19/08/2026
Golongan Yang Selamat
Ahlul Hadits dan Ath-Tha’ifah Al-Manshurah
Ada beberapa sebutan lain dari al-Jama’ah sebagai golongan yang selamat selain nama ahlu as-sunnah wa al-jama’ah dan salaf, yakni ahlu al-hadis dan ath-tha’ifah al-manshurah.
Ahlul Hadits
Makna yang dimaksud “ أهل الحديث “ bukanlah para pakar hadis, baik sisi riwayat atau dirayah saja. Akan tetapi, yang dimaksud adalah orang-orang yang menempuh jalan orang-orang saleh dan mengikuti jejak para salaf, di mana mereka mempunyai perhatian khusus dengan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik dalam mengumpulkan, menjaga, meriwayatkan, memahami, dan mengamalkan zahir dan batin. Maka dengan itu mereka menjadi orang-orang yang paling melazimi sunah-sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak mendahului sunah-sunah dengan akal, hawa nafsu, atau membuat bid’ah apapun keadaannya.
Makna istilah ahli hadis telah mengalami perubahan dari zaman ke zaman. Namun, makna ahli hadis yang dimaksud bukanlah makna ahli hadis zaman sekarang yang berarti sekelompuk ilmuwan atau ulama yang bergelut di bidang hadis riwayat dan dirayat. Akan tetapi, makna ahli hadis harus dikembalikan ke makna munculnya istilah ini sebagai nama lain dari al-Jama’ah. Atau dengan kata lain, istilah ahli hadits harus dikembalikan dalam pembahasan akidah dengan merujuk kepada kitab-kitab akidah salaf seperti “Aqidatu as-Salaf Ashabi al-Hadits” oleh Abu ‘Utsman ash-Shabuni, juga “I’tiqad Aimmati al-Hadits” oleh Abu Bakar al-Isma’ili, dan semacamnya, bukan merujuk kepada kitab-kitab musthalah al-hadits. Sebab tidak mungkin hanya sekedar menjadi pakar dalam ilmu hadis menyebabkan seseorang menjadi golongan yang selamat.