19/05/2026
“Jangan sekali-kali merendahkan siapa pun, baik ia orang yang sudah mati maupun yang masih hidup; jika tidak, engkau akan binasa. Karena engkau tidak pernah tahu, boleh jadi ia lebih mulia daripada dirimu di hadapan Allah.”
Manusia sangat mudah tertipu oleh apa yang terlihat di permukaan. Kita melihat penampilan, masa lalu, status sosial, pendidikan, atau kesalahan seseorang, lalu diam-diam merasa lebih baik darinya. Padahal para ulama dan sufi memahami bahwa nilai manusia di sisi Allah bukan ditentukan oleh apa yang tampak di mata manusia.
Ada orang yang terlihat biasa di dunia tetapi sangat mulia di hadapan Allah karena keikhlasan, kesabaran, dan kebersihan hatinya. Dan ada p**a yang dipuji manusia, dihormati, bahkan dianggap saleh, tetapi hatinya dipenuhi kesombongan yang justru menjauhkannya dari Tuhan.
Karena itu para sufi sangat takut merendahkan manusia lain. Sebab mereka sadar, mereka tidak pernah benar-benar tahu bagaimana keadaan hati seseorang di sisi Allah. Bisa jadi orang yang hari ini terlihat penuh dosa justru sedang menuju taubat yang sangat dicintai Allah. Dan bisa jadi orang yang merasa dirinya paling benar perlahan sedang dihancurkan oleh kesombongannya sendiri.
Masalahnya, ego manusia senang merasa lebih tinggi. Dengan meremehkan orang lain, seseorang diam-diam sedang meninggikan dirinya sendiri. Ia lupa bahwa seluruh kebaikan yang ia miliki hanyalah karunia Allah, bukan alasan untuk memandang rendah sesama.
Para ulama mengingatkan bahwa salah satu dosa hati yang paling berbahaya adalah kesombongan. Sebab iblis tidak binasa karena tidak mengenal Allah, tetapi karena merasa dirinya lebih baik daripada manusia lain.
Para sufi memahami bahwa kehormatan manusia di sisi Allah adalah rahasia. Karena itu mereka memilih menjaga lisan dan hati dari merendahkan siapa pun. Mereka lebih sibuk melihat kekurangan dirinya sendiri daripada sibuk mengukur rendah tingginya manusia lain.
Bahkan kepada orang yang sudah meninggal pun mereka berhati-hati. Sebab manusia yang telah kembali kepada Allah tidak lagi berada di bawah penilaian kita. Dan sering kali orang yang sibuk membicarakan keburukan orang lain hanya sedang menunjukkan penyakit dalam hatinya.