TQN 38 permata subang

Directions

TQN 38 permata subang wans38

Kritik itu ibarat memprotes bungkus permen di depan orang yang sedang menikmati manisnya. Anda sibuk meributkan huruf 'O...
20/09/2026

Kritik itu ibarat memprotes bungkus permen di depan orang yang sedang menikmati manisnya. Anda sibuk meributkan huruf 'O'000 atau 'A', sementara Sang Mursyid sudah tenggelam dalam keagungan Dzat-Nya.Jika menulis 'Alloh' dianggap salah hanya karena urusan KBBI, lantas bagaimana Anda mempertanggungjawabkan adab di hadapan Guru yang sanad ilmunya menyambung sampai ke Rosululloh. Jangan sampai Anda merasa paling fasih mengeja nama-Nya, tapi kehilangan rasa saat menyebut-Nya."

Jika kita ingin khusu di dalam sholat maka belajar lah ilmu tashowwuf dan mengambil talqin dzikir dari ahli nya,,jika ki...
20/09/2026

Jika kita ingin khusu di dalam sholat maka belajar lah ilmu tashowwuf dan mengambil talqin dzikir dari ahli nya,,jika kita ingin mengenal Alloh belajar lah ilmu tauhid,,dan jika kita ingin tau syarat sah atau tidak nya sholat belajar lah ilmu fiqh ketiga nya mesti di pelajari dan di amalkan.

Dinamika Dakwah TQN: Dari Masa Abah Sepuh, Abah Anom, hingga Abah Aos 🌹Pernahkah kita merenungkan betapa agungnya perjal...
18/09/2026

Dinamika Dakwah TQN: Dari Masa Abah Sepuh, Abah Anom, hingga Abah Aos 🌹

Pernahkah kita merenungkan betapa agungnya perjalanan dakwah Thariqah Qodiriyah Naqsyabandiyah (TQN)? Dari masa ke masa, para Mursyil Kamil selalu menyesuaikan metode dakwahnya demi keselamatan spiritual umat sesuai tantangan zamannya.Mari kita lihat transformasi luar biasa dari masa ke masa:

1. Proses Penerimaan Talqin Dzikir 📿Zaman Abah Sepuh: Prosesnya sangat ketat. Calon murid harus melewati ujian mental, fisik, dan keikhlasan yang berat sebelum dinilai layak menerima talqin.

Zaman Abah Anom: Mulai dipermudah dan diberikan secara massal karena tantangan zaman modern membutuhkan benteng spiritual yang cepat bagi masyarakat luas.

Zaman Abah Aos: Dipermudah secara total (akseleratif). Bahkan anak usia kelas 1 SMP (usia akil baligh) sudah diperbolehkan menerima hak talqin dzikir sebagai benteng kalbu sedini mungkin di era digital.

2. Pelaksanaan Amalan Khotaman 📖Zaman Abah Sepuh: Bersifat sangat khusus dan tidak sembarangan. Hanya murid dengan riyadhoh spiritual tingkat tinggi dan mengantongi ijazah khusus yang diizinkan membacanya.

Zaman Abah Aos: Menjadi sangat inklusif. Siapa saja kini boleh membaca dan memimpin Khotaman demi meluasnya berkah dan perlindungan dari fitnah akhir zaman.Kesimpulan:

Madzhab Khidmah (Pelayanan Umat)Perubahan ini bukan mengurangi kemurnian ajaran, melainkan wujud kasih sayang (khidmah) para Mursyid.

Di era akhir zaman yang penuh tantangan ini, pintu dzikir dan doa justru dibuka selebar-lebarnya agar tidak ada satu pun umat yang tertinggal tanpa benteng di hatinya. 🧡

Wahai Anda yang mengaku paham Thoriqoh tapi hatinya tertutup kebencian, mari kita buka fakta sejarah yang Anda lupakan a...
17/09/2026

Wahai Anda yang mengaku paham Thoriqoh tapi hatinya tertutup kebencian, mari kita buka fakta sejarah yang Anda lupakan atau mungkin sengaja Anda sembunyikan!Anda menertawakan isyarat batin Pangersa Abah Anom tentang karakter 'Kholid bin Walid yang tertulis di Al-Qur'an' (Surat Al-Fath ayat 29). Anda menganggapnya naif karena menilai secara harfiah kata per kata.

Sekarang coba Anda buka catatan sejarah TQN Suryalaya tahun 1980-an. Mengapa Pangersa Guru Agung Abah Anom secara khusus memberikan lakob resmi kepada Abah Aos dengan gelar 'SAEFULLOH MASLUL'?Siapa pemilik asli gelar 'Saefulloh Maslul' di dunia ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah Kholid bin Walid! Gelar itu disematkan Rosululloh kepada Kholid bin Walid karena sifat ketegasannya dalam membela kebenaran dan menghancurkan kebatilan.

Sambungkan titik-titik spiritual ini pakai akal sehat Anda! Pemberian gelar 'Saefulloh Maslul' oleh Abah Anom pada tahun 1980-an adalah bukti otentik (manifestasi nyata) bahwa Abah Anom telah menaruh ruhaniah dan karakter Kholid bin Walid ke dalam diri Abah Aos sejak puluhan tahun lalu.

Jadi, peristiwa Abah Anom menepak pundak Abah Aos dan menyebut 'Kholid bin Walid' bukan banyolan atau kenaifan seperti yang Anda tuduhkan. Itu adalah pengukuhan nyata dari lakob yang sudah diberikan sejak tahun 80-an. Abah Anom sedang mempertegas bahwa pedang Thoriqoh itu kini dipegang oleh sang 'Saefulloh Maslul' (Kholid bin Walid-nya Suryalaya) untuk mengamankan dan meluaskan dakwah dzikir ke seluruh dunia.

Kebencian Anda telah membuat Anda buta bahwa isyarat lisan Mursyid Kamil itu selalu selaras dengan isyarat perbuatannya di masa lalu. Jangan mengukur samudra makrifat seorang Mursyid Agung dengan gelas cangkir logika dangkal Anda!

15/09/2026

Penasaran ya silahkan jumpai beliau di madrosah nya !!

Dalam kitab Ibnu majah, nomor hadis 1446ما جاء في الجنائز1446 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ...
10/09/2026

Dalam kitab Ibnu majah, nomor hadis 1446

ما جاء في الجنائز

1446 حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ لِلْأَحْيَاءِ قَالَ أَجْوَدُ وَأَجْوَدُ

talqin itu bagi orang hidup itu lebih unggul, lebih berkualitas ...
̶ ̶ ̶ ̶ ̶ ̶

Ini terjemahan *Hadits Ibnu Majah no. 1446* - *Kitab Al-Janaiz* / Bab tentang Jenazah:

*Teks Arab:*
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا كَثِيرُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ لِلْأَحْيَاءِ قَالَ أَجْوَدُ وَأَجْوَدُ
*Terjemahannya:*

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Abu 'Amir, telah menceritakan kepada kami Katsir bin Zaid, dari Ishaq bin Abdullah bin Ja'far, dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
*"Tuntunlah orang-orang yang hampir meninggal di antara kalian untuk mengucapkan: Laa ilaaha illallaahul Haliimul Kariim, Subhaanallaahi Rabbil 'Arsyil 'Azhiim, Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin"*

Para sahabat bertanya: *"Wahai Rosululloh, bagaimana dengan orang yang masih hidup?"*
Beliau menjawab: *"Lebih utama dan lebih utama lagi"*

---

*Penjelasan singkat:*
1. *"Laqinuu mautaakum"* = Tuntunlah / Talqinkan orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat tauhid.
2. *Kalimat yang dituntunkan:*
_Laa ilaaha illallaahul Haliimul Kariim_ = Tiada Tuhan selain Alloh Yang Maha Penyantun lagi Maha Mulia
_Subhaanallaahi Rabbil 'Arsyil 'Azhiim_ = Maha Suci Alloh Tuhan Pemilik 'Arsy yang Agung
_Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin_ = Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam
3. *"Kaifa lil ahyaa? Qaala: Ajwadu wa Ajwadu"* = Bagaimana dengan orang hidup? Beliau jawab: "Lebih utama dan lebih utama lagi".
Maksudnya: Dzikir dan kalimat tauhid ini juga sangat dianjurkan dibaca oleh orang yang masih hidup. Pahalanya bahkan lebih besar karena diamalkan dalam keadaan sehat.

Jadi benar, talqin/dzikir itu untuk orang hidup juga lebih unggul dan lebih berkualitas pahalanya.

Makna Mendalam di Balik Sebuah Ikatan Spiritual (Robithoh) Bagi seorang murid, terhubung hati dengan sang guru adalah ku...
07/09/2026

Makna Mendalam di Balik Sebuah Ikatan Spiritual (Robithoh)

Bagi seorang murid, terhubung hati dengan sang guru adalah kunci ketenangan dan keberkahan dalam beramal. Sebagaimana pesan berharga dari Guru Agung Abah Aos QS:"Robithoh itu inget Guru. cirinya kita ingat kepada Guru, kita menunaikan ‘amalan-’amalannya melakukan apa apa yang disenanginya."Lebih dari sekadar ingat, rabithah yang sejati hadir saat kita mengamalkan silsilah 'amaliyyah dengan penuh keikhlasan dan kecintaan pada apa yang beliau sukai. Di situlah keberkahan mengalir, layaknya tangan Syaikh Mursyid yang senantiasa menaungi di atas ubun-ubun kita. 🤲Mari terus Istikomah menjaga sambungan hati dan mengamalkan ajaran kebaikan ini dalam setiap langkah kehidupan kita.Bagaimana cara Sahabat sekalian menjaga fokus dan keistikamahan dalam beramal sehari-hari?

3 LANDASAN UTAMA KEPEMIMPINAN SPIRITUAL (KEMURSYIDAN) Dalam kitab Nurul Burhaniyah, dawuh Syekh Abdul Qadir al-Jailani m...
26/08/2026

3 LANDASAN UTAMA KEPEMIMPINAN SPIRITUAL (KEMURSYIDAN)

Dalam kitab Nurul Burhaniyah, dawuh Syekh Abdul Qadir al-Jailani menjelaskan tiga landasan ilmu kepemimpinan dan bimbingan spiritual secara lengkap yang harus dimiliki oleh seorang pembimbing ruhani yang sejati:

1. Siyasatul Mulki (Siasatnya melebihi para raja)Memiliki strategi, ketegasan, dan kecerdasan dalam mengatur, mengayomi, serta memimpin umat. Pemimpin spiritual bukan hanya menuntun doa, tapi juga mampu mengarahkan umat di tengah badai zaman.

2. Ilmul Ulama (Ilmunya melebihi para ulama)Menguasai secara mendalam ilmu-ilmu syariat lahiriah seperti fiqih, tafsir, hadits, nahwu, dan shorof. Sisi batin (hakikat) tidak boleh lepas atau menabrak aturan hukum syariat lahiriah yang kokoh.💡

3. Hikmatul Hukama (Kebijaksanaannya melebihi para ahli hikmah)Memiliki kearifan spiritual, ketajaman mata batin (makrifat), serta solusi bijak dalam menyelesaikan berbagai masalah kejiwaan dan penyakit hati manusia.

Kesimpulan untuk Kita Semua:Mursyid yang kamil mukamil adalah mereka yang memadukan ketegasan pemimpin, kedalaman ilmu syariat seorang ulama, dan kelembutan mata batin? seorang ahli hikmah. Semoga kita dikumpulkan bersama para pembimbing yang memiliki kriteria mulia ini. Amin. 🤲...

KUNCI SUCI SEPERTI BAYI BARU LAHIR Menjawab kedangkalan pemahaman hadis & TalqinSahabat Para Pecinta KesucianJiwa, ada m...
19/08/2026

KUNCI SUCI SEPERTI BAYI BARU LAHIR
Menjawab kedangkalan pemahaman hadis & Talqin

Sahabat Para Pecinta KesucianJiwa, ada mutiara ilmu luar biasa dari Khidmat Ilmiah KH. Lukman Kamil As-Shiddiq dalam Majelis Manaqib Sultanul Auliya Syekh Abdul Qadir Al-Jailani. Beliau membongkar rahasia di balik keagungan kalimat Lailahaillalloh.Dalam hadis sohih (HR. Bukhari & Muslim), Rosululloh SAW menjamin siapa pun yang wafat membawa kalimat Tauhid ini pasti masuk surga, "Wa in zana wa in saraqa" (meskipun ia pernah tergelincir dosa besar seperti berzina dan mencuri).Di balik hadis agung ini, ada sejarah riyadhoh yang menggetarkan hati.

➡️ Riyadhah 2,5 Tahun Abah AosDahulu, Guru Agung Pangersa Abah Anom memerintahkan Abah Aos untuk mencari validitas hadis ini. Butuh waktu 2,5 tahun perjalanan spiritual hingga hadis ini ditemukan! Ini bukti bahwa amalan tarekat dijaga dengan syariat yang sangat ketat.

➡️ Dawuh Langka Pangersa Abah AnomKata Abah Aos, sepanjang hayatnya beliau hanya sekali-kalinya mendengar kalimat sakral ini keluar langsung dari lisan suci Abah Anom:

"Saha wae jelemana mun hayang balik deui seperti orok, ieu amalanana..."

(Siapa saja orangnya jika ingin kembali bersih suci seperti bayi baru lahir, ini amalannya...)

⚠️ Syarat Mutlak Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

KH. Lukman Kamil menegaskan bahwa amalan ini tidak sembarangan. Menurut catatan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya, kalimat Laailahaillalloh tersebut harus diambil atau di-talqinkan:

"Min Qalbin Taqiyyin Naqiyyin... Min Syaikhillahi..."

(Dari hati seorang Guru Mursyid yang bertakwa, yang bersih suci, yang dibimbing langsung oleh Alloh).

Sultanul Auliya mengibaratkan talqin ini seperti menanam benih yang hidup ke dalam dada murid. Getaran dzikir dari hati suci Sang Syaikh inilah yang mampu menembus, menghidupkan kembali fungsi batiniah (Qalbu), dan mengikis karat dosa.

Intisari Edukasi:

Dzikir TQN yang kita amalkan bukan sekadar ucapan lisan yang kering. Jika diambil dari jalur sanad yang sah (min qalbin taqiyyin naqiyyin... min syaikhillahi), ia menjadi mesin penyuci jiwa.

Atas izin Alloh, modal iman inilah yang membersihkan noda maksiat hingga ruh kita bisa pulang dalam keadaan fitrah—bersih sebersih bayi baru lahir.

Alhamdulillah hiladzi fadholana ala katsirin min ibadihil mu'minin. Terima kasih KH. Lukman Kamil As-Shiddiq atas ilmu batin yang sangat mahal ini.

Semoga kita semua di bisakan,di mampukan serta di Istiqomah kan untuk mengamalkan nya.

Merasakan Hakikat, Bukan Sekadar Bercerita Banyak orang yang fasih bicara tentang hakikat, namun tidak semua benar-benar...
14/08/2026

Merasakan Hakikat, Bukan Sekadar Bercerita

Banyak orang yang fasih bicara tentang hakikat, namun tidak semua benar-benar mampu merasakannya. Mengapa?

Karena ilmu hakikat tidak bisa diraih hanya dengan logika. Ilmu ini hanya diturunkan dan diajarkan melalui Kasih Sayang Alloh SWT.

Seseorang yang dikaruniai ilmu hakikat akan diasuh langsung di bawah pengawasan dan naungan cinta-Nya, sebagaimana firman Alloh:

Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.

Di mana letak hakikat kasih sayang Alloh?Salah satunya adalah saat Alloh melembutkan hati yang keras. Alloh SWT berfirman:

Mudah-mudahan Alloh menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Alloh Maha Kuasa. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.

QS. Al-Mumtahanah ayat 7
Tanpa kasih sayang-Nya, perjalanan makrifat seseorang hanya akan menjadi khayalan dan angan-angan kosong sepanjang hidup.

Hakikat dan Janji Setia (Bai'at yang Sebenarnya)
Berhakikat tidak boleh lepas dari syariat.
Kita wajib menjaga janji setia kepada Alloh SWT untuk selalu mengikuti firman-Nya (Al-Qur'an) dan sunnah Rosul-Nya. Itulah esensi Bai'at yang sesungguhnya.

Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Fath ayat 8-10, Alloh mengutus Risululloh SAW sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan agar kita beriman, menguatkan agama-Nya, dan bertasbih kepada-Nya.

Alloh juga berfirman:

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Alloh. Tangan Alloh di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, niscaya akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri...”

(QS. Al-Fath: 10)

Semoga kita tidak hanya pandai berbicara tentang hakikat, tetapi juga menjadi hamba yang dibimbing oleh kasih sayang-Nya dan setia pada janji kepada-Nya. 🤲

Address

Subang
41257

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TQN 38 permata subang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share