13/12/2016
💝 Renungan Malam Tentang IBU 💝
Marilah kita memejamkan mata kita, dan membuka mata hati kita untuk sejenak mengenang orang yang paling berjasa dalam hidup kita, yaitu orangtua kita.
Bayangkan wajah ibu kalian, ayah kalian ...
Kenanglah Ibu, ibu kita, ibu yang menyayangi kalian.
Ibu yang selalu meneteskan airmata ketika kita pergi.
Ibu yang rela tidur tanpa selimut demi melihat kita tidur nyenyak dengan dua selimut.
Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita terbaring sakit.
Ibu yang selalu ingin melihat kita tersenyum walaupun ia harus bekerja keras.
Coba renungkan ketika ibu kita melahirkan kita ...
Beliau rela mengorbankan nyawanya untuk kita.
Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh orang tua kita, betapa bahagianya mereka.
Mereka menantikan kelahiran kita, dan mengharap anak yang akan lahir adalah anak yang sholeh, yang berbakti dan selalu sayang kepada mereka.
Saat Ibu melahirkan kita, ibu kita merasakan sakit yang amat sangat, menangis kesakitan, antara hidup dan mati.
Bahkan mungkin jika diberi pilihan oleh Tuhan antara menyelamatkan nyawanya atau nyawa bayinya, pastilah ia akan memilih menyelamatkan bayinya daripada nyawanya sendiri,
Tapi apa ????
Apa yang kita lakukan saat ini ?
Kita hanya melihat beliau (Ibu dan Ayah) kita dengan penderitaannya, mencaci makinya, melawannya, mengacuhkannya …
Apakah kita pernah berfikir untuk memeluk mereka ?
Apakah terfikir dibenak kita untuk membuat mereka tersenyum ?
Mungkin, saat ini beliau masih ada, masih sehat. Tapi perhatikanlah, bayangkanlah …
Rambut mereka satu persatu semakin memutih.
Kulit mereka semakin berkerut.
Sinar wajahnya semakin meredup.
Masihkah kalian belum sadar ???
Kata-kata yang telah kita ucapkan, yang kadang membuat mereka terbangun di tengah malam untuk menangis karena kata-kata kasar kita, namun mengapa kita tak pernah menyadari.
Mengapa kita tak mau meminta maaf ???
Ingatlah,… Tak ada yang menjamin bahwa ibu kita akan tetap ada mendampingi kita saat nanti kita sukses, bahkan setelah pulang dari kegiatan kalian saat ini.
Saat ini, apakah kalian masih bisa menemui ibu dan ayah tersayang kalia ?
Masih bisakah kalian tertawa dan bercanda bersama mereka, meskipun mereka telah tua, keriput, beruban ?
Sekarang kita bayangkan pada saat kita melakukan sesuatu, ada salah satu karib atau kerabat kalian datang dan memberi kabar agar kalian bergegas segera pulang kerumah.
Dan setelah sampai dirumah, didepan pintu, tentu kita ingin bertemu dan melihat sosok lelaki yang selalu menjaga kita, membiayai sekolah kita, yang rela membanting tulang untuk kita,...
Bayangkan setelah kalian sampai dirumah, kalian masuk kesebuah ruangan,...
Ruangan tempat lelaki itu biasa beristirahat.
Namun setelah kalian masuk, sesosok lelaki itu sedang berbaring kaku ...
Ya, itu sesosok laki-laki yang menjadi Ayah kalian.
Ayah kalian yang sering kalian sia-siakan.
Ayah yang rela menghabiskan tenaganya untuk membiayai kalian, namun sering kalian lupakan.
Bahkan sesekali ketika beliau menyuruh, kalian enggan menurutinya.
Kalian malas membantu lelaki itu.
Sekarang, lelaki itu telah wafat, terbujur kaku menjadi mayat dikamarnya.
Kita tidak bisa melihat senyumnya lagi.
Kita tak bisa mendengar suaranya lagi.
Tiada canda tawa lagi dari sesosok lelaki yang semasa hidupnya pernah kalian sia-siakan.
Kini, masihkah kita ingin menyakiti hati mereka ?
Membuat mereka menangis karena tingkah laku kita ?
Mungkin saat ini kalian sedang bergembira bersama teman-teman, berbahagia bersama pacar, suami atau istri kalian,...
Tapi pernahkah kita berpikir, apakah orangtua kita juga bahagia disana ?
Mungkin saat ini kita makan enak, dan bisa tidur nyenyak,...
Tapi tahukah kalian ??
Mungkin disana beliau sedang menahan lapar di perut karena belum makan demi membiayai kalian sekolah dan untuk kalian bermain !!!.
Ya Allah, janganlah Engkau memanggil mereka sebelum aku meminta maaf.
Aku orang yang sangat berdosa, anak yang sangat berdosa.
Ayah, ibu, maafkan aku.
Maafkan anakmu yang tak tahu diri ini.
Marilah kita sekarang bersama-sama bermunajat kepada Allah, agar Orangtua kita berada dalam lindunganNya, karunia dan kasih sayangNya.
"Ya Allah,... Ampunilah dosa kami, dosa kedua orangtua kami, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami, Ya Allah,..."
Aamiin.