21/01/2026
Siapa Penghuni Bumi Sebelum Nabi Adam AS?
Selama ini banyak orang mengira bahwa bumi baru mulai âhidupâ setelah Nabi Adam AS diciptakan. Padahal, dalam sejumlah kitab tafsir dan riwayat sejarah Islam, disebutkan bahwa bumi telah dihuni oleh makhluk-makhluk lain jauh sebelum manusia hadir.
Keberadaan mereka bahkan menjadi alasan mengapa para malaikat mempertanyakan penciptaan manusia sebagai khalifah di bumi.
âApakah Engkau hendak menciptakan makhluk yang akan berbuat kerusakan dan menumpahkan darah?â
(QS Al-Baqarah: 30)
Pertanyaan ini tidak muncul tanpa sebab.
Makhluk-Makhluk Pra-Manusia
Beberapa riwayat menyebutkan bahwa sebelum Nabi Adam AS, bumi dihuni oleh makhluk seperti Nisnas, Hin, Bin, Gilan, dan Syik. Mereka memiliki kecerdasan, kekuatan, bahkan peradaban, tetapi gagal menjaga kedamaian bumi.
Nisnas, misalnya, digambarkan sebagai makhluk bertubuh setengahâmemiliki satu mata, satu tangan, dan satu kaki. Meski bentuk fisiknya tidak sempurna, mereka dikenal sangat cerdas, licik, dan piawai dalam peperangan.
Sementara itu, Hin dan Bin disebut sebagai nenek moyang bangsa jin. Mereka diciptakan dari api dan memiliki kekuatan supranatural serta peradaban yang maju. Namun, keunggulan tersebut justru menumbuhkan kesombongan dan kecenderungan untuk berbuat kerusakan.
Ada p**a Gilan dan Syik, makhluk yang konon memiliki kemampuan berubah bentuk dan kekuatan sihir yang berbahaya. Keberadaan mereka membuat bumi terus berada dalam konflik dan kekacauan.
Kehancuran Karena Kesombongan
Alih-alih menjadi penjaga bumi, makhluk-makhluk ini justru saling menindas, menumpahkan darah, dan melanggar aturan Allah. Akibatnya, Allah menghancurkan mereka melalui bencana besar dan pasukan malaikat.
Menariknya, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Iblisâsebelum membangkangâpernah memimpin pasukan malaikat dalam menumpas makhluk-makhluk perusak tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa kesombongan memang menjadi penyakit lama yang terus berulang dalam sejarah makhluk Allah.
Manusia sebagai Khalifah Baru
Setelah bumi dibersihkan, Allah menciptakan Nabi Adam AS sebagai khalifah baru. Manusia bukan makhluk terkuat atau tertua, tetapi dianugerahi akal, hati, dan kebebasan memilih.
Inilah perbedaan mendasar manusia dengan makhluk sebelumnya. Manusia diberi kesempatan untuk belajar dari sejarah, memilih jalan taat, dan menjaga bumi dengan keadilan.
Pelajaran Penting bagi Manusia
Kisah makhluk sebelum Nabi Adam AS memberi pesan yang sangat relevan hingga hari ini:
Kesombongan selalu berujung kehancuran
Kekuatan tanpa akhlak adalah bencana
Manusia memikul amanah besar sebagai penjaga bumi
Jika manusia mengulang pola yang samaâmerusak, menindas, dan merasa paling berkuasaâbukan tidak mungkin sejarah akan kembali berbicara dengan cara yang keras.
Bumi ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi amanah.
Ia pernah dihuni, pernah rusak, dan pernah dibersihkan.
Kini, manusia memegang kendali.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling kuat,
tetapi siapa yang paling bertanggung jawab.