Sharing Is Caring.

Sharing Is Caring. "Brgsiapa yg dikehendaki kebaikan oleh Allah,
Maka ia diberi pemahaman tentang agamanya"
________

Dosa zina
26/01/2026

Dosa zina

08/01/2026

Semuanya sebenarnya dapat dievaluasi dari keseharian.
Cukup “ditarik garis trennya”.

Apakah kualitas ibadah menunjukkan peningkatan,
atau hanya stagnan tanpa arah?

Bagaimana relasi sosialnya ,
apakah kepedulian pada lingkungan sekitar semakin tumbuh,
misalnya kepekaan menjenguk tetangga yang sakit,
atau justru makin menipis?

Bagaimana dinamika kasih sayangnya,
hal ini pun dapat dirasakan,
apakah kian menguat atau perlahan menurun?

Bagaimana ia menjalankan tanggung jawab sebagai suami ,
nafkah lahir terpenuhi,
dan nafkah batin dijaga bukan sekadar biologis,
melainkan spiritual:
mengajak mendekat kepada Tuhan,
membuka ruang dialog tentang agama,
mengajak menghadiri pengajian,
atau minimal menumbuhkan kesadaran ruhani dalam keseharian.

Seseorang yang benar-benar berorientasi pada masa depan yang lebih baik,
umumnya memperlihatkan tren peningkatan di hampir semua aspek ,
meski bertahap dan tidak selalu spektakuler.

Dan sering kali, bersamaan dengan itu,
rezeki pun dimudahkan.
Inilah mengapa pernikahan tidak semestinya dipandang sebagai beban,
melainkan dapat menjadi solusi
bagi kehidupan dan rezeki yang sebelumnya terasa sempit.

Rasulullah SAW bersabda:"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia akan memahamkan dia dalam agama (fi...
20/05/2025

Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia akan memahamkan dia dalam agama (fiqih dalam agama)."
(HR. Bukhari, Muslim)

Gus Baha dalam beberapa ceramahnya menjelaskan bahwa:

> "Orang yang hatinya lapang menerima Islam itu tandanya dia disayang Allah. Jangan lihat berapa hafalannya, jangan lihat seberapa pintar dia. Tapi kalau dia anteng dalam ketaatan, itu karunia besar. Tapi kalau kamu belajar Islam kok malah tambah ruwet, tambah sumpek, itu bahaya. Itu berarti hatimu belum dilapangkan."

> "Salah satu bentuk nikmat terbesar dari Allah itu ya Islam, dan lebih khusus lagi, dilapangkannya hati untuk mencintai Islam."

17/05/2025

Menarik

Beautiful art
11/02/2025

Beautiful art

21/01/2025

Menghina dan menanntang Tuhan demi kontennya Viral

Apakah ada balasan langsung atas penghinaan kepada Tuhan. Setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam,

Allah Subhanahu Wata'ala tidak lagi menurunkan adzab secara langsung seperti pada masa para nabi sebelumnya. Kehendak-Nya selalu penuh hikmah, jauh melampaui pemahaman kita sebagai manusia.

Sebagai hamba, tugas kita adalah merenungi setiap peristiwa dengan kebijaksanaan dan keimanan, menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas izin-Nya dengan tujuan yang lebih mulia.

terdapat beberapa ayat Al-Qur'an dan hadits yang memberikan pemahaman bahwa setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, bentuk adzab langsung seperti yang terjadi pada umat-umat sebelumnya sudah tidak ditimpakan lagi.

Hal ini terkait dengan peran Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi seluruh alam. Berikut adalah referensi yang relevan:

1. Al-Qur'an

Surah Al-Anbiya: 107
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."
Ayat ini menunjukkan bahwa diutusnya Nabi Muhammad membawa rahmat dan kasih sayang, sehingga adzab seperti pada umat terdahulu tidak lagi diturunkan secara langsung.

Surah Al-Isra: 15
"Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."
Ayat ini mengindikasikan bahwa umat akan diberi peringatan terlebih dahulu melalui rasul sebelum diturunkan adzab. Setelah Nabi Muhammad sebagai rasul terakhir, umat manusia diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

2. Hadits

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:
"Aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: ... (salah satunya) Allah menjadikan aku sebagai nabi bagi seluruh manusia, dan aku diutus sebagai rahmat."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini mempertegas bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat, sehingga umatnya tidak langsung ditimpa adzab seperti umat terdahulu.

3. Pemahaman Ulama

Para ulama menafsirkan bahwa setelah Nabi Muhammad, Allah lebih memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk bertaubat dan memperbaiki diri dibandingkan menurunkan adzab secara langsung. Hal ini sesuai dengan sifat Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Kesimp**annya, tidak ada dalil yang secara eksplisit menyatakan bahwa kebakaran atau bencana adalah bentuk balasan langsung dari Tuhan. Sebaliknya, Islam mengajarkan kita untuk melihat setiap peristiwa sebagai ujian atau teguran, agar kita semakin dekat kepada Allah.

Jika dirimu beristri Bw p**ang penyakit kau tularkan ke istrimu Kl bukan penyakit,  bayangkan cairan dr 1801 laki2 lain ...
20/01/2025

Jika dirimu beristri
Bw p**ang penyakit kau tularkan ke istrimu
Kl bukan penyakit, bayangkan cairan dr 1801 laki2 lain ikutan masuk ke istrimu.. mengerikan

18/01/2025
18/01/2025

Tentang kepolisian
Semoga menjadi lebih baik

11/08/2024

Ayat Al Qur'an memberikan ketenangan jiwa

Al-Quran adalah sumber hikmah, petunjuk, dan ketenangan bagi jutaan orang di seluruh dunia. Dalam Al-Quran, terdapat banyak ayat-ayat yang memberikan ketenangan jiwa dan menginspirasi. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi 10 ayat dalam Al-Quran yang dapat membantu menenangkan jiwa kita.

Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)
“Allah! Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Ayat Kursi adalah salah satu ayat paling penting dalam Al-Quran. Ayat ini menggambarkan kekuasaan Allah yang meliputi segala sesuatu dan menawarkan ketenangan dan keyakinan dalam iman.

Ayat Tentang Kesabaran (Al-Baqarah: 155-157)
“Dan sesungguhnya Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (156) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya.’ (157) Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ayat-ayat ini mengajarkan tentang pentingnya kesabaran dalam menghadapi ujian hidup dan bahwa Allah akan memberikan berkah dan rahmat kepada mereka yang sabar.

Ayat Tentang Hikmah (Al-Baqarah: 269)
“Allah menyuruh kamu supaya kamu mengembalikan apa yang menjadi hak orang lain kepada yang berhak dan apabila kamu membuat perjanjian, hendaklah kamu menggenapkannya. Itulah yang diperintahkan Allah kepadamu supaya kamu dapat mengambil pelajaran.”

Ayat ini mengajarkan tentang pentingnya mematuhi perjanjian dan memelihara hak orang lain, yang membawa kedamaian dan harmoni.

Ayat Tentang Keikhlasan (Ash-Sharh: 5-6)
“Dan sesungguhnya akan selalu ada kemudahan setelah kesulitan. (5) Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.”

Ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa setelah kesulitan, akan datang kemudahan, dan kita harus menjalani kehidupan dengan keikhlasan dan tekad yang kuat.

Ayat Tentang Doa (Al-Baqarah: 186)
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Ayat ini mengajarkan tentang kekuatan doa dan hubungan yang mendalam antara manusia dan Allah.

Ayat Tentang Cinta dan Kasih Sayang (Ar-Rum: 21)
“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

Ayat ini menggambarkan kasih sayang dan rasa cinta antara pasangan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah.

Ayat Tentang Cinta kepada Orang Tua (Al-Isra: 23)
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”

Ayat ini menggarisbawahi pentingnya berbuat baik kepada orang tua dan menyebutkan dengan hormat.

Ayat Tentang Rasa Syukur (Ibrahim: 7)
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memberitahukan: ‘Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'”

Ayat ini mengajarkan pentingnya bersyukur atas nikmat Allah, dan dengan bersyukur, kita akan menerima lebih banyak nikmat.

Ayat Tentang Ketenangan Hati (Ar-Rad: 28)
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa ketenangan jiwa dapat ditemukan dalam mengingat Allah.

Ayat Tentang Toleransi (Al-Hujurat: 11)
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kaum laki-laki merendahkan kaum laki-laki yang lain, (seolah-olah) mereka lebih baik dari mereka; dan jangan p**a perempuan-perempuan merendahkan perempuan-perempuan yang lain, (seolah-olah) mereka lebih baik dari mereka. Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan (gelaran) adalah (panggilan) yang buruk sesudah beriman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Ayat ini mengajarkan tentang pentingnya menghormati dan tidak merendahkan orang lain, serta menjauhi perilaku yang merugikan.

Address

Jalan P. Cakrabuana, Sendang, Kec. Sumber
Sumber

Telephone

+62817433726

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Sharing Is Caring. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Sharing Is Caring.:

Share

Category