Diari Hati

Diari Hati Kata-kata Mutiara - Doa. Puisi | Renungan | Motivasi. Mohon Follow ya teman. Like dan View Reels serta postingan lain. Salam interaksi. Terimakasih 🙏🏼

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!YaSs VA, U...
07/10/2024

Saya ingin memberikan apresiasi besar kepada pengirim Stars teratas saya. Terima kasih atas semua dukungannya!

YaSs VA, Utek

13/12/2016

💝 Renungan Malam Tentang IBU 💝

Marilah kita memejamkan mata kita, dan membuka mata hati kita untuk sejenak mengenang orang yang paling berjasa dalam hidup kita, yaitu orangtua kita.
Bayangkan wajah ibu kalian, ayah kalian ...
Kenanglah Ibu, ibu kita, ibu yang menyayangi kalian.
Ibu yang selalu meneteskan airmata ketika kita pergi.
Ibu yang rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut.
Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita terbaring sakit.
Ibu yang selalu ingin melihat kita tersenyum walaupun ia harus bekerja keras.
Coba renungkan ketika ibu kita melahirkan kita ...
Beliau rela mengorbankan nyawanya untuk kita.

Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh orang tua kita, betapa bahagianya mereka.
Mereka menantikan kelahiran kita, dan mengharap anak yang akan lahir adalah anak yang sholeh, yang berbakti dan selalu sayang kepada mereka.
Saat Ibu melahirkan kita, ibu kita merasakan sakit yang amat sangat, menangis kesakitan, antara hidup dan mati.
Bahkan mungkin jika diberi pilihan oleh Tuhan antara menyelamatkan nyawanya atau nyawa bayinya, pastilah ia akan memilih menyelamatkan bayinya daripada nyawanya sendiri,

Tapi apa ????
Apa yang kita lakukan saat ini ?
Kita hanya melihat beliau (Ibu dan Ayah) kita dengan penderitaannya, mencaci makinya, melawannya, mengacuhkannya …
Apakah kita pernah berfikir untuk memeluk mereka ?
Apakah terfikir dibenak kita untuk membuat mereka tersenyum ?

Mungkin, saat ini beliau masih ada, masih sehat. Tapi perhatikanlah, bayangkanlah …
Rambut mereka satu persatu semakin memutih.
Kulit mereka semakin berkerut.
Sinar wajahnya semakin meredup.
Masihkah kalian belum sadar ???
Kata-kata yang telah kita ucapkan, yang kadang membuat mereka terbangun di tengah malam untuk menangis karena kata-kata kasar kita, namun mengapa kita tak pernah menyadari.
Mengapa kita tak mau meminta maaf ???
Ingatlah,… Tak ada yang menjamin bahwa ibu kita akan tetap ada mendampingi kita saat nanti kita sukses, bahkan setelah pulang dari kegiatan kalian saat ini.

Saat ini, apakah kalian masih bisa menemui ibu dan ayah tersayang kalia ?
Masih bisakah kalian tertawa dan bercanda bersama mereka, meskipun mereka telah tua, keriput, beruban ?

Sekarang kita bayangkan pada saat kita melakukan sesuatu, ada salah satu karib atau kerabat kalian datang dan memberi kabar agar kalian bergegas segera pulang kerumah.
Dan setelah sampai dirumah, didepan pintu, tentu kita ingin bertemu dan melihat sosok lelaki yang selalu menjaga kita, membiayai sekolah kita, yang rela membanting tulang untuk kita,...
Bayangkan setelah kalian sampai dirumah, kalian masuk kesebuah ruangan,...
Ruangan tempat lelaki itu biasa beristirahat.
Namun setelah kalian masuk, sesosok lelaki itu sedang berbaring kaku ...
Ya, itu sesosok laki-laki yang menjadi Ayah kalian.
Ayah kalian yang sering kalian sia-siakan.
Ayah yang rela menghabiskan tenaganya untuk membiayai kalian, namun sering kalian lupakan.
Bahkan sesekali ketika beliau menyuruh, kalian enggan menurutinya.
Kalian malas membantu lelaki itu.
Sekarang, lelaki itu telah wafat, terbujur kaku menjadi mayat dikamarnya.
Kita tidak bisa melihat senyumnya lagi.
Kita tak bisa mendengar suaranya lagi.
Tiada canda tawa lagi dari sesosok lelaki yang semasa hidupnya pernah kalian sia-siakan.

Kini, masihkah kita ingin menyakiti hati mereka ?
Membuat mereka menangis karena tingkah laku kita ?

Mungkin saat ini kalian sedang bergembira bersama teman-teman, berbahagia bersama pacar, suami atau istri kalian,...
Tapi pernahkah kita berpikir, apakah orangtua kita juga bahagia disana ?

Mungkin saat ini kita makan enak, dan bisa tidur nyenyak,...
Tapi tahukah kalian ??
Mungkin disana beliau sedang menahan lapar di perut karena belum makan demi membiayai kalian sekolah dan untuk kalian bermain !!!.

Ya Allah, janganlah Engkau memanggil mereka sebelum aku meminta maaf.
Aku orang yang sangat berdosa, anak yang sangat berdosa.

Ayah, ibu, maafkan aku.
Maafkan anakmu yang tak tahu diri ini.

Marilah kita sekarang bersama-sama bermunajat kepada Allah, agar Orangtua kita berada dalam lindunganNya, karunia dan kasih sayangNya.
"Ya Allah,... Ampunilah dosa kami, dosa kedua orangtua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami, Ya Allah,..."
Aamiin.

19/01/2013

Aku tidak meminta yang SHALEHAH, sebab aku pun tidak SHALEH ...

Aku tidak meminta yang bergelar USTADZAH, sebab aku juga tak mungkin bergelar USTADZ ...

Mau meminta yang KAYA, aku pun TIDAK KAYA.
Hanya sekadar apa adanya yang ku punya ...

Mau meminta yang CANTIK, aku pun tidak
TAMPAN.
Sekedar hamba sesempurna yang ALLAH ciptakan ...

Mau meminta yang BERPANGKAT, aku pun tidak
mempunyai jabatan dan aku hanya seorang HAMBA ...

Cukup yang ku pinta yang ada AGAMA di hati dan mengamalkannya serta bersama-sama mencari jalan atas ridha Illahi ...

Cukup ku pinta yang sama-sama saling MEMBANTU dalam susah dan senang menjalani kehidupan dunia ini ...

Cukup yang ku pinta hanya yang bisa MEMAHAMI dan MENERIMA diri ini dengan apa adanya ...

18/01/2013

Lelaki itu sudah mengabdi pada ibunya sampai tuntas.
Ia menggendong ibunya yang lumpuh, memandikan dan mensucikannya dari semua hadast.
Ikhlas dengan sepenuh hati dan cinta ia melakukannya.
Itu balas budi dari seorang anak yang menyadari bahwa perintah berbuat baik kepada orang tua diturunkan Allah persis setelah perintah tauhid.

Tapi entah karena dorongan apa ia kemudian bertanya pada Umar Bin Khattab:
“Apakah pengabdianku sudah cukup membalas budi Ibuku ?”
Umar pun menjawab: “Tidak !. Tidak !. Tidak Cukup .! Karena kamu melakukannya sembari menunggu kematiannya !. Sementara ibumu merawatmu sembari mengharap kehidupanmu”

Tidak !.
Tidak ada budi yang dapat membalas cinta seorang Ibu, apalagi mengimbanginya.
Sebab cinta ibu mengalir dari darah dan ruh.
Anak adalah buah cinta dua hati, tapi ia tidak dititip dalam dua rahim.
Ia dititip dalam rahim sang Ibu selama sembilan bulan; di sana sang hidup bergeliat dalam sunyi sembari menyedot saripati kehidupan sang Ibu.
Lalu ia keluar diantar darah; inilah Ruh baru yang dititip dari ruh yang lain.
Itulah sebabnya cinta seorang ibu adalah cinta misi.
Tapi dengan sebuah ciri lain yang membedakannya dari jenis cinta misi lainnya.

Darah !.
Ya darah !. Anak adalah metamorfosis dari darah dan daging sang Ibu yang lahir dari sebuah kesepakatan.
Cinta ini adalah campuran darah dan ruh.
Ketika seorang ibu menatap anaknya yang sedang tertidur lelap, ia akan berkata di akar hatinya yang terdalam:
“Itu darahnya, itu ruhnya !”
Tapi ketika anaknya sedang merangkak dan berjalan, ia akan berkata di dasar jiwanya:
“Itu hidupnya, itu harapannya, itu masa depannya !”
Itulah silsilah yang menyambung kehadirannnya sebagai peserta alam raya.
Itu sebuah kelezatan jiwa yang tercipta dari hubungan darah.
Tapi diatas kelezatan jiwa itu ada kelezatan ruhani, itu karena kesadarannya bahwa anak adalah amanat yang harus di pertanggung jawabkan di akherat.

Dari satu sisi ia menemukan semangat penumbuhan tanpa batas anak memberikan kebanggaan eksistensial, juga sebuah pertanggung jawaban dan sepucuk harapan tentang tempat yang lebih terhormat di surga berkat doa-doa sang anak tercinta.

Dalam semua perasaan itu sang Ibu tidak sendiri, sang Ayah juga mempunyai peran, menyatu bersamanya.
Sebab seorang anak adalah bukti tanda kasih jiwa mereka.

Sudah seharusnya bagi yang masih memiliki orang tua;

Sayangi beliau dengan yang sebenar-benarnya sayang.
Jangan menunggu hingga keadaan yang memaksamu untuk menyayanginya.
Setiap waktu, sepanjang masa hingga Akhir menutup mata, sampai buliran doa-doa tiada henti terpancar senantiasa.

Yang sayang IBU klik 'S**A' ya.
Salam, semoga manfaat dan menambah wawasan kita semua.

18/01/2013

Ternyata tuntutan pacaran itu LUAR BIASA.

Mungkin pertama kamu akan menolak untuk diajak ciuman, karena tahu itu tidak boleh.
Akan tetapi, lama-kelamaan kamu tidak akan sanggup menolak godaan itu.
Apalagi kalau sang pacar ngotot minta, sedangkan kalau tidak diberi dia akan marah.
Lebih baik mengalahlah untuk sekali ini saja (fikirnya).

Begitu ciuman sekali rasanya gimanaaaaa gitu, bikin hati deg-deg seerrr dan jiwa melayang ke angkasa.
Maka besoknya akan terulang dan terus berulang.
Begitu pasangan menikmati ciumannya, maka akan ada energi lain yang menggerakkannya untuk berbuat LEBIH dari itu TANPA MEREKA SADARI.
Percaya nggak ? (Pengalaman sih). :D
Seterusnya tangan mulai meraba-raba dan...dan...dan... Kamu bisa bayangin sendiri deh !.

(Penggalan dari sebuah buku “Saat Harus Pacaran” karya Didik Hermawan).

NB: Cinta sejati tak akan ada kecuali setelah menikah. Sedang selain itu, maka pada umumnya adalah cinta semu, hanya mengikuti angan-angan dan fatamorgana, sekedar menuruti kesenangan, hawa nafsu, dan pelampiasan emosi belaka.

18/01/2013

30/09/2012

Ibu
Maafku atas tangis ini
Maafku atas rasa bodoh ini
Maafku atas segala laraku untukmu
Maaf….

Ibu
Mengapa tak sadar diri ini
kalau DIA selalu menyayangiku
Lebih dari siapapun

Apapun
Aku tak sadar
Ketika DIA selalu mencobaku
Selalu tak terima aku
Ketika DIA sedikit memberiku masalah
Selalu tak rela aku

Address

Sumber
45161

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Diari Hati posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share