AIDS yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh lemah dan rentan terhadap berbagai penyakit.
"Masyarakat yang berisiko terkena HIV hendaknya berani untuk melakukan tes HIV, ketika ingin melakukan tes HIV harus siapkan mental dan harus jujur," tuturnya.
Hadir p**a anggota Perkump**an Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Subang, Putri Dewi yang juga turun langsung untuk mengedukasi HIV/AIDS kepada masyarakat, dan pendampingan kepada Orang dengan HIV (ODHIV). Menurutnya tantangan pelayanan saat ini yaitu masih banyak masyarakat yang tidak mau lakukan Tes HIV.
"Kami juga dibantu oleh Peer Education (PE) dalam melakukan Tes HIV. Jangan takut, mari kita tes HIV untuk mengetahui status HIV sedari dini," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Promotor Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Jahidin menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen selalu siap lakukan edukasi dan beri pelayanan terkait HIV/AIDS kepada masyarakat secara gratis.
Adapun bagi ODHIV yang tengah menjalani pengobatan untuk menuntaskan proses pengobatan agar tidak terjadi resistensi obat atau virus HIV bermutasi dengan genetik lain.***(HSM/Radio Benpas Subang)