TQN 38 permata subang

TQN 38 permata subang wans38

Merasakan Hakikat, Bukan Sekadar Bercerita Banyak orang yang fasih bicara tentang hakikat, namun tidak semua benar-benar...
14/08/2026

Merasakan Hakikat, Bukan Sekadar Bercerita

Banyak orang yang fasih bicara tentang hakikat, namun tidak semua benar-benar mampu merasakannya. Mengapa?

Karena ilmu hakikat tidak bisa diraih hanya dengan logika. Ilmu ini hanya diturunkan dan diajarkan melalui Kasih Sayang Alloh SWT.

Seseorang yang dikaruniai ilmu hakikat akan diasuh langsung di bawah pengawasan dan naungan cinta-Nya, sebagaimana firman Alloh:

Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.

Di mana letak hakikat kasih sayang Alloh?Salah satunya adalah saat Alloh melembutkan hati yang keras. Alloh SWT berfirman:

Mudah-mudahan Alloh menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Alloh Maha Kuasa. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.

QS. Al-Mumtahanah ayat 7
Tanpa kasih sayang-Nya, perjalanan makrifat seseorang hanya akan menjadi khayalan dan angan-angan kosong sepanjang hidup.

Hakikat dan Janji Setia (Bai'at yang Sebenarnya)
Berhakikat tidak boleh lepas dari syariat.
Kita wajib menjaga janji setia kepada Alloh SWT untuk selalu mengikuti firman-Nya (Al-Qur'an) dan sunnah Rosul-Nya. Itulah esensi Bai'at yang sesungguhnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Fath ayat 8-10, Alloh mengutus Risululloh SAW sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan agar kita beriman, menguatkan agama-Nya, dan bertasbih kepada-Nya.

Alloh juga berfirman:

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Alloh. Tangan Alloh di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, niscaya akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri...”

(QS. Al-Fath: 10)

Semoga kita tidak hanya pandai berbicara tentang hakikat, tetapi juga menjadi hamba yang dibimbing oleh kasih sayang-Nya dan setia pada janji kepada-Nya. 🤲

"ZAMAN NABI KAN NGGAK ADA TASAWUF, KENAPA KITA HARUS BELAJAR?" 🤔Pernah dengar pertanyaan atau kritikan seperti ini? kita...
14/08/2026

"ZAMAN NABI KAN NGGAK ADA TASAWUF, KENAPA KITA HARUS BELAJAR?" 🤔Pernah dengar pertanyaan atau kritikan seperti ini? kita bahas pakai logika yang sederhana dan cerdas!Kalau argumennya "Semua yang tidak ada namanya di zaman Nabi itu tidak boleh dipelajari," maka jawabannya simpel:

❌ Di zaman Nabi juga tidak ada istilah Ilmu Fiqh.

❌ Di zaman Nabi juga tidak ada istilah Ilmu Tauhid atau Aqidah.

❌ Bahkan tidak ada Ilmu Tajwid, Ilmu Nahwu, atau Ilmu Hadis.

Lalu, kenapa sekarang semua ilmu itu ada dan kita pelajari?📦 Istilah Baru, Barang LamaDi zaman Nabi, semua urusan agama langsung ditanyakan ke Rosululloh SAW. Belum ada pembagian bab-bab ilmu secara spesifik seperti sekarang.

Setelah Islam meluas, para ulama membukukan (kodifikasi) ilmu-ilmu ini agar umat tidak bingung.Tiga ilmu utama dalam Islam itu lahir dari satu hadis terkenal, yaitu Hadis Jibril:

1️⃣ ISLAM (Amalan Lahiriyah) ➡️ Dibukukan ulama menjadi Ilmu Fiqh.

2️⃣ IMAN (Keyakinan Hati) ➡️ Dibukukan ulama menjadi Ilmu Tauhid/Aqidah.

3️⃣ IHSAN (Etika & Kedekatan pada Alloh) ➡️ Dibukukan ulama menjadi Ilmu Tasawuf/Akhlak.🫀 Kenapa Kita Butuh Tasawuf?Fiqh mengajarkan cara sholat kita sah secara hukum.

Tashowwuf menjaga agar sholat kita khusyuk dan ikhlas di hati.Tashowwuf adalah metode sistematis untuk membersihkan hati dari penyakit sombong, riya, dan dengki.

Nama "Tashowwuf" mungkin baru, tapi isinya—yaitu Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa)—adalah perintah langsung dari Al-Qur'an dan dicontohkan langsung oleh Nabi dan para sahabat.Jadi, menolak Tashowwuf hanya karena namanya tidak ada di zaman Nabi sama saja dengan menolak Ilmu Fiqh dan Ilmu Tajwid.

Semoga bermanfaat! Yuk, share ke teman-teman yang lain biar makin paham. 😇

Para ulama Tashowwuf punya sudut pandang yang syahdu banget tentang ini. Dalam ilmu Tashowwuf, Sholat Wusto itu maknanya...
14/08/2026

Para ulama Tashowwuf punya sudut pandang yang syahdu banget tentang ini.

Dalam ilmu Tashowwuf, Sholat Wusto itu maknanya adalah Sholatnya Hati (Sholatul Qalbi). Kenapa disebut wusto? Karena posisi hati kita ada di tengah-tengah, menjembatani antara jasad fisik kita di bumi dan ruh kita yang rindu pada Ilahi.

Kalau sholat dzahir ada waktunya (subuh, dzuhur, ashar...), sholatnya hati itu abadi, gak ada batas waktu. Saat jasad kita sibuk kerja atau dagang, hati kita tetap "sujud" dan berzikir mengingat Alloh. Inilah rahasia khusyuk yang sesungguhnya.

selain jaga sholat 5 waktu kita secara fisik, pelan-pelan kita latih juga "sholat wustho" alias sholatnya hati kita agar selalu connect sama Alloh. 🤲

K.H. Abu Bakar Faqih (terlahir dengan nama Abdus Salam) adalah seorang ulama besar dan Waliyulloh sekaligus Wakil Talqin...
14/08/2026

K.H. Abu Bakar Faqih (terlahir dengan nama Abdus Salam) adalah seorang ulama besar dan Waliyulloh sekaligus Wakil Talqin Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya. Beliau sangat dikenal dengan julukan gagah "Macan Suryalaya" karena ketegasan dan loyalitasnya yang luar biasa dalam berkhidmat kepada gurunya.

Berikut adalah ringkasan riwayat hidup dan manaqib singkat dari Abah Faqih:

Profil dan Masa MudaKelahiran: Lahir di Ciamis, Jawa Barat pada tahun 1880.Nama Asli & Julukan: Lahir dengan nama Abdus Salam, beliau kemudian akrab dipanggil Abu Bakar Faqih, Aki Ami, Mama Kiai Faqih, atau Abah Faqih.

Anak Angkat Abah Sepuh: Sejak usia 5 tahun, beliau diambil sebagai anak angkat oleh kerabat dekat ayahnya, yaitu KH. Abdullah Mubarrok (Abah Sepuh), pendiri Ponpes Suryalaya.Pendidikan dan Riyadhoh RuhaniDi bawah bimbingan langsung Abah Sepuh, beliau dididik dengan sangat disiplin:Beliau mendalami Al-Qur'an, fikih, tauhid, amalan zikir, khotaman, serta khidmat manaqib Syeikh Abdul Qodir Jaelani.

Sejak muda, beliau dikaruniai kelebihan spiritual berupa kasyaf (keterbukaan mata batin) karena keistiqomahannya.Beliau menjalani riyadhoh (latihan ruhani) tingkat tinggi yang sangat ketat atas arahan gurunya, seperti mengurangi tidur dan berpantang makan makanan tertentu demi membersihkan jiwa.

Kiprah dan Julukan "Macan Suryalaya"Imaman (Wakil Mursyid): Dalam struktur spiritual TQN Suryalaya, beliau menempati posisi agung sebagai Imaman atau wakil resmi dari dua mursyid agung, yaitu Abah Sepuh dan penerusnya, Abah Anom (Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin).

Penyebar Tarekat: Beliau menetap dan berkedudukan di Cinambo, Majalengka, yang kemudian menjadi salah satu basis utama persebaran pengikut TQN di Jawa Barat.

Benteng Suryalaya: Julukan "Macan Suryalaya" disematkan kepada beliau karena sifatnya yang tegas, berwibawa, berani, serta selalu berada di garda terdepan untuk membela dan menjaga kehormatan pesantren serta kemurnian ajaran sang guru dari berbagai gangguan lahir maupun batin.

WafatAbah Faqih dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT hingga mencapai usia 109 tahun. Beliau wafat pada tahun 1989 dan dimakamkan di Cinambo, Majalengka. Kisah pengabdian dan keteguhan iman beliau dibukukan secara lengkap dalam biografi bertajuk Selayang Pandang Menelusuri Perjalanan Hidup Macan Suryalaya.

Banyak Ketawa Ternyata Ada Batasnya! 😲Sering dianggap sepele, ternyata dalam kitab klasik Nashaihul Ibad, ulama menginga...
14/08/2026

Banyak Ketawa Ternyata Ada Batasnya! 😲Sering dianggap sepele, ternyata dalam kitab klasik Nashaihul Ibad, ulama mengingatkan kalau tertawa berlebihan itu bisa mengeraskan hati bahkan mematikan rasa peka kita terhadap sekitar.Islam itu indah, mengajak kita ramah dan murah senyum, tapi melarang kita lalai sampai lupa waktu. Mari, jaga keseimbangan antara bahagia di dunia dan persiapan buat akhirat.Penasaran gak apa saja 10 dampak buruk terlalu banyak tertawa menurut kitab ini?

Berikut adalah rincian dampak buruk atau siksaan bagi orang yang terlalu banyak tertawa menurut Kitab Nashaihul Ibad:

1.Hatinya mati – Kehilangan kepekaan spiritual dan sulit menerima kebenaran.

2.Kehilangan wibawa – Wajahnya kehilangan cahaya kebaikan dan tidak lagi disegani atau dihormati orang lain.

3.Disenangi setan – Menjadi teman setan karena kelalaiannya terhadap akhirat.

4.Dimurkai Alloh – Perbuatan berlebihan tersebut tidak disukai oleh Alloh SWT.

5.Mendapat hisab yang berat – Akan menghadapi proses perhitungan amal yang sulit di hari kiamat.

6.Nabi SAW berpaling – Rosululloh SAW tidak akan menoleh kepadanya pada hari kiamat sebagai bentuk kekecewaan.

7.Dikutuk oleh malaikat – Para malaikat memandangnya dengan pandangan kemarahan.

8.Dicela oleh penduduk langit dan bumi – Kehilangan kehormatan di hadapan makhluk pemakmur alam.

9.Melupakan segala sesuatu – Terlalu banyak tertawa menyebabkan sifat lalai, termasuk melupakan urusan akhirat dan dosa-dosa masa lalu.

10.Diberi rasa malu di hari kiamat – Ditampilkan di hadapan khalayak dalam kondisi yang memalukan, serta terancam masuk neraka sambil menangis.

PAHAMI BEDANYA: WAKIL TALQIN VS MURSYID DALAM THORIQOH Banyak yang masih keliru dalam memahami otoritas bai'at dalam dun...
10/08/2026

PAHAMI BEDANYA: WAKIL TALQIN VS MURSYID DALAM THORIQOH

Banyak yang masih keliru dalam memahami otoritas bai'at dalam dunia Thoriqoh (tassowuf). Mari kita bedah singkat menurut ijma para Ulama Ahli Thoriqoh:Wakil Talqin BUKANLAH MursyidSeorang Wakil Talqin (Kholifah Bil-Irsyad) hanyalah utusan resmi, bukan pemilik maqom kemursyidan.

Syarat Sah Bai'at Kepada WakilBai'at kepada wakil hanya SAH selama Mursyid utama masih hidup. Amaliahnya tetap wajib dijalankan setelah Mursyid wafat.Status Bai'at Jika Mursyid WafatJika seseorang berbai'at kepada wakil talqin setelah Mursyid utamanya wafat, maka menurut ijma ulama Thoriqoh bai'at tersebut TIDAK SAH.

Kenapa Harus Mursyid yang Hidup?Bai'at spiritual membutuhkan ikatan dengan Mursyid yang masih hidup. Jika boleh berbai'at kepada yang sudah wafat, tentu lebih utama langsung berbai'at kepada Rosululloh ﷺ.

⚠️ PENTING: Orang yang tidak mendapatkan otoritas resmi secara syar'i untuk membai'at, maka ia mutlak tidak boleh membai'at orang lain.

Yuk, lebih jeli dan belajar dari guru yang sanadnya jelas dan hidup!

PENTINGNYA SAMBUNGAN RUHANI: SIAPAKAH "SYAIKHUL HAYYI" KITA SEKARANG? ⚡Sahabat fillah, mari sejenak kita merenungkan ese...
08/08/2026

PENTINGNYA SAMBUNGAN RUHANI: SIAPAKAH "SYAIKHUL HAYYI" KITA SEKARANG?

⚡Sahabat fillah, mari sejenak kita merenungkan esensi dari perjalanan spiritual (Tashowuf). Mengapa bimbingan seorang Mursyid yang hidup itu mutlak diperlukan?Berikut rangkuman penting agar ruhani kita tidak tersesat dalam memahami ilmu hakikat:✨

1️⃣. Estafet Kewalian Tanpa Jeda (Wali al-Abdal)Alloh SWT tidak pernah membiarkan bumi ini kosong dari kekasih-Nya. Begitu seorang Mursyid wafat, penggantinya langsung aktif (fauri) seketika itu juga demi menjaga keseimbangan batiniah dunia. Nur Muhammad terus memancar dari zaman ke zaman.

2️⃣. Ilmu Hakikat Bukan untuk Logika LahiriahMemahami kalam Mursyid hanya dari teks atau kulit luar sangat berbahaya. Sesuai sindiran Alloh dalam QS. An-Nisa: 78, banyak orang mendengar perkataan tapi gagal menangkap substansinya. Tanpa bimbingan guru, pemahaman mandiri bisa berujung fitnah dan kesesatan.

3️⃣. Mursyid Kamil vs Wakil TalqinHubungan utama murid adalah dengan Mursyid (seperti Abah Anom), bukan dengan pembantunya. Wakil Talqin ditunjuk hanya untuk tugas teknis/administratif. Ibarat aliran listrik, jika kita tidak terhubung ke "GARDU INDUK", sampai kapan pun setrumnya tidak akan menyala. Silsilah ruhani berisiko terputus jika salah mengagungkan kedudukan.👥

4️⃣. Risiko Tanpa Mursyid yang HidupSyaikh Ibn 'Arabi menegaskan bahwa berguru kepada Mursyid yang sudah wafat (tanpa mencari penerusnya) membuat bimbingan spiritual (shuhbah) menjadi tidak sempurna. Merasa cukup tanpa guru yang hidup adalah awal dari keangkuhan spiritual.❓

5️⃣. Meluruskan Makna "Syaikhul Hayyi"Syaikhul Hayyi artinya Mursyid yang hidup di zamannya, baik secara fisik maupun maknawi. Makna ini tidak bisa dibelokkan menjadi sekadar "wakil talqin" atau "hati yang hidup". Jika dulu Syaikhul Hayyi kita adalah Abah Anom, lalu setelah beliau wafat, siapakah Syaikhul Hayyi yang memegang otoritas ruhani itu sekarang?Menuntut ilmu hakikat butuh kerendahan hati untuk terus mencari bimbingan yang sah, agar ruh kita benar-benar sampai kepada Alloh SWT.

Menelusuri Akar Spiritual dan Jaringan Kekerabatan Pesantren Gegempalan.Jejak Sejarah dan Santri TerkenalPesantren Gegem...
07/08/2026

Menelusuri Akar Spiritual dan Jaringan Kekerabatan Pesantren Gegempalan.

Jejak Sejarah dan Santri TerkenalPesantren Gegempalan memiliki pengaruh spiritual yang sangat kuat di wilayah Priangan Timur. Salah satu santri paling fenomenal yang pernah menimba ilmu langsung di bawah bimbingan KH. Iskandar Zaenal Arifin di Gegempalan adalah Pangersa Abah Aos (Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul), yang kelak menjadi Mursyid Thoriqoh QODIRIYAH Naqsyabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya. Abah Aos tercatat mengabdi dan mengaji di Gegempalan selama kurang lebih 10 tahun sebelum akhirnya pindah ke pesantren lain atas arahan sang kiai karena ilmunya dianggap telah khatam.

Jaringan Kekerabatan PesantrenDalam catatan sejarah jaringan pesantren di Jawa Barat, para Kiai Gegempalan memiliki hubungan pernikahan dan kekerabatan yang erat dengan pesantren-pesantren besar lainnya, salah satunya adalah Pondok Pesantren Cijantung Ciamis. Hubungan emosional dan genealogis inilah yang membuat eksistensi dakwah kiai Panjalu tetap kokoh melampaui zaman.

Hingga saat ini, Pondok Pesantren Gegempalan Panjalu terus konsisten mengaji kitab kuning (seperti Tafsir Al-Jalalain dan Fikih) menggunakan metode tradisional seperti bandongan dan sorogan di samping mengadopsi pendidikan formal.

Jejak Langkah Sang Salik: Rihlah Keilmuan & Khidmah Pangersa Abah Aos 💫📖​Satu hal yang sangat menakjubkan dari perjalana...
07/08/2026

Jejak Langkah Sang Salik: Rihlah Keilmuan & Khidmah Pangersa Abah Aos 💫📖

​Satu hal yang sangat menakjubkan dari perjalanan para ulama kasepuhan kita adalah ketundukan, ketaatan, dan ketawadhuan mereka terhadap perintah guru.
​Dulu, setelah selesai menimba ilmu di Pesantren Gegempalang, Pangersa Abah Aos melangkahkan kaki melanjutkan rihlah keilmuannya ke Pondok Pesantren Cintawana, Singaparna, Tasikmalaya. Perjalanan tersebut bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan atas arahan dan perintah langsung dari guru beliau.

​Di Pesantren Cintawana salah satu benteng keilmuan tertua di Priangan Timur yang didirikan oleh Ama KH. Muhammad Toha beliau menempa kedalaman ilmu syariat dan adab.

​Setelah mengarungi samudra ilmu di Cintawana, perjalanan panjang tersebut akhirnya bermuara pada puncaknya. Beliau melangkahkan kaki dan bersimpuh (bertabarruk & berguru) di hadapan Pangersa Abah Anom di Pondok Pesantren Suryalaya. Khidmah dan kebersamaan ruhani ini terjalin puluhan tahun lamanya, sejak tahun 1968 hingga 2011.

​Dari perjalanan panjang Pangersa Abah Aos ini, kita dapat memetik hikmah yang sangat dalam: ​Sami'na Wa Atho'na: Keberkahan ilmu tidak hanya diraih dari tebalnya kitab yang dibaca, tetapi dari ketulusan dan ketaatan menjalankan dawuh serta petunjuk guru.
​Keseimbangan Syariat & Hakikat: Mengokohkan pondasi ilmu syariat di pesantren-pesantren terkemuka, lalu menyempurnakannya melalui bimbingan suluk dan akhlak di bawah panji thoriqoh.

​Mugi Pangersa Abah Aos sareng para masyayikh pendahulu beliau senantiasa mendapat tempat termulia, serta ilmu dan keberkahannya terus mengalir kepada kita semua. Aamiin ya Rabbal 'Alamin. 🤲

Gagahnya Abah Aos Dan Saksi (As Sahid)Abah Aos harus gagah Dan Mahal. Itulah yang dilakukan ajengan Gaos dahulu kepada A...
05/08/2026

Gagahnya Abah Aos Dan Saksi (As Sahid)

Abah Aos harus gagah Dan Mahal. Itulah yang dilakukan ajengan Gaos dahulu kepada Abah Anom. Ketika Abah Anom Di sebutkan sebagai tuan syeikh Abdul qadir jaman sekarang oleh ajengan Gaos (Abah Aos). "Abah Anom adalah mujaddid (pembaharu iman), kalimat itu Di berikan oleh Abah Aos Di Malaysia untuk Abah Anom.

Serentak rekan rekan melarang Abah Aos, karena dianggap terlalu dini. Kemudian ajengan Gaos (Abah Aos) Di panggil oleh Abah Anom. (Tong hareup teuing os) jangan terlalu depan oss. Ajengan Gaos menjawab "Hak abdi Abah" Kata Abah Anom, "ya sudah tersehar kamu". Ceuk Aos A Abah A, ceuk Aos B Abah B"

Itulah sepenggal kisah kegagahan Dan gantengnya Abah Anom dengan Ajengan Gaos (Abah Aos). Ada pernyataan yang tidak boleh keluar dari guru tapi harus dari murid, Demi kehormatan guru. Sekarang pun demikian.

"Tidak ada TQN Simarasa" itu kata Abah Aos. Gagahnya Abah Aos dengan para saksi ( Kita kenal dengan As Sahid). Abah Aos muridnya Abah Anom, Kita sekarang berguru ke Abah Aos. Tentunya janganlah menyetarakan diri dengan Abah Aos. Karena Kita muridnya maka Pernyataan TQN Sirnarasa hanya sampai murid. Dan tidak sampai guru. Ini lah gagahnya Abah Aos. Guru teguh dengan pendirian TQN Suryalaya Murid teguh dengan

pendirian TQN Sirnarasa. Untuk Di Masa sekarang sepulangnya Abah Anom. Penulis di panggil ke madrosah dan ditegur oleh pangersa Abah Aos "Kamu kapan ke suryalaya?" Saya jawab tahun 2005 abah. Kata abah "Jedotkan kepala kamu ke tembok, hilangkan. Nama suryalaya sekarang juga" kata Abah Aos kepada penulis.

Ini jauh sebelum ada statmen yang sama kepada Prof. Subandi. Abah Aos muridnya. Abah Anom. Kita muridnya Abah Aos. Layak bagi ikhwan ikhwan yang tidak mengalami Masa Abah Anom. Periode 2011 sd sekarang yang hanya tahu nya Simarasa. Wajib menjungjung tinggi Sirnarasa. Dalam Hal ini TQN Sirnamsa. Penulis mengalami Masa Abah Anom. Penulis memposisikan diri sebagai TQN suryalaya-sirnarasa.

Pagi para sesepuh seperti KH Budi Rahman Hakim. Mungkin ketika Abah Aos bertanya "Den kapan ke suryalaya?" "Saya tidak mengalami Masa Abah Anom, pangersa" jawab KH Budi Rahman Hakim. Maka kata kata "jedotkan kepala ke tembok, untuk menghilangkan nama suryalaya, itu pasti tidak akan pernah ada"

Kudu emut kana purwadaksi. Abah Anom Dan ajengan Gaos (Abah Aos) Gagah. Ganteng dengan pendirian. Abah Aos 40 tahun lebih bersama Abah Anom. Kita yang tidak mengalami Masa Abah Anom, jangan menyetarakan diri TQN Suryalaya.

Raja pasti ada dengan kerajaannya. Abah Anom bersinggasana Di Suryalaya Abah Aos bersinggasana Di Sirnarasa. Sirnarasa (sir Narasa) pun itu adalah nama pemberian dari Abah Anom. Bagi rekan ikhwan yang tidak mengalami Masa Abah Anom. Periode 2011 sd sekarang. Maka penulis anjurkan KIBARKANLAH panji-panji SIRNARASA Kalau bukan Kita mau oleh siapa? Apakah Abah Anom berkoar koar suryalaya?

Ajengan Gaoslah (Abah Aos) lah yang selalu murid jadi, yang berkoar koar TQN Suryalaya. Guru Dan murid harus gagah. Abah Anom menjuluki Saefulloh Maslul dan Bajul Ashab. Sekarang Kita-Kita lah yang harus belajar/riadoh. Minimal belajar Cara minum sang Saefulloh Maslul, atau Cara sholat nya, Cara bicaranya Dan lain2. Abah Aos harus gagah. Harus Mahal. Kita juga harus gagah Dan harus Mahal. Wallohu A lam. Salam perjuangan.

Address

Subang
41257

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TQN 38 permata subang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share