Media Bara

Media Bara Media Bara dibentuk dengan penuh kasih sayang di bawah langit Jatinangor-Jogja.

Agama semestinya diposisikan sebagai suatu rembukan yang terbuka. Artinya, ia memang mampu melihat realita, sanggup meli...
19/09/2017

Agama semestinya diposisikan sebagai suatu rembukan yang terbuka. Artinya, ia memang mampu melihat realita, sanggup melihat apa-yang-baru dan apa-yang-kini. Ia bukan semata-mata produk masa lalu yang datang dan jatuh dari langit, dan dengan itu merasa telah ‘utuh dan komplet’. Sesungguhnya, ia juga bagian dari -dan bercampur dengan- pengalaman manusia yang amat panjang –sejarah makhluk yang pada dasarnya setengah malaikat, separuh iblis itu.

Agama semestinya diposisikan sebagai suatu rembukan yang terbuka. Artinya, ia memang mampu melihat realita, sanggup melihat apa-yang-baru dan apa-yang-kini.

[Refraksi]Tiga tahun sejak film terakhirnya Interstellar, Christoper Nolan kembali dengan gaya yang sama sekali baru bag...
22/07/2017

[Refraksi]

Tiga tahun sejak film terakhirnya Interstellar, Christoper Nolan kembali dengan gaya yang sama sekali baru baginya. Film drama perang berjudul Dunkirk. Tayang 21 Juli kemarin, Dunkirk punya rating tinggi di berbagai situs rating film.

Mau nonton? Baca dulu review ini.

--
Apa sih Refraksi itu? Refraksi merupakan kolom hiburan mediabara.com untuk pemenuhan hasrat budaya populermu. Pantengin terus untuk bacaan seru lainnya 😄😄

Silahkan ikuti kami juga di: http://twitter.com/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Judul film dan tahun rilis : Dunkirk (2017) Nama sutradara : Christopher Nolan Cast : Fionn Whitehead sebagai Tommy, seorang prajurit Inggris Tom Glynn-Carney sebagai Peter Dawson, seorang warga sipil Jack Lowden sebagai Collins, pilot Royal Air Force Harry Styles sebagai Alex, seorang prajurit Ingg...

[Akromatis]Tahukah kamu kalau istilah buruh berusaha ditekan dan dicap Orde Baru sebagai golongan kiri? Kemudian yang po...
19/07/2017

[Akromatis]

Tahukah kamu kalau istilah buruh berusaha ditekan dan dicap Orde Baru sebagai golongan kiri? Kemudian yang populer adalah istilah pekerja, pegawai, dan karyawan. Sejatinya semua orang yang tenaga dan pikirannya diupahkan, maka mereka adalah buruh.

Semestinya mahasiswa tak perlu ikut nyinyir kalau melihat buruh demo. Toh semua mahasiswa disiapkan untuk menjadi buruh pengganti di lapangan pekerjaan setelah lulus.

Tulisan Ahmad Zuhhad ini mencerahkan soal buruh dan calon buruh.

--
Akromatis merupakan esai kiriman kontributor mediabara.com yang berisi pencerahan terhadap berbagai hal. Cek terus untuk update esai terbaru eksklusif.

Silahkan ikuti kami juga di: http://twitter.com/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Buruh adalah semua orang yang mengeluarkan tenaga juga pikirannya dan menerima upah. Oleh karena itu, tidak hanya buruh pabrik yang dapat disebut sebagai buruh. Mulai dari karyawan kantoran, jurnalis, guru, dosen, hingga petani penggarap adalah buruh. Begitulah salah satu hal yang mengemuka dalam di...

[Refraksi]Penggemar musik Indie Rock, sekarang kamu juga bisa baca di mediabara.com. Baru-baru ini Turnover memulai tur ...
17/07/2017

[Refraksi]

Penggemar musik Indie Rock, sekarang kamu juga bisa baca di mediabara.com. Baru-baru ini Turnover memulai tur Indonesia dimulai dari Jakarta. Gimana keseruannya? Cek kuy.

--
Apa sih Refraksi itu? Refraksi merupakan kolom hiburan mediabara.com untuk pemenuhan hasrat budaya populermu. Pantengin terus untuk bacaan seru lainnya 😄😄

Silahkan ikuti kami juga di: http://twitter.com/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Pada Sabtu kemarin, tanggal 15 Juli 2017, sebuah band Dream Pop/Indie Rock asal Virginia bernama Turnover bertandang ke Jakarta sebagai bagian dari tur Asia Tenggara mereka dan juga sebuah hasil kerjasama dari promotor BNA Youth Booking dan label 630 Recordings. Jakarta merupakan kota Indonesia pert...

[Spektrum]Orde Baru pernah menggunakan alasan demi menjaga ketertiban, kemudian menembaki orang secara misterius. Mayatn...
15/07/2017

[Spektrum]

Orde Baru pernah menggunakan alasan demi menjaga ketertiban, kemudian menembaki orang secara misterius. Mayatnya ditaruh begitu saja di pinggir jalan.

Sekarang demi menjaga Pancasila dan melawan radikalisme, Telegram diblokir. Nanti bisa saja Facebook, Youtube, Twitter, dan.. Sekalian, Internet!

Eh tv dan koran masih bisa menyebarkan paham radikalisme. Breidel saja! Sekarang pilihannya, nurut pemerintah atau breidel? Sampai jumpa di Pulau Buru.

Yang penting mediabara.com masih ada. Monggo baca artikel nyinyir Ome Kurnia yang sedih kehilangan Telegram.

-----

Spektrum merupakan headline mediabara.com, tampil setiap ada isu hits.

Silahkan ikuti kami juga di: http://twitter.com/mediabara
http://fb.me/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Kira-kira mungkin sebelum memilih menteri komunikasi dan informatika negara lalala, presiden memerlukan turun tangan langsung untuk mengetes keberaniannya melakukan blokir situs web. Selain itu, presiden mungkin juga selalu menegaskan berkali-kali bahwa tugas utama menteri komunikasi dan informatika...

[Refraksi]Sudah nonton Spiderman Homecoming? Yuk baca dulu review The Dark Knight (2008). Meski ga ada hubungannya denga...
14/07/2017

[Refraksi]

Sudah nonton Spiderman Homecoming? Yuk baca dulu review The Dark Knight (2008). Meski ga ada hubungannya dengan Spiderman, tapi Firmansyah Yedico coba menyentil kembali ingatan kita tentang salah satu film terbaik tentang Batman.

--
Apa sih Refraksi itu? Refraksi merupakan kolom hiburan mediabara.com untuk pemenuhan hasrat budaya populermu. Pantengin terus untuk bacaan seru lainnya 😄😄

Silahkan ikuti kami juga di: http://twitter.com/mediabara
http://fb.me/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Judul film dan tahun rilis : The Dark Knight (2008) Nama sutradara : Christopher Nolan Cast : Christian Bale sebagai Bruce Wayne Heath Ledger sebagai Joker Aaron Eckhart sebagai Harvey Dent Michael Caine sebagai Alfred Maggie Gyllenhaal sebagai Rachel Gary Oldman sebagai Gordon Morgan Freeman sebaga...

Selamat Idul Fitri 1438HSelamat berkumpul dengan orang tersayang, semoga kemanusiaan selalu ada dengan terbangunnya rasa...
24/06/2017

Selamat Idul Fitri 1438H

Selamat berkumpul dengan orang tersayang, semoga kemanusiaan selalu ada dengan terbangunnya rasa kasih sayang di antara keluarga.

Jangan lupa berdoa untuk mereka yang sedang berjuang. Untuk AMT Pertamina yang mogok menuntuk hak, untuk petani yang masih tergusur di berbagai daerah, dan untuk masyarakat miskin kota yang terpinggirkan pembangunan.

---

Jangan lupa setelah lebaran ini Mediabara.com akan hadir kembali :)

Gerakan-gerakan literasi tidak hanya muncul melalui pemerintah, namun masyarakat secara swadaya seringkali ikut serta be...
19/05/2017

Gerakan-gerakan literasi tidak hanya muncul melalui pemerintah, namun masyarakat secara swadaya seringkali ikut serta berperan aktif melalui komunitas-komunitas. Di mulai dari mesjid-mesjid melalui pengajian, hingga yang kontroversial dan dibubarkan aparat keamanan seperti perpustakaan jalanan di D**o, Bandung.

Baca selengkapnya di : http://mediabara.com/menengok-literasi-unpad/
___________________________
silahkan ikuti kami juga di: http://Twitter.com/mediabara
http://Fb.me/mediabara
kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Kita sama-sama tahu bahwa saat ini merupakan masa-masa berkembangnya kampanye peningkatan budaya literasi di Indonesia. Asumsinya, keadaan ini merupakan reaksi terhadap rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Menurut penelitian yang dilakukan ...

16/05/2017

Institusi pendidikan haruslah mampu membentuk karakter-karakter intelektual organik. Akan tetapi sayangnya, membaca realitas pendidikan saat ini pun begitu ironi dimana orientasi pendidikan hanya mengedepankan nilai-nilai pragmatis...

Baca selengkapnya di http://mediabara.com/revolusi-pendidikan-membangun-suatu-pendidikan-holistik/

___________________________

silahkan ikuti kami juga di: http://Twitter.com/mediabara
http://Fb.me/mediabara
kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

Puisi-Puisi Lepas JiwaTerpampang jelas di wajah mereka, begitu banyak narasi yang mereka buat. Belum sampai hati berargu...
15/05/2017

Puisi-Puisi Lepas Jiwa

Terpampang jelas di wajah mereka, begitu banyak narasi yang mereka buat. Belum sampai hati berargumen, selembar daun jatuh terlepas dari dahannya. Tatapan kosong dalam senyum membunuh jiwa yang baru saja bangkit dari mati. Teriakan alam fana yang menggema dalam ruang tak bertuan, takkan menghentikan mereka untuk mencari sesuatu dalam seonggok bangkai. Disantapnya kotoran bangkai sebagai pemanis hidup, diminumnya darah busuk sebagai pelepas dahaga. Sedangkan di sudut sana, seekor anjing sedang melahap daging segar. Anjing yang tak pernah takut akan kehilangan daging segarnya, dengan anggun p**a dijilatnya darah segar itu.

baca selengkapnya di http://mediabara.com/puisi-puisi-lepas-jiwa/
_______________________________________
Hasil olah pikir Diera

silahkan ikuti kami juga di: http://Twitter.com/mediabara
http://Fb.me/mediabara

kirim juga karya artikel, foto, dan videomu untuk ditampilkan di Media Bara. Email ke [email protected] bersama dengan biodata singkatmu.

"Matahari kan menyeruak dalam hati yang dingin dan hampa tangan mengambil keyakinan untuk hidup dalam gelap berbicara ..."

Pendidikan Gratis Saja Belum Cukupditulis oleh Aiglé JayasriKita semua (saya harap) sudah sepakat bahwa pendidikan wajib...
07/04/2017

Pendidikan Gratis Saja Belum Cukup
ditulis oleh Aiglé Jayasri

Kita semua (saya harap) sudah sepakat bahwa pendidikan wajib diberikan kepada seluruh Warga Negara Indonesia. Pendidikan ini penting untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, yang menjadi harapan setiap pemimpin yang memiliki akal sehat. Namun, apakah memberikan akses pendidikan formal seluas-luasnya dapat dikatakan cukup untuk mewujudkan kesejahteraan sosial? Bisa dikatakan cukup apabila sistem pendidikannya sudah ideal untuk mendidik manusia untuk menjadi sesuai kodratnya. Namun, apabila pendidikan yang diberikan melupakan aspek memanusiakan manusia − sekalipun tidak ada niatan untuk membuat manusia menjadi serigala bagi sesamanya− maka pendidikan gratis saja belum cukup.

Kita yang tidak peka sudah terbiasa terhadap pelbagai problematika di negeri ini tentu menganggap tidak ada yang salah dari penerapan pendidikan formal yang ada. Tuntutan akan tugas, tuntutan akan nilai yang tinggi, dan kompetisi, dipandang sebagai tuntutan yang baik bagi kemajuan serta masa depan mereka yang diberikan pendidikan. Bahkan mereka yang mampu memenuhi tuntutan tersebut dianggap superior, orang yang nantinya dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara, orang yang membanggakan orang tua, dan sembah puja lainnya. Padahal tanpa disadari tuntutan tersebut mengikis gemeinschaftsgefühl (perasaan menyatu dengan umat manusia) dari pelajar tersebut.

Di sekolah kita dituntut untuk lebih unggul dibandingkan yang lain. Sebagian orang tua juga mendorong dengan kuat anaknya untuk mendapatkan juara di kelas. Hal ini memang dapat meningkatkan motivasi mencari nilai belajar. Namun, di sisi lain hal ini berdampak pada sikap dan pola pikirnya. Ia akan berpikir bahwa apabila orang lain tidak mampu, maka itu adalah kesalahan mereka sendiri yang tidak mau bekerja keras, sama halnya ia berpikir temannya yang memiliki nilai rendah adalah karena malas belajar. Pada perkembangan di jangka panjang anak ini berkemungkinan memiliki rasa tanggung jawab akan kesejahteraan sosial umat manusia yang rendah. Karena ia merasa kesejahteraan orang lain tidak ada kaitannya dengan dirinya.

Dalam dunia industri, orang akan berusaha untuk menjadi yang paling unggul untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Akhirnya kecerdasan yang ia miliki digunakan untuk memperoleh keuntungan yang besar tanpa peduli dampaknya terhadap kehidupan orang lain. Adapun memberi bantuan dari hasil usahanya, bisa diprediksi itu hanya sebagai bentuk legitimasi kedermawanan, meskipun tindakan merusak tetap dijalankan. Hal ini disebabkan karena penanaman yang kurang akan makna hidup untuk bermanfaat bagi orang lain di bangku pendidikan formal.

Kita mungkin juga tidak asing dengan meme yang secara humoris membiasakan perilaku mencontek. Sejak Ujian Nasional menyerang, saya dihadapkan pada dilema moral untuk mengerjakan UN tanpa memberi contekan atau memberi contekan agar menyelamatkan kelulusan teman. Saya memilih membantu teman saya ketika UN. Namun, akibat dari perbuatan saya dan ratusan ribu anak lainnya yang memiliki keputusan yang sama dengan saya adalah, kecurangan yang semakin lumrah di kalangan siswa terutama SMP dan SMA. Ketika saya SMP, saya sudah memutuskan untuk tidak memberikan contekan karena contekan tidak lagi berpengaruh terhadap kelulusan teman saya. Saya menyangka di SMP orang akan berpikiran sama dengan saya. Namun ternyata tidak, mereka mempertahankan budaya mencontek tersebut.

Saya pun juga pernah ikut-ikutan karena perasaan takut terhimpit, namun kebiasaan ini sangat menyiksa batin, sehingga saya perlahan tapi pasti bertaubat atau seperti kata teman-teman tarbiyah, “hijrah” (walau tidak pindah tempat tinggal). Saya berpikir bahwa tindakan kecurangan tersebut tidak hanya menipu guru, namun juga orang tua, dan diri sendiri. Guru akan merasa sudah berhasil, orang tua merasa bangga anaknya pintar, namun apabila saya menjadi mereka, saya akan sakit jika mengetahui semua kemewahan nilai itu hanya tipuan.

Hendaknya ketika pelajar sudah duduk di bangku SMP mereka mulai diperkenalkan dengan pemikiran-pemikiran brilian dari tokoh-tokoh yang memberikan perubahan baik bagi kesejahteraan umat manusia, seperti mereka yang menanamkan pemikiran akan sama rata dan sama rasa agar tidak terjadi penindasan, dan pemikiran lain yang mengarah pada makna hidup manusia yang sebenarnya.

Menurut Alfred Adler, individu yang tidak sehat secara psikologis adalah mereka yang berjuang untuk memperoleh superioritas pribadi, sedangkan individu yang sehat secara psikologis adalah mereka yang mencari keberhasilan untuk semua umat manusia. Pemahaman akan manusia dengan psikologis yang sehat ini juga kurang ditanamkan di lingkungan sekolah, padahal ini adalah pendidikan yang penting untuk memanusiakan manusia. Pemahaman akan memanusiakan manusia ini semestinya lebih didahulukan dibanding materi lainnya agar si pemilik ilmu sadar untuk menggunakan ilmunya sebagai manusia yang sehat secara psikologis.

Tidak jarang kita melihat mereka yang memiliki ilmu dan tinggi pendidikannya lupa untuk menggunakan ilmu tersebut untuk memberikan kebermanfaatan bagi orang lain. Alih-alih memberi kebermanfaatan, kerusakan sebagai hasil dari pencapaiannya menjadi hal yang biasa dengan konsekuensi yang dapat ditolerensi. Contohnya, ikut berkontribusi dalam merusak memodifikasi alam sehingga tidak alami lagi untuk menjadi lahan suatu pabrik. Berbagai ahli diterjunkan untuk melegitimasi bahwa yang mereka lakukan tidak salah. Contoh lainnya adalah lulusan psikologi yang cenderung memanfaatkan ilmunya untuk membantu perusahaan mendapatkan pelanggan yang banyak, tanpa peduli penggunaan produk tersebut dalam jumlah yang berlebihan dapat berdampak buruk terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Hal ini juga bisa jadi disebabkan karena ketika duduk di bangku sekolah dan kuliah, tidak ada penanaman akan tanggung jawab moral terhadap ilmu yang dimiliki tersebut, serta pemisah-misahan bidang ilmu hingga membuat seseorang tidak peduli dengan ilmu yang lain. Saya berpendapat bahwa ilmu sosial hendaknya juga dipahami oleh pelajar dengan fokus bidang lain sehingga dalam mengaplikasikan ilmunya tetap berorientasi terhadap kesejahteraan umat selaras dengan pemikiran-pemikiran brilian para tokoh seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Sayan cenderungnya ilmu tersebut biasanya hanya dipelajari di ranah sosial.

Oleh karena itu, apabila kita hanya berhenti pada pendidikan harus didapatkan oleh setiap warga negara Indonesia, tanpa mempertimbangkan pendidikan itu akan menjadikan mereka manusia atau robot yang takut terhimpit, maka kesejahteraan sosial yang menjadi tujuan diberikannya pendidikan akan sulit untuk tercapai.

Kita semua (saya harap) sudah sepakat bahwa pendidikan wajib diberikan kepada seluruh Warga Negara Indonesia. Pendidikan ini penting untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, yang men…

Kita semua ingat guru favorit kita.  Mengapa mereka menjadi favorit? Tanpa kenal guru favorit Anda, saya bisa jawab. Gur...
06/04/2017

Kita semua ingat guru favorit kita. Mengapa mereka menjadi favorit? Tanpa kenal guru favorit Anda, saya bisa jawab. Guru favorit adalah orang yang passionate tentang mata pelajarannya. Guru Biologi yang tertarik dengan Biologi menghasilkan murid dengan nilai tinggi di mata pelajaran Biologi. Namun kalaupun sebagai guru motivasi Anda adalah sabar menanti pensiun dari PNS, kudu sadar bahwa memancing rasa ingin tahu anak-anak secara alami akan memudahkan pekerjaan Anda.

----

Alison Thackray yang kita kenal sebagai Alison Bule Bandung menulis Insight soal Ujian Nasional.

----
https://mediabara.wordpress.com/2017/04/06/ada-apa-dengan-ujian-nasional/

Selama saya tinggal di Indonesia, Ujian Nasional (UN) menjadi persoalan yang sampai sekarang belum ada solusi yang tepat. Peserta didik, orang tua, guru-guru serta kepala sekolah sama-sama berkerin…

Address

Sumedang
45312

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Media Bara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share