09/02/2025
“Jika kamu membunuh kecoak, kamu adalah pahlawan; tetapi jika kamu membunuh kupu-kupu, kamu adalah penjahat. Moralitas pada dasarnya memiliki standar estetika.”
Kalimat sederhana yang penuh makna dan saya secara pribadi sangat setuju tentang ini.
Quote ini sering dikutip oleh berbagai akademisi dalam berbagai kesempatan serta dikaitkan dengan seorang filsuf Friedrich Nietzsche, tapi setelah saya membaca beberapa buku Nietzsche saya tidak menemukan kalimat ini secara spesifik. Jadi saya secara pribadi beranggapan mungkin quote ini lebih kepada interpretasi atau parafrase dari pemikiran Nietzsche tentang moral dan persepsi estetika.
Nietzsche pernah membahas tentang moralitas sebagai konstruksi sosial yang didasarkan pada preferensi subjektif, termasuk estetika dan nilai-nilai yang kita anggap indah atau menjijikkan.
Kecoak dalam persepsi publik dianggap menjijikkan, sedangkan kupu-kupu dianggap indah dan simbol keindahan alam.
Karena persepsi ini, membunuh kecoak dianggap sebagai tindakan yang dapat diterima (bahkan heroik), sedangkan membunuh kupu-kupu dianggap sebagai tindakan kejam. (kasian bgt kan lucu)
Padahal, secara objektif, keduanya adalah makhluk hidup yang memiliki nilai kehidupan yang sama.
Dari persepsi ini Nietzsche menyimpulkan dan menolak gagasan bahwa ada moralitas yang absolut. Sebaliknya, moralitas adalah hasil konstruksi sosial dan sering kali ditentukan oleh siapa yang memiliki kekuasaan untuk menetapkan norma.
Dalam konteks ini, manusia menciptakan standar moral berdasarkan preferensi estetika, bukan berdasarkan prinsip yang objektif.
Source: buku Genealogy of Morals