14/08/2026
Merasakan Hakikat, Bukan Sekadar Bercerita
Banyak orang yang fasih bicara tentang hakikat, namun tidak semua benar-benar mampu merasakannya. Mengapa?
Karena ilmu hakikat tidak bisa diraih hanya dengan logika. Ilmu ini hanya diturunkan dan diajarkan melalui Kasih Sayang Alloh SWT.
Seseorang yang dikaruniai ilmu hakikat akan diasuh langsung di bawah pengawasan dan naungan cinta-Nya, sebagaimana firman Alloh:
Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku.
Di mana letak hakikat kasih sayang Alloh?Salah satunya adalah saat Alloh melembutkan hati yang keras. Alloh SWT berfirman:
Mudah-mudahan Alloh menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Alloh Maha Kuasa. Dan Alloh Maha Pengampun, Maha Penyayang.
QS. Al-Mumtahanah ayat 7
Tanpa kasih sayang-Nya, perjalanan makrifat seseorang hanya akan menjadi khayalan dan angan-angan kosong sepanjang hidup.
Hakikat dan Janji Setia (Bai'at yang Sebenarnya)
Berhakikat tidak boleh lepas dari syariat.
Kita wajib menjaga janji setia kepada Alloh SWT untuk selalu mengikuti firman-Nya (Al-Qur'an) dan sunnah Rosul-Nya. Itulah esensi Bai'at yang sesungguhnya.
Sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Fath ayat 8-10, Alloh mengutus Risululloh SAW sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan agar kita beriman, menguatkan agama-Nya, dan bertasbih kepada-Nya.
Alloh juga berfirman:
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Alloh. Tangan Alloh di atas tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, niscaya akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri...”
(QS. Al-Fath: 10)
Semoga kita tidak hanya pandai berbicara tentang hakikat, tetapi juga menjadi hamba yang dibimbing oleh kasih sayang-Nya dan setia pada janji kepada-Nya. 🤲